
Kali ini Thien Yu sudah tak bisa lagi membendung amarahnya, darah di tubuh seperti mendidih melihat kematian salah seorang pengikut terbaiknya.
Thien Yu mengambil energi murni yang diberikan gonggo sebelum kematiannya, dan menyimpan energi itu ke dalam alam batinnya untuk diberikannya kelak kepada Feng Yu kakaknya, setelah dia dapat selamat dalam menghadapi pertempuran dengan dewa-dewa Di Nirwana.
Kekuatan gabungan antara teratai Nirwana dan kekuatan dari Dewa ilahi berkumpul menjadi satu, dengan banyak teratai bercahaya emas yang bertebaran di udara.
Teratai percaya emas seketika itu juga melesat cepat menuju ke arah para pasukan istana langit, hingga membuat para pasukan istana langit yang terkena serangan teratai bercahaya emas hancur menjadi debu.
Kali ini tak ada pilihan bagi Dewa agung, karena kerusakan yang dilakukan oleh Thien Yu di nirwana, membuat salah satu Dewa tertinggi di nirwana itu pada akhirnya menyerang Thien Yu dengan pusaka pagoda Dewa yang di milikinya.
Thien Yu yang telah mengetahui kekuatan pagoda yang dimiliki oleh Dewa agung sebelumnya, seketika itu mempersiapkan sebuah teratai gabungan dari kekuatan Dewa Ilahi dan kekuatan teratai Nirwana, untuk menghalau pagoda yang merupakan senjata terkuat yang di Dewa agung.
Dan pada akhirnya dua kekuatan besar saling bertemu di udara, yang mengguncangkan seluruh Nirwana.
Akibat benturan dua kekuatan maha dahsyat yang terjadi, membuat pagoda yang menjadi senjata andalan Dewa agung selama ini retak di berbagai tempat.
Akibatnya Dewa agung pun kini terluka oleh serangan maha dahsyat yang dilakukan oleh Thien Yu.
Kaisar langit yang diam-diam melakukan penyerangan terhadap Thien Yu menggunakan senjata pusakanya yang berwujud naga emas, dapat diketahui oleh Thien Yu, yang membuat Thien Yu melepaskan tombak Dewa Ilahi ke arah naga emas yang menuju ke arahnya.
Tak hayal lagi benturan hebat kembali terjadi di udara, yang membuat Kaisar langit terhempas jauh ke belakang yang menandakan jika kekuatan yang dimiliki oleh oleh kaisar langit, kini berada di bawah Thien Yu.
Melihat kaisar langit terluka, membuat ketiga jendral langit langsung menyerang Thien Yu dengan kekuatan terkuat mereka.
__ADS_1
Melihat hal itu, Thien Yu segera mengibaskan tangannya hingga puluhan jarum emas raksasa yang merupakan penggabungan teratai nirwana dan jari matahari, seketika itu menyambut datangnya serangan dari ketiga jendral istana langit.
Kekuatan ke 3 jendral istana langit tak mampu menahan kekuatan yang Thien Yu lepaskan, akibatnya mereka pun menjadi tumbal kemarahan Thien Yu yang berakibat tewasnya ke 3 jendral dengan tubuh yang tertembus jarum emas milik Thien Yu.
Dayu haitang yang telah menguasai kekuatan Dewa api kuno, datang kehadapan Thien Yu untuk bertarung dengannya.
"Aku yang akan menghadapimu dan kita buktikan siapa yang terkuat diantara kita, karena saat ini aku telah siap bertarung sampai mati denganmu," ucap Dayu haitang.
Setelah berkata seperti itu, putra Dewa api langsung mengeluarkan kekuatan terkuatnya, hingga membuat pertarungan antara dirinya dan Thien Yu kini terjadi.
Thien Yu tak menyangka jika Dayu haitang telah menjadi petarung yang kuat, karena Thien Yu dapat merasakan kekuatan Dayu haitang saat ini telah bekali kali lipat lebih kuat dari sebelumnya.
Tubuh Dayu haitang kini berselimutkan kobaran api berwarna biru, api itu merupakan armor pelindung baginya dalam meredam serangan Thien Yu.
Thien Yu yang sebelumnya telah bertarung melawan penghuni istana langit, perlahan-lahan tenaganya pun mulai berkurang, energi dari teratai Nirwana yang selama ini menyuplai energi besar yang di keluarkan oleh Thien Yu, perlahan lahan mulai menipis.
Walaupun teratai nirwana masih dapat menyuplai kekuatan energi kedalam dantian Thien Yu, akan tetapi dengan kekuatan besar dari gabungan energi Dewa Ilahi dan teratai Nirwana, serta teknik jari matahari yang saat ini mampu memporak-porandakan pasukan istana langit, membuat energi teratai mirwan semakin berkurang dan harus memerlukan waktu bagi Thien Yu untuk menyerap energi alam semesta dalam memenuhi kembali energi teratai Nirwananya.
Kembali Thien Yu mengeluarkan tombak Dewa Ilahi untuk menangkis kekuatan besar dari Dayu haitang yang saat ini menguasai kekuatan Dewa api kuno.
Ledakan energi yang terjadi membuat kedua petarung itu sama sama terseret kebelakang. Dayu haitang yang menggunakan kekuatan Dewa kuno ditubuhnya, kini telah di kuasai aura jahat yang tak bisa lagi dikendalikannya, semua itu karena adanya napsu membunuh Thien Yu di tubuh Dayu haitang.
Api ditubuhnya pun kini telah berubah menjadi hitam dan mengeluarkan aura jahat yang sangat menindas, yang membuat Dayu haitang tak terkendali lagi dengan menyerang siapa saja yang berada di dekatnya, termasuk Dewa agung yang masih memulihkan diri.
__ADS_1
Akibat kekuatan Dewa api kuno yang terkendali, membuat banyak dari para pasukan istana langit yang mati terbakar menjadi debu akibat keganasan kekuatan Dewa api kuno milik Dayu haitang.
Melihat Dayu haitang mengamuk kepada siapa saja yang dilihatnya, kesempatan itu membuat Thien Yu menjauh untuk memulihkan kekuatan bunga teratai nirwana ditubuhnya dengan menyerap energi alam semesta, agar dapat membantunya dalam menghadapi Dewa suci yang tentunya akan membantu istana langit dalam menghadapinya.
Beberapa dewa dan petinggi istana langit yang kondisinya telah membaik, bersama sama menyerang Dayu haitang untuk melumpuhkannya, termasuk Dewa agung dan Dewa api yang merupakan ayah kandung Dayu haitang.
Dewa api tak menyangka jika putranya telah menguasai kekuatan Dewa api kuno yang selama ini di simpannya, tapi keresahan kini membelenggu hatinya karena Dayu haitang tak mampu mengendalikan kekuatannya itu, malah sebaliknya kekuatan Dewa api kuno yang haus akan peperangan yang mengendalikan Dayu haitang saat ini, hingga membuat kehancuran nirwana semakin parah.
Dewa agung yang merupakan Dewa terkuat ke dua setelah dewa suci, yang kini menghadapi Dayu haitang langsung, hingga pertarungan mereka membuat nirwana semakin bertambah hancur dengan kerusakan di sana sini.
Dewa api yang ikut membantu Dewa agung pada akhirnya tewas di tangan putranya sendiri, itu terjadi karena karena Dewa api ingin menyadarkan putranya dari kendali kekuatan Dewa api kuno di tubuhnya.
Dayu haitang terus mengamuk hingga sebuah kekuatan besar yang mengandung kekuatan kehidupan dan kematian milik Dewa suci, akhirnya melumpuhkannya.
Dayu haitang tergeletak di tanah dengan tubuh terluka parah. Dewa suci sangat miris melihat istana langit yang porak poranda, semua yang terjadi akibat ke egoisan kaisar langit yang tak mampu bijak sana dalam mengambil keputusan.
Dewa suci melangkah kearah Dewa Agung dan berkata.
"Kembalilah ke kuil suci, gantikan aku dalam menutup alam semesta karena jika Dewa mulia dan para pelahap tau keadaan nirwana saat ini, maka Dewa mulia akan mudah menguasai nirwana," ucapnya.
"Baik dewa suci, aku akan kembali ke kuil suci," jawab Dewa agung.
Bersambung.
__ADS_1