Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Murka Nien Chu.


__ADS_3

Tency datang dan langsung melaporkan mengenai pemuda yang memiliki simbol dewa di tubuhnya.


"Tuan muda, pemuda itu merupakan putra seorang bangsawan kekaisaran pheonix, aku telah mengikutinya akan tetapi segel pelindung istana begitu sangat kuat, sehingga aku tak bisa masuk kedalam istana."


"Satu hal lagi yang mencemaskan ku yaitu adanya Aray pelindung di setiap sudut istana, yang bagaikan mercusuar yang siap menghancurkan tubuhku jika aku sampai nekat menerobos masuk kedalam istana Pheonix," ucap Tency.


"Masih banyak waktu untuk kita bisa menemuinya, untuk saat ini lebih baik kita fokus pada turnamen yang akan diadakan di kekaisaran pheonix, aku ingin An Yue ikut dalam turnamen itu untuk mewakili kekaisaran dataran langit."


"Aku akan mengabarkan hal ini kepada kaisar Annsher, agar dia tak mengirimkan perwakilan dari dataran langit untuk mengikuti turnamen beladiri itu," ucap Nien Chu.


"Aku akan mendaftarkan diriku dalam turnamen itu kak Nien Chu, aku pasti akan memenangkan turnamen itu," jawab An Yue sambil memeluk lengan kanan Nien Chu.


Hari itu, Nien Chu berkeinginan untuk melatih An Yue agar dapat menembus ranah dewa tak terbatas, dengan mengaktifkan simbol dewa yang ada padanya.


Nien chu sengaja menyewa rumah dengan pekarangan luas, dengan koin emas yang ada di dalam cincin ruang yang dahulu dimiliki oleh sang ayah, sehingga sangat mudah bagi Nien Chu untuk menyewa rumah itu 3 bulan kedepan, walau harga sewanya begitu sangat mahal.


Sebenarnya Nien Chu sengaja membuat An Yue dapat mengaktifkan simbol Dewa yang ada di tubuhnya, sekaligus melatihnya teknik pedang pemecah langit di sebuah kitab yang berada di dalam cincin ruangnya, agar An Yue dapat selalu unggul di dalam turnamen yang akan berlangsung nanti.


Dengan kemenangan An Yue akan membuat sosok Iblis yang menjadi lawan bertarungnya di atas Arena, akan membuka kedoknya dengan memakai kekuatan iblis, maka saat itu Nien Chu akan mengetahui keberadaan para iblis di kekaisaran pheonix.


Sudah 3 hari Nien Chu berada di rumah sewanya, yang sedikit jauh dari pemukiman para penduduk yang lainnya. Suasana sore itu tiba-tiba saja berubah setelah kedatangan pangeran dari Negri Awan, bersama empat orang bertubuh kekar, dan 4 orang wanita dengan pakaian putih serta cadar putih yang tembus pandang.


"Ternyata mereka selama ini mengintaiku, sehingga mereka dapat mengetahui tempat ini," batin Nien Chu.


"Ha...ha...ha..., akhirnya kita berjumpa lagi Nien Chu, aku tak mungkin lupa pertemuan kita pertama di rumah makan, dan aku ingin wanita itu menjadi milikku jika kau ingin selamat," ucap pangeran Erlang San.


Kau menginginkan wanita ini sama saja kau menyinggungku, dan aku takkan pernah memberikan wanita ini karena dia adalah calon istriku," jawab Nien Chu dengan rasa kesal di hatinya.

__ADS_1


An Yue yang mendengar perkataan dari Nien Chu, begitu sangat tersanjung mendengarnya, hingga dia semakin yakin jika Nien Chu merupakan pemuda yang ditakdirkan menjadi suaminya.


"Serang dia...!!"


Teriak pangeran Erlang San kepada keempat wanita yang bersamanya.


Dan dengan cepat keempat wanita yang telah memiliki kemampuan di ranah Dewa tak terbatas, secara bersama-sama membentuk formasi pedang dan menyerang ke arah Nien Chu.


Nien Chu segera mengeluarkan pedang penguasa malam agar dapat menghalau formasi Serang yang mengarah kepadanya.


Sementara itu Tency tengah menghadapi 4 laki-laki kekar yang menyerang ke arahnya, sehingga pertarungan mereka pun terjadi.


Sementara itu An Yue telah di buru dengan serangan serangan kipas yang berada di genggaman tangan pangeran Erlang San, melakukan perlawanan dengan pedang yang kini balik memburu sang pangeran, sehingga jual beli serangan pun terjadi yang membuat pangeran Erlang San mulai merasa kesulitan hadapi An Yue.


"Wanita ini begitu sangat kuat..., dan kecantikannya begitu sangat menggetarkan hatiku, dan aku akan memilikinya seutuhnya malam ini," batin pangeran Erlang San dengan menjilati bibirnya sendiri.


Di tempat lain di dalam pertarungannya, Nien Chu merasakan jika serangan-serangan pedang yang mengarah kepadanya, terasa sangat aneh yang mampu menimbulkan ilusi sehingga pergerakan pedang penguasa malam sedikit melambat.


Nien Chu segera mengaktifkan kekuatan teratai Nirwana di dalam tubuhnya, sehingga ilusi yang tercipta dari serangan keempat wanita yang menyerangnya, tak lagi memiliki kekuatan ilusi di dalamnya, dan hal itu membuat Nien Chu mampu memberikan serangan balik dengan teknik pedang Naga giok yang di milikinya.


Sementara itu Tency yang telah berubah dirinya menjadi sosok Rubah putih ekor 3, harus mendapatkan perlawanan dari keempat laki-laki kekar yang telah merubah wujudnya menjadi 4 ekor gorila raksasa, dalam membendung serangan serangan cepat yang dilancarkan oleh Tency kepadanya.


Amukan ke 4 gorila itu membuat Tency harus menggunakan setengah dari kekuatannya, untuk mengimbangi daya gebrak keempat gorila raksasa.


Di tempat lain, An Yue mulai terlihat kwalahan menghadapi pangeran Erlang San yang telah melakukan teknik pesona kepadanya, hingga pada akhirnya An Yue tak kuasa menahan dirinya dan terjebak di dalam teknik pesona yang diterapkan pangeran Erlang San.


An Yue menurut saja dibawa pergi oleh pangeran Erlang San meninggalkan tempat itu, dan pada saat Nien Chu melihat pertarungan yang terjadi antara An Yue dan pangeran Erlang San, Nien Chu begitu sangat terkejut karena kedua orang itu sudah tak ada di tempatnya berada.

__ADS_1


Darah Nien Chu mendidih saat melihat wanita yang dicintai telah menghilang bersama pangeran mesum dari kekaisaran binatang buas, sehingga membuat aura kuat di tubuhnya pun keluar dan menyebar di udara, yang membuat formasi pedang ke-4 wanita yang menyerangnya menjadi berantakan.


Melihat jika pemuda yang menjadi lawan tarungnya begitu sangat kuat, membuat keempat wanita yang menyerang Nien Chu segera melakukan gerakan tipuan untuk melarikan diri.


Apa yang dilakukan ke 4 wanita itu membuat Nien Chu semakin geram, diapun langsung mengibaskan tangannya maka kedua belas jarum emas dari teknik jari matahari segera melesat ke arah keempat wanita yang tengah melarikan diri.


Al hasil ke 4 wanita itu tersungkur, dan tergeletak di tanah saat masing masing terkena jarum emas di tubuh mereka, yang dengan tepat menancap di titik saraf yang memiliki titik kekuatan masing-masing wanita itu.


Nien Chu segera mendatangi mereka berempat, dengan pedang penguasa malam yang berada dalam genggaman tangan nya.


"Cepat katakan di mana pangeran Erlang San membawa kasihku pergi!!" ucap Nien Chu dengan penekanan perkataannya.


Tak ada satupun dari ke empat wanita itu yang ingin mengatakan keberadaan Pangeran Erlang San, malah mereka mengeluarkan sebuah pil dan langsung menelannya.


Nien Chu berusaha ingin mencegahnya akan tetapi pil itu telah masuk ke dalam tubuh mereka, dan tak lama kemudian buih racun keluar dari keempat mulut wanita tersebut.


Dalam waktu hitungan detik ke 4 wanita itu pun kejang-kejang, dan tak lama kemudian keempatnya tak bergerak sama sekali.


Nien Chu memalingkan pandangannya ke arah pertarungan antara Tency dan 4 gorila raksasa. Dan pada saat Nien Chu melihat bola energi yang keluar yang menggumpal di mulut Tency, membuatnya segera berteriak keras.


"Tency...!!, jangan kau bunuh keempatnya..!!" teriak Nien Chu saat melihat bola energi telah di lepaskan Tency.


Terlambat..., bola energi yang keluar dari mulut Tency telah menuju ke arah keempat penyerangnya, hingga ledakan pun terjadi yang menghancurkan mereka semua.


Nien Chu begitu marah, matanya pun berubah memperlihatkan tanda kemarahan yang teramat besar.


Tency terdiam, baru kali ini dia melihat kemarahan begitu besar di diri Tuan mudanya, dia hanya berharap jika Tuan mudanya tidak marah kepadanya karena telah membunuh keempat gorila raksasa yang menjadi lawan tarungnya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2