Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Pernikahan


__ADS_3

Setelah mendapatkan izin dari kaisar langit bagi pernikahan Thien yu dan Dewi Yun Shi, maka Dewa suci dan Dewa agung segera memanggil seluruh jajaran petinggi istana langit, serta para dewa dan Dewi yang mempunyai peran penting bagi nirwana, untuk segera melakukan rapat tertutup dalam membahas pernikahan Thien yu sekaligus menobatkannya sebagai kaisar langit yang baru, yang akan di selenggarakan secara besar besaran di istana langit.


Dewa suci di dalam rapat tersebut telah membagi tugas kepada masing masing Dewa dan Dewi, agar dapat menjadikan acara tersebut menjadi acara terbesar sepanjang sejarah kekaisaran langit.


Sementara itu di dalam istana langit, pangeran Yun dai dan pangeran Yun Shan datang ketempat dimana kediaman putri Yun Shi berada, semua itu untuk membahas masalah pernikahan adiknya, yang bagi kedua pangeran pernikahan itu merupakan akal akalan Thien Yu agar dapat menjadi kaisar langit.


"Shi'er ada baiknya kau pertimbangkan kembali masalah pernikahanmu dengan Thien Yu, dia orang yang tak baik bagi teman hidupmu, kau lihat bagaimana dia berpura pura baik dan menjadi orang yang paling berjasa dimata semua penghuni nirwana, serta dapat meyakinkan kedua Dewa tertinggi langit hingga mereka menghukum Ayah kita dengan sebegitu beratnya. Adik apa yang kau lihat dari diri Thien Yu hingga kau mau di nikahi olehnya?" tanya pangeran Yun dai dengan sedikit penekanan di perkataannya.


"Kak Yun dai, aku mencintainya tulus dari hatiku yang paling dalam, dan kak Thien Yu yang kak Yun dai celah itu tak seperti apa yang kak Yun dai pikirkan, dia pemuda baik dan selalu membuatku nyaman berada di dekatnya," jawab Dewi Yun Shi.


"Adik dia menikahimu karena dia ingin menjadi kaisar langit mengantikan posisi ayah, dan menggeser kedudukan kak Yun dai untuk menjadi kaisar di istana langit dengan menikahimu.


Dengan adanya dukungan yang besar dari para Dewa dan Dewi di nirwana, hal itu telah membuatnya menjadi calon tunggal yang akan menduduki singgasana kekaisaran langit setelah menikahimu.


Adik, pemuda itu sangat licik, dia telah berhasil mendapatkan mu yang merupakan Dewi tercantik di seluruh alam dan nirwana, sekaligus mendapatkan tahta kekuasaan langit dengan cara yang kotor," timpal pangeran Yun Shan dengan amarah di wajahnya.


Terlihat putri Yun Shi terdiam, hanya air mata yang mulai menetes di pipinya tanpa adanya suara yang terdengar dari mulutnya.


Tak lama kemudian sang putri pun berkata, "Kak Yun dai, kak Yun Shan, pernahkah kalian melihat ku bahagia seperti apa yang kurasakan saat bersama kak Thien Yu?. Dahulu Kalian pernah berjanji padaku untuk membahagiakanku setelah ibu kita tiada, tapi apa kenyataan yang kurasakan, kalian berdua malah ingin merebut kebahagiaan yang telah kudapatkan saat ini.


Ingat kak, pernahkah kalian berdua membahagiakanku seperti apa yang kalian berdua janjikan sampai aku sedewasa ini? kalian berdua sedari kecil hanya sibuk berlatih bersama dewa suci dan dewa agung hingga kalian berdua melupakanku.


Jika kalian berdua ingin memisahkan ku dengan kak Thien Yu, atau berusaha menghancurkan acara pernikahan ku maka kalian berdua akan melihat mayatku hari itu juga!!" ancam putri Yun Shi kemudian dia pun bangkit berdiri dan meninggalkan tempat itu.


Kedua pangeran tak bisa berkata apa-apa lagi dengan kekerasan hati sang adik, mereka berdua pun tak ingin jika kebahagiaan adiknya itu akan hilang dengan memisahkan nya dari Thien Yu.


Kali ini kebahagiaan sang adik merupakan prioritas utama bagi keduanya, sehingga mereka memutuskan untuk mengikhlaskan tahta istana langit kepada Thien Yu, demi kebahagiaan sang adik.


"Tunggu adik, bukan bermaksud ku untuk melukai hatimu seperti ini, hanya saja kami ingin memastikan apakah pemuda itu benar-benar pilihan hatimu dan tak ada unsur paksaan dari kedua Dewa tertinggi langit," ucap pangeran Yun dai.


"Sudah ku katakan kak Thien Yu adalah pilihan hatiku, dan tak ada unsur paksaan dari orang lain," jawab Dewi Yun Shi.


"Adik, tak mungkin kami akan menggagalkan pernikahanmu sementara itu merupakan kebahagiaan yang kau inginkan. Kami berdua akan merestui mu untuk menikah dengan Thien Yu," ucap pangeran Yun dai kembali.


Mendengar perkataan kakak tertuanya, Dewi Yun Shi merasa senang dan diapun langsung memeluk kedua kakaknya tersebut.


Kedua pangeran ikut merasa senang karena melihat kebahagiaan terpancar dari wajah sang adik yang mereka sayangi, yang begitu menginginkan Thien Yu sebagai pasangan hidupnya, dan pada akhirnya kedua pangeran mengikhlaskan jika singa sama tata kekaisaran istana langit jatuh ke tangan Thien Yu.

__ADS_1


*****


Pagi nan cerah, di istana langit terjadi pernikahan antara Thien Yu dan Dewi Yun Shi.


Dewa dan Dewi berdatangan untuk mengucapkan selamat atas pernikahan itu, dan tampak kelima putri ikut dalam suasana sukacita atas pernikahan yang terjadi walaupun di hati mereka begitu sangat iri melihat Dewi Yun Shi duduk berdua dengan Thien Yu di singgasana kaisar langit, dalam acara sakral pernikahan.


Acara pernikahan berlangsung hikmat, hadiah dari para dewa dan Dewi di nirwana menambah semarak acara pernikahan itu.


Kedua pangeran yang tadinya membenci Thien Yu, kini hadir di sisi Dewi Yun Shi untuk menjadi saksi atas pernikahan yang terjadi.


Tiba tiba semua dewa dan Dewi yang hadir di acara itu terdiam, saat melihat seorang laki-laki setengah baya yang memakai pakaian seadanya memasuki ruangan pernikahan itu.


Laki laki itu adalah Kaisar langit terdahulu, yang datang membawa sebuah mahkota di tangannya.


Kaisar langit terdahulu dapat keluar sesaat dari tempat hukumannya, karena adanya bantuan dari dewa suci dan Dewa Agung yang menginginkan agar Kaisar langit terdahulu menyaksikan pernikahan putri kesayangannya.


Saat melihat sang ayah, Dewi Yun Shi segera berlari ke arahnya dan memeluk Kaisar langit terdahulu dengan hangat, dia tak menyangka jika sang ayah dapat melihat dan menyaksikan pernikahannya hari itu.


Tangis sang Dewi pecah di dada bidang sang ayah, yang membuat rasa haru kini menyelimuti acara pernikahan tersebut.


"Hentikan tangismu putriku, kau sekarang ini telah dewasa karena telah mempunyai pendamping hidup di masa depanmu, sekarang ini kau tak bisa lagi bermanja-manja denganku maupun kedua kakak mu, karena tempat mengadu keluh kesah, suka duka, bahagia dan apapun itu, saat ini berada di pundak suami mu Thien Yu, dan kuharap kau dapat menjadi istri yang baik baginya," ucap kaisar langit terdahulu.


Kaisar langit terdahulu menggandeng tangan putrinya menuju ke arah Thien Yu yang tengah berdiri menyambut kedatangannya.


"Saat ini kau adalah bagian dari keluargaku karena telah menikahi putriku, setelah banyaknya masalah yang terjadi di antara kita berdua maka hari ini kuanggap semua itu telah berlalu, dan sekarang kau adalah putraku karena telah dikasih putriku Dewi Yun Shi.


Aku ingin kau menjaga putriku dengan baik, bahagiakanlah dia Karena kaulah tujuan hidupnya saat ini," ucap kaisar langit terdahulu.


"Aku akan menjaga Dewi Yun Shi dengan sebaik-baiknya, dan aku akan membahagiakan dia seperti layaknya suami menyayangi istrinya.


Trimakasih karena Ayah telah datang ke acara pernikahan kami ini, dan ini merupakan kado yang sangat spesial dan tak pernah terlupakan bagi kami berdua," jawab Thien Yu.


"Kemarilah putraku," ucap kaisar terdahulu.


Thien Yu pun datang ke arah sang Kaisar terdahulu, dan tanpa Thien Yu sadari sang Kaisar terdahulu langsung memeluknya dengan hangat.


Setelah itu sang kaisar lalu memasangkan mahkota sebagai simbol pemimpin istana langit bagi Thien Yu.

__ADS_1


Tak lama kemudian sang Kaisar langit terdahulu berkata dengan lantang, agar perkataannya itu terdengar oleh para dewa dan dewi yang berada di dalam acara pernikahan itu.


"Mulai sekarang putraku Thien Yu telah sah sebagai Kaisar langit yang menggantikanku untuk memimpin Nirwana," ucapnya.


Tepuk tangan seluruh hadirin yang mengikuti acara pernikahan tumpah ruah di tempat itu, Dewa Agung dan Dewa suci kini dapat tersenyum dengan lega, karena apa yang selama ini mereka inginkan telah terwujud yaitu menjadikan Thien Yu sebagai kaisar langit.


Kebahagiaan pun meliputi seluruh penghuni istana maupun keluarga Thien Yu sendiri, dan hari itu Thien Yu resmi diangkat sebagai Kaisar langit.


Malam pun tiba, setelah semua dewa dan Dewi yang mengikuti acara pulang ke tempat mereka masing-masing, begitupun dengan ke-5 Putri yang juga pulang mengikuti Dewi Limudza kembali ke hutan binatang Dewa, kini tiba waktunya Thien Yu memasuki kamar pengantin yang dihias seindah mungkin oleh pihak istana.


Terlihat Dewi Yun Shi tengah duduk di pembaringan menantikan kedatangan Thien Yu.


Thien Yu duduk di pembaringan yang terdapat Dewi Yun Shi disana. Dengan perlahan Thien Yu menyikap tirai yang menutup wajah Dewi Yun Shi.


Tampak wajah Dewi Yun Shi begitu sangat cantik di mata Thien Yu, dan aroma wangi yang keluar dari tubuh sang Dewi seketika itu menggetarkan hatinya.


"Kau begitu sangat cantik Dewi, dan aku sangat beruntung dapat memilikimu sebagai istriku," ucap Thien Yu memulai percakapannya.


Tak ada kata yang keluar dari bibir sang Dewi, karena dia begitu malu berada di dalam kamar dengan seorang pemuda yang selama ini tak pernah dialaminya.


Dewi Yun Shi tertunduk malu dan tak berani menatap ke arah Thien Yu, karena malam ini sang dewi benar-benar merasa gugup terhadap suaminya itu, karena dia harus melakukan kewajibannya sebagai seorang istri yaitu melayani suaminya di atas pembaringan, yang belum pernah dilakukannya selama hidup.


"Hai..., Mengapa kau segugup ini bukankah saat ini aku adalah suamimu, jika malam ini kau belum siap untuk bercinta denganku, maka kita bisa melakukannya di hari-hari yang lain, karena aku tak ingin kau melayaniku dengan terpaksa," ucap Thien Yu dengan mengangkat dagu sang Dewi dengan tangan kanannya, agar Sang Dewi dapat melihat kearahnya.


"Aku adalah istrimu sekarang dan wajib bagiku untuk melayani mu, aku hanya merasa malu karena aku belum pernah bersama seorang pemuda di dalam kamar seperti ini," ucap Dewi Yun Shi dengan kepolosannya.


"Ha..ha..ha..," tawa kecil Thien terdengar dengan jawaban Sang Dewi, diapun lantas merebahkan tubuhnya di atas pembaringan dengan menatap langit-langit ruangan kamar itu.


Melihat hal itu, sang Dewi lantas melepaskan pakaian yang dikenakannya, karena di dalam pikirannya saat ini, hari ini atau esok dia pasti akan melayani suami yang telah sah menjadi pasangan hidupnya.


Pakaian sang Dewi berserakan di lantai kamar itu, hingga tak ada satu benang pun yang menutupi tubuhnya.


Tampak lekuk-lekuk tubuh sang Putri begitu indah di mata Thien Yu, yang membuat keperkasaan Thien Yu bangkit dengan sendirinya tanpa ada yang menyuruhnya.


"Kak Thien aku telah siap," ucap Dewi Yun Shi dengan bibir yang bergetar.


Bersambung.

__ADS_1


2 episode ku jadikan 1 kk


__ADS_2