
Pagi hari di dalam klan Wutang, tampak seorang gadis yang memakai cadar tengah berlatih keras untuk menguasai sebuah teknik pedang yang mempunyai kualitas tingkat tinggi, gadis itu adalah Syin Yin.
Walaupun seorang diri, dengan petunjuk dari sebuah kitab kuno langit yang ada padanya, serta pemahaman dari teknik kultivasi yang diberikan Thien Yu, perlahan-lahan Syin Yin berhasil menguasai tahap pertama dari tehnik pedang 8 pilar surgawi yang di berikan thien Yu padanya.
"Tahap pertama dari kitab 8 pilar surgawi telah ku kuasai, sungguh tehnik yang maha dasyat, berada jauh dengan tehnik mistik pedang persik yang ku latih selama ini, aku akan meminta ayah agar dapat membantuku untuk membentuk tulang Naga langit, dengan bantuan Kristal artefak bulan pemberian dari thien Yu," batin Syin Yin.
"Thien Yu..!!" nama itu seketika menggema di hati Syin Yin.
"Mengapa aku selalu memikirkan pemuda itu, Ackh..!! aku harus membuang jauh jauh perasaan aneh ini," bisik Syin Yin sambil menghirup udara dalam dalam dan menghembuskan keluar secara perlahan lahan.
Dengan segera Syin Yin meninggalkan hutan tempat berlatihnya, menuju ketempat kediaman sang ayah.
Syin Yin langsung menghadap ayahnya yang sedang santai di depan sebuah alat musik kecapi yang tengah dipetiknya.
"Ayah.., aku ingin meminta sesuatu hal darimu," ucap Syin Yin.
Ketua Syin Yang menatap kerah putrinya sambil berkata.
"Apakah yang kau minta itu ada hubungannya dengan teknik yang kau pelajari sekarang?" tanya ketua Syin Yang.
Syin Yin sangat terkejut mendengar jawaban dari sang ayah, dia tak menyangka jika sang ayah mengetahui latihan yang selama ini dilakukannya.
"Apakah ayah mengetahui tentang latihanku?" ucap Syin Yin balik bertanya.
"Kau adalah putriku satu satunya, tentu ayah selalu memantau dan melihat setiap perkembangan latihan mu, apalagi tehnik yang kau gunakan bukanlah tehnik pedang dari klan kita, dan juga tehnik kultivasi yang kau lakukan setiap malam juga bukanlah dari klan kita.
__ADS_1
Ayah tak permasalahkan teknik apa yang kau pelajari selama teknik itu tak membahayakan dirimu, dan harus kuakui teknik yang kau pelajari merupakan teknik yang sangat berkualitas, dan ayah yakin dengan teknik yang kau pelajari itu, kau akan dapat melampaui kultivasi kedua kakakmu suatu hari kelak," jawab ketua Syin Yang.
"Ayah, aku memang tengah mempelajari sebuah teknik dari kitab kuno pemberian dari seorang teman, dia memberikan kitab kuno itu sebagai hadiah karena aku telah berteman dengannya," ucap Syin Yin.
Ketua Syin Yang menghentikan permainan kecapinya dan kembali menatap kearah putrinya, selama ini dia menyangka jika putrinya telah mendapatkan seorang guru yang sangat kuat, tapi kenyataannya, dengan pengakuan dari putrinya membuat ketua Syin Yang merasa heran, mengapa ada seseorang yang memberikan sebuah kitab kuno yang sangat berkualitas kepada Syin Yin dengan ikatan pertemana, hal ini membuat ketua Syin Yang menjadi sangat penasaran siapakah orang yang telah memberikan kitab kuno itu kepada putrinya.
"Yin'er, siapakah yang telah memberikan kitab kuno yang berkualitas itu padamu?, aku ingin kau menjelaskannya padaku sekarang," ucap ketua Syin Yang dengan wajah serius.
Syin Yin menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan, kali ini dia terjebak dengan perkataannya sendiri yang membuat rasa ingin tahu ayahnya semakin kuat terhadap pemuda yang telah memberikannya sebuah kitab kuno.
"Ayah, dia adalah pemuda seusiaku yang bernama Thien Yu, dia mempunyai unsur kultivasi bertipe api. Dan kitab kuno itu tak sesuai dengan unsur kultivasinya maka kitab kuno itu di hadiahkan nya ke padaku.
Semua itu karena Thien Yu melihat kultivasi yang ku miliki sesuai dengan tipe roh yang ada pada kitab kuno itu," jawab Syin Yin.
"Maksud ayah?" tanya Syin Yin.
"Putriku, tak ada satupun orang di dunia ini yang mau memberikan kitab kuno berkualitas tinggi, jika dia tak menaruh rasa suka terhadapmu apalagi dia merupakan seorang pemuda yang seusia dengan mu. Putriku, ayah tak mempermasalahkan hubungan mu dengan pemuda itu selama pemuda tersebut dari keturunan orang baik-baik, dan mempunyai silsilah dari kasta yang sederajat dengan kita," jawab ketua Syin Yang.
Syin Yin terdiam dan menyikapi semua perkataan dari ayahnya, "Aku tak mau banyak berharap, belum tentu Thien Yu menyukaiku, lebih baik aku fokus dalam meningkatkan kultivasi ku hingga hari dimana kami bertemu kembali, di saat itu aku telah menjadi kuat," batin Syin Yin.
"Ayah aku ingin membentuk tulang Naga langit di tubuhku, dan aku ingin ayah membantuku," ucap Syin Yin tiba tiba yang mengejutkan sang ayah atas permintaannya.
"Syin'er, untuk membentuk tulang Naga langit di tubuhmu, tak semudah membalikkan telapak tangan, ada hal-hal yang harus dicari sebagai penunjang nya dan benda penunjang tersebut sangat sulit untuk didapatkan, lebih baik kau urungkan niat mu untuk membentuk tulang Naga langit, karena ayah tak mempunyai barang penunjang tersebut," jawab ketua Syin Yin.
"Apakah yang ayah maksud benda ini!" ucap Syin Yin.
__ADS_1
"Kristal artefak langit!!, dari mana kau mendapatkan benda selangka ini?, dengan benda ini, kultivasi bertipe roh sepertimu akan sangat mudah untuk membentuk tulang Naga langit, jangan jangan kau mendapatkan benda ini dari pemuda yang bernama Thien Yu itu?" tanya ketua Syin Yang.
"Iya ayah" jawab Syin Yin singkat.
"Ha...ha...ha .!!, aku semakin penasaran dengan pemuda yang telah memberikan benda-benda berharga nya pada putriku yang cantik ini. Baik putriku, persiapkan dirimu untuk segala keperluan dalam membentuk tulang Naga Langit yang akan kita laksanakan besok pagi," ucap ketua Syin Yang.
"Baik ayah, aku akan mempersiapkan diriku untuk melakukan pembentukan tulang Naga Langit," jawab Syin Yin.
*****
Di dalam lobang yang sangat dalam, Thien Yu mulai tersadar dari pingsannya. "Akch dimanakah ini," batinnya.
Thien Yu segera mencerna keadaan yang ada, dan mengingat-ingat kembali apa yang telah terjadi sebelum nya, hingga dia berada di tempat lembab seperti ini.
"Aku ingat sekarang, aku dan Xiozi telah jatuh ke dalam lubang, berarti tanah lembab dan basah ini merupakan dasar lobang," bisik Thien Yu.
Thien Yu segera mengeluarkan sebuah belati merah darah dari dalam cincin penyimpanannya, cahaya merah darah dari belati itu dapat menerangi area sekitar tempat Thien Yu berada.
"Xiozi...!!" pekik Thien Yu.
Thien Yu segera melesat ke arah Xiozi yang tergeletak di dasar lobang, kemudian memeriksa keadaannya.
"Dia masih hidup, akan tetapi kondisinya sangatlah lemah, racun api hitam yang ada di tubuhnya pun telah menjalar kemana-mana, jika tidak diselamatkan hal ini akan mengancam nyawa Xiozi. Aku harus segera melakukan sesuatu jika tidak akan sangat berbahaya bagi keselamatannya," bisik Thien Yu.
Thien Yu segera mengangkat tubuh Xiozi, untuk mencari tempat kering di area dasar lobang.
__ADS_1