
Serigala roh kini menyerang kelompok, hingga terjadi pertempuran yang membuat seluruh kelompok bertarung melawannya.
Melihat akan hal itu, senior Zong Li lantas menyerang kearah Nien Chu dengan pedang yang berada di genggaman tangan nya.
Nien Chu yang telah siap dengan serangan dari senior Zong Li, segera menyambutnya dengan menyerang balik kearah senior Zong Li, hingga pertarungan mereka pun menjadi dengan sengit.
"Kau mempunyai ranah kekuatan yang melebihi ku, tapi aku memiliki tehnik yang lebih kuat darimu, aku akan buktikan jika ranah suci yang kau banggakan itu tak akan berarti padaku," ucap Nien Chu kemudian mengeluarkan 12 jarum emas miliknya.
Kedua belas jarum emas yang merupakan artefak langit peninggalan para leluhurnya terdahulu, langsung di arahkan kearah senior Zong Li.
"Formasi naga memecah matahari," teriak Nien Chu sambil melepaskan ke 12 jarum emasnya yang sebelumnya telah mengambang di udara.
"Kau kira aku tak akan bisa menghabisimu Nien Chu!!?" teriak senior Zong Li.
"Tehnik perubahan bentuk, tebasan membelah cakrawala" teriaknya sambil menebaskan pedangnya kedepan.
Selarik sinar berbentuk bulan sabit mengarah cepat ke arah Nien Chu, akan tetapi serangan itu dapat di tepis oleh ke 12 jarum emas yang telah membentuk pola tersendiri dalam meredam seranggan senior Zong Li.
Nien Chu terseret kebelakang sejauh 10 meter akibat efek ledakan yang terjadi, dan darah segar seketika itu menghiasi sudut bibirnya.
Berbeda dengan senior Zong Li, sebuah jarum emas berhasil menancap ke arah tubuhnya sehingga membuatnya terpelanting ke tanah dengan keras.
Senior Zong Li merasakan ada gerakan yang sangat kuat di dalam tubuhnya, sehingga dia pun mengeluarkan seluruh kekuatan ranah suci yang dimilikinya, untuk mengeluarkan jarum emas yang bersarang di tubuhnya saat ini.
"Celaka, jarum itu ternyata tinggal di tubuhku, aku harus segera mengeluarkannya sebelum hal buruk terjadi padaku," batin senior Zong Li.
Senior Zong Li merasa terkejut karena jarum emas yang bersarang di dalam tubuhnya itu tak bisa dia keluarkan, dan dia dapat merasakan jika jarum emas itu kini berada di dalam Merindiannya, dengan terus berjalan menuju ke pusat energi di dalam tubuhnya dan tak lama kemudian teriakan keras pun terdengar dari mulutnya.
__ADS_1
"Ackh...apa yang telah terjadi," pekiknya.
Jarum emas yang bersarang di tubuh Zong Li itu berhasil sampai ke pusat energi di dalam tubuhnya, dan seketika itu menghancurkan Dantian yang di miliki senior Zong Li sehingga membuat senior Zong Li saat ini tak memiliki energi apa apa lagi, dan ranah suci yang dibanggakannya itu pun hancur seiring dengan hancurnya Dantian yang di milikinya.
Senior Zong Li kini tergeletak di tanah tak berdaya hingga seekor serigala roh seketika itu menerkamnya, dan membawa tubuhnya lari masuk ke dalam hutan yang gelap itu.
Senior Juliang yang melihat jika Nien Chu telah membunuh rekan sesama murid jenius yang ikut dalam perburuan harta karun, menjadi sangat marah terhadap Nien Chu, akan tetapi serangan dari para serigala roh yang menyerangnya, membuat senior Juliang menahan diri untuk menyerang ke arah Nien Chu.
Tiba tiba angin berhembus dengan sangat kencang, dan seluruh serigala roh yang ada berlarian meninggalkan tempat itu tanpa sebab.
Melihat akan hal itu Nien Chu segera berteriak lantang, agar seluruh rekan rekannya meninggalkan area kemah, karena binatang roh level ke-9 telah berada di tempat itu.
Nien Chu yang terluka akibat pertarungannya dengan senior Zong Li, tak bisa melakukan pergerakan seperti biasanya Karena rasa sakit yang ada tubuhnya membuatnya menjadi kesulitan dalam bergerak.
Putri Zeng Yi yang melihat Nien Chu terluka, segera meraih tubuhnya dan membawanya pergi mengikuti para murid lainnya yang telah duluan meninggalkan tempat itu.
"Kurasa tempat ini sudah aman dari binatang roh level 9 itu, dan kita bisa beristirahat dengan aman di tempat ini," ucap senior Juliang.
Senior Juliang yang masih menaruh dendam terhadap Nien Chu yang telah membunuh senior Zong Li, diam-diam menyerang ke arah Nien Chu yang tengah terluka.
Nien Chu yang tak menduga akan datangnya serangan tiba-tiba dari senior Juliang, tak bisa berbuat apa apa saat tendangan senior Juliang membuatnya terpental dan masuk ke dalam jurang yang dalam.
Putri Zeng Yi seketika itu berteriak histeris dan berlari ke arah jurang, akan tetapi sebuah totokan membuatnya tak bisa melakukan apa-apa.
"Kita lanjutkan perjalanan Ini, biarkan saja pembunuh senior Zong Li mati di dalam jurang itu!!" ucap senior Juliang dengan penekanan di perkataannya.
Para murid yang tersisa tak bisa berbuat apa-apa, karena tingkat kekuatan mereka berada jauh di bawah senior Juliang, teman hingga tak ada satupun murid baru yang berani membantah perkataannya.
__ADS_1
Para murid segera pergi mengikuti senior Juliang menuju ke arah paviliun langit, dengan membawa Putri Zeng Yi bersamanya.
Flash back
Sebelum serangan berupa tendangan yang dialiri kekuatan ranah suci mengenai tubuh Nien Chu, inti api surgawi yang berada di dalam tubuh Nien Chu segera beraksi untuk menahan serangan itu.
Inti api surgawi berhasil menahan serangan dari senior Juliang, akan tetapi daya dorong yang tercipta membuat Nien chu terhempas masuk ke dalam jurang yang dalam.
Nien Chu melayang pelan ke bawah dasar jurang, semua itu akibat kekuatan inti api surgawi yang menahan tubuhnya hingga tak berbenturan dengan tanah, dan bebatuan padas yang berada di bawah jurang.
Sesaat Nien Chu tak sadarkan diri, akan tetapi lelaki berjubah putih yang merupakan jelmaan dari inti api surgawi segera membantunya untuk sadar.
Nien Chu membuka matanya perlahan, dan cahaya matahari pagi membuat pelihatannya dapat mengenali Jika dia kini berada di dalam sebuah jurang.
Nien Chu meremas tinju nya kuat kuat menahan amarah di dadanya, karena apa yang dilakukan senior Juliang tak mencerminkan seorang kultivator sejati, melainkan seorang pengecut yang hanya mampu melakukan serangan diam-diam kepada dirinya yang tengah terluka.
"Guru, bantu aku untuk pergi ke paviliun langit, karena Putri Zeng Yi pasti menuju ke sana.
Guru aku tak ingin disalahkan oleh pangeran ketiga karena tak dapat melindungi adiknya, jika terjadi sesuatu pada diri putri Zeng Yi," ucap Nien Chu.
"Nien Chu pulihkan dirimu selama 3 hari ke depan dengan menggunakan tehnik jari matahari yang kau kuasai, agar kondisi tubuhmu dapat pulih seperti sedia kala, jika kau terluka seperti ini takkan mungkin kau mampu untuk bertarung dengan orang-orang yang melebihi ranah tingkatan mu saat ini, apalagi untuk bertarung menghadapi binatang roh tingkat 9 yang banyak berkeliaran di paviliun langit," ucap inti api surgawi.
"Tidak guru, jika aku berlama-lama di tempat ini bisa saja hal buruk telah terjadi pada putri Zeng Yi," jawab Nien Chu.
Inti api surgawi tak bisa lagi menahan kekerasan hati Nien Chu, dia pun mengiyakan untuk membawa Nien Chu ke paviliun langit, karena inti api surgawi melihat jika luka yang ada di tubuh Nien Chu tak begitu membahayakan nyawanya.
"Kau bisa ke Paviliun langit dengan mengikuti jurang ini, karena jurang ini menuju ke arah Paviliun langit," ucap inti api surgawi.
__ADS_1
Mendengar perkataan sang guru, Nien Chu lantas berdiri dan melangkahkan kakinya menuju ke arah yang ditunjuk oleh inti api syurgawi, yang kini tengah melayang di sisinya.
Bersambung