
"Paman, bagai mana dengan status Thien Yu di dalam sekte, mengapa dia bisa berkata Jika dia adalah bagian dari sekte sementara untuk menjadi bagian dari sekte harus melewati berbagai macam ujian, apalagi untuk menjadi seorang murid utama seperti halnya aku, dia harus melewati berbagai macam ujian berat yang bisa saja merenggut nyawa sendiri.
Paman, jangan sampai Thien Yu dapat mempengaruhi ketua agung untuk menjadi murid utama, karena hal itu akan membuat aib bagi aturan yang telah di tetapkan sekte, biar bagaimana pun jika Thien Yu ingin menjadi murid utama, maka dia harus melewati segala ujian untuk mencapainya, enak saja baginya tanpa melalui proses pencapaian murid utama, dia bisa langsung menjadi murid utama dengan instan," ucap Qing Chu.
Mendengar perkataan Qing Chu, membuat tetua Lang Ma terprovokasi, dengan cepat sang tetua menanggapi perkataan Thien Yu diatas podium.
"Ketua agung, izinkan saya untuk sedikit berbicara di dalam acara sukacita ini," ucap tetua Lang Ma.
"Katakan tetua, apa yang ingin kau sampaikan," jawab ketua agung.
"Di dalam aturan sekte pasir es, tak pernah ada seorang pun yang menjadi anggota sekte secara instan, dia harus melewati beberapa proses seperti masuk kedalam kualifikasi murid luar terlebih dahulu, Jika dia berbakat maka dia akan masuk ke dalam kategori murid dalam, setelah itu masuk ke dalam kategori murid inti dan terakhir masuk ke dalam kategori murid utama sekte.
Jika ada seseorang yang menjadi anggota sekte tanpa harus melewati proses maka hal itu akan membuat aib bagi sekte kita, dan ku harap ketua agung bisa mencerna apa yang baru saja kukatakan," ucap tetua Lang Ma.
Apa yang dikatakan tetua Lang Ma, membuat Qing ruo dan Cen cen sangat tersinggung, apa yang dikatakannya sama halnya dengan menghina Thien Yu di depan mereka.
__ADS_1
Tiba tiba saja sebuah belati bulan sabit berputar cepat di depan tetua Qing ruo, senjata itu merupakan senjata andalan sang tetua yang konon katanya senjata itu dapat menghabisi ribuan prajurit di sebuah kerajaan, dalam waktu sekejap.
Tetua Cen cen pun tak mau kalah, dia pun mengeluarkan pedang penguasa badai, dan siap untuk bertarung melawan tetua Lang Ma.
Tetua Lang Ma sedikit terkejut melihat tetua Qing ruo dan tetua Cen cen mencabut senjatanya, dia tak menyangka jika dirinya akan di ancam sedemikian rupa oleh sesama petinggi sekte, hanya karena membela Thien Yu.
Beberapa petinggi sekte yang lainnya, yang memang tak senang dengan keberadaan Thien Yu, segera melesat dari podium dan berdiri di belakang tetua Lang Ma.
Melihat adanya petinggi sekte yang mendukungnya, tetua Lang Ma mulai unjuk gigi.
"Ketua agung, jika kau mendukung Thien Yu dengan perkataannya yang menjadikan dirinya sebagai bagian dari sekte tanpa melakukan proses, maka perpecahan akan terjadi di dalam sekte kita," ucap tetua Lang Ma kembali.
Tak lama kemudian, belati bulan sabit yang ada pada tetua Qing ruo terpecah menjadi 10 bagian, semua berlatih bulan sabit itu mengeluarkan suara seperti dengungan lebah yang siap diarahkan ke arah tetua Lang Ma berada.
Tiba tiba saja angin berhembus kencang, yang membuat seluruh orang orang yang berada di dalam sekte tak bisa bergerak, termasuk Thien Yu.
__ADS_1
Tampak seorang laki laki tua dengan seluruh rambut yang ada di tubuhnya telah memutih semua. Ketua agung yang dapat bergerak dari kekuatan aura yang dilepaskan lelaki tua itu, langsung menyambutnya.
"Saudara Yun Leng, mereka semua adalah anggota kita aku tak ingin kau menyakiti mereka," ucap ketua agung.
"Ketua aku tak habis pikir dengan jalan pikiran para petinggi sekte ini, Thien Yu adalah putra Yan Lan, dan Yan Lan sendiri adalah saudara angkatku, berarti Thien merupakan putraku, jika masih ada yang ingin memperpanjang masalah ini, maka mereka akan berhadapan dengan ku," ucap tetua Yun Leng sambil mengibaskan tangannya kedepan, hingga aura yang di lepaskan nya pun menghilang.
Tak ada satupun para petinggi sekte yang berani berbicara, karena mereka tau jika kekuatan tetua Yun Leng telah menyamai tingkat kekuatan ketua agung, dan karakter tetua Yun Leng juga sangat keras dan tegas.
"Thien Yu ikut aku, banyak hal yang ingin ku bicarakan padamu," ucap tetua Yun Leng.
"Baik tetua," jawab Thien Yu dengan menggenggam tinju memberi hormat.
"Cukup Thien Yu, mulai sekarang kau jangan memanggilku tetua, mulai sekarang kau harus memanggilku ayah angkat, karena ayahmu merupakan saudaraku sekaligus sahabat," ucap tetua Yun Leng.
"Baik ayah angkat," jawab Thien Yu sambil menyusul ketua Yun Leng yang telah meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Semua petinggi yang ada begitu sangat terkejut mendengar pernyataan tetua Yun Leng. Mereka tak habis pikir keberadaan Thien Yu begitu sangat kuat di dalam sekte, sampai sampai orang yang paling ditakuti di dalam sekte mengakui dirinya sebagai anak.
Bersambung.