
Walaupun putri Sora ri merasa tak senang hati dengan metode penyembuhan yang akan di lakukan Thien Yu padanya, tapi dengan desakan sang ayah akhirnya dia menyetujuinya.
Hari itu juga raja Zheng Bil Ang pergi menuju tempat Thien Yu berada. Sesampainya disana raja Zheng Bil Ang mengatakan jika putrinya telah siap melakukan penyembuhan dengan metode yang digunakan oleh Thien Yu.
"Thien Yu aku ingin hari ini juga kau menyembuhkan putriku, agar luka dalam yang di deritanya tak semakin parah," ucap raja Zheng Bil Ang.
"Baiklah jika putri Sora ri tak mempermasalahkan metode yang akan kugunakan dalam menyembuhkan nya," jawab Thien Yu.
Maka berangkatlah mereka berdua ke suatu ruangan khusus di mana putri Sora ri telah berada di sana.
Thien menggenggam tinju memberi hormat saat melihat sang putri. Hal itu dilakukannya agar membuat suasana tegang dan kaku diantara mereka berdua bisa mencair.
Tak lama kemudian, raja Zheng Bil Ang meninggalkan mereka berdua di dalam ruangan khusus tersebut, karena Thien Yu akan segera melakukan penyembuhan terhadap putrinya.
Selepas kepergian raja Zheng Bil Ang, perdebatan pun terjadi antara Thien Yu dan putri Sora ri. "Thien Yu sebelumnya kita tak saling kenal tapi mengapa kau melakukan ini padaku, kau sengaja melakukan ini bukan?, sengaja agar aku telanjang di depan mu agar nantinya semua orang akan tau dan membuatku terpuruk oleh keadaaan, sehingga kesempatan itu akan membuatmu dapat memenangkan hatiku!!.
Aku tak sebodoh itu Thien Yu karena pemuda bejat sepertimu bukan lah tipe pemuda yang akan menjadi pendamping hidup di masa depanku," ucap putri Sora ri dengan penekanan di perkataannya.
"Kau sudah puas berprasangka buruk padaku putri? jika sudah puas sekarang ijinkan aku untuk melaksanakan tugasku dalam menyembuhkan mu," ucap Thien Yu sambil menutup matanya dengan menggunakan kain.
Tak lama kemudian perkataan kembali keluar dari mulut Thien Yu. "Sekarang lepaskan pakaian anda putri, karena aku tak menginginkan adanya sehelai benang pun yang menutupi tubuh anda," ucapnya kembali.
Bagai petir di tengah hari yang terik, perkataan Thien Yu benar benar membuat tubuh putri Sora ri bergetar menahan amarah dan rasa malu. "Kurang ajar!!, bagai mana mungkin aku bisa melepaskan pakaianku di depannya? seandainya Thien Yu secara tiba tiba melepaskan penutup matanya dan menerkamku, maka aku tak akan bisa berbuat apa apa untuk menghadapinya, karena aku tak bisa menggunakan tehnik beladiri yang ada di tubuhku saat ini.
Oh Dewa..., aku begitu takut karena pemuda ini sepertinya telah merencanakan hal ini sebelumnya, jika memang ini terjadi dan kau menodai ku maka di masa depan aku akan terus memburumu hingga kau mati di tanganku, tapi jika aku sampai hamil darinya apa yang harus aku lakukan?" batin putri Sora ri.
Apa yang ada di dalam pikiran putri Sora ri sekarang ini membuatnya enggan untuk melakukan penyembuhan pada dantiannya yang rusak, dia begitu takut dengan pemuda yang ada dihadapannya apalagi saat ini cuma mereka berdua yang berada di dalam kamar.
Menurut penglihatan sang putri, Thien Yu baginya merupakan laki laki bejat yang akan menodainya di saat dirinya sudah tak berdaya dalam melakukan metode penyembuhan.
Disaat sang putri terus berandai andai dengan pikirannya, tiba tiba saja suara Thien Yu membuat putri Sora ri terperanjat dari lamunannya.
__ADS_1
"Apa yang kau tunggu putri, aku tak punya banyak waktu hanya untuk menunggumu melepaskan pakaian yang kau kenakan itu!!" ucap Thien Yu.
Mendengar perkataan Thien Yu, seketika itu juga putri Sora ri berjalan pergi untuk meninggalkan ruangan itu, namun tiba tiba sebuah totokan dari Thien Yu menghentikan langkahnya.
Putri Sora ri tak bisa menggerakkan seluruh anggota tubuhnya, hanya mulutnya saja yang bisa mengeluarkan suara.
"Kau sangat keras kepala putri, hanya untuk menyembuhkanmu aku telah mengorbankan banyak waktu luangku," ucap Thien Yu yang berdiri di hadapan putri Sora ri.
Cuih...!!
Tiba tiba saja putri Sora ri meludahi wajah Thien Yu dengan telak, hingga membuat Thien Yu melepaskan penutup matanya dan menatap tajam kearah putri Sora ri.
"Jika aku tau sebelumnya kau akan melakukan penghinaan ini padaku, tak akan pernah berbaik hati untuk menyembuhkanmu. Sudah terlanjur basah aku telah mengiyakan untuk menyembuhkanmu, tapi aku juga tak bodoh aku akan membuat perhitungan dengan penghinaan yang telah kau lakukan padaku," batin Thien Yu menahan amarah.
Thien Yu segera menuju kearah meja untuk membersihkan air ludah yang berserakan di mukanya, dengan menggunakan air putih yang berada diatas meja.
Setelah membasuh mukanya, Thien Yu kembali menuju kearah putri Sora ri dengan berjalan di belakangnya.
"Apa yang kau lakukan Thien Yu!!, lepaskan aku!!" bentak sang putri.
Thien Yu hanya tertawa kecil sambil membisikkan sesuatu di telinga putri Sora ri. "Putri Sora ri kau sangat menggairahkan ku, aku akan melakukannya perlahan demi perlahan hingga kau tak akan merasa kesakitan, kau tau maksudku bukan?" bisik Thien Yu.
Mendengar bisikan Thien Yu membuat tubuh putri Sora ri bergetar ketakutan, apa yang ada di dalam pikirannya tadi kini benar benar akan di lakukan Thien Yu padanya.
Sang putri tak habis pikir bagaimana ayahnya dapat mempercayai pemuda bejat tak bermoral seperti Thien Yu, untuk melakukan penyembuhan pada dantiannya yang rusak.
Dengan sekuat tenaga putri Sora ri berontak untuk melepaskan diri dari totokan yang ada di tubuhnya, akan tetapi usahanya itu sia sia karena totokan di tubuhnya begitu sangat kuat.
Putri Sora ri tak hilang akal, diapun berteriak keras siapa tau ada prajurit kerajaan cahaya nirwana yang mendengar suara teriakannya.
"Percuma saja kau berteriak keras, karena ruangan ini telah kupasang segel pelindung agar suaramu tak bisa keluar dari dalam ruangan ini," ucap Thien Yu.
__ADS_1
"Kau mau apa pada ku Thien Yu, cepat lepaskan aku!!" teriak sang putri.
"Aku mau tubuhmu," ucap Thien Yu singkat.
Putri Sora ri semakin ketakutan, apalagi saat Thien Yu mengangkat tubuhnya dan membaringkannya di atas sebuah pembaringan.
Terlihat air mata putri Sora ri mulai menetes, dan Isak nya pun mulai keluar dari mulutnya.
"Aku mohon Thien Yu kau jangan melakukan ini padaku, aku akan memberikan semua yang kau mau asalkan kau tak menodai ku," ucap putri Sora ri memohon.
"Ha..ha..ha..., Tak mungkin aku melepaskan buruan yang sudah berada di dalam genggaman tanganku, maka bersiaplah sayang aku akan mengajakmu untuk mendaki puncak kenikmatan," jawab Thien Yu.
"Tidak...!!, aku akan membunuhmu Thien Yu," teriak putri Sora ri.
Dan tiba tiba saja suara putri Sora ri menghilang di dalam ruangan itu, tubuhnya tergeletak tak sadarkan diri di atas pembaringan akibat sebuah gerakan kecil yang di lakukan Thien Yu padanya.
"Kau sangat berisik putri manja, sangat pantas kau menerima pelajaran atas apa yang telah kau lakukan padaku," ucap Thien Yu.
Thien Yu menarik keatas baju di lengan kiri putri Sora ri, tampak terlihat olehnya tanda merah sebesar biji kacang ijo yang merupakan tanda keperawanan.
"Aku tak sebejat seperti apa yang ada di dalam pikiranmu putri manja, Aku hanya akan memberikanmu pelajaran dengan apa yang telah kau lakukan padaku, Aku akan menghilangkan tanda keperawananmu ini dari tubuhmu hingga 3 hari kedepan, dan kurasa penghinaan yang kau berikan tadi kepadaku akan terbayar setelah kau terbangun dan tak melihat tanda ini," batin Thien Yu dengan senyum yang mengembang di bibirnya.
Tak berselang lama Thien Yu menutup matanya sendiri dengan kain, dan mulai melepas seluruh pakaian yang melekat di tubuh putri Sora ri, hingga tak tersisa satu benangpun di sana.
Setelah itu Thien Yu mengeluarkan batu inti binatang Dewa yang berada di dalam cincin ruangnya, sebagai alat penunjang bagi penyembuhan sang putri.
Dengan adanya batu inti binatang Dewa, Thien Yu segera melakukan penyerapan energi batu tersebut kedalam tubuh putri Sora ri. Setelah batu inti binatang Dewa hancur menjadi debu, Thien Yu segera menggunakan tehnik jari matahari untuk menyembuhkan putri Sora ri.
Bersambung.
Minta dukungannya sahabat semua dengan rate bintang 5, like, komen dan vote. Trimakasih 🙏
__ADS_1