Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Pertarungan di gurun pasir 1


__ADS_3

Thien Yu di buat kesal dengan keadaan yang ada, dengan amarahnya diapun melepaskan teratai ilahi hukum api, dan membakar semua pasir yang ada di tempat itu.


Hamparan pasir seketika menjadi lautan api, burung elang yang terbuat dari pasir pun tak bisa berbuat banyak. Tubuhnya seketika itu terbakar dan hancur menjadi debu.


Tiba tiba saja dari dalam lautan api keluar seorang laki laki tua dengan seluruh rambut yang ada di tubuhnya telah mutih semua.


"Akhirnya laki laki tua itu keluar dari persembunyian nya, pantas saja mata langitku tak dapat melihatnya, karena dia bersembunyi di dalam pasir," batin Thien Yu.


Thien Yu melihat laki laki tua itu dapat mengambang di udara, yang menandakan jika laki laki tua itu merupakan kultivator kuat yang tak bisa diremehkan.


Di sisi lain, laki laki tua itu seketika mengibaskan tangannya hingga membuat api yang membakar area tempat itu pun sirna.


Laki laki tua itu begitu marah karena Thien Yu telah melakukan kerusakan di area kekuasaannya, hingga diapun berkata.


"Siapa kau anak muda, mengapa kau membuat kerusakan di tempatku?" tanya laki laki tua tersebut.


"Aku tak akan membuat kerusakan jika kau tak memprovokasi ku dengan pasir pasir mu itu," jawab Thien Yu tak kalah sengitnya.


"Apa yang kau inginkan sehingga kau berada di sini?" tanya laki laki tua itu kembali.


"Aku ingin mencari raja Changmo dan putrinya Ladymo," jawab Thien Yu.


"Raja Changmo adalah muridku, dari sikapmu datang ketempat ini dengan cara tak biasa, aku bisa menyimpulkan jika kau ingin berlaku buruk pada muridku itu," ucap laki laki tua itu.


"O..o..ternyata kau guru dari manusia tak bermoral itu. Aku memang sengaja datang ketempat ini untuk membunuhnya," ucap Thien Yu berterus terang.


Laki laki tua yang bernama Singyu begitu sangat marah mendengar jika pemuda yang ada di hadapannya, ingin membunuh murid satu satunya yang di milikinya.

__ADS_1


"Aku tak akan membiarkanmu membunuh muridku, Lebih baik aku yang akan membunuhmu," jawab tetua Singyu.


Dengan mengangkat tangannya perlahan keatas, maka hamparan pasir seketika itu berkumpul di udara dan membentuk ratusan pedang pasir yang ujung pedangnya mengarah ke arah Thien Yu.


Melihat hal itu Thien Yu segera memasang kewaspadaan tingkat tinggi, karena dia tau jika laki laki tua yang ada di hadapannya itu bukanlah kultivator sembarangan.


Tak lama kemudian ratusan pedang pasir itu melesat cepat kearah Thien Yu, yang membuat Thien Yu langsung menapakkan tangan kanannya kedepan hingga terciptalah gelombang kejut yang mengarah kerah ratusan pedang pasir yang mengincarnya.


Thien Yu tiba tiba merasakan gerakan angin lembut yang berada di dekatnya, hingga membuatnya langsung menghantamkan tinju naga giok kearah angin lembut tersebut, karena Thien Yu menyadari jika angin lembut tersebut merupakan serangan jarak dekat yang sangat halus yang di lakukan oleh laki laki tua yang menjadi lawan tarungnya.


Telapak tangan tetua Singyu beradu dengan tinju naga giok milik Thien Yu, yang membuat keduanya sama sama terseret kebelakang.


Tetua Singyu merasakan telapak tangan kanannya seperti mati rasa, akibat efek benturan yang terjadi.


Sementara itu Thien Yu secara diam diam mengukur tingkat kultivasi yang dimiliki oleh orang tua yang ada di hadapannya.


"Ternyata kekuatan yang dimiliki laki-laki tua ini hampir mencapai tingkat kekuatan alam Emperor ranah Dewa, pantas aja kekuatannya bisa sehebat ini," batin Thien Yu.


Thien Yu kini melihat jika laki laki tua yang mengambang di hadapannya, telah mengeluarkan sebuah senjata berupa 2 buah cakram yang memiliki lingkaran berdiameter 50 cm.


Tetua Singyu yang semakin ingin menghabisi anak muda yang menjadi lawan tarungnya, kembali menyerang ke arah Thien Yu dengan dua buah Cakram yang berada disisi kiri dan kanannya.


Serangan jarak dekat yang dilakukan tetua Singyu begitu menyulitkan Thien Yu, apalagi dengan adanya dua buah cakram yang dengan cepat terus bertubi-tubi menghujam ke arahnya.


Thien Yu mengeluarkan pedang penguasa malam dan belati merah darah, untuk membendung serangan-serangan cepat yang dilakukan tetua Singyu.


Kini terlihat pergerakan yang dilakukan kedua kultivator terlihat seimbang, masing-masing senjata dari kultivator yang tengah bertarung saling mengisi kelemahan dari setiap serangan yang dilakukan masing-masing orang.

__ADS_1


Hingga pertarungan jarak dekat yang terjadi membuat debu-debu berterbangan, yang memudarkan pemandangan mata.


Tetua Singyu tersenyum melihat debu-debu itu dapat menutupi pandangan mata, hingga dia dengan mudah dapat melumpuhkan Thien Yu.


Akan tetapi pemikirannya kali ini salah karena Thien Yu dapat menghindari semua serangan-serangannya, bahkan pemuda yang menjadi lawan tarungnya itu dapat memberikan serangan balik yang tak kalah mematikannya.


Semua itu karena Thien Yu dapat mengaktifkan mata langit yang ada padanya, hingga dia mampu untuk melihat keberadaan tetua Singyu walaupun debu dan pasir menghalangi pandangan matanya.


"Aku tak bisa melihat ranah tingkatan anak muda ini, aku tak menyangka jika dia masih bisa bertahan sampai saat ini dalam menghadapiku.


Aku tak dapat menganggap remeh anak muda ini, karena aku yakin jika dia memiliki kekuatan pamungkas yang sangat luar biasa, hal ini terlihat dari keberaniannya mencari muridku untuk bertarung, berarti dia telah memiliki tingkat kekuatan yang setara dengan muridku," batin tetua Singyu.


Tetua Singyu segera menapakkan tangannya ke pasir, maka semua dataran pasir yang merupakan area kekuasaannya berselimutkan segel, hingga membuat pergerakan Thien Yu menjadi melambat.


Di istana pasir raja Changmo merasakan adanya pertarungan kuat yang menggetarkan istana pasir, hal itu membuat sang raja mengetahui jika Thien Yu lah yang tengah bertarung dengan gurunya.


"Kau mencari mati dengan datang ke tempatku, dan aku ingin melihat bagaimana expresi mu saat aku menyiksa dan mengulitimu," ucap raja Changmo dengan tertawa terbahak-bahak.


Raja Changmo segera memanggil semua kultivator kuat yang ada di dalam istana pasir, termasuk putrinya Ladymo untuk bersama-sama menghancurkan Thien Yu menggunakan formasi Ledakan gurun pasir.


Mendengar perintah dari rajanya, puluhan kultivator kuat bersama dengan sang raja pergi menuju ke tempat terjadinya pertarungan antara tetua Singyu dan Thien Yu.


Sementara itu pertarungan yang terjadi antara Thien Yu dan tetua Singyu, semakin menjadi-jadi. Tetua Singyu yang menempatkan segelnya bercampur dengan pasir yang berada di tempat itu, yang membuat Thien Yu sangat kesulitan untuk bergerak sehingga membuat tetua Singyu berhasil mendaratkan satu tendangan telak kearah Thien Yu.


Tak hayal lagi, Thien Yu terpental jauh ke belakang dan menghantam pasir dengan keras, sehingga membentuk kubangan yang cukup dalam di sana.


Thien Yu menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya, dia tak menyangka jika kekuatan laki-laki tua yang menjadi lawan tarungnya begitu kuat.

__ADS_1


"Aku harus keluar dari situasi ini, segel yang dibuat olehnya harus segera ku hancurkan jika tidak dengan kekuatan segel yang memperlambat pergerakanku akan membuat aku kesulitan untuk menyerangnya," batin Thien Yu dan menelan satu pil obat penyembuh yang ambilnya dari dalam cincin ruangnya.


Bersambung


__ADS_2