
Di istana bintang laut, Thien Yu telah berhasil menguasai kekuatan illahi hukum angin, dan tentunya kekuatan yang dimilikinya pun kian bertambah.
"Masih ada dua hukum kekuatan illahi yang harus dipelajari jika aku ingin menembus ranah tingkat penempaan tubuh surgawi.
Untuk sementara waktu aku akan pergi menuju ke sekte pasir es, guna menemui tetua Yun Leng untuk membicarakan kerjasama agar di masa depan sekte itu dapat membantuku dalam merebut kembali kekaisaran Glory dari tangan kaisar Huang Xu.
Aku juga akan menemui 2 pengikut ayahku di sana, karena guruku naga giok pernah berkata padaku jika ada dua pengikut ayahku yang berada di sekte pasir es," ucap Thien Yu.
Thien Yu berdiri dari duduk bersilanya, kemudian melangkah keluar dari ruang meditasinya. Di sana telah menunggu Yeiyi yang tengah duduk di kursi sambil meminum anggur.
Thien Yu ikut duduk di samping sahabatnya itu, melihat kedatangan Thien Yu, Yeiyi segera menuangkan anggur di gelas kosong kemudian memberikannya kepada Thien Yu.
"Minumlah," ucap Yeiyi.
"Trimakasih," jawab Thien Yu, kemudian meneguknya.
"Bagaimana latihanmu?" tanya Yeiyi.
"Aku telah berhasil menguasai kekuatan illahi hukum angin, namun belum mampu menguasai hukum air dan tanah," jawab Thien Yu dan kembali meneguk anggur yang telah diisi kembali oleh Yeiyi.
"Untuk menguasai ke 4 tehnik hukum alam itu, kau harus bersabar karena tak semudah seperti apa yang kau bayangkan, jika kau telah berhasil menguasainya, maka tak ada satupun orang di alam dunia yang akan mampu untuk mengalahkanmu, hanya para Dewa yang mampu untuk mengimbangi kekuatan illahi yang ada padamu," ucap Yeiyi.
"Yeiyi apakah kau pernah melihat saat leluhur menara hijau menggabungkan ke 4 unsur alam dari kekuatan illahi?" tanya Thien Yu.
__ADS_1
"Aku pernah melihatnya sekali, saat itu alam cahaya rembulan akan hancur akibat keseimbangan alam yang goyah karena pertempuran antara dewa, binatang Dewa dan alam bawah terjadi.
Dengan menyatukan kekuatan illahi 4 unsur maka terbentuklah anak panah emas sebesar tombak, dengan anak pana 4 unsur alam itu, tuanku melemparkan anak panah itu kearah langit, hingga alam cahaya rembulan kembali stabil.
Aku tak bisa membayangkan jika anak panah itu diarahkan kepada seseorang, baik itu roh, peri maupun Dewa, bisa di katakan 100 persen kehidupan dari mereka sudah tak ada," jawab Yeiyi menjelaskan.
"Dengan kemampuan gabungan unsur alam 4 hukum kekuatan illahi, aku pasti akan dapat melindungi orang orang yang ku sayangi, mereka tak akan mungkin lagi di tindas oleh orang orang kuat yang ingin mereka binasa," batin Thien Yu sambil mengingat kembali peristiwa penyerangan di desa batu, yang menyebabkan kematian ibu yang telah membesarkannya, dan membuat dirinya harus berpisah dengan Feng Yu, kakak yang sangat di sayanginya.
Karena banyak meminum anggur, Thien Yu akhirnya tertidur di kursinya. Dengan sabar Yeiyi mengangkat tubuh Thien Yu ke pembaringan, kemudian meletakkan dan menyelimutinya. Setelah itu Yeiyi keluar dari dalam ruangan kamar itu.
Keesokan paginya, Thien Yu sangat terkejut melihat dirinya yang telah berada diatas pembaringan "Pasti Yeiyi yang telah membawaku ketempat ini," ucap Thien Yu.
Thin Yu segera keluar kamar mencari Yeiyi, dan mendapati Yeiyi tengah memandangi ikan ikan lewat dinding tembus pandang yang ada di tempat itu.
Lama menunggu, tak ada jawaban dari Yeiyi yang membuat Thien Yu merasa heran.
"Ada apa Yeiyi, mengapa ada kesedihan di wajahmu?" tanya Thien Yu.
"Aku teringat akan tuan ku, orang yang telah menjaga dan membesarkan ku sedari kecil," ucap Yeiyi.
"Yeiyi, dia telah bahagia di sana, dan disini ada aku yang sekarang akan menjagamu," ucap Thien Yu sambil mengacak acak rambut Yeiyi karena melihat tingkah Yeiyi saat ini seperti anak kecil di matanya.
Tak lama kemudian Yeiyi tersenyum kearah Thien Yu "Benarkah kau akan menjagaku tuan muda?" tanya Yeiyi yang membuat Thien Yu kelabakan di buatnya.
__ADS_1
Tak ada pilihan bagi Thien Yu, tak mungkin dia menjilat ludah yang telah di buangnya, diapun lantas mengangguk kan kepalanya.
Melihat isyarat dari Thien Yu, Yeiyi segera memeluknya dan membisikkan kata kata di telinga Thien Yu. "Tuan muda, jika aku bersedih tuanku selalu mengacak acak rambutku seperti apa yang telah kau lakukan, dan aku berjanji aku akan menjadi pelayan setia mu, tapi kali ini aku ingin kau mandi dulu karena badanmu sangatlah bau," bisik Yeiyi sambil mendorong Thien Yu hingga Thien Yu terjerembab kelantai ruangan.
Bukannya menolong, Yeiyi malah tertawa lepas yang tak pernah Thien Yu lihat tawa itu di wajah Yeiyi sebelumnya.
Thien Yu tersenyum melihat Yeiyi "Ternyata di balik ketangguhan Yeiyi, dia juga merupakan seorang wanita yang memerlukan belaian kasih sayang dari orang terdekatnya," batin Thien Yu.
Thien Yu bangkit berdiri untuk pergi membersihkan dirinya, tanpa menghiraukan Yeiyi yang masih dengan raut ceria di wajahnya.
Setelah beberapa saat bersama Yeiyi, kini Thien Yu berpamitan kepadanya untuk pergi menuju alam dunia, tempat di mana kerajaan buluh surgawi berada.
"Yeiyi aku pergi dulu, jaga dirimu baik baik," ucap Thien Yu.
Yeiyi menganggukkan kepalanya, kemudian berkata," jika kau tak sibuk di sana, datanglah untuk menjengukku karena aku pasti merindukanmu," ucap Yeiyi.
"Tentu saja yeiyi, aku pergi dulu," ucap Thien Yu kemudian menghilang dari hadapan Yeiyi.
Yeiyi terdiam di tempatnya, dia merasakan ada yang hilang dari hatinya saat melihat kepergian Thien Yu, dan harus Yeiyi akui jika Thien Yu adalah pemuda yang sangat menarik dan baik hati di matanya, dia begitu sangat bahagia saat ini karena ada sosok Thien Yu yang mampu menggantikan leluhur menara hijau dalam menjaganya, setelah leluhur menara hijau tiada.
Bersambung.
Trimakasih atas vote nya, dan terimakasih buat sahabatku Edy Sipahutar yang telah memberikan banyak koin, Semoga para sahabat semua di berikan kesehatan dan rezeki yang berlimpah dariNya 🙏🙏🙏, Amin.
__ADS_1