Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Cemburu.


__ADS_3

Pagi hari suasana di istana tampak lenggang, tak ada aktifitas berarti dari para murid terpilih, karena mereka telah selesai melakukan pertandingan. Dari 60 murid terpilih dari 6 kerajaan yang mengikuti kompetisi kini tersisa 30 murid yang akan masuk ke alam vioni untuk berlatih meningkatkan kekuatan disana. ( kerajaan buluh surgawi membawa 8 murid terpilih setelah 2 murid terpilih lainya mati di tangan Gonggo, sehingga kuota yang kosong diisi oleh kerajaan cahaya nirwana).


Dalam 3 hari kedepan para murid di bebaskan bermain ataupun berjalan jalan di kota kerajaan cahaya nirwana. Pagi itu Xiozi datang menghampiri Thien Yu dengan membawa keranjang berisi makanan.


"Lama kita tak bertemu Thien Yu, aku membawakan makanan untukmu sengaja ku buat sendiri," ucap Xiozi yang memulai percakapan, sambil mengeluarkan sup ginseng dari dalam keranjang yang di bawanya.


"Trimakasih," ucap Thien Yu dan mulai memakan sup ginseng buatan Xiozi.


"Bagaimana rasanya?" tanya Xiozi.


"Enak, enak sekali, sering sering saja kau membuatkan ku makan gratis seperti ini," jawab Thien yu dengan candanya.


"Siapa bilang ini gratis?" sergah Xiozi.


"Oh..ternyata makanan ini ada imbalannya?" tanya Thien Yu sambil meletakkan mangkuk kosong diatas meja.


"Tentu saja. Thien Yu imbalan dari sup ginseng itu adalah kau harus menemani ku jalan jalan di kota, karena aku sangat jenuh di sini," pinta Xiozi.


Sesaat Thien Yu terdiam, dia mengingat kembali bagai mana Xiozi menolak cintanya sewaktu di dalam goa.


"Mengapa Xiozi tiba tiba baik padaku, bukannya dulu dia telah menolak cintaku?, aku tak perlu berfikiran negatif mungkin saja dia masih ingin berteman denganku," batin Thien Yu.


"Baik, aku kan menemanimu sekedar untuk berjalan jalan di kota," jawab Thien Yu. Maka berangkatlah merek berdua menuju kota kerajaan dengan berjalan kaki, terlihat Xiozi begitu riang di dekat Thien Yu.


Sebenarnya Xiozi masih mencintai Thien Yu, karena beberapa hal sehingga dia harus menolak cinta Thien Yu sewaktu di dalam Gowa istana lumut.


Xiozi mengajak Thien Yu untuk melihat pernak pernik perhiasan rambut yang di jual di pinggiran jalan, dan tanpa mereka berdua sadari ada sepasang mata yang mengawasi mereka dari kejauhan. Dia adalah Syin Yin yang menatap Xiozi dengan tatapan tak bersahabat.


"Siapa wanita yang bersama Thien Yu baru kali ini aku melihatnya, aku tak akan kalah darinya untuk memenangkan hati Thien Yu," batin Syin Yin. Syin Yin begitu sangat cemburu, karena wanita yang bersama dengan Thien Yu berparas cantik dan anggun.


Dengan kesal syin Yin meninggalkan mereka berdua guna mencari tempat yang sepi untuk menenangkan diri. Tanpa sepengetahuan Syin Yin, seorang pemuda tengah mengikutinya dari belakang.


Di saat Syin Yin berada di tempat yang sepi, pemuda itu datang menghampiri dan langsung menggenggam tangan Syin Yin. Sesaat Syin Yin menatap wajah sang pemuda, dan dengan kuat menghempaskan tangannya hingga genggaman tangan sang pemuda itupun terlepas.


"Shang mu!!, apa maksudmu dengan ini semua, berlaku kurang ajar padaku!!" bentak Syin Yin. ( Shang mu merupakan putra jendral Shang Yang dari kekaisaran glory).

__ADS_1


"Kau jangan jual mahal kepadaku nona Syin Yin, aku tau apa yang telah kau lakukan semalam di kamarmu dengan Thien Yu," jawab Shang mu yang membuat Syin Yin sangat terkejut.


"Bagaimana Shang mu tau jika Thien Yu bersamaku semalam?, jangan jangan Shang mu telah melihat Thien Yu," batin Syin Yin.


"Apa maksudmu Syang mu?" tanya Syin Yin.


"Kau jangan sok suci di hadapanku nona Syin Yin, aku tau kau dan Thien Yu telah melakukan mantap mantap semalam, Pangeran Huang Qin selama ini salah menilai mu, dia mengira kau wanita suci hingga mengagungkanmu, tapi ternyata kau adalah seorang wanita yang dapat di tiduri oleh Thien Yu kapan pun dia mau," ucap Shang mu.


"Lancang!!, berani sekali kau merendahkan ku Shang mu!!" bentak Syin Yin marah sambil menunjuk muka Shang mu.


"Ha..ha..ha.., Aku akan mengatakan kepada ketua Huangshan terlebih lagi pangeran Huang Qin yang begitu tergila gila padamu, tentang kejadian tadi malam yang kulihat, tentunya pangeran Huang Qin akan murka yang akan membuat mala petaka di klan Wutang yang merupakan klan ayahmu di masa depan," ucap Shang mu dengan senyum yang mengembang di bibirnya.


"Aku tak melakukan apa apa dengan Thien Yu semalam, dia datang ke kamarku untuk menyembuhkan luka dalam yang ku derita. Coba kau lihat keadaanku sekarang, sehat seperti sedia kala," ucap Syin Yin.


"Nona Syin Yin, bagaimana mungkin ada yang percaya dengan perkataanmu. Secara logika jika seorang wanita dan pria berada di dalam 1 kamar berdua di tengah malam yang dingin, menurutmu apa yang akan mereka berdua lakukan?, dan penampilanmu saat mengantarkan Thien Yu pergi, baik pakaian dan rambutmu begitu sangat berantakan apa kau masih bisa berkilah dari itu semua?" tanya Shang mu.


Syin Yin tak bisa berkata apa apa lagi, dia kehabisan kata kata untuk berdebat dengan Shang mu. Dalam pikiran Syin yin dia tak ingin jika sampai Shang mu mengatakan kejadian ini kepada pangeran Huang Qin, tentunya dia akan murka dan menghancurkan klan ayahnya dengan kedudukannya sebagai putra mahkota kekaisaran Glory. Dengan berbagai macam pertimbangan Syin Yin akhirnya berkata.


"Apa maumu sekarang? jika berupa barang aku pasti akan memenuhinya," ucapnya.


"Syarat apa yang kau inginkan dariku?" tanya Syin Yin kembali.


"Syarat ku sangatlah mudah, aku ingin kau melayaniku malam nanti seperti kau melayani Thien Yu, sangat mudah bukan?" jawab Shang mu.


Perkataan Shang mu membuat Syin Yin marah, dia begitu sangat direndahkan oleh Shang mu yang membuatnya langsung mengeluarkan pedangnya dan berkata.


"Aku bukanlah wanita hina yang dapat kau rendahkan, dengan kematian mu hari ini maka akan membuatku tenang dari berita bohong yang akan kau sebarkan," ucap Syin Yin.


Setelah berkata seperti itu, Syin Yin langsung menyerang Shang mu dengan tebasan dan tusukan yang sangat mematikan. Melihat hal itu Shang mu langsung menghindari serangan serangan mematikan dari Syin Yin dan saat ada kesempatan, Shang mu langsung melesat pergi menuju hutan terdekat dari tempat itu.


Syin Yin yang sangat marah dan kesal tak mau membiarkan sayang mu lolos, diapun pergi mengejarnya kedalam hutan.


Di dalam hutan terlihat Shang mu tengah menunggunya dengan senyuman yang bagi Syin Yin merupakan senyuman yang sangat menjijikkan.


Tak hayal lagi Shin Yin kembali menyerang Shang mu dengan ganas, hingga pertarungan pun tak dapat di elakkan lagi.

__ADS_1


Beberapa waktu berlalu, Syin Yin merasakan energi di dalam tubuhnya sangat kacau yang membuatnya kehilangan hampir delapan puluh persen tenaga di tubuhnya.


Hal itu membuat Syin Yin menyadari jika ada yang salah dalam hal ini. Diapun mencerna keadaan yang ada dengan melihat sekeliling area pertarungan.


Dan betapa terkejutnya Syin Yin saat melihat di tempat itu, telah terpasang jebakan berupa benang halus laba laba yang sangat samar terlihat.


"Mengapa aku sebodoh ini, tak memperhatikan keadaan sekeliling terlebih dahulu sebelum aku menyerangnya, sehingga aku dapat terkena jebakan yang di pasang Shang mu, sekarang sudah terlambat aku harus mencari cara untuk dapat melarikan diri dari Shang mu," batin Syin Yin.


"Bagai mana nona Syin Yin apakah kau telah menyadari jebakan yang kubuat untukmu?" tanya Shang mu.


Syin Yin hanya diam dan tak bisa berkata apa apa, tubuhnya saat ini begitu lemah untuk di gerakkan pun sudah tak bisa, semua itu karena racun pelemah syaraf yang telah merasuk kedalam tubuhnya lewat benang halus laba laba yang di pasang Shang mu di tempat ini.


"Ha..ha..ha..!!"


Terdengar tawa Shang mu yang membuat Syin Yin bergidik ngeri.


Dan tak lama kemudian Shang mu berjalan mendekati Syin Yin sambil berkata.


"Sebelum aku menemuimu, aku telah masang jebakan di tempat ini, aku sengaja membuatmu marah hingga kau tak dapat menyadari jebakan yang telah kupasang.


Nona Syin Yin aku akan membalaskan sakit hati sahabatku pangeran Huang Qin dengan mencicipi tubuh mulusmu itu di tempat ini, dan tak akan ada satu orangpun yang akan menyelamatkanmu dari itu.


Setelah berkata seperti itu, Shang mu langsung mendekap tubuh Syin Yin dan menindihnya di tanah. Shang mu mulai menciumi leher jenjangnya Syin Yin yang putih mulus.


"Shang mu di masa depan aku akan memburu dan membunuhmu!!" teriak Syin Yin dengan air mata yang mulai basahi pipinya.


Shang mu yang sudah tak terkendali tak memperdulikan perkataan Syin Yin. Diapun dengan kasar melepaskan secara paksa pakaian yang di kenakan oleh Syin Yin, hingga kedua bukit kembarnya pun menyembul keluar dari balik pakaian yang telah sobek disana sini.


Dengan lahap dan rakus Shang mu melahap kedua bukit kembar Syin Yin, setelah puas diapun membisikan sesuatu ditelinga syin Yin.


"Tenang lah sayang, aku akan melakukannya dengan perlahan, dan aku akan tunjukkan padamu jika aku lebih perkasa dari Thien Yu," bisiknya.


Bersambung.


Mulai hari ini saya akan menulis 1 episode setiap harinya, karena istri mendapat orderan banyak dalam membuat kue basah, hingga membuat saya harus ikut membantunya. Habis lebaran saya akan buat lebih 1 episode setiap harinya semoga para sahabat pembaca dapat memakluminya 🙏.

__ADS_1


__ADS_2