
"Berhenti jendral!!, aku tak ingin kau membunuhnya," perintah Thien Yu.
Jendral Gong Lang bertanya tanya, mengapa pangeran pheonix melarangnya untuk memusnahkan mahluk yang telah mencoba membunuhnya.
Thien Yu mengerti akan apa yang di pikirkan jendral Gong Lang, dan tak lama kemudian diapun berkata.
"Jendral Gong Lang sebentar lagi kau akan mengetahui siapa dia," ucap Thien Yu.
Mendengar perkataan pangeran phoenix, jendral Gong Lang semakin bertanya tanya dalam hati siapakah mahluk bayangan merah darah itu. Karena rasa penasaran yang tinggi, diapun menatap tajam kearah sosok bayangan merah darah yang mulai berubah ketubuh aslinya.
"Biyao..?!!" pekik jendral Gong Lang seakan tak percaya, diapun mengusap usap kedua matanya, dan tetap saja yang di lihatnya adalah Biyao. Rasa tak percaya dengan apa yang di lihatnya, membuat jendral Gong Lang menampar pipinya sendiri dengan keras, agar dia yakin jika yang di lihatnya bukanlah mimpi. Jendral Gong Lang benar benar merasakan perih di pipinya, dan dia baru yakin serta percaya jika yang di lihatnya adalah biyao sahabatnya.
Diapun segera memeriksa keadaan Biyao, namun tiba tiba jendral Gong Lang seketika siaga saat merasakan aura kehadiran binatang roh yang sangat kuat di tempat itu.
Apa yang dirasakan jendral Gong Lang benar terjadi, tampak di hadapannya seekor gorila emas raksasa tengah berdiri di hadapannya.
Kembali jendral Gong Lang ingin menyerang Gorila emas raksasa itu, akan tetapi kembali Thien Yu mencegahnya.
"Jendral Gong Lang kau jangan menyerangnya," ucap Thien Yu.
Walaupun dengan bertanya tanya di hati mengapa pangeran pheonix tak memperbolehkannya menyerang sang gorila emas raksasa, jendral Gong Lang akhirnya mengikuti perkataan sang pangeran.
Tak lama kemudian gorila emas berlutut dengan satu kaki memberi hormat pada Thien Yu, yang membuat jendral Gong Lang semakin bertambah heran.
"Kau telah menyelesaikan tugasmu dengan sangat baik, dan sekarang ini aku perintahkan ke padamu untuk memperbaiki alam batinku," ucap Thien Yu.
Gonggo yang berada pada wujud Gorila emas raksasa, seketika itu menghilang dari hadapan Thien Yu.
Karena penasaran dengan sang gorila emas, jendral Gong Lang seketika itu juga menanyakannya pada Thien Yu.
"Pangeran jika boleh ku tau siapakah gorila emas raksasa itu?" tanya jendral Gong Lang.
__ADS_1
"Jendral, dia adalah salah satu sahabat yang kini berada di dalam alam batinku, yang selalu membantuku di setiap masalah yang ku alami," jawab Thien Yu.
Jendral Gong Lang mengangguk anggukan kepalanya tanda mengerti, tapi di dalam lubuk hatinya yang paling dalam dia masih bertanya-tanya seberapa kuat kah putra Yan Lan, yang mampu menaklukan binatang roh puncak tertinggi dan membunuh kedua jendral utama kekaisaran Glory.
*****
Setelah rentetan peristiwa yang terjadi, akhirnya Thien Yu menghubungkan segel jari matahari yang berada di tubuh ketua Wowu.
Ketua Wowu yang mendengar suara tuan mudanya, segera menyimak perkataannya.
"Ketua Wowu, bawa kembali para anggota klan Wutang yang berada di tempatmu, aku menunggumu di dalam perbatasan wilayah kekaisaran pheonix," ucap Thien Yu.
"Baik tuan muda, aku akan membawa seluruh anggota Klan Wutang ketempat anda," jawab ketua Wowu.
Setelah berkata seperti itu, Thien Yu mengajak seluruh pasukan pheonix menuju ke dalam perbatasan wilayah kekaisaran pheonix.
Di dalam kawasan wilayah perbatasan kekaisaran pheonix, seluruh pasukan di beri perintah untuk berjaga jaga, siapa tau ada serangan balik dari kekaisaran Glory yang tak terima dengan kematian 2 jendralnya.
"Roh nya sudah terluka parah akibat kelamaan mengalami penyiksaan, apa yang harus kulakukan sementara aku tak punya bahan penunjang untuk menyembuhkannya," batin Thien Yu.
Di saat kebingungannya itu, Thien Yu lantas teringat akan sosok peri cantik penghuni cincin ruang yang di pakainya.
"Mengapa aku tak menanyakan nya kepada peri Lilia, siapa tau di dalam cincin ini terdapat benda atau pil obat yang dapat menyembuhkan paman biyao," batin Thien Yu.
Thien Yu segera melakukan meditasi, tak lama kemudian rohnya masuk kedalam cincin ruang yang di pakainya.
"Tuan muda" ucap peri Lilia memberi hormat pada Thien Yu.
"Peri Lilia sahabatku, aku tengah kesusahan dalam menyembuhkan paman biyao, rohnya saat ini terluka parah dan aku sangat sulit menyembuhkannya dengan tehnik jari matahari yang kupunya, semua itu karena aku tak memiliki bahan penunjang penguat roh," ucap Thien Yu.
"Mengapa tuan muda harus bingung, ayah anda dulu senang menjelajah antar alam, antar dua benua dan bahkan dia mampu menjadi jendral perang tertinggi langit di nirwana.
__ADS_1
Ayah anda mempunyai hobi mengumpulkan barang barang bermanfaat seperti benda berkualitas, batu inti binatang roh, batu energi, batu inti binatang dewa di nirwana, dan masih banyak benda berharga yang lainnya yang tersimpan di dalam cincin ruang ini.
Di dalam cincin ini begitu banyak pil yang berkualitas termasuk pil penguat roh yang tuan muda inginkan," jawab peri Lilia.
Tak lama kemudian peri Lilia mengambilkan satu buah pil obat dan satu buah batu inti binatang Dewa, setelah itu kedua barang berharga tersebut di berikannya kepada Thien Yu.
"Ini adalah pil Yin dan Yang, pil ini dapat memulihkan kondisi biyao kembali. Tapi tuan muda, anda harus tetap menggunakan teknik jari matahari untuk membangkitkan kembali energi murni milik biyao agar dapat sembuh dengan sempurna. Dan ini aku berikan batu inti binatang Dewa yang berguna untuk memulihkan salah satu Dantian mu yang rusak," ucap putri Lilia.
Thien Yu menerima pil dan bantu inti binatang dewa itu dengan senang hati, setelah itu dia berpamitan kembali ketubuh kasarnya.
Perlahan Thien Yu membuka matanya, kemudian berjalan kearah biyao. Thien Yu memberikan pil obat Yin dan Yang kemulut biyao, dan di dalam tenda Thien Yu melakukan penyembuhan dengan menggunakan tehnik jari matahari yang di milikinya.
Sementara itu para pengungsi klan Wutang sudah datang, jendral Jatayu dan ketua Wowu serta ketua Syin Yang datang menemui jendral Gong Lang. Mereka semua ingin bertemu dengan pangeran Thien Yu, tapi jendral Gong Lang mengatakan jika pangeran negri phoenix tengah melakukan pemulihan diri, setelah melakukan pertarungan sengit dengan kedua jendral utama dari kekaisaran Glory.
Sengaja jendral Gong Lang tak mengatakan jika pangeran phoenix tengah mengobati biyao, karena hal itu merupakan masalah pribadi di dalam kekaisaran pheonix mengenai munculnya biyao kembali, karena di tempat itu ada beberapa orang yang tak ada hubungannya dengan kekaisaran pheonix.
Mereka semua bercakap cakap membahas tentang semua yang terjadi, termasuk matinya kedua jendral utama kekaisaran Glory di tangan Thien Yu.
Jendral Jatayu dan ketua Syin Yang tak menyangka jika pangeran Thien Yu bisa membunuh kedua jendral utama kekaisaran Glory, karena mereka berdua tau benar jika kedua jendral itu mempunyai kemampuan yang sulit di cari tandingannya.
"Seandainya waktu itu aku melakukan bentrok dengan pangeran Thien Yu, mungkin saja klan ku sudah hilang dari muka bumi," batin ketua Syin Yang sambil menerawang kembali saat bagai mana dirinya mengusir Thien Yu dari klannya.
Di tempat lain ketua Wowu hanya bisa diam, dia tak menyangka jika selama ini tuan muda yang di hormati nya adalah seorang putra mahkota kekaisaran pheonix yang agung.
"Di masa depan kami dari kelompok api pheonix akan menjadi pasukan tempur yang tak terkalahkan di perbatasan pangeran, dan kami semua sangat berterimakasih atas semua kebaikan yang telah kau berikan kepada kami semua kelompok api pheonix, hingga kami semua menjadi orang yang benar dan bisa hidup tentram dengan keluarga kami.
Untuk itu kami semua akan selalu setia pada anda pangeran, dan kami siap menjadi ujung tombak dari setiap pertempuran mu," ucap ketua Wowu yang begitu bangga dengan adanya pangeran pheonix yang menjadi pemimpin mereka semua.
Bersambung.
Hari ini terbit 1 episode, besok malam terbit 3 episode 🙏
__ADS_1