
Nien Chu telah berada di kediaman ketua desa. Sambil menunggu sang ketua Desa datang mereka pun berbincang-bincang kecil.
Tak lama kemudian ketua Desa datang ke tempat itu, dan mempersilahkan Nien chu masuk ke dalam rumahnya.
Setelah duduk merekapun berbincang. "Maafkan atas semua kejadian ini Nien Chu, apa yang terjadi murni kesalahanku karena tak mampu membendung para penduduk desa yang menyerangmu," ucap ketua desa.
"Aku tak permasalahkan hal itu ketua, yang penting Zhurui selamat dalam penyerangan itu karena aku tak menginginkan jika sahabatku sampai terluka," jawab Nien Chu.
"Aku ingin menanyakan kembali kepadamu, apakah kau masih ingin menjadi perwakilan dalam turnamen beladiri yang akan di adakan di kekaisaran kota?" tanya ketua desa.
"Aku pastinya akan melanjutkan kesepakatan yang telah kita buat, karena hanya mengikuti turnamen beladiri itu aku bisa mendapatkan informasi dari ketua tentang keberadaan teratai nirwana," jawab Nien Chu.
"Saat ini, aku hanya mempunyai dua calon yang akan aku berangkatkan menuju ke turnamen tersebut, hanya dirimu dan Siansan yang akan mewakili Desa ini, karena murid utama sekaligus jenius Desa telah terluka akibat penyerangan yang dilakukannya kepadamu," ucap ketua desa.
"Berapakah lamanya waktu hingga turnamen itu terjadi?" tanya Nien Chu.
"Turnamen itu akan berlangsung satu bulan dari sekarang," jawab ketua desa.
"Ketua aku akan memulihkan merindian Anchen yang rusak, biar bagaimana pun dia merupakan jenius desa ini dan sangat di sayangkan jika pemuda seperti dia harus berakhir di usia muda," ucap Nien Chu.
"Nien Chu, luka dalam yang di deritanya begitu sangat parah dan jika sedikit saja melakukan kesalahan dalam menyembuhkannya, maka keselamatan Anchen yang akan menjadi taruhannya," ucap ketua desa.
"Kau meragukan ku ketua?" tanya Nien Chu.
__ADS_1
Ketua desa terdiam, dia tak ingin mempertaruhkan keselamatan Anchen ditangan Nien Chu yang terlihat masih muda, dan minim dengan pengalaman dalam bidang Alkemis, akan tetapi tak ada pilihan bagi ketua desa karena kondisi Anchen saat ini juga sangat memprihatinkan akibat tak bisa melakukan kultivasi.
"Anchen merupakan jenius desa dan tentunya jika dia tak bisa melakukan kultivasi, hal itu akan menjadi beban mental yang mempengaruhi pikirannya, sehingga akan membuatnya menjadi minder dengan para kultivator muda sebayanya.
Rasa malu pastinya akan membuat Anchen bisa berbuat nekat dengan melakukan bunuh diri, karena Anchen yang merupakan jenius Desa kini berubah menjadi orang biasa yang tak mempunyai kemampuan apa-apa," batin ketua desa.
Dari pertimbangan itu membuat ketua Desa mengiyakan permintaan Nien Chu untuk menyembuhkannya, asalkan Anchen mau menerima uluran tangan dari Nien Chu dalam menyembuhkan Merindiannya yang rusak.
"Aku tak pernah meragukanmu untuk menyembuhkan Anchen, akan tetapi aku ingin Anchen pulih terlebih dahulu sebelum kau memperbaiki meridiannya yang rusak, semua itu agar Anchen bisa berfikir untuk menata hidupnya apakah akan terus menjadi orang biasa atau memilihmu dalam menyembuhkannya," jawab ketua desa.
"Kurasa tak ada yang perlu kita bicarakan lagi ketua, jika begitu aku mohon pamit," ucap Nien Chu.
"Tunggu Nien Chu, kau mau kemana?" tanya ketua desa.
"3 Minggu lagi aku akan kembali ke desa, dan saat itu aku ingin melihat apakah Anchen ingin menerima bantuanku untuk menyembuhkannya atau tidak, dan jika saat itu dia tetap berkeras untuk tak memerlukan bantuan dariku maka selamanya dia takkan pernah mendapatkan nya," ucap Nien Chu kemudian pergi dari tempat kediaman sang ketua desa.
Di dalam hutan Nien Chu membuat tempat tinggalnya sendiri, berupa gubuk kecil di atas dahan besar sebuah pohon yang tak seberapa jauh dari tepian pantai, semua itu untuk mempermudahkan Nien Chu dalam mencari sumber makanan di dalam laut.
"Zhurui, dalam beberapa hari ini kau harus telah menembus ranah tingkat suci, karena aku ingin melihatmu menjadi kuat dan tangguh.
Aku akan membantumu untuk menembus ranah tingkat suci itu, dan dalam pelaksanaannya kau harus melakukan kultivasi panjang untuk mendapatkannya," ucap Nien Chu.
"Trimakasih Nien Chu, asalkan kau membantuku aku pasti bisa menembus ranah suci itu," jawab Zhurui.
__ADS_1
Nien Chu mengajarkan kepada Zhurui untuk melakukan kultivasi yang benar, agar dengan mudah Zhurui dapat meningkatkan kekuatannya dalam menembus ranah tingkat suci.
Hari hari Zhurui kini terus melakukan kultivasi dengan bimbingan dari Nien Chu, dan satu Minggu pertama Zhurui dapat merasa kan jika tingkat kekuatan di tubuhnya, kini telah mengalami peningkatan yang sangat pesat.
"Zhurui, malam nanti adalah malam terbaik dalam melakukan penerobosan ranah tingkatan, dan aku ingin malam nanti kau sudah mulai melakukan penerobosan ke tingkat ranah suci.
Aku telah menyediakan berbagai macam sumberdaya untuk kau pakai dalam melakukan penerobosan," ucap Nien Chu sambil mengeluarkan berbagai macam sumberdaya dari dalam cincin ruangnya.
Setelah semua bahan siap, Zhurui mulai melakukan penerobosan dengan menyerap berbagai macam sumber daya yang telah di persiapkan oleh Nien Chu.
Sementara itu, Anchen yang telah pulih dari luka luka yang di deritanya, kini di liputi rasa bimbang apakah dia harus menemui Nien Chu untuk memperbaiki Merindiannya yang rusak, atau terus mempertahankan egonya dengan bertahan seperti keadaannya sekarang ini.
"Tak ada pilihan bagiku, aku harus menemui Nien Chu dan meminta maaf atas apa yang telah kulakukan padanya, toh selama ini dia tak pernah mengusikku atau pun merendahkan ku, selama ini malah aku yang mencari cari masalah dengannya, karena rasa cemburuku atas dirinya yang saat ini begitu dekat dengan ketua desa.
Setelah mempertimbangkan segala sesuatu nya, Anchen pada akhirnya memutuskan untuk pergi menemui Nien Chu di dalam hutan.
Maka malam itu juga Anchen meninggalkan rumahnya untuk pergi kedalam hutan, tempat keberadaan Nien Chu di sana.
Dari jauh ketua desa terus memantau kepergian Anchen dari kejauhan.
"Semoga saja Nien Chu bisa menyembuhkan Anchen, karena hanya Nien Chu yang sanggup untuk menyembuhkannya," batin ketua desa.
Bersambung.
__ADS_1