Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Permintaan walikota


__ADS_3

Nien telah berganti pakaian namun tak ingin memakai pakaian pemberian dari wali kota, dia memilih pakaian sang ayah yang berada di cincin ruangnya, setelah itu Nien Chu pergi menemui jeni agar dapat bersama-sama dengannya menuju ke pesta ulang tahun putri sang walikota.


Jeni begitu sangat terkejut saat melihat penampilan Nien Chu yang sangat lain dari biasanya, ketampanan nya semakin jelas terlihat saat memakai pakaian mewah di tubuhnya layaknya seorang anak bangsawan.


Baginya Nien Chu mempunyai kharisma dan kewibawaan di dirinya, sehingga penampilannya begitu menawan di matanya.


"Mengapa kau memandangku seperti itu?" tanya Nien Chu.


Jeni sangat terkejut ditegur seperti itu oleh Nien Chu, dan dengan buru-buru wanita cantik itupun mengalihkan pandangannya ke arah lain sambil berkata.


"Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih kepadamu karena di dalam arena pertarungan waktu itu kau tak melakukan hal buruk padaku, walaupun kesempatan untuk membunuhku sangat berpeluang besar," ucap Jeni.


"Untuk apa aku harus membunuhmu karena hal itu tak menguntungkan bagiku, lebih baik seperti ini kau kini menjadi temanku," jawab Nien Chu.


"Nien Chu ada baiknya kita pergi ke dalam pesta karena aku sudah sangat lapar dan ingin makan disana," ucap Jeni.


Dan pada akhirnya mereka berdua turun ke lantai bawah untuk ikut meramaikan pesta ulang tahun Nona muda Ling Ling.


Saat turun dari tangga, semua mata tertuju kepada mereka berdua, dan para wanita yang berada dalam pesta begitu terkesima dengan wajah tampan Nien Chu.


"Ling Ling .., siapakah pemuda itu?" tanya putri Xian'er.


"Aku sendiri tak mengetahuinya yang jelas dia merupakan pemuda pemenang kompetisi yang diadakan di kota danau hitam," jawab nona muda Ling Ling.


Tiba tiba saja wanita muda yang merupakan Putri walikota Danau hijau datang menghampiri Nien Chu.


"Jika tak salah kau merupakan pemenang dari turnamen yang diadakan di kota danau hitam ini, perkenalkan namaku Lin Ar, aku merupakan Putri walikota Danau hijau yang ada di kekaisaran ini," ucap wanita cantik itu.


Nien Chu hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya, setelah itu Nien Chu meninggalkan nona muda Lin Ar menuju kearah jeni yang telah duluan ke meja makan.

__ADS_1


Apa yang di lakukan Nien Chu membuat nona muda Lin Ar seperti disepelekan, karena pemuda itu langsung pergi meninggalkannya tanpa menyebutkan namanya.


"Sombong sekali dia.., selama ini tak ada pemuda yang dapat menolakku dan bahkan putra mahkota pun tergila-gila padaku, tapi dia..., mengapa dia begitu cuek dan menganggapku tak ada, aku akan membuat perhitungan pada nya," batin Lin Ar.


Lin Ar kemudian menemui putra mahkota, dan mengatakan jika Nien Chu telah melakukan hal buruk padanya.


Putra mahkota yang memang mencintai Nona muda Lin Ar, langsung tersulut emosinya saat mendengar hal itu, dan langsung menghampiri Nien Chu yang tegah mengambil makanan.


Tanpa berkata sepatah katapun Pangeran Xiangjiang langsung menendang ke arah Nien Chu, sehingga makanan yang ada di dalam genggaman tangannya terlepas dan mengotori lantai ruangan itu.


"Kau pikir kau siapa!!, berani sekali kau mengganggu nona muda Lin Ar," ucap sang pangeran.


Nien Chu melirik kearah Lin Ar, dan tampak wanita cantik itu tengah tersenyum sinis kepadanya.


"Aku tak pernah melakukan apa yang kau tuduhkan, karena hal itu tak ada untungnya bagiku".


"Aku tak ingin bermasalah dengan mu dan ada baiknya Kau pergi dari sini sebelum aku melakukan hal buruk padamu," ucap Nien Chu dengan dingin.


"Dalam hal ini aku tak bersalah, walaupun kau seorang Kaisar sekalipun Aku takkan pernah mundur," ucap Nien Chu dengan ketenangannya.


Pangeran Xiangjiang segera memusatkan energi murninya ke tangan kanannya, dengan maksud melakukan serangan ke arah Nien Chu, tapi hal itu tak dilanjutkannya setelah sang adik datang memegang tangannya.


"Dia memang tak bersalah, dia memang tak melakukan apapun terhadap Lin Ar, karena aku dan Ling Ling yang melihat langsung kejadian itu".


"Kurasa Lin Ar kesal karena tak digubris oleh pemuda ini, sehingga Lin Ar membuat cerita yang membuatmu tersulut emosi untuk menghabisi pemuda ini," ucap putri Xiang'er.


"Benar pangeran, Nien Chu tak pernah melakukan hal buruk kepada Lin Ar, karena kami berdua melihat kejadian itu," timpal nona muda Ling Ling.


Mendengar hal itu, pangeran kemudian membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju ke arah nona muda Lin Ar.

__ADS_1


"Ikut aku!" ucap sang pangeran kemudian memegang lengan kanan Lin Ar dan membawanya pergi dari tempat itu.


"Maafkan pangeran, dia takkan melakukan hal itu jika tak ada yang memprovokasinya, nona muda dari kota Danau hijau memang congkak dan sombong, selain itu hatinya pun penuh kedengkian, saat ini kau tengah permasalahan dengannya maka berhati hatilah," ucap putri Xiang'er.


"Trimakasih karena Putri telah menyelesaikan masalahku dengan pangeran, maka terimalah kehormatan ku," ucap Nien Chu kemudian menggenggam tinju memberi hormat.


"Kau jangan sungkan begitu, namaku Xiang 'er dan ini sahabatku Ling Ling yang tengah berulang tahun, ada baiknya kita menikmati pesta ulang tahun sahabatku ini," ucap putri Xiang'er memperkenalkan dirinya dan Ling Ling.


"Namaku Nien Chu dan ini temanku jeni, kami berdua merupakan tamu dari walikota," jawab Nien Chu yang juga memperkenalkan dirinya.


Sementara itu perdebatan pun terjadi antara Nona muda dari kota Danau hijau dengan pangeran Xiangjiang.


Pangeran Xiangjiang begitu kesal karena Lin Ar telah memperalat dan membohonginya.


"Mengapa kau membohongiku seperti ini, apa kau tak melihat jika di dalam acara ulang tahun Ling Ling para putra bangsawan dan pembesar kekaisaran juga berada di sana, dengan perbuatanmu itu akan dapat membuat reputasiku sebagai seorang putra mahkota buruk di mata mereka semua," ucap sang pangeran.


"Dia yang lebih dahulu mempermalukanku, aku menegurnya tapi dia tak menanggapi ku, bukankah apa yang dilakukannya telah menyinggung ku...!! Pangeran aku juga malu dengan kejadian ini, dan harus dibawa ke mana rasa malu yang kualami saat ini!!"


"Pangeran..., jika kau membunuhnya untukku maka aku akan mau menjadi istrimu, karena itu merupakan syarat yang harus kau penuhi jika kau memang menginginkanku," ucap Nona muda Lin Ar sambil berlari pergi meninggalkan pangeran Xiangjiang dengan air mata yang berlinang di pipinya.


Pangeran Xiangjiang lantas mengejar Lin Ar untuk menenangkannya, akan tetapi nona muda Lin Ar terus berlari hingga perkataan pangeran Xiangjiang menghentikan langkahnya.


"Aku akan membunuh pemuda itu untukmu asalkan kau tak menangis lagi, aku merupakan putra mahkota dan bagiku permintaanmu itu hanyalah sebuah permintaan kecil," jawab pangeran Xiangjiang.


Nona muda Lin Ar kemudian membalikkan tubuhnya dan berlari ke arah pangeran lalu memeluknya.


"Aku berjanji padamu untuk segera menghabisinya," ucap pangeran Xiangjiang agar lebih meyakinkan Nona muda Lin Ar.


Nona muda Lin Ar tersenyum di dada bidang pangeran Xiangjiang.

__ADS_1


"Ini lah akibat jika kau tak menganggapku, dan aku tak akan mengampuni mu lagi setelah kau mempermalukanku di dalam acara ulang tahun Ling Ling," batin nona muda Lin Ar.


Bersambung.


__ADS_2