Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Terkejut


__ADS_3

"Lancang..!! teriak seorang pemuda dengan mengeluarkan tenaga dalam di ucapannya, yang membuat perkataannya menggema hingga membuat ke enam penjaga gerbang sekte berteriak kesakitan, akibat kerasnya suara teriakan sang pemuda yang membuat sakit gendang telinga.


Pemuda itu bernama Qing Chu, seorang kultivator ranah tingkat alam yang merupakan putra dari Qing ruo, yang menjabat sebagai petinggi sekte pasir es.


Thien Yu menatap tajam kearah Qing Chu, dan berkata "Aku datang ke sekte pasir es bukan untuk mencari masalah, tapi jika kau yang ingin mencari masalah dengan ku maka aku tak akan gentar sedikitpun untuk menghadapimu," ucap Thien Yu.


Seketika itu Qing Chu menjadi gusar, dengan tangan kosong Qing Chu menyerang Thien Yu hingga pertarungan keduanya terjadi.


Jual beli serangan tersaji tanpa bisa di hindari, kali ini Thien Yu tak tinggal diam, dia membalas serangan serangan yang di lesakkan Qing Chu, hingga pada akhirnya kedua telapak tangan mereka saling beradu di udara.


Ledakan energi pun terjadi yang mengakibatkan kedua kultivator muda itu, terpental kebelakang.


Thien Yu mendarat di tanah dengan sempurna tapi malang bagi Qing Chu, di terpelanting dengan keras ketanah hingga Cen Li dengan cepat menyongsongnya.


"Bagai mana keadaanmu kak Chu?" tanya Cen Li.


"Aku tak menyangka jika pemuda gembel itu mempunyai kekuatan sekuat ini, adik cepat panggil ayahku ke sini," pinta Qing Chu.


Tanpa pikir panjang Cen Li melesat pergi masuk kedalam sekte, untuk mencari ketua Qing ruo.


Keenam anggota penjaga sekte yang melihat jika murid utama sekte telah terluka, membuat mereka semua tak tinggal diam, mereka semua langsung menyerang Thien Yu dengan pedang terhunus.


Walaupun kalah jumlah, Thien Yu begitu mudah dalam mengatasi ke enam penjaga gerbang sekte, mereka berenam dibuat tak sadarkan diri olehnya.


Kali ini Thien Yu mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan yang ada, karena dia tau terlukanya murid utama sekte akan berakibat datangnya kultivator kuat ke arahnya.

__ADS_1


Benar saja, angin tiba tiba berhembus kencang, dan munculnya sosok tua dengan pakaian seorang petinggi sekte. Laki laki tua itu adalah Qing ruo, ayah dari Qing Chu.


"Anak muda, mengapa kau membuat kerusuhan di sekte ku, dengan berani melukai putraku dan anggota penjaga gerbang sekte, kau tau apa hukuman yang akan kau terima dengan perbuatanmu ini?" tanya Tetua Qing ruo.


Thien Yu melangkah maju kedepan tanpa sedikitpun merasa takut dengan kekuatan ranah tingkat alam emperor puncak yang keluar dari tubuh Tetua Qing ruo.


"Tetua, aku tak sedikitpun berniat untuk membuat keributan di sekte ini, aku hanya ingin mencari tetua Yun Leng yang menurut guru ku dia merupakan sahabat dari ayahku," jawab Thien Yu dengan tenang.


"Kekuatan alam emperor puncak yang di miliki tetua ini sungguh sangat luar biasa dahsyatnya,


aura yang terpancar dari tubuhnya membuat dadaku terasa sesak, aku sebisanya harus mencegah terjadinya pertarungan dengannya," batin Thien Yu.


Tiba tiba saja Tetua Qing ruo semakin kuat mengeluarkan aura ranah tingkat emperor puncak yang sangat menindas kearah Thien Yu, yang membuat Thien Yu mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk menahannya.


Kali ini Tetua Qing ruo mengernyitkan dahinya, belum pernah sekalipun ada anak muda yang bisa menahan aura energinya, dengan begitu Tetua Qing ruo dapat mengukur kekuatan pemuda berpakaian pengemis yang ada di hadapannya.


"Siapa nama gurumu?" tanya Tetua Qing ruo.


"Naga giok sang penguasa malam," ucap Thien Yu.


Di luar dugaan, Tetua Qing ruo begitu sangat terkejut mendengar nama yang keluar dari mulut Thien Yu. Diapun menarik kembali aura kuat yang di lepaskan nya. Diapun sangat penasaran dengan nama ayah dari pemuda itu.


"Siapa nama ayahmu!!" tanya Tetua Qing ruo kembali.


"Yan Lan!" jawab Thien Yu singkat.

__ADS_1


Tubuh Tetua Qing ruo seketika bergetar hebat mendengar nama Yan Lan di sebut oleh Thien Yu. Tapi dia tak lantas percaya dengan perkataan pemuda yang berada di hadapannya, diapun mengujinya sekali lagi.


"Apakah kau bisa memperlihatkan padaku, apa peninggalan ayahmu yang ada padamu?" tanya Tetua Qing ruo kembali.


"Ayahku hanya meninggalkan sebuah cincin ruang padaku," jawab Thien Yu kembali.


Tetua Qing ruo melihat tajam kearah cincin ruang yang di kenakan Thien Yu.


"Benar, dia merupakan putra Yan Lan, tuan mudaku yang telah memberikan hidup baru dari kehidupan gelap yang kulakukan di masa lampau," batin tetua Qing ruo.


Dengan cepat tetua Qing ruo segera menggenggam tinju memberi hormat pada Thien Yu. Apa yang di lakukan sang Tetua mengagetkan seluruh orang yang berada di tempat itu, seperti halnya Cen Li dan Qing Chu.


"Maafkan kelancangan ku tuan muda, aku tak menyangka dapat bertemu kembali dengan anak dari junjunganku sekaligus sahabat ku Yan Lan," ucap Tetua Qing ruo yang langsung memeluk Thien Yu dengan kuat.


"Tetua apa yang anda lakukan, cepat lepaskan aku, pelukanmu sangatlah kuat hingga membuat tulang tulang di tubuhku terasa remuk," sergah Thien Yu.


"Aku sangat bahagia nak, aku telah menemukan putra dari tuanku Yan Lan, dan mulai sekarang kau tak boleh memanggilku tetua cukup kau panggil aku dengan sebutan paman, karena derajat mu lebih tinggi dariku," ucap Tetua Qing ruo.


"Cen Li kabari ayahmu dengan kejadian ini, bawa Qing Chu bersamamu dan katakan kepada para petinggi sekte dan ketua sekte untuk mengadakan pesta besar dalam menyambut tamu kehormatan Sekte," ucap Tetua Qing ruo sambil berjalan masuk kedalam sekte dengan membawa Thien Yu.


"Baik paman," jawab Cen Li.


"Ayah..!!, Ayah..!!, aku sedang terluka, apakah ayah tak ingin menolongku?" Tanya Qing Chu.


"Anak manja, kau urus dirimu dulu!!" hardik Qing ruo.

__ADS_1


Qing Chu terdiam, dia merasa kesal dengan jawaban sang ayah. "Kurang ajar, pemuda gembel itu mampu menarik perhatian ayahku sehingga tak memperdulikan ku," batin Qing Chu sambil memandangi kepergian ayahnya bersama dengan Thien Yu masuk kedalam sekte.


Bersambung


__ADS_2