Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Menemui guru


__ADS_3

Seminggu telah berlalu pertarungan antara kelompok pesisir pantai dan kelompok gurun pasir, dengan segala pertimbangan pada akhirnya panitia penyelenggara turnamen mengumumkan jika kelompok Nien Chu berhasil lolos ke fase selanjutnya.


Kelompok Nien Chu kini kembali lengkap 5 orang, dengan kondisi semua anggotanya yang telah pulih dari cedera yang dialami.


Di dalam sebuah ruangan mereka berlima saling berdiskusi antara satu dengan yang lainnya, untuk membahas mengenai kemenangan ras elf lembah salju dalam turnamen menghadapi ras elf bola mata hijau dari hutan dan pegunungan.


Di dalam kelompok Nien Chu, Anchen yang merupakan ketua kelompok tak bisa memutuskan suatu hal, tanpa persetujuan dari Nien Chu yang merupakan anggota penting dalam kelompoknya


"Strategi apa yang harus kita lakukan untuk menghadapi kelompok dari lembah salju?" tanya Anchen.


"Kelompok lembah salju merupakan kelompok kuat karena dahulu ketua You you yang merupakan guru sekaligus pembimbing para murid lembah salju, pernah memenangkan turnamen yang diselenggarakan oleh istana, kurasa saat ini mereka semua telah mempersiapkan strategi khusus dalam menghadapi kita."


"Aku ingin kita dapat memenangkan pertarungan satu lawan satu melawan mereka, jika sampai terjadi pertarungan kelompok Aku meragukan jika kita akan memenangkannya," jawab Nien Chu.


"Nien Chu saat ini kita tak bisa memilih lawan, karena saat ini pihak penyelenggara akan mengundi siapa yang akan bertarung di atas arena," ucap Anchen.


Nien Chu terdiam, dan memikirkan bagaimana cara agar dapat mengalahkan kelompok lembah salju.


"Masih ada dua hari lamanya kita beristirahat sebelum pertarungan itu terjadi, berikan waktu bagiku untuk berpikir bagaimana strategi yang harus kita gunakan, dan langkah apa yang akan kita perbuat agar dapat memenangkan pertarungan itu," ucap Nien Chu.


Setelah berbincang-bincang beberapa saat lamanya, pada akhirnya pembicaraan itu usai tanpa menemukan solusi dalam menghadapi para Elf lembah salju.


Nien Chu kemudian melakukan meditasi untuk menemui sang guru di dalam Dantiannya.


"Guru pertarunganku dengan kelompok lembah salju akan segera di mulai, dan aku belum menemukan strategi terbaik mencari solusi untuk menghadapinya."


"Dapatkah guru mencarikan aku solusi untuk menghadapi pertarungan melawan kelompok dari lembah salju," pinta Nien Chu.

__ADS_1


"Nien Chu, saat ini tak ada pilihan bagi kalian untuk mencari strategi khusus dalam menghadapi mereka, karena dalam pertarungan satu lawan satu para panitia penyelenggara telah mengundinya, dan siapapun nama dari hasil undian yang keluar maka dengan sendirinya merekalah yang akan bertarung."


"Yang menjadi masalah bagi kelompokmu adalah tingkat kultivasi yang kalah jauh dari kelompok mereka, dan hal ini akan mempengaruhi pertarungan satu lawan satu yang terjadi diatas arena."


"Aku hanya akan memberikan satu saran padamu, Aku ingin kau membawa mereka yang memiliki simbol dewa ke dalam alam batinmu, untuk berlatih mengaktifkan simbol pada tubuh mereka," ucap Nien Chu.


"Masud guru...?" tanya Nien Chu.


"Aku akan membantu mereka mengaktifkan simbol Dewa itu, agar kemampuan yang mereka miliki dapat jauh meningkat dari sebelumnya," jawab lelaki paruh baya yang di hadapan Nien Chu.


"Jika guru melakukan hal itu, maka dengan sendirinya mereka akan mengetahui keberadaan guru," ucap Nien Chu.


"Mereka tak akan pernah mengetahui keberadaanku, karena aku berada di dalam Dantianmu, hanya saja mereka akan mengetahui keberadaan inti api hidup, pedang penguasa malam dan rubah ekor 3 yang berada di alam batinmu," jawab inti api surgawi.


"Guru aku tak ingin mereka mengetahui keberadaan inti api hidup di alam batinku, karena belum saatnya bagi mereka untuk mengetahui rahasia kekuatanku," ucap Nien Chu.


"Kau bisa membawa inti api hidup ketempat ini, karena inti api hidup sama sepertiku yang dapat berada di Dantianmu, dan dengan sendirinya pedang penguasa malam pun akan ikut berada disini karena dua kekuatan besar itu merupakan dua kekuatan yang tak dapat terpisahkan," jawab inti api surgawi.


Nien Chu lantas mengeluarkan kekuatan kontrak darah yang di milikinya, dan dalam sekejap pedang penguasa malam yang berselimutkan inti api hidup telah berada di hadapannya.


Tak lama kemudian inti api hidup terpecah, dan membentuk seekor naga hitam dengan mata merah menyala, inti api hidup seperti mendapatkan kekuatan baru setelah berada di Dantian Nien Chu, sehingga dia dapat berubah wujud menjadi seekor naga hitam.


"Naga giok (Wujud inti api hidup), Aku ingin kau berada di sini untuk sementara waktu, alam batinku akan ku gunakan untuk melatih tingkat kekuatan bersama tim dalam kelompokku," ucap Nien Chu.


"Tuan muda, Aku tak keberatan jika terus berada di sini, di dalam alam dantian mu ini aku dapat merasakan kekuatan besar, yang mampu menguatkan kekuatanku berkali-kali lipat dari sebelumnya, kebetulan di dalam Dantianmu ini aku dapat bertemu dengan kawan lamaku sehingga aku tak kesepian," ucap naga giok sambil menatap ke arah inti api surgawi.


"Trimakasih, mulai saat ini kau akan berada di dalam dantianku," ucap Nien Chu.

__ADS_1


Setelah mendapatkan solusi dari sang guru, Nien Chu pada akhirnya menemui keempat sahabatnya.


"Anchu, Siansan, Aku ingin kalian meningkatkan kekuatan di tempat ini, dengan melakukan kultivasi penyerapan Qi murni hingga waktu yang ditentukan untuk bertarung melawan kelompok dari lembah salju tiba," ucap Nien Chu.


"Baik, kami berdua akan melakukan seperti apa yang kau ingin kan," jawab Siansan.


Tak lama kemudian mereka berdua lantas melakukan kultivasi di tempat itu.


Nien Chu mengajak Zhurui dan Anchen menjauh dari keberadaan kedua sahabatnya yang tengah melakukan kultivasi penyerapan Qi murni yang banyak terdapat di tempat itu.


"Apa yang ini kau rencanakan terhadap kami berdua?" tanya Anchen.


"Bermeditasilah, nanti kalian berdua akan mengetahui apa yang saat ini ingin kurencanakan kepada kalian berdua," jawab Nien Chu.


Tak banyak tanya Anchen dan Zhurui akhirnya melakukan meditasi di tempat itu.


Nien Chu pun melakukan hal yang sama dengan melakukan meditasi, tak lama kemudian roh Nien Chu keluar dari dalam tubuhnya, dan langsung memegang pundak kedua sahabatnya itu, hingga roh mereka berdua ikut masuk ke dalam alam batin Nien Chu.


Kedua sahabat Nien Chu begitu sangat terkejut melihat alam yang begitu indah dengan dengan keasrian hutan dan lingkungannya.


"Nien Chu Di manakah kita saat ini?" tanya Zhurui.


"Saat ini kalian berada di suatu tempat dengan berlimpah energi murni di dalamnya, aku tak bisa memberitahu kalian tempat apa ini, karena itu merupakan larangan dari seseorang yang memiliki tempat ini," ucap nien Chu berbohong.


Tak lama seekor rubah putih berekor 3 langsung meloncat ke arah Nien Chu, dengan sigap Nien Chu pun langsung menangkap rubah itu dan menggendongnya.


Yi eng, telah lama aku tak melihatmu, sehingga aku merindukanmu," ucap Nien Chu.

__ADS_1


Mendengar perkataan Nien Chu, Yi eng segera menggesek gesekkan kepalanya di dada bidang Nien Chu, seakan ingin melepaskan rindunya.


Bersambung


__ADS_2