
Pagi hari di dalam sekte surgawi, Nien Chu telah sehat seperti sediakala dan sudah waktunya dia untuk pergi meninggalkan sekte menuju ke istana Akademi bulan suci, dalam mendaftarkan diri menjadi salah satu murid dari Akademi tersebut.
Hari itu juga Nien Chu menghadap ketua sekte untuk berpamitan dan berterima kasih karena dirinya telah ditampung di sekte surgawi, dan diperlakukan dengan baik di sana.
Di kediaman ketua sekte Nien Chu mengutarakan maksudnya.
"Ketua, terima kasih atas semua bantuan yang telah diberikan sekte surgawi kepada ku selama di sini, dan aku berharap di masa depan aku akan membalas semua kebaikan ketua dan seluruh penghuni sekte surgawi ini.
Untuk saat ini aku akan pergi menuju ke istana akademi bulan suci untuk menjadi salah seorang murid di sana, dan maksud kedatangan ku menemui ketua sekte adalah untuk berpamitan," ucap Nien Chu.
"Nien Chu aku tak mengenalmu sebelumnya dan kau pun tak mengenalku dengan baik, tapi penatua Hyun Joong telah memilihmu untuk menjadi jodoh Hyun Zi dengan di saksikan seluruh petinggi sekte surgawi.
Aku berharap kau tak mengecewakan kebaikan kami dengan mau menerima Hyun Zi putriku," ucap ketua Hyun Xi zu.
Nien Chu sangat terkejut dengan perkataan dari ketua Hyun Xi zu, karena tak ada pemikiran Nien Chu sama sekali kearah sana, dimana ketua Hyun Xi zu ingin menjodohkan putrinya dengan dirinya.
"Maaf ketua, untuk saat ini aku tak memikirkan perjodohan, Karena tujuan hidupku saat ini adalah ingin menjadi kuat dan lebih kuat lagi, sehingga aku dapat melindungi orang-orang yang ku sayang dari apapun itu yang mencoba untuk mengusiknya," jawab Nien Chu.
"Nien Chu aku telah berbaik hati padamu malah kau menyinggung ku. Dengan penolakanmu ini kau telah mencoreng nama baik keluarga besar ketua sekte surgawi, maka aku tak akan segan segan untuk menghancurkan mu," ucap ketua sekte Hyun Xi zu.
Setelah berkata seperti itu ketua sekte pun mengibaskan tangannya ke arah Nien Chu, maka sebuah gelombang angin kejut tingkat ranah suci meluncur deras ke arah Nien Chu, yang membuat Nien Chu menahan serangan gelombang kejut itu dengan kedua tangannya.
Nien Chu terseret beberapa meter ke belakang, dan dia pun sangat terkejut karena mampu menahan serangan tingkat kekuatan ranah suci yang mengarah kepadanya, sementara ranah tingkatannya sendiri masih berada pada ranah tingkat alam.
Nien Chu baru menyadari jika Dantian ganda yang ada padanya, sebelumnya telah dibuka oleh penatua Hyun Joong, hingga kekuatan ranah alam yang ada padanya, bisa meningkat dua kali lipat dari sebelumnya yang membuat Nien Chu mampu untuk menahan serangan dari ketua Hyun Xi zu.
Sementara itu ketua Hyun Xi zu yang melihat jika serangannya tak mampu melukai Nien Chu, membuatnya sangat geram hingga dia pun mengeluarkan aura ranah tingkat suci yang sangat menindas dari dalam tubuhnya.
__ADS_1
Kemarahannya seketika itu meledak, dengan langsung menyerang Nien Chu dengan kekuatan terkuatnya, yaitu dengan munculnya naga emas dari dalam tubuh ketua Hyun Xi zu.
Hyun Zi yang diam diam mengikuti Nien Chu ke kediaman sang ayah, dan mendengar percakapan keduanya dari tempat tersembunyi, menjadi gelisah saat sang ayah telah mengeluarkan serangan terkuatnya.
Walaupun Hyun Zi sangat membenci Nien Chu akan penolakannya, tapi dia tak ingin jika pemuda yang telah menyelamatkannya dahulu akan mati sia-sia di tangan ayahnya sendiri, dengan penuh pertimbangan akhirnya dia pun langsung melompat ke dalam area pertarungan, dan berdiri membelakangi Nien Chu.
"Cukup ayah, kita tak bisa memaksakan kehendak seseorang, jika Nien Chu tak menyukaiku bukan berarti Nien Chu membenciku, untuk saat ini Nien Chu ingin menjadi kuat dan tentunya bagi seorang kultivator muda harapan itu menjadi cita-cita yang harus di gapai.
Ayah, biarkan aku menerima hukumanku karena telah melanggar larangan sekte Surgawi, dan biarkanlah Nien Chu pergi meninggalkan sekte surgawi untuk mengejar impiannya," ucap Hyun Zi.
Ketua sekte yang merasa sangat dihina oleh Nien Chu karena menolak putrinya begitu sangat terpukul, karena putrinya sendiri siap menerima hukuman agar pemuda itu dapat pergi dari sekte surgawi.
Ketua sekte kembali menarik aura kekuatan yang telah dilepaskannya, dan kemudian membelakangi kedua remaja berlainan jenis itu.
"Aku tak peduli kau adalah putriku sendiri, karena kau telah melanggar aturan sekte maka kau akan diasingkan dan hidup sendiri tanpa adanya pertolongan dari sekte Surgawi.
Jika kau masih selamat dari hukumanmu itu maka kau jangan memanggilku Ayah lagi, karena rasa malu yang telah kau berikan kepadaku begitu sangat mencoreng martabatku sebagai ketua sekte," ucap ketua Hyun Xi zu dan pergi meninggalkan tempat itu.
"Nien Chu pergilah, takkan ada lagi yang menghalang-halangi mu untuk keluar dari dalam sekte surgawi ini, kejarlah cita-citamu setinggi langit semoga di masa depan kita masih bisa bertemu lagi sebagai seorang teman," ucap Hyun Zi.
Terimakasih nona Hyun Zi, pasti suatu hari kelak kita pasti akan bertemu lagi.
Jika kau berkenan dapatkah aku mengetahui mengapa kau akan di hukum oleh sekte surgawi? dan apakah kau dihukum karena keberadaanku?" tanya Nien Chu.
"Ha..ha..ha.., semua itu tak ada hubungannya denganmu, aku dihukum karena telah melakukan kesalahan akibat menghancurkan berbagai macam sumber daya dalam pemurnian pil, dan tentunya sekte surgawi tak ingin hal itu terulang lagi dan aku harus menerima sanksi yang diberikan," ucap Hyun Zi berbohong dengan senyum getir di bibirnya.
Hyun Zi sengaja berbohong agar Nien Chu tak mengkhwatirkan dirinya, sehingga dia dapat pergi mengikuti penyeleksian murid terpilih di istana Akademi bulan suci.
__ADS_1
"Jika begitu aku mohon pamit," ucap Nien Chu sambil menggenggam tinju memberi hormat kepada Hyun Zi.
Melihat hal itu Hyun Zi pun melakukan penghormatan yang sama, seperti apa yang dilakukan oleh Nien Chu.
Dan hari itu juga Nien Chu pergi dari sekte surgawi menuju ke istana akademi bulan suci.
Selepas kepergian Nien Chu, perdebatan terjadi antara ayah dan anak, yaitu ketua sekte Hyun Xi zu dengan ayahnya Hyun Joong yang merupakan mantan ketua sekte sebelumnya.
"Aku tak sependapat dengan mu, Hyun Zi masih muda mengapa kau harus menghukumnya ke tempat yang tak ada kehidupan di sana, apakah kau ingin membunuh anak kandung sendiri?" tanya penatua Hyun Joong.
"Ini merupakan keputusan yang telah kita buat bersama dan siapapun yang melanggarnya harus menerima hukuman, walaupun dia merupakan Putri kandungku sendiri.
Ayah kau telah mengajarkan ku tentang bagaimana menempati aturan sekte sebelum aku menjadi ketua sekte surgawi, tapi mengapa hari ini ayah mengajarkan untuk mengingkarinya?.
Ayah, bagaimana aku menaruh wajahku di hadapan para petinggi sekte, jika aku membebaskan putriku sendiri dari hukuman yang telah kita buat bersama.
Apa ayah telah lupa pada kejadian puluhan tahun yang lalu sewaktu aku masih kecil, dan ayah masih menjadi ketua sekte Surgawi, saat itu ayah menghukum putri tetua 1 yang kedapatan membawa seorang pemuda kedalam sekte, dan menghukumnya ke pengasingan sepertihalnya yang akan dilakukan oleh Zi'er?
Saat itu ayah tak memperdulikan permohonan tetua 1, hingga dia melepaskan jabatannya dan pergi meninggalkan sekte saat dia mengetahui jika putrinya telah mati di dalam pengasingan nya.
Jika hari ini aku tak bisa berlaku adil dalam masalah ini, maka percuma saja aku menegakkan peraturan di dalam sekte surgawi, yang tentunya semua orang yang berada dalam sekte ini akan mencibirku sebagai ketua yang hanya mementingkan diri sendiri dan tak mementingkan seluruh penghuni sekte Surgawi.
Untuk tetap menjadikan sekte surgawi aman, tentram, dan damai maka aturan itu akan tetap terlaksana, dan aku akan tetap menghukum Zi'er sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan di dalam sekte surgawi," ucap ketua Hyun Xi zu.
Penatua Hyun Joong menggertakkan rahangnya, menahan amarah yang memuncak, akan tetapi dia tak mampu untuk berbuat apa apa dalam menyelamatkan Hyun Zi.
"Percuma saja aku berdebat dengan putra ku sendiri, ada baiknya aku menemui Zi'er karena dia pasti membutuhkan dukungan dan motivasi dariku," batin penatua Hyun Joong.
__ADS_1
Tanpa berkata sedikitpun, penatua Hyun Joong pergi meninggalkan tempat itu untuk menuju ke tempat di mana cucunya berada.
Bersambung.