Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Terselamatkan


__ADS_3

Disaat kekuatiran Thien Yu dengan keselamatan sang putri, Thien Yu teringat akan tehnik mata langit yang di milikinya, dengan cepat Thien Yu segera menggunakan tehnik itu dan menembus semua tembok dengan penglihatannya, dan pada akhirnya Thien Yu berhasil menemukan keberadaan sang putri.


"Biadab..!!, semoga aku belum terlambat," ucap Thien Yu dan dengan segera melesat pergi menggunakan tehnik ruang dan waktu, untuk menuju ketempat di mana putri Meyling berada.


"Brak...!!" Thien Yu menghancurkan pintu kamar pengantin pangeran Hi bow dan segera menghentikan kegiatannya.


Tampak pangeran Hi bow begitu sangat gusar dan marah karena melihat adanya seorang pemuda yang telah mengganggu kesenangannya.


Thien Yu yang melihat pangeran Hi bow lengah, dengan segera menghantamkan tehnik tinju Naga Giok tingkat kedua untuk pertama kalinya.


Api inti surgawi dan api inti hidup menyatu di tangan kanan Thien Yu, tampak cahaya berwana putih dari inti api surgawi dan cahaya berwarna biru dari inti api hidup pemberian gurunya, membaur menjadi satu menciptakan satu kekuatan yang maha dasyat.


"Tinju Naga Giok!!" teriak Thien Yu sambil menghantamkan tinjunya kearah depan, maka terciptalah seekor Naga hitam yang berselimutkan kedua inti api tersebut, meluncur deras kearah pangeran Hi bow.


Sang pangeran Hi bow sangat terkejut dengan serangan mendadak dari Thien Yu, yang membuatnya terlambat untuk menghindari serangan yang mengarah padanya, semua itu karena sang pangeran terlena akan kesenangannya, dan tak memperhitungkan kekuatan dari pemuda yang telah merusak malam pertamanya.


"Ackh...!!" jerit sang pangeran.


Perisai ranah tingkat emperor yang sempat menyelimuti tubuh sang pangeran pun hancur seketika, terhantam seekor Naga berwarna hitam yang membuat tubuhnya harus terhempas keras kebelakang dan menabrak dinding ruangan hingga jebol menembus ruang yang lainya.

__ADS_1


Sang pangeran tak dapat bangkit lagi akibat luka dalam yang di deritanya, dan pada saat Thien Yu ingin melancarkan serangannya yang kedua, tiba tiba saja puluhan anak panah telah menghujam deras kearahnya hingga membuatnya harus bergulingan di lantai ruangan, guna menyelamatkan diri dari serangan anggota klan ular yang membokongnya dari belakang.


Dengan cepat Thien Yu melesat kearah putri Meyling, dan memasang artefak pelindung yang dikeluarkannya dari dalam cincin ruangnya.


Artefak pelindung yang di pasangnya mampu untuk menahan serangan anak panah dari para anggota klan ular. "Aku harus segera meninggalkan tempat ini jika tidak maka keselamatan putri Meyling akan terancam," batin Thien Yu.


Thien Yu mengeluarkan batu energi dari dalam cincin ruangnya, dan mengalirkan energi murninya kedalam batu itu hingga terciptalah portal menuju ke kerajaan lumut.


Thien Yu mengangkat tubuh putri Meyling yang tanpa mengenakan sehelai benang pun di tubuhnya, kemudian dia melesat masuk kedalam portal dan tak lupa mengambil artefak pelindung peninggalan sang ayah hingga mereka berdua lenyap dari tempat itu.


Thien Yu pun tiba di gerbang kerajaan yang masih banyak terdapat mayat mayat penduduk dan prajurit kerajaan yang bergelimpangan di sana sini.


Sebelumnya Thien Yu sempat melihat titik merah terang sebesar biji kacang hijau di bahu sang putri yang membuat Thien Yu dapat bernapas dengan lega.


"Syukurlah aku belum terlambat, putri Meyling belum sempat ternoda," batin Thien Yu.


"Maaf putri aku terpaksa tak menutupi tubuhmu dengan pakaian, ini demi mempermudah bagiku untuk menghancurkan segel pembeku yang menyelimuti dantian mu," batin Thien Yu.


Thien Yu sangat merasa iba dengan gadis cantik yang kini berada diatas pembaringan, tekanan batin yang sangat berat baginya membuatnya sampai tak sadarkan diri seperti sekarang ini.

__ADS_1


Dengan cepat thien Yu melepaskan kedua belas jarum emas dengan mengunakan tehnik jari matahari yang di milikinya, tak lama kemudian segel yang membekukan dantian putri Meyling pun hancur, dan kekuatan ranah emperor sang putri langsung keluar dan mengisi kekosongan energi di tubuhnya lewat Merindiannya.


Tak lama kemudian sang putri pun tersadar dari pingsannya, dia mengingat ingat kembali apa yang sebenarnya terjadi.


"Bukan kah ini kamarku yang berada di istana lumut?, dan Akch....!!, sebelumnya aku tengah berduaan di dalam kamar bersama pangeran bejat yang akan merebut kesucian ku, tapi mengapa aku bisa berada di sini?" batin sang putri yang telah mengingat kembali kejadian sebelumnya.


Putri Meyling mengedarkan pandangannya dan mendapati Thien Yu tengah memejamkan mata, dan duduk bersila melakukan kultivasi penyerapan Qi di sudut ruangan kamarnya.


"Pasti dia yang telah menyelamatkan dan membawaku ke tempat ini," bisik sang putri dengan senyum sumringah di wajahnya.


Tapi sayang senyum ceria di wajah sang putri tak bertahan lama, senyum itu seketika lenyap karena melihat kondisi tubuhnya yang banyak terdapat bulatan bulatan kecil berwarna merah akibat tanda yang di berikan pangeran Hi bow padanya. Melihat tanda itu membuat darah sang putri mendidih dan geram kepada pangeran Hi bow.


"Aku akan membunuhmu suatu hari kelak dengan tanganku sendiri, tunggulah saat itu Hi bow," batin sang putri dan berlalu pergi untuk membersihkan diri.


Sementara itu, Lu ying berhasil menyelamatkan ratu dan raja klan ular danau hijau, dan dengan merubah tubuhnya menjadi seekor Naga berwarna emas, Lu ying pergi meninggalkan klan ular danau hitam menuju kerajaan lumut.


Flash back


Sebelum Thien Yu masuk kedalam portal menuju kerajaan lumut, Thien Yu sempat memberikan pesan Lewat kontrak darah yang ada pada Lu ying, jika dirinya telah terlebih dahulu membawa putri Meyling ke kerajaan lumut di karenakan kondisi sang putri sangat mengkhwatirkan.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2