
"Labirin ini begitu besar, dan tampak seperti hutan yang sangat luas, aku harus secepatnya menyelamatkan wanita ini, jika tidak dia akan mati sia-sia di tempat ini," batin Nien Chu.
Nien Chu akhirnya menemukan sebuah tempat, yaitu sebuah Goa yang cukup luas. Nien Chu lalu meletakkan tubuh Annchi di sebuah batu besar dengan permukaan yang rata. Setelah itu Nien Chu mulai memeriksa keadaan Annchi.
"Ternyata dia terkena percikan darah dari serigala iblis kuno, sehingga tubuhnya terinfeksi racun dari darah sang serigala. Kurasa racun yang ada di tubuhnya dapat ku keluarkan dengan ke-12 jarum dari teknik jari matahari," batin Nien Chu.
Nien Chu lalu mengeluarkan ke 12 jarum emas yang dimilikinya, kemudian menancapkan ke 12 jarum emas itu di sekitar lengan kanan Annchi yang terkena tetesan darah dari sang serigala iblis kuno, sehingga jarum jarum tersebut dapat menyedot keluar racun yang bersarang di lengan kanan Annchi.
"Syukur racun racun ini telah keluar dari tubuhnya, dan aku rasa sebentar lagi dia akan pulih seperti sediakala," batin Nien Chu.
Nien Chu tiba tiba terdiam, karena dia merasakan adanya satu kekuatan yang sangat kuat, yang terus memanggil dirinya agar pergi kesana.
"Mengapa kekuatan itu selalu mengajakku untuk pergi ke sana, dan kekuatan itu begitu sangat besar karena aku bisa merasakan keberadaannya dari tempat ini.
Lebih baik aku melihat seperti apa kekuatan besar itu, sehingga membuat hati kecilku mengharuskanku untuk pergi ke sana," batin Nien Chu.
"Yi eng keluarlah.." perintah Nien Chu.
Tak lama kemudian seekor rubah putih keluar dari dalam Dantian Nien Chu, dan diapun menatap Nien Chu dengan tajam.
"Aku ingin kau menjaga wanita ini, karena ada hal penting yang ingin aku lakukan," ucap Nien Chu.
Rubah putih itu seakan tahu dengan apa yang diinginkan tuan mudanya, sehingga rubah putih itupun berjalan ke arah Annchi dan duduk di dekatnya.
Melihat rubah putih sahabatnya mengikuti perintahnya untuk menjaga Annchi, hal itu membuat Nien Chu lega dan dengan segera pergi keluar dari dalam gua, menuju ke tempat di mana kekuatan besar yang selama ini selalu memanggilnya.
__ADS_1
Nien Chu tiba di sebuah danau berair jernih, dan tampak olehnya sebuah teratai kaca pengambang di atas permukaan air danau, dengan aura yang begitu besar sehingga Nien Chu tak dapat mendekat ke arahnya.
"Bagai mana mungkin ada sebuah teratai kaca di tempat ini, yang mempunyai kekuatan sangat luar biasa besar sehingga aku tak mampu untuk mendekatinya, walaupun aku telah mengeluarkan seluruh kemampuan ranah emperor yang aku miliki," batin Nien Chu sambil terus memandangi teratai kaca yang mengeluarkan aura begitu kuat.
"Mengapa teratai kaca ini selalu memanggilku agar aku pergi ke tempat ini, tapi setelah aku berada di tempat ini dia malah menolakku?" batin Nien Chu bertanya-tanya.
Nien Chu mencerna keadaan yang ada, dengan berpikir apa yang sebenarnya diinginkan oleh teratai kaca tersebut.
Nien Chu teringat kembali bagaimana dirinya dahulu mendapatkan teknik jari matahari dan 12 jarum emas sebagai pelengkapnya, dengan berkomunikasi dengan naga yang menjaga kedua kekuatan besar itu, dan dalam hal ini Nien Chu berkeyakinan jika teratai kaca juga mempunyai jiwa spiritual yang menjaganya.
"Jangan jangan teratai kaca ini juga memiliki jiwa spiritual, dan jika memang itu benar maka aku harus melakukan penghormatan kepadanya, agar jiwa spiritual teratai kaca dapat ku ajak berkomunikasi," batin Nien Chu.
Dengan pertimbangan yang ada, Nien Chu segera melakukan penghormatan kepada teratai kaca yang mengambang di permukaan air danau.
"Nien Chu memberi hormat," ucap Nien Chu dengan menggenggam tinju dan membungkukkan badan ke arah teratai kaca.
"Bangkitlah anak muda, aku telah lama menunggumu di tempat ini, karena penghormatan itu maka aku dapat terbangun sesaat dari tidur panjangku.
Aku adalah dewa ilahi, pemilik kekuatan ilahi atas teratai ilahi yang berada di permukaan danau itu, dahulu kala ada seorang pemuda yang dapat menggunakan teratai ilahi untuk menghancurkan segala kejahatan, dan menjaga keseimbangan alam hingga seluruh alam terjaga dari kehancuran.
Darah yang mengalir di tubuh mu merupakan darah dari pemuda itu, dan hanya kaulah yang dapat menggunakan teratai ilahi ini untuk menjaga dunia ini dari orang-orang jahat, agar peradaban dunia tetap terus berjalan," ucap Dewa illahi
"Dewa, jika memang pemuda itu mempunyai darah yang sama dengan darah yang berada di tubuh ku, dapatkah Dewa memberitahukan dari manakah asal usul dan jati diriku yang sebenarnya, karena selama ini aku mengetahui jika diriku berasal dari keluarga besar Nien di wilayah Wutang, sedari itu ku mohon padamu Dewa, dapatkah Dewa menjelaskan sedikit mengenai asal usul ku itu agar aku mempunyai titik terang untuk meneruskan apa yang telah dilakukan oleh pemuda itu sebelumnya?" pinta Nien Chu.
"Aku tak berhak untuk menceritakan dari mana asal usul mu, karena itu merupakan suratan takdir yang harus kau lakukan sendiri. Aku hanya dapat memberikan gambaran agar kau dapat mengetahui siapa dirimu sebenarnya.
__ADS_1
Tingkatkanlah terus kemampuan yang kau miliki hingga sampai kepada titik di mana kau tak mampu lagi meningkatkan kekuatan mu, atau dengan kata lain kau telah mencapai titik puncak batasan mu, maka saat itu dengan sendirinya kau akan mengetahui siapa jati dirimu, dan dari mana silsilah darah yang mengalir di tubuh mu itu," jawab Dewa ilahi.
Nien Chu terdiam dan mencerna perkataan Dewa ilahi yang baginya perkataan sang Dewa sama persis dengan apa yang dikatakan gurunya inti api surgawi, yang mengatakan jika dirinya akan mengetahui seluruh silsilah darah yang ada di tubuhnya, setelah dirinya menembus ranah tingkat Dewa puncak tertinggi, dan hal itu di perkuat dengan perkataan seorang wanita yang berada di alam sadarnya, yang mengaku jika dirinya merupakan ibu kandung dari Nien Chu.
Tiba tiba suara Dewa ilahi membuyarkan lamunan Nien Chu.
"Anak muda, aku tak ingin kau memikirkan hal itu terus menerus, lebih baik sekarang ini kau fokus dengan meningkatkan kekuatanmu agar dapat melatih tehnik teratai ilahi pemberianku," ucap Dewa ilahi.
"Aku sangat berterima kasih kepada Dewa ilahi, karena Dewa telah menginginkan aku untuk mewarisi kekuatan dari teratai ilahi, dan tentunya di masa depan aku akan mempertanggungjawabkan kekuatan yang kau berikan itu," jawab Nien Chu.
"Aku tak salah memilihmu Nien Chu, karena perkataanmu itu membuatku merasa senang.
Nien Chu hari ini merupakan hari terakhir aku menjaga kekuatan teratai ilahi, dan setelah itu aku akan lenyap untuk selamanya.
Pergunakanlah kekuatan teratai ilahi dengan bijak dan pakailah kekuatan itu jika kau Dalam keadaan terdesak hebat, karena kekuatan teratai ilahi melupakan kekuatan Dewa, maka dampak kehancuran yang akan tercipta saat kau menggunakannya begitu sangat luar biasa," ucap Dewa illahi.
"Baik Dewa, aku akan menggunakan kekuatan teratai ilahi seperti apa yang telah kau katakan kepadaku," jawab Nien Chu.
Jiwa spiritual Dewa ilahi tertawa kecil, kemudian dari dalam telapak tangannya keluar cahaya emas yang sangat menyilaukan mata.
"Terimalah kekuatan ilahi ini Nien Chu," ucap Dewa ilahi kemudian melepaskan cahaya emas ditangannya ke arah Nien Chu, dan seketika itu juga cahaya emas itu menuju ke arah Nien Chu hingga terserap ke dalam tubuhnya.
Terserapnya kekuatan ilahi ke dalam tubuh Nien Chu, maka lenyap pula jiwa spiritual Dewa ilahi beserta teratai kaca yang berada di permukaan air danau, karena kekuatan ilahi sesungguhnya telah berada di dalam tubuh Nien Chu.
Nien Chu merasakan tubuhnya mendapatkan energi yang begitu sangat besar, sehingga Dantiannya bergejolak hebat dan semakin meluas, tak lama kemudian Nien Chu menerobos ketingkat ranah suci.
__ADS_1
"Aku tak menyangka jika kekuatan teratai ilahi yang masuk ke dalam tubuhku dapat membuatku menerobos ke tingkat selanjutnya, tentunya ini merupakan keberuntungan bagiku," batin Nien Chu.
Bersambung.