
Pagi hari Nien Chu pergi menuju kota ke kaisaran dan sampai di gerbang kota setelah tengah hari.
Nien Chu yang memiliki lencana emas milik Kaisar Annshor, dapat dengan mudah masuk ke dalam kota kekaisaran.
"Lebih baik kita mencari tempat penginapan terlebih dahulu, sebagai tempat peristirahatan kita semua, karena aku tak ingin kalian ikut bersamaku ke istana,"
"Aku ingin menyelesaikan masalahku dengan putri Annchi, semoga kalian bisa mengerti," ucap Nien Chu.
"Jika memang kau ingin pergi sendiri ke istana Orgy maka kami tak bisa melarangnya, dan jika terjadi sesuatu di istana kau bisa memanggil kami semua melalui diagram yang ada padamu, agar simbol dewa yang ada pada kami bisa memberi tanda jika kau dalam bahaya ," ucap Anchen.
"Trimakasih untuk semua perhatian kalian kepadaku," jawab Nien Chu.
"Kau sahabat sekaligus saudara kami, dan kami tak ingin jika sau dara kami ditindas oleh seseorang, walaupun seseorang itu merupakan kaisar negri ini," ucap Zhurui dengan Nien Chu.
"Kalian memang yang terbaik bagiku dan aku akan menjaga hubungan baik ini sampai ajal menjemput salah satu dari kita," jawab Nien Chu.
Nien Chu menyewa sebuah penginapan besar yang terbesar di kota itu, di dalam penginapan terdapat rumah makan mewah sehingga tak sulit bagi kelompok Nien Chu untuk mencari makan.
Sore hari Nien Chu memutuskan untuk berangkat ke istana Orgy tanpa di temani siapapun, sementara Virgion dan Tency yang merasa khwatir dengan Nien Chu, segera masuk ke alam batin Nien Chu.
Dengan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang sedikit mewah, Nien Chu berangkat ke istana dengan menyewa sebuah kereta kuda untuk menuju ke istana.
Para prajurit penjaga gerbang istana yang melihat pelakat emas yang hanya dimiliki oleh keluarga kekaisaran di tangan Nien Chu, langsung memberi hormat dan memperbolehkan Nien Chu untuk masuk ke dalam istana.
Nien Chu di sambut dengan baik oleh penasehat istana, dan memberikan tempat untuknya beristirahat yaitu sebuah bangunan besar yang merupakan tempat khusus bagi tamu kehormatan istana, sebelum Nien Chu bertemu dengan kaisar Annshor yang saat ini masih dalam keadaan terluka akibat pertarungannya dengan Zaiya.
__ADS_1
Di malam hari kaisar Annzhor memanggil Nien Chu secara khusus ke ruang pribadinya.
"Bagaimana perjalananmu ke pulau ujung tak bertepi?" tanya sang kaisar sekedar berbasa basi untuk memulai percakapan dengan Nien Chu.
"Aku telah mendapatkan apa yang ku cari di pulau itu, dan saat ini aku akan mengajak putri Annchi untuk ikut bersamaku dengan bergabung kedalam kelompok pembasmi iblis yang kubuat," jawab Nien Chu.
"Untuk saat ini aku tak mengijinkanmu untuk membawa putriku bergabung dengan kelompok pembasmi iblis, karena putriku tak bisa menggunakan kultivasinya karena beberapa Merindian vitalnya tengah terluka. Saat ini putriku masih dalam perawatan oleh para alkemis balai pengobatan istana, dan kuharap kau dapat mengerti dengan masalah yang terjadi pada putriku," jawab sang kaisar.
"Aku tau itu, dan aku datang ke sini untuk menyembuhkannya. Yang mulia adalah saudaraku, dan aku berharap yang mulia mempercayai kesembuhan putrimu padaku," ucap Nien Chu.
Kaisar Annshor menatap tajam ke arah Nien Chu, dan dia tahu jika perkataan Nien Chu kali ini bersungguh-sungguh karena terlihat keseriusan di wajahnya.
"Jika memang kau akan menyembuhkan putriku maka aku akan berterima kasih akan hal itu. Nien Chu kapan kau akan menyembuhkan putriku?" tanya kaisar Annshor.
"Malam ini aku akan menyembuhkannya dan aku harap yang mulia mempercayakan kesembuhan Putri Annchi kepadaku, dengan tak terlibat dalam penyembuhannya."
Kaisar Annshor menghela nafas dalam-dalam, memang saat ini putrinya tengah dalam masalah yang membuatnya semakin terpuruk dan kehilangan kepercayaan diri, selain tak dapat melakukan kultivasi putrinya juga menderita karena perasaan hati.
Menyikapi itu semua pada akhirnya sang Kaisar akhirnya menyetujui apa yang inginkan Nien Chu pada putrinya.
"Karena kita kita bersaudara maka aku aka mempercayai kesembuhan putriku padamu. Nien Chu.., Aku sangat menyayangi putriku dan aku ingin kau menyelesaikan masalah hubunganmu dengannya secara baik-baik dan dengan kepala dingin. Nien Chu putriku saat ini tengah berada di taman istana, kau boleh menemui sekarang," ucap kaisar Annshor.
"Terimakasih yang mulia," ucap Nien Chu.
Setelah berpamitan denganmu sang kaisar, Nien Chu kemudian melangkahkan kakinya menuju taman istana, dan benar saja disebuah kursi taman tampak Putri Annchi tengah duduk sendiri.
__ADS_1
Putri Annchi begitu sangat terkejut melihat sosok pemuda yang saat ini ada di dalam pikirannya, kini telah berdiri tepat di hadapannya yang membuat sang putri menjadi salah tingkah dibuatnya.
Nien Chu kemudian melangkahkan kakinya menuju kursi dan duduk di dekat Sang Putri.
"Putri.., aku telah mengetahui semua yang telah terjadi, dan kuharap kau tak salah pilih dengan memilihku sebagai pasangan hidup mu," ucap Nien Chu dengan menatap jauh ke depan.
"Maafkan aku karena telah melakukan hal bodoh hanya untuk meyakinkan diriku jika aku masih bisa tetap bertahan walaupun tanpamu di sisiku, dan aku tak menyangka jika apa yang telah kulakukan saat itu telah membuatku sangat menderita karena harus jauh darimu."
"Nien Chu Aku sangat mencintaimu dan kuharap kau mau untuk menerima aku kembali," pinta sang putri dengan memberanikan diri menatap wajah Nien Chu.
"Aku akan menyembuhkan mu terlebih dahulu sehingga kau dapat berkultivasi kembali, setelah itu aku akan menjawab apa yang menjadi permintaanmu ini," jawab Nien Chu.
Putri Annchi mengalihkan pandangannya dan menatap jauh ke depan, dari bahasa Nien Chu sang putri merasakan ada sesuatu hal yang membuat dirinya semakin bertanya-tanya akan keseriusan Nien Chu padanya, tapi tapi sang putri berusaha tetap tenang untuk menyikapi itu semua.
"Trimakasih karena kau telah mau untuk menyembuhkan luka dalam yang ku derita," jawab putri Annchi.
"Jika begitu aku akan menyembuhkan mu di tempat kediaman mu, karena di tempat ini kurang tepat bagiku untuk menyembuhkanmu," ucap Nien Chu.
Pada akhirnya mereka berdua berjalan menuju ke tempat kediaman sang putri, yang jarak dari taman dan kediaman sang putri cukup lumayan jauh.
Sepanjang perjalanan mereka hanya diam dan larutan dalam pikiran mereka masing-masing.
Terlihat kecanggungan yang ada diantara mereka berdua, tak ada kemesraan apalagi tegur sapa hingga mereka berdua sampai di depan bangunan besar yang merupakan tempat kediaman Sang Putri.
"Silahkan duduk Nien Chu, aku akan mengambilkan mu minum," ucap putri Annchi sambil mengembalikan tubuhnya untuk melangkah pergi dari tempat itu.
__ADS_1
Dengan cepat Nien Chu menangkap salah satu tangan sang putri, hingga membuat sang putri menghentikan langkahnya.
Bersambung.