
Telapak tangan raksasa langsung menuju ke arah Anchen, dan dengan kekuatan tubuh surgawi yang dimilikinya Anchen meloncat ke arah telapak tangan raksasa yang menuju ke arahnya, dengan menghantamkan tinju yang telah dialiri kekuatan penghancur matahari.
Ledakan energi kembali tercipta yang membuat tubuh Anchen terhempas ke bawah arena pertarungan, hingga arena pertarungan itu pun hancur tertimpa oleh tubuhnya.
Anchen kembali bangkit berdiri seperti tak terjadi apa-apa padanya, diapun menatap ke arah Li Yu She yang kini telah berdiri di atas arena.
"Pemuda ini sangat tangguh dan sulit untuk dikalahkan, aku terpaksa harus mengeluarkan kekuatan terkuat yang kumiliki untuk dapat melumpuhkannya, tak kusangka untuk menaklukannya aku harus menggunakan cara itu," batin Li Yu She.
Li Yu She kemudian menggigit jari tangannya sendiri, hingga jari itu mengeluarkan darah segar.
Tak lama kemudian dia pun menjentikkan jari yang terluka itu ke depan, hingga darah yang berada di jarinya itu terpercik ke udara.
"Segel darah surgawi," ucap Li Yu She.
Seketika itu segel raksasa pun tercipta di udara, dan tak lama kemudian dari dalam segel tersebut bermunculan telapak tangan raksasa yang langsung menuju ke arah Anchen dengan kekuatan energi yang sama seperti yang telah di keluarkan Li Yu She sebelumnya.
Diluar arena pertarungan, Nien Chu begitu sangat mengkhawatirkan keselamatan Anchen, karena serangan pertama saja dapat membuat Anchen terhempas sedemikian kerasnya, apalagi dengan serangan susulan yang berkali-kali itu pasti akan membuat Anchen terluka walaupun dirinya telah dilindungi dengan tubuh surgawi yang di milikinya.
Nien Chu memejamkan matanya, dia tak menyangka jika harus menerima kekalahan dari kelompok gurun pasir, sehingga keinginannya untuk mengetahui informasi tentang teratai Nirwana akan pupus bersama kekalahan Anchen.
"Walaupun kekalahan ini membuatku tak akan mengetahui informasi mengenai teratai Nirwana dari kepala desa, tapi aku sangat kagum dengan perjuanganmu yang tetap bertahan sampai saat ini," batin Nien Chu.
Sementara itu serangan bertubi-tubi yang dilakukan oleh Li Yu She kearah Anchen, membuat Anchen tak gentar sedikitpun, dia pun memikirkan cara untuk dapat keluar dari dalam keterpurukannya, paling tidak pertarungannya itu akan berakhir seri.
Anchen memperkuat tubuh surgawi yang ada padanya, untuk menerima benturan energi serangan dari Li Yu She kepadanya, dengan tidak memberikan satu pun serangan balasan.
Lima buah telapak tangan emas raksasa menghantam keras tubuh Anchen, sehingga membuat Anchen kembali terhempas ke lantai arena dengan keras, yang membuat lantai arena hancur tak berbentuk lagi.
Li Yu She tertawa melihat lawan tarungnya tak keluar dari serpihan-serpihan lantai arena yang telah hancur, hingga membuatnya menarik kembali segel darah yang tercipta.
Apa yang dilakukan Li Yu She merupakan kesalahan besar baginya, karena tiba-tiba saja Anchen keluar dari serpihan-serpihan lantai arena, dan langsung menghantamkan tinjunya yang mengandung kekuatan gabungan antara tinju penghancur matahari dan tehnik petaka matahari.
__ADS_1
Serangan tiba tiba dari Anchen membuat Li Yu She begitu sangat terkejut, dia pun lantas mengeluarkan teknik Raja Naga gurun pasir untuk mengatasi serangan mendadak yang menuju ke arahnya.
Serangan terkuat dari Anchen berhasil menghancurkan naga pasir yang tercipta, hingga membuat Li Yu She terhempas keluar dari atas arena pertarungan.
Sementara itu Anchen yang terluka parah akhirnya ambruk di atas arena dan tak sadarkan diri.
Flash back
Anchen sengaja tak memberikan serangan balasan, karena dia menyimpan kekuatan terkuatnya untuk melakukan serangan tiba-tiba kepada Li Yu She, karena hanya itu yang dapat dilakukannya untuk memenangkan pertarungan.
5 kali serangan telapak tangan emas yang mengenai tubuhnya, membuat perisai tubuh surgawi yang ada padanya hancur dan menyebabkan Anchen terluka dalam, akan tetapi Anchen masih bisa menyimpan kekuatan besar di genggaman tangannya.
Melihat Li Yu She yang telah menganggap Anchen kalah karena sudah tak sanggup melanjutkan pertarungan, hal itu memberi kesempatan bagi Anchen untuk melakukan serangan terakhir dengan seluruh energi tubuhnya yang tersisa, dan serangan itu berhasil membuat Li Yu She keluar dari atas arena pertarungan.
*****
Perdebatan pun terjadi di podium para ketua, karena melihat hasil pertarungan yang terjadi.
Ketua Tang yi juga pada pendiriannya jika pemenang pertarungan itu adalah Anchen, karena muridnya itu masih dapat berada di atas area walaupun sudah tak berdaya, dan aturan yang telah disepakati bersama jika sampai seorang petarung keluar dari dalam arena pertarungan maka petarung itu akan dinyatakan kalah.
Perdebatan yang terjadi antara ketua Tang yi dan ketua Oyang Hong hampir memicu bentrokan fisik, untung saja penasehat istana segera menengahinya.
"Apa yang kalian lakukan?, dalam turnamen yang diselenggarakan ini sudah ada panitia yang akan memutuskan hasil dari sebuah pertarungan, dan aku ingin kalian tak melakukan hal bodoh yang akan membuat Kaisar Annzhor murka," ucap sang penasehat.
Apa yang dikatakan oleh penasehat istana membuat kedua ketua terdiam, dan larut dalam pikiran mereka masing-masing.
Melihat kedua ketua terdiam, membuat penasehat istana kembali berkata.
"Tunggulah..., kami dari panitia penyelenggara akan segera mengumumkan hasil dari pertarungan yang terjadi," ucap penasehat istana.
Tak berapa lama kemudian, penasehat istana berjalan menuju ke tempat di mana Kaisar Annzhor berada.
__ADS_1
"Yang mulia, dari hasil keputusan pertarungan antara Anchen dan Li Yu She setelah melakukan pertimbangan dari seluruh panitia penyelenggara, hasil pertarungan itu dimenangkan oleh Anchen karena dia masih berada di atas arena sementara Li Yu She telah keluar dari arena pertarungan," ucap penasehat istana.
"Aku tak menginginkan elf dari gurun pasir kalah oleh elf pesisir pantai, karena peran serta para elf gurun pasir untuk memajukan istana lewat tambang batu api, masih sangat diperlukan oleh istana dalam membentuk sumber daya bagi kultivator muda, sekaligus sebagai sumber energi cahaya yang sangat dibutuhkan bagi istana.
Umumkan jika pertarungan yang terjadi adalah seri, agar penduduk gurun pasir tak menyalahkan keputusan yang terjadi jika kemenangan itu jatuh di tangan kelompok dari pesisir pantai," ucap kaisar Annshor.
"Baik yang mulia, aku akan mengumumkan jika pertarungan yang terjadi berakhir seri," jawab penasehat istana.
Penasehat istana langsung menuju ke arena pertarungan, dan mengumumkan hasil pertarungan yang terjadi.
"Setelah menimbang segala sesuatunya, maka kami panitia penyelenggara memutuskan jika hasil pertandingan antara Nien Chu dan Anchen dinyatakan seri. Dari keputusan yang telah kami buat ini sudah dianggap sah dan tak boleh diganggu gugat lagi," ucap penasehat istana.
Pengumuman itu membuat ketua Tang yi merasa kecewa dengan keputusan yang telah terjadi, karena dari kesepakatan bersama jika salah seorang petarung keluar dari dalam arena pertarungan maka akan dinyatakan kalah, sehingga kedua Tang yi beranggapan jika ada kecurangan di dalam hasil keputusan itu.
"Ketua Tang yi, kurasa keputusan ini merupakan keputusan yang adil, maka kau harus segera mempersiapkan kelima muridmu untuk melakukan pertarungan kelompok, untuk menentukan siapa yang harus menuju ke fase yang kedua," ucap ketua Oyang Hong dengan senyum kemenangan di bibirnya.
Ketua Tang yi tak menanggapi perkataan ketua Oyang Hong, dia lebih memilih pergi dari tempat itu karena merasa jika keadilan dalam turnamen beladiri yang diadakan, benar-benar menyudutkannya.
"Bagaimana kelompokku bisa mengalahkan kelompok elf gurun pasir, sementara yang tersisa dari kelompok ku hanya Nien Chu, Zhurui dan Anchu, sementara kelompok gurun pasir masih utuh, karena pertarungan yang terjadi hanya membuat luka ringan bagi mereka," batin ketua Tang yi.
Sementara itu Nien Chu yang berada di balai pengobatan istana, akhirnya melihat Anchen tersadar.
"Maafkan aku Nien Chu, Aku gagal memenangkan pertarungan itu," ucap Anchen dengan penuh rasa bersalah di wajahnya.
"Kau tak usah terlalu memikirkannya, Lebih baik kau memikirkan kondisi tubuhmu yang telah terluka parah ini, sepertinya kau akan beristirahat selama dua minggu untuk memulihkan kembali kondisimu yang terluka," jawab Nien Chu.
Zhurui dan Anchu datang ke ruangan Anchen untuk mengabarkan jika pertarungan yang terjadi berakhir seri, dan panitia penyelenggara memutuskan untuk memberikan waktu 1 hari bagi para petarung agar beristirahat, guna memperbaiki arena pertarungan yang telah rusak.
"Bagus, masih ada kesempatan bagi kita untuk dapat memenangkan pertarungan, walaupun kita hanya berjumlah 3 orang," ucap Nien Chu.
Bersambung
__ADS_1