Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Di usir


__ADS_3

Nien Chu menceritakan semua yang terjadi di wilayah Wutang kepada ayahnya, bagaimana dia bisa mengalahkan favorit juara kompetisi 4 keluarga besar yang akan segera dilaksanakan, dan bagaimana hubungannya saat ini dengan Putri saudagar Tang.


Dan di saat itu pula Nien Chu menyampaikan kepada sang ayah mengenai keinginannya untuk berkelana mencari ilmu.


"Ayah, aku ingin kau memberikan izin kepadaku untuk meningkatkan kekuatan mengikuti guruku ke pegunungan binatang iblis untuk berlatih di sana, agar dimasa yang akan datang putramu ini akan menjadi kultivator kuat yang tak bisa diremehkan oleh orang-orang yang dahulunya menghina kita.


Ayah, aku akan membuat keluarga Nien menyesali apa yang telah mereka lakukan dengan mengeluarkan kita dari status keluarga besar keluarga Nien, dan untuk itu aku akan meninggalkan ayah dalam waktu yang lama untuk berlatih di pegunungan binatang iblis," ucap Nien Chu.


"Putraku seiring berjalannya waktu kau telah semakin dewasa dan dapat menentukan arah dan tujuan hidupmu sendiri, aku tak bisa menahanmu jika kau memang ingin berlatih dengan gurumu di hutan binatang iblis, tapi ingat putraku pegunungan binatang iblis merupakan pegunungan yang dihuni beragam binatang roh tingkat tinggi, dan jarang ada seorang kultivator kuat yang ingin berlatih di sana karena tingkat bahaya yang mengancam sangatlah setinggi," jawab Nien bao.


"Ayah jangan khawatirkan hal itu aku dan guruku pasti bisa melewatinya, dan saat kembali nanti aku pasti telah menjadi seorang kultivator yang kuat seperti apa yang aku cita-citakan selama ini," ucap Nien Chu.


"Aku mendukung semua cita-citamu itu putraku, dan kuharap kau masih tetap hidup dan bisa menemui ayahmu ini kembali," jawab Nien bao.


"Pasti ayah, aku pasti kembali untukmu menjenguk," jawab Nien Chu singkat.


Selepas perkataan Nien bao yang telah merestui nya, Nien Chu pergi ke istana cahaya naga untuk menemui Pangeran ketiga.


Nien Chu disambut sangat baik oleh pangeran ketiga, dan mereka pun ngobrol panjang lebar serta sedikit meminum anggur sebagai teman dalam pembicaraan itu.


"Pangeran, anda merupakan teman yang kini dekat dengan ku, jika berkenan aku ingin meminta bantuan kepada anda," ucap Nien Chu.


"Apa yang bisa kubantu untukmu?" tanya sang pangeran.


"Setelah pertarunganku dengan Putri Yuan Hua, aku akan pergi meninggalkan kekaisaran kota untuk berlatih, dan aku ingin yang mulia pangeran melindungi ayahku selama kepergianku itu, dan suatu hari jika aku kembali lagi aku akan membalas semua kebaikan pangeran kepada ayahku," jawab Nien Chu.

__ADS_1


"Kau jangan sungkan kepadaku Nien Chu, kamu merupakan teman bagikku dan aku menghargai itu.


Aku jamin tak akan terjadi apa-apa pada ayahmu selama kepergianmu untuk berlatih, aku akan memperintahkan beberapa kultivator kuat untuk menjaga ayahmu hingga kau kembali," ucap sang pangeran.


"Trimakasih atas semua bantuanmu pangeran," ucap Nien Chu singkat.


Setelah menghadap Pangeran ketiga Nien Chu kembali pulang ke kediaman ayahnya yang berada di tengah kota, sesampainya di sana Nien Chu dikejutkan dengan adanya saudagar Tang serta Tang Yin yang tengah berbincang dengan ayahnya.


"Aku tak bisa memutuskan siapa jodoh bagi putraku di masa depan, karena putraku masih mempunyai cita-cita yang saat ini ingin di gapainya," ucap Nien bao.


"Tapi paman aku sudah terlanjur cinta pada putramu, apakah aku salah Jika menginginkan dia menjadi pendamping hidupku di masa depan?" tanya Tang Yin kembali.


"Sudah kukatakan padamu nona muda aku tak bisa memutuskannya, hanya Nien Chu yang bisa memutuskannya sendiri," jawab Nien bao.


"Tuan Tang, ayah, dapatkah aku berbicara dengan nona muda berdua saja," ucap Nien Chu yang tiba-tiba saja muncul di dalam ruangan itu.


Setelah kepergian saudagar Tang dan Nien bao, Nien Chu lantas duduk di samping Tang Yin dan berkata.


"Nona muda kasta kita sangatlah berbeda, jika kau bersamaku maka kehidupanmu akan susah, selain aku tak memiliki harta benda aku juga akan pergi berkelana dalam mencari jati diriku, jadi untuk apa kau membuang-buang waktu untuk mengharapkanku agar menjadi pendamping masa depanmu," ucap Nien Chu.


"Aku tak bisa membohongi kata hatiku Jika aku mencintaimu, salahkah aku jika aku mencintai seseorang yang dapat memberikan ketenangan bagi hatiku?, Nien Chu aku akan rela menunggumu hingga kau kembali dalam mencari jati dirimu, dan aku takkan pernah menikah dengan orang lain sebelum kedatangan kembali," jawab Tang Yin.


"Nona muda sampai saat ini aku belum memikirkan untuk mempunyai pendamping, dan kuharap kau bisa mengerti dengan apa yang saat ini ku inginkan, kita masih sangatlah muda dan masih banyak harapan dan tujuan hidup dalam menggapai cita-cita yang belum kita dapatkan," ucap Nien Chu.


Rasa sakit tiba-tiba merasuk ke dalam hati Tang Yin, dia tak menyangka jika dirinya akan mendapatkan penolakan dari Nien Chu.

__ADS_1


"Aku tau kau melakukan ini untuk membalas apa yang telah kulakukan padamu selama ini bukan?, kau menang karena kau telah membuatku jatuh cinta padamu dan pada akhirnya kau menghancurkan hati dan harapanku.


Baik jika begitu Nien Chu aku tak akan mencarimu lagi, Karena setelah kejadian ini kau takkan pernah dapat menemuiku lagi," ucap Tang Yin kemudian pergi meninggalkan Nien Chu.


Saudagar Tang langsung menghampiri putrinya setelah keluar dari dalam ruangan, dia pun menanyakan mengenai kelanjutan hubungannya dengan Nien Chu.


Akan tetapi tak ada tanggapan berarti dari Tang Yin, hanya air mata yang mengalir deras dari kedua matanya.


Saudagar Tang yang tak pernah melihat air mata putrinya, membuat saudagar Tang langsung mencecar Nien Chu dengan berbagai pertanyaan.


"Nien Chu apa yang kau lakukan terhadap putriku hingga membuatnya menjadi seperti ini?" tanya saudagar Tang.


"Aku tak bisa menjadikan Tang Yin sebagai pendamping hidupku di masa depan, Karena aku belum memikirkan mencari seorang pendamping hidup sebelum cita-citaku tercapai," jawab Nien Chu.


"Nien Chu kurang apa putriku sehingga kau menolaknya, aku telah banyak membantu ayahmu dan kau sendiri agar tetap bisa bertahan hidup, dan mempekerjakan ayahmu sebagai seorang kepercayaan ku, tapi apa balasannya kau malah menghancurkan hidup putri dengan tak menerima cintanya.


Kalau harus jujur, aku tak memang tak menginginkanmu untuk menjadi pendamping putriku, selain kau tak mempunyai harta benda untuk menopang hidup putriku di masa depan, kau juga merupakan orang yang terbuang dari keluarga Nien, hanya putriku yang bodoh yang menginginkan untuk menjadi pendamping hidupnya.


Saat ini kau harusnya menjadi orang yang sangat beruntung karena putriku menginginkan mu, tapi sudah lah aku pasti bisa mencarikan jodoh terbaik bagi putrinya, dan untuk hari ini dan seterusnya aku memberhentikan ayahmu sebagai orang kepercayaanku dan kalian berdua tak boleh lagi tinggal di wilayah Wutang, karena jika aku melihat kalian berada di sana maka hari itu merupakan hari terakhir kalian melihat matahari, maka aku ingin kalian berdua pergi dari sini...!!" bentak saudagar Tang dengan mengusir Nien bao dan Nien Chu dari rumah itu.


"Saudagar Tang..., Kau terlalu merendahkanku dan putraku, hari ini aku baru menyadari jika kebaikanmu selama ini hanya sebatas kepura-puraan belaka.


Kau telah menghinaku dan putraku maka di masa depan aku akan melihat kau berlutut dan bersujud dihadapan kami berdua, dengan menghancurkan usahamu yang selama ini kau banggakan.


Kita akan bersaing dalam bidang perdagangan dan aku takkan pernah bisa melupakan penghinaan yang kau berikan pada kami hari ini," ucap Nien bao.

__ADS_1


Setelah berkata seperti itu, Nien bao segera membawa pergi Nien Chu meninggalkan tempat itu.


Bersambung


__ADS_2