
Jual beli serangan terus terjadi dan raja iblis baru menyadari jika dewa muda yang menjadi lawan tarungnya mempunyai kemampuan kuat, itu terbukti saat kedua tangan mereka saling beradu di udara yang menimbulkan ledakan energi, dan tak terlihat sedikitpun anak muda yang menjadi lawan tarungnya itu tak merasakan kesakitan seperti yang dialaminya.
Benturan kedua energi yang terjadi membuat tangan raja iblis Azuma kesemutan hingga terasa sampai di bahu kanannya.
"Aku rasa apa yang di katakannya bukanlah bualan belaka, kemampuannya mungkin sudah setara denganku, ada baiknya aku tak meremehkan kemampuannya.," batin raja iblis Azuma.
Tiba tiba raja iblis azuma di kejutkan dengan sepasang tangan yang memegang kedua kakinya, dan menariknya masuk kedalam tanah.
"Apa yang sebenarnya terjadi, mengapa aku tak mengetahui serangan yang di di laukan oleh nya," batin raja iblis Azuma setelah merasakan badannya telah masuk kedalam tanah sebatas dada.
"Sudah kukatakan padamu, aku pasti akan membunuhmu Azuma!!" ucap jendral Shao Yan.
"Jendral Zhao Yan, serangan mu ini hanya membuatku seperti di gelatik saja, jika seranganmu hanya seperti ini, maka kau belum bisa untuk membunuhku.
Jendral Shao Yan lebih baik kau belajar lagi bagaimana mengalahkan lawan tarungmu yang lebih tangguh dan berpengalaman," jawab raja iblis Azuma.
Setelah berkata seperti itu tubuh raja iblis Azuma seketika terpecah menjadi dua, tubuh yang satunya keluar dari dalam tanah dan tubuh yang satunya lagi masih tertinggal di tanah.
Tubuh raja iblis Azuma yang keluar dari dalam tanah seketika itu mengarahkan tinjunya kepada jendral Shao Yan, hingga jendral tertinggi langit itupun melakukan hal yang sama, maka kedua tinju kembali beradu di udara yang menimbulkan ledakan energi di sekitar tempat itu.
Kali ini jendral Shao Yan terseret beberapa meter ke belakang begitupun dengan raja iblis Azuma yang juga terseret ke belakang, yang menandakan jika kekuatan mereka berdua sama-sama berimbang.
Sementara itu replika tubuh raja iblis Azuma yang terjebak di dalam tanah, seketika itu menghilang dan kembali menyatu pada tubuh aslinya.
"Jendral Shao Yan sudah cukup permainan kita hari ini, dan aku akan segera menyudahinya dengan kemenangan yang berada di pihakku," ucap raja iblis Azuma sambil berteriak...
"Belenggu gerbang neraka," teriak raja iblis Azuma dengan menapak tangannya kedepan, maka terbentuklah pusaran hitam yang mengeluarkan sebuah rantai dari dalamnya.
__ADS_1
Rantai itu melesat cepat dan membelenggu tubuh jendral Shao Yan dengan lilitan yang sangat kuat, hingga jendral Shao Yan tak bisa bergerak.
Tak lama kemudian jendral Shao Yan kembali diserang oleh rantai neraka yang di keluarkan raja iblis Azuma, Rantai yang berujung runcing itu langsung melesat dan menembus di beberapa tempat yang ada di tubuh jendral Shao Yan, hingga membuatnya tersungkur dan menahan sakit yang teramat sangat.
Mendengar teriakan jendral Shao Yan, membuat raja iblis Azuma bertambah bersemangat untuk menyiksanya, tawanya terus menggema saat rantai neraka yang di lontarkan nya kembali berhasil menembus tubuh jendral Shao Yan.
Jendral Shao Yan yang tertembus oleh rantai neraka di tubuhnya., mencoba bangkit dari keterpurukannya. "Aku tak akan mati.., kepercayaan yang di berikan kak Thien Yu padaku untuk menjadi dewa perang langit harus ku pertanggung jawabkan," batin jendral Shao Yan.
Tiba tiba saja dari tubuh jendral Shao Yan keluar pancaran cahaya 7 warna, tak lama kemudian belenggu dan rantai yang menembus tubuhnya seketika itu meledak dan menjadi serpihan serpihan kecil yang berserakan di tanah.
Raja Azuma benar benar sangat terkejut dengan kejadian yang baru saja di lihatnya, dia tak menyangka jika rantai neraka yang membelenggu tubuh jendral Shao Yan bisa hancur seperti itu
"Apa yang sebenarnya terjadi, mengapa rantai neraka bisa hancur seperti ini," batin raja iblis Azuma.
Raja iblis Azuma semakin terkejut saat melihatnya sosok Shao Yan yang kini telah berubah wujud menjadi Dewa ular 7 warna, ular itu menatap raja iblis Azuma dengan tajam, dan saat raja iblis Azuma membalas tatapan mata sang ular maka keanehan pun terjadi, tubuhnya raja iblis Azuma sama sekali tak bisa di gerakkan.
Raja iblis Azuma melihat sekelilingnya akan tetapi tak ada satu pasukan iblisnya yang dilihat di tempat itu, keramaian akan pertempuran sirna menjadi kegelapan yang menyelimutinya.
"Celaka saat ini aku terjebak di dalam ilusi, dan ilusi ini begitu sangat kuat sehingga aku tak bisa menghancurkannya," batin raja iblis Azuma.
"Tak lama kemudian raja iblis Azuma dikejutkan dengan wujud ular Dewa 7 warna yang ada di mana-mana, dengan cepat raja iblis Azuma menyerang ke arah ular tersebut akan tetapi serangannya selalu mengenai ruang yang kosong sehingga dia pun mulai kelelahan.
Hilangnya dewa ular 7 warna sedikit membuat raja iblis Azuma lega, akan tetapi raja iblis Azuma kembali dikejutkan oleh seseorang yang tengah memanggil namanya
"Azuma...kau masih ingat aku?" tanya seorang laki-laki dengan beberapa tanduk di atas kepalanya.
"Ayah ...!!" ucap raja iblis Azuma dengan rasa keterkejutan yang teramat sangat.
__ADS_1
"Akhirnya kau mengenaliku Azuma, demi mendapatkan kekuasaan sebagai raja iblis kau tega membunuhku, Aku telah membesarkan dan telah memeliharamu serta memberikan kasih sayang sepenuh hati sewaktu kau masih kecil, tapi apa balasanmu kau tega membunuh ayahmu sendiri," ucap raja kota iblis terdahulu.
Azuma aku akan mengajakmu untuk ikut bersamaku, di sana Aku akan mengajarimu bagaimana caranya patuh terhadap orang tua," ucap raja iblis terdahulu.
"Tidak..., kau jangan mengajakku Ayah, aku minta maaf karena telah membunuhmu!!" ucap raja iblis Azuma dengan berlari sekuat tenaga untuk menjauh dari sang ayah.
Usaha yang dilakukan raja iblis Azuma untuk menghindar dari sang ayah tak pernah terwujud, raja iblis terdahulu selalu saja datang menghantuinya, hingga pikiran sang raja iblis Azuma mulai labil.
"Azuma kembalikan seluruh kekuatan yang telah kau ambil dariku dengan cara membunuhku, cepat kembalikan hidupku..!!"
Kata kata itu selalu diucapkan raja iblis terdahulu, hingga membuat raja iblis Azuma berada di titik ketakutan yang teramat sangat.
"Jika kau ingin kekuatan yang telah ku ambil darimu dulu maka ambillah sendiri ....!!" teriak raja iblis Azuma dengan keadaan jiwanya yang kini telah terganggu.
Raja iblis Azuma yang tak kuasa lagi menahan tekanan batin yang dialaminya, sehingga dia pun menghantam kepalanya sendiri dan tak lama kemudian diapun tergeletak di tanah dengan kepala yang berlumuran darah.
Ilusi Dewi ular 7 warna yang di lepaskan Jendral shao Yan kepada raja iblis Azuma mampu menekan rasa ketakutan yang terdalam dari sang raja iblis, hingga membuat raja iblis Azuma tak berdaya.
Jendral Shao Yan pada akhirnya memenangkan pertarungan itu walaupun dirinya saat ini sudah tak berdaya akibat luka yang dideritanya, diapun terhuyung huyung dan jatuh tak sadarkan diri di tanah.
Raja Dewa burung pheonix yang tengah bertarung di udara melawan para pasukan pelahap, begitu sangat terkejut melihat Shao Yan muridnya tengah tergeletak di tanah, dan tak jauh darinya raja iblis pun tergeletak tak berdaya.
Dengan cepat raja burung dewa pheonix menyambar tubuh Shao Yan, dan membawanya pergi ke istana langit agar mendapatkan perawatan.
Di istana langit, Dewi Limudzha segera membawa putranya ke balai pengobatan istana, dan di sana sang Dewi sedikit merasa lega dengan perkataan Dewi Zhao Quin, yang mengatakan jika dia mampu untuk menyembuhkan putranya.
Bersambung
__ADS_1