Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Ada rasa di hati


__ADS_3

Thien Yu akhirnya menemukan sebuah bangunan megah, yang berdiri di tengah tengah danau yang airnya berwarna hijau.


Thien Yu, apakah istana ini merupakan istana lumut yang di katakan wanita paruh baya itu?" tanya Xiozi sambil menunjuk kearah bangunan istana megah di tengah tengah danau.


"Melihat penampakannya sepertinya itu adalah istana lumut," jawab Thien Yu.


"Bagaimana cara kita untuk pergi kesana?" tanya Xiozi kembali.


Thien Yu terdiam dan mencerna keadaan yang ada kemudian dia pun berkata, "Sepertinya sang ratu ingin menguji kecerdasan kita, secara logika jika kita melompat langsung kesana itu tidaklah mungkin, karena jarak dari sini ke istana lumut sangatlah jauh. Dan aku rasa ada jalan lain yang menuju ke istana itu," jawab Thien Yu.


Setelah kembali berfikir sejenak, akhirnya Thien Yu mengajak Xiozi untuk berjalan di atas air karena Thien Yu yakin jika jalan lain satu satunya untuk menuju ke istana lumut, hanyalah berjalan diatas permukaan air danau yang berwarna hijau.


"Thien Yu, bukannya berjalan diatas air lebih mustahil lagi, coba kau lihat riak air danau itu begitu berarus yang menandakan jika tak ada jembatan yang menuju kesana," ucap Xiozi.


Mendengar perkataan Xiozi, Thien Yu hanya bisa tersenyum dengan kepolosan yang di perlihatkan oleh wanita muda yang sedari tadi berada di dekatnya.


"Xiozi, kita adalah tamu istana, tak mungkin sang ratu akan menyusahkan kita, coba kau lihat gerbang istana yang berada di hadapan kita, berarti jalan menuju kesana juga ada di hadapan kita, percayalah padaku kau tak akan masuk kedalam air danau itu," ucap Thien Yu.


Dengan perlahan Thien Yu meraih tangan Xiozi, dan membawanya berjalan diatas permukaan air danau.


Xiozi sangat terkejut dengan keberanian Thien Yu yang berani memegang tangannya, dan entah mengapa Xiozi tak mampu untuk menepis genggaman tangan Thien Yu itu.


"Apa yang telah terjadi pada ku?, mengapa aku hanya bisa nurut saat Thien Yu mengandeng tanganku, dan mengapa aku merasakan seperti terlindungi oleh keberadaannya? Celaka!, jangan jangan aku telah jatuh cinta pada Thien Yu," batin Xiozi panik.


Apa yang dikatakan Thien Yu benar benar terbukti, permukaan air danau seperti sebuah daratan yang dapat di pijak. Hal itu membuat Xiozi semakin kagum dengan daya pikir pemuda yang tengah menggandeng tangannya, dan tanpa sadar Xiozi membalas genggaman tangan Thien Yu sambil memandangi wajah Thien Yu dengan tatapan penuh arti.

__ADS_1


Merasakan Xiozi membalas genggaman tangannya, membuat perasaan Thien Yu melambung tinggi dan berbunga bunga.


Tak lama berselang mereka berdua pun tiba di depan gerbang istana, tampak ratu istana lumut telah berdiri menyambut mereka berdua.


"Bagai mana perjalanan menuju kesini, apakah kalian mengalami kesulitan?" tanya sang ratu.


"Aku rasa ujian yang kau berikan hanya di peruntukkan bagi manusia biasa, tak seperti aku yang jenius ini," jawab Thien Yu membanggakan dirinya sambil melirik kearah Xiozi yang berdiri di sampingnya.


Merasa jika perkataan Thien Yu ditujukan padanya, membuat Xiozi bereaksi dengan mencubit perut Thien Yu dengan kuat, sambil memperlihatkan wajah cemberutnya.


Mendapatkan cubitan dari Xiozi, membuat Thien Yu meringis kesakitan, diapun mengelus elus perutnya yang terasa sakit akibat bekas cubitan dari Xiozi.


Dengan masih meringis kesakitan, Thien Yu menatap wajah Xiozi. "Ah..hh, mengapa Xiozi begitu cantik dengan wajah yang seperti ini," ucap Thien Yu dalam hati.


Tiba tiba suara dari ratu lumut mencairkan suasana yang ada. "Sudah sudah, lebih baik kalian ikut aku kedalam istana aku telah mempersiapkan hidangan untuk kalian berdua," ucapnya.


Tampak buah buahan segar begitu banyak terdapat di meja makan itu, tapi tak ada satupun makanan berupa binatang buruan disana yang membuat Thien Yu mengernyitkan keningnya.


"Silahkan duduk," ucap sang ratu yang membuat Thien Yu beserta Xiozi segera duduk di bangku meja makan yang telah di sediakan.


"Kalian berdua pasti bertanya tanya mengapa tak ada satupun hewan buruan berada di atas meja makan ini bukan?" tanya sang ratu yang diketahui bernama Meyling.


Baik Thien Yu maupun Xiozi saling bertatapan sejenak, kemudian mengarahkan pandangannya kearah ratu Meyling dan bersamaan menganggukkan kepala.


Terlihat Ratu Meyling menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan, tak lama kemudian sang ratu pun bercerita.

__ADS_1


"Sebelumnya, hutan istana dan danau istana banyak terdapat hewan buruan, baik berupa ikan, rusa, kelinci hutan dan lain sebagainya, karena kami pun penggemar mahluk hidup membuat kami merawat ekosistem hutan dan danau.


Saat itu kehidupan rakyatku begitu makmur dan tanpa kekurangan makanan sedikitpun.


Semua kebahagiaan kami sirna setelah laba laba iblis ungu datang dan menghancurkan semua yang ada di kerajaan lumut.


Suamiku mati akibat bertarung dengannya dan akupun terluka parah saat itu. Setelah pertarungan yang terjadi sampai detik ini aku tak bisa merubah bentuk tubuhku menjadi ular hijau penguasa danau yang kalian lihat tadi.


Setelah kekalahan kerajaan lumut, kami harus menyediakan makanan baginya berupa mahluk hidup yang berdarah, dan makanan itu harus di sediakan setiap harinya dengan kondisi segar dan masih hidup.


Dengan pola makannya yang besar, lambat laun binatang buruan pun habis. Satu satunya jalan bagi kami semua bertahan hidup dari rasa lapar sang laba laba iblis ungu, yaitu dengan mencari manusia sebagai sumber makanan bagi nya.


Kami pun membuat lobang yang menuju ke permukaan, untuk menembus dimensi dari tempat kami berada dengan dunia para manusia seperti kalian.


Beberapa waktu berlalu, sumber makanan sang laba laba masih dapat kami berikan, hingga pada akhirnya penculikan para manusia yang kami lakukan dapat di ketahui oleh kerajaan buluh surgawi.


Saat itu para jendral ku dapat di jebak oleh para prajurit kerajaan buluh surgawi dan dipenjarakan di penjara bawah tanah oleh sang raja kerajaan buluh surgawi, kabar itulah yang dapat sampai di telingaku oleh salah satu perkataan prajurit istana lumut yang berhasil melarikan diri dari sana, dan sampai saat ini kami tak mengetahui lagi kabar dari mereka semua yang tertangkap, apakah masih hidup, atau sudah mati.


Setelah tak ada lagi cara bagi kami semua untuk mencari sumber makanan bagi sang laba laba iblis ungu, maka kami semua mengadakan undian dan siapa yang terkena undian itu maka dialah yang akan menjadi santapan bagi laba laba raksasa, tak terkecuali aku dan putraku.


Naas bagi putraku, beberapa hari yang lalu dia terkena undian dan harus menjadi santapan sang laba laba, aku tak bisa berbuat apa apa karena semua itu telah menjadi kesepakatan kami semua.


Terlihat ratu Meyling menitikkan air matanya, sambil terisak diapun melanjutkan ceritanya.


Saat ini tersisa sekitar 300 penghuni kerajaan lumut, baik penduduknya maupun penghuni istana semuanya telah terhitung. Selama ini kami berusaha bertahan hidup dengan memakan buah buahan hutan seperti yang ada di meja ini, karena tak ada pilihan lain bagi kami semua untuk bertahan hidup.

__ADS_1


Saat melihat kalian berdua telah membunuh laba laba iblis ungu, membuat kami semua bersuka cita dan dapat bernapas dengan lega karena momok menakutkan yang selama ini menghantui kehidupan kami telah lenyap.


Terimakasih atas semua yang telah kalian lakukan pada kerajaan kami," ucap ratu Meyling mengakhiri ceritanya.


__ADS_2