Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Kembali ke alam nirwana


__ADS_3

Thien memasuki istana langit dan bertemu dengan kelima Putri yang langsung memeluknya dengan hangat.


Setelah puas melepas rindu kepada Thien Yu, mata kelima putri seketika itu langsung tertuju kepada Zaiya yang terlihat cuek dan tetap menggenggam tangan sang ayah.


"Kak Thien Yu siapakah anak ini?" tanya putri Meyling.


"Dia putraku," ucap Thien Yu singkat.


Seketika itu wajah kelima Putri langsung berubah, ada rasa cemburu di dalam raut wajah mereka berlima, mereka berkeyakinan jika di dalam alam Zaiya Thien Yu telah memiliki wanita lain, yang melahirkan seorang anak laki laki yang kini bersama Thien Yu.


"Kak Thien kemana ibu anak ini, dan mengapa kau tak memperkenalkan nya kepada kami berlima?" tanya putri Sorari.


"Aku tak punya ibu, aku hanya punya ayah yang sayang padaku," timpal Zaiya dengan polosnya.


Kelima putri semakin bertanya tanya dan penasaran dengan anak laki laki berusia 3 tahun yang bersama dengan Thien Yu.


"Zaiya ini adalah ibumu, dan kau harus menghormati mereka sebagimana kau menghormati aku," ucap Thien Yu.


"Iya ayah," jawab Zaiya kemudian meminta kepada kelima ibu barunya itu untuk bermain bersamanya.


"Nanti ku jelaskan kepada kalian semua siapa Zaiya, dan aku ingin kalian berlima menemaninya bermain agar dapat mengakrabkan diri dengannya," ucap Thien Yu.


Ke lima putri menganggukkan kepalanya, mengiyakan perkataan Thien Yu, karena mereka semua yakin jika Zaiya bukanlah anak kandung dari Thien Yu.


Pada akhirnya Zaiya dapat bermain dengan kelima putri, dan tak lama berselang putri Syin Yin datang menghampiri Thien Yu dan berkata.


"Kak Thien, saat ini Dewi Yun Shi tengah terkena musibah, tubuhnya menghitam akibat terbakar api inti neraka," ucap nya.


"Bagaimana bisa api inti neraka melukainya, sementara api inti neraka ku tugaskan untuk menjaga Dewi Yun Shi selama kepergianku?" tanya Thien Yu.


Putri Syin Yin lantas menceritakan semua yang telah terjadi, bagaimana Dayu haitang menculik Dewi Yun Shi dan meracuni nirwana, juga bagaimana Dayu haitang membakar Dewi Yun Shi dengan api inti neraka hingga nyawanya hampir tak bisa diselamatkan.

__ADS_1


Thien Yu mengepalkan tinjunya, menahan amarah karena Dayu haitang telah membuat Dewi Yun Shi begitu sangat menderita.


"Pantas saja aku tak melihat keberadaannya sedari tadi, Yin'er dimanakah Dewi Yun Shi sekarang?" tanya Thien Yu.


"Setelah kejadian itu, Dewi Yun Shi menghabiskan waktu di dalam kamar dan tak ingin ada yang menjenguknya. Aku rasa dia begitu sangat terpukul dengan kejadian itu, apalagi setelah dia mengetahui anak yang di kandungnya telah hilang dalam peristiwa yang terjadi," jawab putri Syin Yin.


Thien Yu memejamkan kedua matanya setelah mengetahui jika selama ini Dewi Yun Shi tengah mengandung anaknya, dan betapa menderita batin istrinya disaat itu mengetahui jika anak di dalam kandungannya telah lenyap tanpa ada dirinya yang menghibur Dewi Yun Shi saat itu.


"Yin'er bermainlah dulu dengan Zaiya, karena aku akan menemui Dewi Yun Shi," ucap Thien Yu kemudian bergegas pergi meninggalkan tempat itu.


Thien Yu kini berada di depan pintu kamar tempat keberadaan Dewi Yun Shi berada.


"Tok..tok ...tok..." suara pintu kamar yang diketuk dari luar oleh Thien Yu.


"Shi'er ini aku Thien Yu, apakah kau tak ingin menyambut kedatanganku kembali ke istana ini?" tanya Thien Yu dari luar pintu kamar.


Di dalam kamar, Dewi Yun Shi menangis sejadi jadinya mendengar suara sang suami dari luar pintu kamar.


Dewi Yun Shi benar-benar tak sanggup untuk bertemu dengan Thien Yu dengan keadaan nya yang begitu sangat menjijikkan.


"Sayang..., aku ingin masuk," ucap Thien Yu kemudian mendorong pintu yang terkunci hingga pintu itu berhasil di bukanya.


Thien Yu terdiam merasakan bau yang tak sedap yang berasal dari dalam kamar sang Dewi, Thien yu tetap berbesar hati saat mengetahui sumber bau itu berasal dari tubuh Dewi Yun Shi yang tertutup oleh selimut.


"Kak Thien kumohon tinggalkan aku dan biarkanlah aku sendiri, aku tak ingin kau melihatku dengan keadaanku yang buruk dan bau seperti ini, aku ingin kau mengenang ku sebagai Dewi Yun Shi sebelum kepergianmu 3 tahun yang lalu, aku mohon padamu kak Thien yu pergilah dariku," ucap Dewi Yun Shi dengan isaknya.


Thien Yu benar benar ikut merasakan penderitaan sang istri Setelah dia tinggalkan, dan dia berjanji di dalam hati jika wanita yang telah sah menjadi istrinya itu takkan pernah ditinggalkannya.


Thien Yu menarik selimut yang menutupi tubuh Dewi Yun Shi, dan terlihat di sekujur tubuh sang Dewi kulitnya berwarna hitam legam dan terkelupas, ditambah lagi rambutnya rontok hingga membuat batok kepala nya terlihat jelas.


Thien Yu merasakan sakit yang teramat sangat di hatinya, saat melihat penderitaan sang istri. Dengan cepat Thien Yu meraih tubuh Dewi Yun Shi dan memeluknya dengan hangat.

__ADS_1


"Kau adalah istriku, dan selamanya akan menjadi istriku, aku tak perduli dengan keadaanmu yang seperti ini, karena dulu aku mencintaimu tulus dari hatiku yang terdalam dan sampai hari ini rasa cintaku padamu tak berubah," ucap Thien Yu sambil mencium kepala Dewi Yun Shi.


Di luar kamar ke lima putri yang sudah sampai dan menyaksikan hal itu merasa terharu dengan kebesaran hati Thien yu, dan mereka semua yakin jika pilihan hati mereka kepada Thien yu itu tak salah.


Zaiya yang melihat kesedihan sang ayah menjadi bingung, diapun menghampiri sang ayah dan bertanya.


"Ayah ..., apakah yang membuat kau bersedih seperti ini?" tanyanya.


Thien Yu mengelus lembut kepala Zaiya sambil berkata.


"Saat ini ibumu tengah sakit itu yang membuat ayah bersedih," jawab Thien Yu.


Zaiya berjalan mendekati Dewi Yun Shi dan memegang telapak tangan sang Dewi sambil berkata. "Ibu, kau jangan sakit, aku tak ingin melihat ayahku bersedih, jadi ibu harus sembuh seperti sediakala agar bisa bermain denganku," ucap Zaiya.


Tak lama kemudian tubuh Zaiya bercahaya, dan tiba tiba saja berubah menjadi burung merak langit panca warna, kemudian cahaya yang keluar dari tubuh burung merak langit itu merasuk kedalam tubuh Dewi Yun Shi, dan tak lama kemudian tubuh Dewi Yun Shi berubah, racun api inti neraka yang masih berada dalam tubuhnya menguap dan menghilang.


Perlahan lahan kulit tubuh Dewi Yun Shi kembali mulus seperti sediakala, dan rambut yang tadi nya rontok kini kembali lebat seperti semula.


Dewi Yun Shi benar benar telah pulih seperti sediakala lewat pertolongan Zaiya.


Burung merak langit panca warna, kini kembali berubah menjadi seorang laki laki berumur 3 tahun, dan merebahkan kepalanya di tubuh Thien Yu.


"Ayah.., aku lelah sekali, aku ingin tidur saat ini, dan setelah aku bangun aku ingin bermain dengan ibu dan ayah," ucap Zaiya dengan mata sayu.


Tidurlah putraku, aku pasti akan bermain denganmu, dan terimakasih karena kau telah menyembuhkan ibu mu," jawab Thien Yu.


Tak lama kemudian terdengar suara hembusan nafas teratur dari hidung Zaiya, melihat Zaiya tertidur lelap, Thien Yu pun membaringkannya diatas pembaringan.


Dewi Yun Shi yang melihat keadaan dirinya telah pulih seperti sediakala, berteriak histeris akan tetapi Thien Yu buru buru membekap mulutnya.


"Apakah kau ingin melihat putramu terbangun dengan teriakan mu itu?" tanya Thien Yu tiba tiba.

__ADS_1


Dewi Yun Shi menggelengkan kepalanya, dan tak lama kemudian di langsung memeluk Thien yu dengan erat, untuk membagi kebahagiaan dengan kesembuhannya.


Bersambung


__ADS_2