Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Menemukan lokasi mata air Dewi Zhao Quin.


__ADS_3

Pagi hari menjelang, putri Langyun telah membersihkan diri di sungai dan juga telah berganti pakaian.


Paras putri Langyun memang sangat cantik dan berbeda dengan para wanita pada umumnya, putri Langyun mempunyai mata biru teduh dengan tubuh sintal, kulit bersih dan sepasang telinga sedikit panjang dan lancip yang menghiasi wajahnya.


Aroma wangi tubuh sang peri (biasa juga disebut ras elf) langsung merasuk kedalam hidung Thien Yu, yang membuat Thien Yu membuka mata merasakan sensasi keharuman yang belum pernah di rasakan nya.


Betapa terkejutnya Thien Yu saat melihat putri Langyun yang sangat jauh berbeda tak seperti biasanya, putri Langyun benar benar sangat cantik di mata Thien Yu pagi itu. Thien Yu mencoba menyembunyikan rasa kagumnya dengan menyapa sang peri.


"Kau sudah bangun rupanya, dan Wow..., kau sangat cantik dan sangat berbeda dari hari hari biasanya," puji Thien Yu.


Putri Langyun hanya dapat tersipu malu mendengar pujian dari gurunya itu. "Guru, mulai sekarang aku akan merubah sikapku sesuai janjiku padamu, dan aku akan menuruti semua perintahmu karena kau sekarang adalah guruku," jawab sang peri.


Thien Yu hanya tersenyum mendengar perkataan wanita cantik di hadapannya itu.


"Kita akan pergi kedalam kelompok dataran langit hari ini, tapi sebelumnya aku akan membersihkan diri terlebih dahulu karena tubuhku begitu sangat gerah dan lengket akibat pertarungan kemarin," ucap Thien Yu.


Setelah berkata seperti itu, Thien Yu lantas menuju kearah sungai dan langsung menceburkan diri kedalam air yang jernih itu.


"Bukankah aroma ini merupakan aroma ikan panggang, jangan jangan putri Langyun yang telah memanggang ikan. Ini sangat kebetulan sekali aku sudah begitu sangat lapar," gumam Thien Yu.


Setelah membersihkan diri, Thien Yu mengganti pakaiannya yang basah dengan pakaian bersih yang diambil dari dalam cincin ruangnya, setelah itu diapun melangkah menuju kearah putri Langyun yang tengah memanggang beberapa ekor ikan.


Kali ini giliran putri Langyun yang sangat terkejut melihat paras Thien Yu. "Mengapa guruku itu begitu sangat tampan setelah mengganti pakaian dan membersihkan diri, aku tak menyangka sebelumnya jika wajah guruku bisa setampan ini," batin putri Langyun.


Saat melakukan kegiatan sarapan pagi bersama, Thien Yu meminta kepada putri Langyun agar tak memanggilnya guru di saat mereka tidak berdua.


"Aku ingin kau tak memanggilku guru disaat kita tak berdua, kau cukup memanggilku nama saja karena aku tak ingin orang orang mengetahui status kita sebagai guru dan murid," ucap Thien Yu.

__ADS_1


Sebenarnya putri Langyun ingin protes atas keputusan gurunya tersebut, akan tetapi dia tak mempunyai daya upaya untuk melakukannya, karena sang putri telah berjanji akan mengikuti semua perintah dari gurunya.


"Baik guru, aku akan mengikuti semua perkataanmu," jawab putri Langyun.


*****


Setelah selesai sarapan pagi dengan menyantap ikan panggang, Thien Yu lantas menggunakan kekuatannya untuk mendatangkan batu bara giok ketempat itu.


Setelah batu bara Giok sampai ketempat itu, Thien Yu dan putri Langyun lantas meloncat menuju kearah batu tersebut.


Tetua Sanghao begitu sangat senang menyambut kedua muda mudi itu diatas batu bara Giok.


Putri Langyun segera membungkukkan badan memberi hormat kepada seluruh anggota kelompok, dan meminta maaf atas semua kesalahan dan kecerobohannya selama ini.


Semua anggota kelompok saling berpandangan saat melihat sikap sang putri, mereka tak menyangka jika Putri Langyun dapat melakukan hal itu.


Tetua Sanghao mengesampingkan itu semua, dia memilih untuk mengatakan kepada Thien Yu hasil dari pemantauannya selama ini di atas batu bara giok.


"Ketua, kami telah mengetahui keberadaan mata air Dewi Zhao Quin, akan tetapi di balik reruntuhan itu terdapat seekor binatang buas dari alam bawah yang menjaga reruntuhan tersebut, Selain itu di sana juga terdapat banyak jebakan berupa segel pelindung yang sangat kuat sehingga akan sulit bagi kita menuju ke tempat di mana mata air Dewi Zhao Quin berada," ucap tetua Sanghao.


"Kita akan memantau terlebih dahulu tetua sebelum kita melakukan tindakan. Kita akan mencari celah untuk masuk ke dalam reruntuhan tersebut, paling tidak kita akan berusaha untuk menghindari bertarung dengan makhluk kuat dari alam bawah, Aku tak ingin lagi ada satupun dari kelompok kita yang terluka maupun mati oleh makhluk buas tersebut," jawab Thien Yu.


"Aku serahkan semua keputusan dari kelompok kita ini di tanganmu ketua, apapun yang menjadi keputusanmu maka kami semua akan mengikutinya," ucap tetua Sanghao.


"Jika begitu aku ingin kau membawaku menuju kereruntuhan tersebut, biar aku dapat berfikir bagaimana langkah terbaik dalam memasuki reruntuhan tanpa adanya sebuah pertarungan dengan binatang buas yang berada di sana," ucap Thien Yu.


Dengan arahan dari tetua Sanghao, batu bara Giok melayang cepat menuju ke arah reruntuhan tempat keberadaan mata air Dewi Zhao Quin berada.

__ADS_1


Setibanya di tempat itu, ternyata orang orang dari kelompok dataran awan telah sampai duluan ketempat itu, dan kini tengah bertarung melawan seekor ular naga yang menjaga reruntuhan tempat itu.


"Aku tak bisa melihat tingkat kekuatan ular naga tersebut, dan kurasa ular naga itu merupakan binatang peliharaan raja iblis sewaktu masih berada di alam bawah, dan tingkat kekuatannya tak bisa dianggap remeh," batin Thien Yu.


Apa yang di pikirkan Thien Yu benar terjadi, walaupun para Org dan manusia ras murni telah merubah diri menjadi seekor binatang roh, akan tetapi mereka tak cukup mampu untuk mengalahkan ular naga dari alam bawah tersebut, sehingga banyak Org dan binatang ras murni yang mati di tempat itu.


Tiba tiba saja salah satu manusia ras murni menembakkan kembang api ke udara, maka suara ledakan dan cahaya energi yang menyilaukan mata terpancar di udara.


"Sepertinya mereka mencari bala bantuan," ucap tetua Sanghao.


"Kau benar paman, mereka sepertinya memanggil bala bantuan dan aku tak menyangka jika dataran awan akan mengirimkan banyak anggotanya dalam mencari mata air Dewi Zhao Quin," jawab putri Langyun.


Sementara itu Thien Yu memusatkan pandangannya untuk mendeteksi semua jebakan segel dengan menggunakan mata langitnya.


"Ternyata reruntuhan ini dilindungi segel berlapis yang mengelilinginya, sehingga tak ada celah untuk masuk ke dalam reruntuhan walaupun itu dari udara," batin Thien Yu.


Thien Yu terus mencari tau keberadaan letak jebakan segel dari atas batu bara giok, dan menandai tempat tempat itu di dalam pikirannya.


Selesai melihat semua tempat keberadaan jebakan segel yang berada di dalam reruntuhan, Thien Yu pun berjalan menuju kearah kelompoknya berada.


"Aku ingin kalian semua saat berada di dalam reruntuhan mengikuti perintahku, karena di dalam reruntuhan itu terdapat banyak jebakan segel yang sangat berbahaya," ucap Thien Yu.


"Baik tetua, kami akan mengikuti semua perintahmu," ucap putri Langyun mewakili kelompoknya.


Tetua Sanghao mendekati Thien Yu dan berkata. "Ketua untuk menuju kedalam sana sepertinya akan sulit, binatang alam bawah itu begitu sangat kuat dan sangat sulit di taklukan," ucapnya.


Tenanglah tetua, urusan binatang alam bawah itu biar aku nanti yang akan menghadapinya," jawab Thien Yu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2