Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Pertempuran di nirwana


__ADS_3

Ha...ha..ha.., Akhirnya pasukan iblis hitam yang telah tertidur lelap di masa lampau telah aku bangkitkan kembali, dan tunggulah Thien Yu aku pasti akan menghancurkan kekaisaran Pheonix dengan tanganku sendiri.


Sementara itu di istana Pheonix, Thien Yu menatap ke angkasa dengan adanya perubahan alam yang terjadi, perubahan alam itu menandakan jika telah muncul kekuatan yang sangat jahat yang telah dibangkitkan.


"Sepertinya Dewa iblis kuno telah membangkitkan seluruh pasukan tempurnya di masa lampau, dan berarti pertempuran besar yang sesungguhnya telah dimulai.


Aku pasti akan dapat melenyapkan mu seperti yang telah dilakukan Kaisar langit terdahulu sebelum aku," gumam Thien Yu.


Tiba tiba suara Zaiya menggema di samping Thien Yu. "Ayah sepertinya hari ini merupakan ujian yang sangat berat bagi kekaisaran ini, dahulu aku merupakan mahluk ajaib yang juga telah bangkit dan menjadi putramu saat ini.


Dahulu aku pernah mendengar jika gejolak alam seperti ini menandakan bangkitnya pasukan iblis hitam yang dahulu pernah menguasai alam semesta, dan untuk mengantisipasinya Ayah harus mampu untuk mengeluarkan kekuatan semesta yang telah Ayah dapatkan, dan jika ayah mampu mengeluarkan kekuatan semesta dengan sempurna maka aku yakin dalam pertempuran besar ini ayah mampu mengalahkan Dewa iblis kuno dan pasukan iblis hitam," ucap Zaiya.


"Kau jangan khawatir tentang hal itu putraku, aku telah memikirkan apa yang harus aku lakukan dalam menghadapi Dewa iblis kuno dan pasukan iblis hitamnya.


Saat ini aku memerlukan bantuanmu untuk menjaga ibu ratu, agar aku tak begitu mengkhawatirkan keadaannya," ucap Thien Yu.


"Tenanglah ayah, nenek adalah urusanku dan ayah tak usah mengkhawatirkan hal itu. Ayah bisa melakukan pertempuran tanpa harus memikirkan nenek karena ada aku yang akan melindunginya," jawab Zaiya.


"Trimakasih putraku, dengan begini aku akan tenang dalam menghadapi pertempuran melawan Dewa iblis kuno dan pasukannya," ucap Thien Yu.


*****


Di Alam Nirwana ......


Pasukan yang dipimpin raja iblis Azuma telah sampai di nirwana dan langsung menyerang kedalam nirwana.

__ADS_1


Pasukan istana langit yang telah jauh-jauh hari mempersiapkan diri menghadapi para penyerang, langsung menghalau para pasukan iblis dan pasukan pelahap yang ingin menuju ke istana langit.


Jendral tertinggi langit Shao Yan dengan gagah pemimpin pasukan langit menghadapi para penyerang, yang mencoba untuk merebut Nirwana dari kekuasaan istana langit.


Pertempuran pun tak dapat di hindarkan lagi, masing masing kubu berusaha menghancurkan satu dengan yang lainnya hingga Nirwana saat ini dalam kemelut.


Para pasukan terbang istana langit kini bertempur di udara dengan para pasukan pelahap yang dipimpin Dewa mulia. Dewa agung dan Dewa suci tak tinggal diam, mereka berdua melesat ke arah Dewa mulia dan menantang Dewa Mulia dalam sebuah pertarungan.


Dewa suci dan Dewa agung yang merasa dikhianati oleh Dewa mulia karena telah berani menyerang Nirwana untuk kedua kalinya, berkeyakinan untuk menghancurkan Dewa mulia dalam peperangan yang terjadi di nirwana kali ini.


"Dewa mulia, kamilah orang yang pantas menjadi lawan tarung mu, hari ini kita buktikan siapakah yang pantas untuk terus hidup di dalam Alam Nirwana ini," ucap Dewa suci.


"Ha..ha..ha..., aku telah lama menunggu pertarungan ini terjadi, dan aku akan membalaskan semua yang pernah kalian berdua lakukan pada ku, dengan mengusirku secara hina keluar dari dalam Alam Nirwana ini," ucap dewa mulia.


Dewa mulia menggunakan kekuatan yang selama ini dilatihnya dengan membagi dua tubuhnys hingga masing-masing Dewa tertinggi langit berhadapan langsung dengan dewa mulia.


Sementara itu Dayu haitang yang terus menggempur pasukan istana langit, kini berhadapan langsung dengan Jenderal Yun dai dan jendral Yun Shan, di mana kedua Jenderal itu telah menganggap dayu haitang sebagai Dewa yang harus mereka lenyapkan, karena perlakuan Dayu haitang kepada sang adik Dewi Yun Shi sudah tak bisa diampuni lagi, apalagi Dayu haitang telah berani membunuh bayi yang ada di dalam kandungan sang adik, membuat kedua Jenderal Langit Itu tak kuasa menahan amarah untuk segera melenyapkannya.


"Dayu haitang hari ini aku tak akan membiarkanmu untuk melarikan diri lagi, karena perbuatan yang telah kau lakukan pada nirwana dan adikku sudah terlampau jauh dan tak bisa dimaafkan lagi," ucap jendral Yun dai.


"Ha..ha...ha.., walaupun saat ini kalian telah menjadi jenderal di langit bukan berarti aku takut akan keberadaan kalian. Saat ini aku takkan mungkin lari karena hari ini aku datang untuk menghancurkan dewa dewa sepertimu, dan juga aku datang untuk menguasai Alam Nirwana yang sebentar lagi berada di dalam kekuasaanku," jawab Dayu haitang dengan senyum meremehkan.


"Baiklah, kita lihat siapa yang mampu bertahan dalam pertempuran kita ini," ucap jendral Yun Shan kemudian langsung menyerang ke arah dayu haitang dengan ganas.


Dayu haitang tak tinggal diam di serang sedemikian rupa, dia pun langsung mengeluarkan kekuatan dewa api kuno dalam meredam serangan kedua Jenderal langit Itu.

__ADS_1


Di sisi lain jendral Shao Yan kini bertarung habis-habisan dengan raja iblis Azuma.


Dengan kekuatan dewa ular 7 warna yang dimiliki jenderal Shao Yan yang seketika itu merembes dari dalam tubuhnya, membuatnya mampu bergerak dengan cepat dan lincah, yang mampu mengatasi serangan rantai-rantai iblis neraka yang dimiliki raja iblis Azuma.


"Raja iblis Azuma....., dahulu ayahku pernah mengalahkanmu di Nirwana, dan saat ini aku pun akan mengalahkanmu hingga tak ada lagi kejahatan yang akan terjadi setelah kematian mu," ucap jendral langit Shao Yan.


Raja iblis Azuma mengingat kembali kekalahannya sewaktu menyerang nirwana, dan dia teringat kembali kepada Yan Lan yang saat itu menjabat sebagai jendral tertinggi langit, yang berhasil meredam ambisinya untuk menguasai nirwana dengan mengalahkannya.


"Aku pernah kalah oleh dewa perang langit yang bernama Yan Lan, jangan-jangan yang ku hadapi kali ini merupakan putra Yan Lan dari salah satu istrinya yang berada di Nirwana.


Ini merupakan berita bagus bagiku, walaupun aku dahulu pernah kalah oleh Yan Lan dalam penyerangan ku ke nirwana, akan tetapi hari ini semua itu tak akan terjadi, putra Yan Lan yang menjadi lawan tarung ku kali ini akan segera ku lenyapkan, untuk membalaskan dendamku pada ayahnya yang telah membuatku mati.


Untung saja Dewa iblis kuno dapat membangkitkan ku kembali dari kematian, dan aku tak mau mati untuk kedua kali nya dalam menghadapi putra Yan Lan yang bertarung denganku saat ini," batin raja iblis Azuma.


"Anak muda siapakah namamu, biar aku bisa mengetahui nama putra Yan Lan yang akan ku bunuh," ucap raja iblis Azuma.


"Kau tak usah sesumbar bisa membunuhku, walaupun kau pernah menjadi salah satu lawan tarung ayahku yang terkuat, tapi kali ini kau berhadapan denganku seorang jendral tertinggi langit, dan kupastikan kau takkan mudah untuk mengalahkanku," ucap jendral Shao Yan.


"Raja iblis Azuma ingatlah namaku ini baik baik, Ibuku telah memberikan ku nama Shao Yan, yang dengan kemampuannya telah menjadi dewa perang langit di usia muda, dan kau harus ingat raja iblis Azuma untuk menjadi dewa perang langit perlu perjuangan dan kemampuan untuk dapat menggapainya.


Dengan kemampuanku saat ini aku pasti bisa menghancurkan mu seperti ayahku dahulu pernah menghancurkanmu," ucap Shao Yan meyakinkan dirinya.


Jika kau sanggup untuk membunuhku, maka perlihatkanlah padaku bagaimana cara kau dapat membunuhku seperti apa yang telah dilakukan ayahmu di masa lampau," jawab raja iblis Azuma kemudian menyerang Shao Yan dengan kecepatan yang dimilikinya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2