Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Pembicaraan


__ADS_3

Setelah kepergian An Yue, malam itu juga Nien Chu berkeinginan untuk mengeluarkan racun yang berada di tubuhnya, dengan menggunakan teknik jari matahari yang di milikinya.


"Yi eng, bantu aku untuk menyalurkan energi murni mu ketubuh ku, agar tubuhku mendapatkan tenaga untuk menggunakan teknik jari matahari," pinta Nien Chu.


Tanpa pikir panjang Yi eng langsung meloncat ke hadapan Nien Chu, tak lama kemudian simbol bulan sabit yang ada di kepalanya pun bercahaya terang, hingga aura murni dari tubuhnya seketika itu langsung menuju ke arah Nien Chu.


Mendapatkan hawa murni dari Yi eng, Nien Chu segera mengeluarkan ke-12 jarum emas yang di milikinya, untuk dapat menggunakan teknik jari matahari.


Nien Chu segera melepaskan seluruh pakaian yang di kenakannya, semua itu di lakukan oleh Nien Chu karena jika salah satu dari 12 jarum mengenai benda asing selain tubuh nya, maka penyerapan racun yang akan di lakukannya akan berakibat fatal, yang bisa saja membuat luka dalam di tubuh Nien Chu.


Nien Chu merebahkan tubuhnya di atas pembaringan, maka ke dua belas jarum emas langsung melesat menuju titik titik saraf yang menjadi pusat racun yang ada di tubuh Nien Chu.


Saat ke dua belas jarum emas menghisap racun di tubuh Nien Chu, saat itu juga Nien Chu merasa kan kelegaan di tubuhnya karena racun racun yang bersarang di tubuhnya saat ini, perlahan lahan mulai terisap keluar melalui ke 12 jarum emas yang menancap di tubuhnya.


Sementara itu An Yue yang berada di kamarnya tak bisa tidur, dia kepikiran Nien Chu yang tengah seorang diri dengan racun di tubuhnya.


"Ada baiknya aku menemani Nien Chu, kasian dia seorang diri menderita karena racun kalajengking gurun pasir yang saat ini menggerogoti tubuhnya," gumam An Yue.


Dengan segala pertimbangan, An Yue pun melangkah kembali menuju ketempat Nien Chu berada.


Di depan kamar Nien Chu, An Yue mengetuk pintu hingga beberapa berkali kali, akan tetapi tak ada sahutan dari Nien Chu yang berada di dalam kamar.


Merasa khwatir akan hal buruk yang menimpa Nien Chu, An Yue langsung menerobos kedalam kamar dan..


"Ackh .."


Pekikan tertahan keluar dari mulut An Yue saat melihat pemandangan yang seumur hidup belum pernah di lihatnya, yaitu sesosok pemuda yang tanpa busana kini terlihat nyata olehnya.


Jantung An Yue bergemuruh tak karuan hingga membuatnya segera membelakangi Nien Chu, sambil menahan rasa malu yang sangat luar biasa.


Nien Chu yang melihat kehadiran An Yue di dalam kamarnya, hanya bisa pasrah jika wanita muda itu telah melihat sesuatu yang paling berharga yang di milikinya, karena Nien Chu tak bisa menghindari hal itu akibat dirinya saat ini tengah melakukan penyerapan racun oleh ke 12 jarum emas dari tehnik jari matahari.

__ADS_1


"Nien Chu apa yang kau lakukan, mengapa kau tanpa busana seperti itu?" tanya An Yue dengan wajah yang bersemu merah.


"Maafkan aku An Yue, aku kira kau tak kembali lagi ke sini, sehingga aku mencoba mengeluarkan racun di tubuhku dengan metode yang seperti kau lihat ini," jawab Nien Chu.


Mendengar perkataan Nien Chu, membuat An Yue tak ingin berlama lama di dalam kamar itu, hingga diapun berkata.


"Jika begitu aku pamit..." ucap An Yue kemudian melangkah pergi.


"Apakah kau tak ingin melihat kearah ku lagi?" ucap Nien Chu yang sengaja ingin mengajak bercanda An Yue, karena dia yakin jika An Yue akan segera berlari pergi.


Apa yang ada di dalam pikiran Nien Chu berbanding terbalik dengan apa yang di lihatnya.


An Yue yang telah melihat tubuh Nien Chu sebelumnya seakan tertantang, diapun lalu membalikkan tubuhnya dan melangkah kearah Nien Chu.


Sebenarnya An Yue melawan suara hatinya untuk melakukan hal itu, akan tetapi untuk memberikan pelajaran pada Nien Chu dia pun melakukan hal itu walau dengan tubuh bergetar.


Kini giliran Nien Chu yang panik, dia tak mungkin bergerak untuk menutupi tubuhnya dengan keadaan 12 jarum yang masih menancap di bagian-bagian saraf intinya.


Tiba tiba suara An Yue seperti halilintar yang menggetarkan bumi, dengan berkata. "Apakah aku harus memegangnya Nien Chu?" tanya An Yue.


Melihat kepanikan Nien Chu yang masih melakukan penyembuhan bagi tubuhnya, membuatnya An Yue menjadi tak tega. Diapun kembali membalikkan tubuhnya dengan tertawa kecil sambil berkata.


"Cukup lumayan, masih tertidur saja sudah sebesar itu apalagi jika dia terbangun...." ucap An Yue kemudian menghilang dari pandangan Nien Chu.


"Celaka....., mau di bawa kemana rasa malu ini..." batin Nien Chu sambil memejamkan matanya.


Sementara itu di dalam kamar An Yue, debaran jantung An Yue semakin menjadi-jadi, dia tak menyangka sanggup mengatakan hal itu kepada Nien chu, apalagi mempunyai keberanian untuk melihat tonggak langit Nien Chu dari dekat.


Dengan menutupi wajahnya dengan Kedua telapak tangannya, An Yue berusaha tertidur akan tetapi hingga pagi hari An Yue tak juga dapat memejamkan matanya.


*****

__ADS_1


Nien Chu telah membersihkan dirinya, dan seluruh racun yang tadi berada di tubuhnya kini telah menghilang, yang tersisa adalah bau menyengat dari sisa sisa pembakaran racun lewat tehnik jari matahari di kamar itu.


Nien Chu keluar kamar dan bertemu dengan ketua You You yang ingin melihat keadaannya.


"Bagaimana Nien Chu bisa berjalan seperti ini, dan sepertinya racun yang bersarang di tubuhnya pun telah hilang, aku tak menyangka jika Nien Chu benar benar sekuat ini, pantas saja dia mampu memenangkan setiap pertarungannya di saat turnamen berlangsung," batin ketua You You.


"Nien Chu, bagaimana keadaanmu?" tanya ketua You You.


"Racun yang berada di tubuh ku telah lenyap ketua, dan untuk itu aku ingin berbicara 4 mata dengan anda," ucap Nien Chu.


"Apa yang ingin di bicarakan anak muda ini padaku?" batin ketua You You penasaran.


Ketua You You lantas membawa Nien Chu ketempat kediamannya.


"Sekarang katakan apa yang ingin kau bicarakan," ucap ketua You You saat mereka berdua saling duduk berhadap hadapan.


"Ketua..., aku ingin membawa An Yue untuk pergi bersamaku," ucap Nien Chu.


Nien Chu kemudian menceritakan mengenai titisan iblis yang mulai muncul di alam dunia, dan dia pun menceritakan mengenai kelompok pembasmi iblis yang di bentuknya, dari semua anggotanya yang memiliki simbol dewa di tubuhnya termasuk An Yue.


Ketua You You terdiam, karena An Yue menang memiliki simbol dewa seperti yang di katakan oleh Nien Chu, dan dia tak ingin menghalang halangi keinginan Nien Chu untuk menjaga kedamaian dunia, dari para iblis yang telah kembali muncul di dunia.


"Aku akan mengijinkan mu untuk membawa An Yue bersamamu, asalkan kau memenuhi syarat dariku," ucap ketua You You.


"Katakan apa syarat itu ketua?" tanya Nien Chu.


"Aku ingin kau membawa An ji Ang ke lembah salju, dan harus kau ketahui jika saat ini dia tengah berada di desa gurun pasir," jawab ketua You You.


"Baiklah jika begitu ketua, hari ini aku akan pergi ke desa gurun pasir untuk membawa An ji Ang kembali kesini. Aku ingin ketua tak mengatakan kepada An Yue jika aku pergi ke desa gurun pasir, semua itu agar An Yue tak terlibat dalam bahaya," ucap Nien Chu.


"Baik..., aku akan merahasiakan keberadaanmu pada An Yue," jawab ketua You You.

__ADS_1


Setelah tak ada lagi perbincangan diantara mereka berdua, maka hari itu juga Nien Chu berangkat ke desa gurun pasir.


Bersambung.


__ADS_2