Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Akhir pertempuran


__ADS_3

Teriakan kaisar Annshor sudah terlambat, teratai illahi telah di lepaskan Nien Chu dan saat ini tengah menuju cepat kearahnya.


Kaisar Annshor tak mempunyai pilihan, jika dia tak menahan serangan teratai illahi yang menuju kearahnya, maka dirinya sendiri yang akan binasa, sehingga sang kaisar langsung menyambut serangan Nien Chu dengan kekuatan raja Pheonix surgawi, yang merupakan kekuatan terkuat yang di milikinya.


Tak hayal lagi, kedua energi besar pun saling bertemu di udara, hingga mengguncangkan area istana dan sekitarnya.


Kaca kaca istana pecah, pepohonan tumbang dan daun daun pun mengering, semua itu akibat efek benturan kedua energi yang begitu dasyat terjadi.


Kedua petarung sama sama terpental jauh kebelakang, dan menghantam tanah dengan keras, hingga bergulingan sesaat dan pada akhirnya keduanya pun tergeletak di tanah


Kaisar Annshor yang memiliki kekuatan ranah dewa tak terbatas, mampu untuk bangkit kemudian menelan sebuah pil dan melakukan pemulihan diri.


Sang kaisar segera mengakhiri kultivasinya, karena dia sangat khwatir akan keselamatan Nien Chu , yang dia tau memiliki 2 simbol dewa yang ada di tubuhnya.


Ke khawatirannya itu semakin menjadi saat sang kaisar melihat ke arah Nien Chu, yang masih tergeletak di tanah tanpa pergerakan sedikitpun.


"Ini tak boleh terjadi, aku tak ingin menjadi pembunuh dari keturunan kesatria tanpa tanding di masa lampau, kesatria yang dulunya juga menjadi saudara angkat dari leluhurku kaisar pertama istana Orgy," batin kaisar Annshor.


Sang kaisar langsung bangkit berdiri, kemudian melangkahkan kakinya kearah Nien Chu walaupun dengan terseok seok.


Sesampainya ditempat Nien Chu yang masih tergeletak di tanah, kaisar Annzhor segera memastikan kedua segel Dewa yang ada di tubuh Nien Chu.


"Benar...., dia merupakan keturunan kesatria itu, simbol teratai dan simbol naga emas di tubuhnya benar benar asli...!!" ucap kaisar Annshor.


Kaisar Annshor begitu sangat bersalah dan di liputi rasa penyesalan, dia tak menyangka jika dirinya telah bertarung habis habisan dengan pemuda yang memiliki 2 simbol dewa, yang dari generasi telah di ceritakan turun temurun, jika suatu masa akan lahir pemilik dua simbol dewa yang akan menyelamatkan seluruh peradaban manusia, dari kehancuran untuk kedua kalinya. Semua itu telah di ramalkan oleh kaisar Langtian dan tertulis di dalam kitab kuno yang merupakan tulisan pribadinya.


"Aku harus menyelamatkan pemuda ini, jika dia sampai mati maka seluruh leluhur pendahuluku pasti tak akan menyelamatkan ku dengan kematiannya," gumam kaisar Annshor.


Kaisar Annshor segera mengeluarkan sebuah pil dewa kehidupan yang merupakan sebuah pil yang mampu memberikan kehidupan baru bagi seseorang, dan juga dapat menambah kekuatan alami tubuh yang mengkonsumsinya. pil itu merupakan pusaka turun temurun yang hanya ada satu di dunia ini, yang kini berada di genggaman tangan kaisar Annshor.


"Pil dewa kehidupan ini merupakan pil pusaka turun temurun dari keluargaku, Aku akan memberikannya padamu agar kau selamat maka aku akan merelakannya," ucap kaisar Annshor.


Dengan cepat kaisar Annshor memasukkan pil tersebut ke dalam mulut Nien Chu, kemudian memberikan sisa sisa energi murninya ke tubuh Nien Chu, agar pil dewa kehidupan dapat segera di cerna oleh tubuhnya, setelah itu sang kaisar membawa tubuh Nien chu menuju balai pengobatan istana.

__ADS_1


Beberapa petinggi istana yang menyaksikan jika sang kaisar tengah membawa Nien Chu, segera melesat kearahnya.


Belum lagi para petinggi itu menanyakan mengenai Nien Chu, kaisar Annshor telah terlebih dahulu berkata.


"Bawa Nien Chu menuju balai pengobatan istana, rawat dia baik-baik agar kondisinya dapat pulih seperti sedia kala," titahnya sambil menyerahkan Nien chu kepada salah seorang petinggi istananya.


Sang petinggi istana menerima Nien Chu, setelah Nien Chu berada ditangan para petinggi istananya, tiba tiba saja kaisar Annshor ambruk ke tanah dan tak sadarkan diri.


Seluruh petinggi istana sangat terkejut melihat hal itu termasuk penasehat istana. Sang penasehat istana kini merasa heran kepada sang kaisar, yang lebih mengutamakan keselamatan Nien Chu daripada dirinya sendiri, padahal sebelumnya kaisar Annshor begitu sangat menginginkan Nien Chu mati.


Penasehat istana mengesampingkan masalah itu, dia lebih mementingkan keselamatan sang Kaisar lantas iya pun berteriak...


"Cepat bawa kaisar ke balai pengobatan istana...!!" teriak penasehat istana.


Mendengar teriakan penasehat istana, mereka yang berada di tempat itu segera membawa Nien Chu dan Kaisar Annshor menuju ke balai pengobatan istana untuk mendapatkan perawatan.


*****


Nien Chu di dalam alam bawah sadarnya begitu kaget dan heran karena semua yang dilihatnya hanyalah kegelapan, dan cahaya satu-satunya di dalam kegelapan itu berasal pada sosok wanita yang sangat cantik parasnya, yang saat ini berdiri di hadapannya.


Tak lama kemudian wanita cantik yang memancarkan cahaya di tubuhnya itu pun berkata kepada Nien Chu.


"Putraku Nien Chu, Aku akan menceritakan siapa sebenarnya dirimu sesuai dengan janji waktu itu," ucap wanita cantik yang tak lain adalah Dewi Yun Shi.


Nien Chu terdiam dan tak bisa berkata apa-apa, hanya hatinya yang dapat merasakan jika wanita cantik yang berdiri di hadapannya serasa sangat dekat, entah dari mana perasaan itu yang jelas keberadaan sang wanita cantik itu membuat Nien Chu begitu merindukan sosok wanita yang telah melahirkannya.


Sembari menarik nafas dalam-dalam Nien Chu pun berkata.


"Hormatku pada Dewi, aku ingin menanyakan satu hal pada Dewi, mengapa setiap kali Dewi mendatangiku Dewi selalu berkata jika aku adalah putramu?" tanya Nien Chu.


"Nien Chu putraku, Ayahmu adalah ksatria hebat di masa lalu yang tak tertandingi di muka bumi, dan saat ini ayahmu merupakan seorang Kaisar langit yang memimpin Nirwana yang bernama kaisar langit Thien Yu."


"Aku adalah Dewi Yun Shi ibumu, dulu sewaktu kau kasih berada di rahimku, terdapat masalah besar di nirwana yang akan membahayakan mu jika kau masih berada di rahim ku, agar kau tetap selamat terpaksa aku melepaskan mu ke alam dunia dengan bantuan Dewa cahaya."

__ADS_1


Dan pada akhirnya kau masuk ke salah satu rahim seorang wanita bumi, sehingga kau lahir sebagai seorang manusia dan bukanlah seorang Dewa."


"Tapi darah keturunan Dewa masih melekat pada tubuhmu, dan setelah kau menembus ranah Dewa maka saat itu juga darah di tubuhmu akan berubah menjadi darah seorang Dewa, yang sangat berbeda dengan darah seorang manusia bumi, itu terbukti dengan darahmu yang berwarna emas yang mengeluarkan wangi harum semerbak," jawab Dewi Yun Shi.


Tubuh Nien Chu bergetar hebat, dia tak menyangka jika wanita yang ada di hadapannya itu merupakan ibunya sendiri, dengan berlutut Nien Chu pun memberi hormat kepada wanita di hadapannya itu sambil berkata.


"Maafkan putramu ini ibu, yang selama ini tak mengenali mu," ucap Nien Chu.


Dewi Yun Shi menuju ke arah Nien Chu dan menarik kedua bahunya agar Nien Chu segera berdiri.


Dewi Yun Shi yang sudah sangat menahan rindu kepada putranya, langsung memeluknya dengan erat, tak terasa sang Dewi meneteskan air matanya, rasa keibuannya seketika itu tumbuh kepada pemuda tampan yang saat ini berada di dalam pelukannya.


"Ini semua bukan kesalahanmu putraku, keadaan lah yang membuat kita terpisah hingga bertahun-tahun lamanya, tapi aku sangat senang sekali karena kau telah mengenaliku sebagai ibumu," ucap Dewi Yun Shi lirih.


Mendengar perkataan Dewi Yun Shi, Nien Chu pun tak dapat menepis rasa haru di hatinya, dengan berlinangan air mata Nien Chu semakin memeluk erat sang ibu.


Setelah beberapa saat lamanya mereka berdua melepas rindu, maka tiba saatnya bagi Dewi Yun Shi untuk kembali ke nirwana.


"Putraku jika kau telah menemukan teratai Nirwana maka aku ingin kau mempelajari cara menggabungkannya dengan kekuatan Dewa ilahi, agar kau memiliki kekuatan maha dahsyat yang tak tertandingi di muka bumi."


"Ini adalah kitab kuno yang ditulis oleh ayahmu, bagaimana cara menggabungkan kedua kekuatan besar itu," ucap Dewi Yun Shi.


Nien Chu menerima kitab kuno pemberian dari ibunya, dan menyimpannya ke dalam cincin ruang yang di milikinya.


"Suatu hari nanti jika kekuatanmu telah sampai pada batasan mu, aku sendiri yang akan mempertemukanmu dengan ayahmu di Nirwana."


"Satu hal lagi putraku, aku tak akan bertemu denganmu lagi karena itu merupakan aturan di nirwana, yang tak memperbolehkan seorang Dewa maupun Dewi bertemu dengan seorang manusia.


"Dan ingat, titisan musuh-musuh ayahmu dahulu kala telah bangkit kembali, maka di masa depan kau akan mengalami pertempuran besar sehingga kau harus menjadi kuat mulai sekarang..., putraku selamat tinggal....," ucap Dewi Yun Shi kemudian memudar dan menghilang.


"Ibu...."


"Ibu...."

__ADS_1


Teriak Nien Chu memangil ibunya yang telah menghilang, hingga diapun tersadar dari pingsannya.


Bersambung


__ADS_2