Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Dewa Mulia


__ADS_3

Serangan siluman yang di lakukan raja Digoz mampu di tepis oleh Thien Yu, dan Thien Yu pun melakukan serangan balasan dengan menghantamkan tinju naga giok ketubuh raja Digoz.


Serangan Thien Yu mengena telak ketubuh raja Digos, akan tetapi tinju Naga giok tak berefek sama sekali padanya.


"Dia mempunyai baju zirah artefak langit yang melindungi tubuhnya dari serangan tinju naga giok dariku," batin Thien Yu.


Terlihat raja Digoz mengibas ngibaskan bajunya dan berkata. "Lumayan, kau cukup tangguh anak muda pantas saja adikku dapat kau bunuh, tapi kali ini kau berhadapan denganku maka bersiaplah menerima kematian mu!!" ucap raja Digoz dengan kembali menyerang Thien Yu dengan ganas.


Saat ini Thien Yu berfikir bagai mana dia dapat membawa putri Langyun dari kamar itu, mengingat jika terjadi pertempuran dengan menggunakan energi besar, maka putri Langyun pasti dalam bahaya.


Thien Yu teringat akan sahabatnya Lu ying yang mampu menggunakan tehnik pelepasan roh, dengan menggunakan kontrak darah yang ada padanya, Thien Yu memanggil Lu Ying agar dapat membawa putri Langyun keluar dari dalam kamar itu.


Benar saja, tiba tiba gulungan asap hitam langsung masuk kedalam ruangan kamar itu, dan mengarah pada ranjang yang terdapat putri Langyun berada.


Raja Digoz yang ingin menyerang gulungan asap hitam segera di halang halangi oleh Thien Yu, hingga pertarungan pun kembali terjadi dengan sengit.


Setelah asap hitam menghilang dari dalam kamar, Thien Yu langsung menggunakan tehnik terkuat dari pedang penguasa malam, yaitu Tehnik pedang tebasan pemusnah.


Bayangan pedang raksasa dari penguasa malam, mengarah kepada raja Digoz yang membuat raja Digoz langsung mengeluarkan kekuatan roh jiwa terkuatnya berupa pedang raksasa untuk menangkis serangan dari Thien Yu itu.


Kedua kekuatan berbenturan, yang membuat Raja Digoz terpental dan menabrak dinding ruangan hingga hancur.


Thien Yu yang menginginkan kematian raja Digoz kembali menyerangnya dengan pedang penguasa malam, akan tetapi raja Digoz berhasil melarikan diri dengan menembus atap bangunan.


"Pengecut!!, aku tak akan membiarkan kau lolos dari kematianmu!!" ucap Thien Yu.


Tubuh Thien Yu melesat menembus atap bangunan istana, mengejar keberadaan raja Digoz yang melarikan diri.


Setibanya di udara, tampak oleh Thien Yu seorang laki laki tua seumuran Dewa suci telah bersama dengan raja Digoz.

__ADS_1


Tampak kekuatan besar terpancar dari tubuhnya hingga mengeluarkan cahaya emas di sekitarnya.


Thien Yu melihat sekeliling tempat itu, hingga terlihat oleh Thien Yu seluruh pengikut setia yang selalu bersamanya telah terkapar tak berdaya di tanah, begitupun dengan gonggo, Yeiyi dan Lu ying yang merupakan pengikut terkuatnya juga tengah tak berdaya di tanah, semua itu akibat tekanan energi kuat yang di lepaskan laki laki tua yang ada di hadapannya.


"Dewa mulia, lepaskan mereka semua, jika kau ingin bertarung maka bertarunglah dengan ku," ucap Thien Yu.


Laki laki tua itu mengernyitkan dahinya, dia tak menyangka jika ada seorang anak manusia yang mengetahui jati dirinya.


"Siap kau anak muda?" tanya laki laki tua itu.


"Lepaskan dulu mereka semua maka aku akan mengatakan siapa diriku padamu," jawab Thien Yu.


Laki laki tua itu seketika menarik telapak tangannya yang mengarah pada semua pengikut Thien Yu, maka energi kuat yang mengarah pada pengikut Thien Yu akhirnya terlepas.


"Sekarang katakan pada ku siapa kau sebenarnya, agar aku dapat membunuhmu," ucap laki laki tua yang berdiri di udara di hadapan Thien Yu.


"Ha..ha..ha.., Hari ini aku sangat beruntung karena dapat bertemu dengan mu disini yang merupakan salah satu dari 4 dewa terkuat di nirwan, aku akan mencoba bertarung denganmu agar aku dapat melihat sampai dimana kekuatan terkuat dari seorang Dewa mulia," jawab Thien Yu.


Tak lama kemudian Thien Yu mengeluarkan kekuatan illahi 4 hukum alam yang berupa teratai kaca di tangan kirinya, dan kekuatan semua alam dari teratai Nirwana yang berwujud teratai emas di tangan kanannya, kedua kekuatan itu mampu untuk membuat alam di daratan langit bergejolak hebat.


"Jendral perang langit!!?" ucap Dewa Mulia yang sangat terkejut dengan titel pemuda yang ada di hadapannya.


Mengapa perisai kuat dari Dewa perang Yan Lan dan teratai nirwana miliknya berada pada pemuda itu?, dan mengapa kekuatan Dewa illahi juga berada padanya? jika aku bertarung dengannya hari ini maka pertarungan itu akan mengguncangkan semua alam termasuk nirwana, yang berakibat kekuatan besar para Dewa dan pasukan tempur istana langit akan menuju ketempat ini.


Pasukan ku belum siap untuk menghadapi kekuatan besar para Dewa dan pasukan perang langit, walaupun aku mampu untuk menghancurkan kekuatan jendral perang langit yang ada di hadapanku ini.


Dia masih berada pada ranah kekuatan di tingkat penempaan tubuh surgawi, jika dia berhasil menembus kekuatan diranah semesta abadi maka akan sulit bagiku dalam menghadapinya.


Setidaknya aku akan mencari cara untuk menggagalkan pemuda itu dalam menembus ranah tingkat semesta abadi, sambil aku menyusun kekuatan pasukan besar dalam menggempur nirwana," batin Dewa Mulia.

__ADS_1


Dewa mulia melangkah di udara untuk mendekat kearah Thien Yu. "Aku tak menyangka jika Nirwan mempunyai Dewa jendral perang yang semuda kau, dengan dengan kekuatan yang sudah sangat mumpuni .


Anak muda aku akan bertemu denganmu kembali saat aku menyerang nirwana, dan saat itu kita akan bertarung sampai ada salah satu dari kita yang mati.


Sebelum aku pergi aku ingin mengetahui namamu, agar aku tak penasaran dengan anak muda yang telah membuatku pergi dari sebuah pertarungan," ucap Dewa Mulia.


"Thien Yu putra Yan Lan itulah namaku," jawab Thien Yu.


"Pantas saja kau mempunyai perisai perang langit dan teratai nirwana, ternyata kau putra Dewa perang Yan Lan," ucap Dewa mulia.


Setelah itu Dewa mulia membelakangi Thien Yu dan melangkah pergi, akan tetapi langkahnya segera ditahan oleh raja Digoz.


Yang mulia bagai mana denganku, tolong kami untuk menghancurkan mereka semua," pinta raja Digoz.


Dewa mulia mengarahkan tangannya ke kepala raja Digoz, kemudian Bom..!!, raja Digoz terkena serangan dari Dewa Mulia hingga tubuhnya hancur menjadi debu, dan perisai artefak perang yang ada di tubuhnya meluncur deras ketanah.


"Sampah sepertimu sudah tak ada gunanya bagi ku lagi, lebih baik kau sirna untuk selamanya," ucap Dewa mulia.


Setelah berkata seperti itu, tubuh Dewa mulia menghilang dari pandangan mata, dan seluruh pasukan pelahap yang ada seketika itu juga kembali masuk kedalam pusaran awan hitam.


Setelah semua pasukan pelahap pergi, langit kembali cerah dengan bintang yang bertaburan.


Thien Yu melepaskan teratai Nirwan kearah para pengikutnya, dan suatu keajaiban pun terjadi dimana tubuh mereka semua kini telah pulih seperti sedia kala.


Semua pengikut Thien Yu setelah menyimak perkataan dari Dewa mulia, menyadari jika tuan muda yang mereka kenal merupakan seorang Dewa perang istana langit.


Mengetahui hal itu seluruh pengikut Thien Yu semakin hormat dan segan padanya.


Bersambung.

__ADS_1


Terima kasih karena telah mendukung novel ini walaupun peringkatnya semakin menurun, dan terimakasih buat sahabatku Delvid Syah yang telah memberikan banyak koin, semoga di beri kesehatan dan rejeki yang lancar dariNya, Amin.


__ADS_2