
Nien Chu dengan nekad menggabungkan kekuatan teratai hitam (Teratai Giok) di tangan kirinya, dan teratai kaca (Teratai illahi) di tangan kanannya agar dapat menjadi satu kekuatan yang dapat setara dengan kekuatan dewa.
Nien Chu sudah diperingati oleh sangguru agar tak menggabungkan dua kekuatan besar itu, karena bisa membuat Nien Chu hancur menjadi debu jika mengalami kegagalan dalam penggabungan nya.
Nien Chu yang menginginkan 2 kekuatan maha dasyat yang dimilikinya agar dapat menjadi satu, demi untuk melindungi ketentraman dan kedamaian dunia, tak mengindahkan perkataan gurunya itu.
Sementara itu Zaiya yang melihat semangat Nien Chu untuk menggabungkan dua kekuatan itu, begitu sangat senang sekaligus sangat gelisah dan khwatir, karena jika penggabungan yang di lakukan Nien Chu mengalami kegagalan, maka nyawa adiknya itu pasti tak akan terselamatkan.
"Nien Chu apakah kau sudah yakin untuk menggabungkan dua kekuatan besar itu?" tanya Zaiya saat melihat ketua kekuatan besar yang ada di kedua tangan Nien Chu.
"Tak ada keraguan lagi di hatiku untuk menembus batasan ku, karena ini merupakan jalan yang harus kulakukan agar aku dapat melindungi dunia ini dan orang orang yang kusayangi, aku pasti bisa menggabungkan dua kekuatan ini," jawab Nien Chu.
Nien Chu lantas mendekatkan dua teratai yang berada di kedua tangannya, apa yang dilakukan Nien Chu membuat Zaiya segera memasang segel pelindung dewanya, sehingga dirinya dan kedua sahabat Nien Chu dapat terlindungi dari efek penggabungan tersebut.
Ketiganya sama sekali tak berkedip kearah Nien Chu, saat melihat kedua teratai mulai saling bertemu.
Perubahan alam seketika itu bergejolak hebat, petir besar menyambar menyambar di area sekitar pulau, di tempat keberadaan Nien Chu yang saat ini tengah melakukan penggabungan 2 kekuatan besar yang dimilikinya.
Alam yang bergejolak dan mencekam, membuat binatang roh kuat yang ada dalam hutan itu pun terusik, hingga mereka semua menjadi marah seperti yang mengetahui adanya kekuatan besar dalam pulau yang dapat membahayakan ketentraman mereka semua.
Penyihir wanita cantik yang tengah melakukan kultivasi kini membuka matanya, karena merasakan kekuatan yang maha dasyat di pulaunya. Diapun menggunakan kekuatan yang dimilikinya itu untuk menyuruh binatang roh penghuni pulau agar menghancurkan sumber kekuatan besar yang mengusik pulaunya.
Maka seluruh binatang roh kuat yang ada di dalam pulau itu pergi kearah utara, tempat keberadaan Nien Chu yang tengah melakukan penggabungan kedua teratai.
Nien Chu yang tengah melakukan penggabungan kedua teratai mulai merasakan tubuhnya seakan ingin meledak, dan terlihat bagian bagian tubuh nya pun mulai terkikis oleh energi besar penggabungan yang tengah di lakukannya.
Zhurui yang begitu sangat mengkhwatirkan keselamatan Nien Chu, semakin gelisah di dalam segel pelindung yang dibuat Zaiya, lantas Zhurui pun berkata kepada Zaiya.
"Jika terus begini, Nien Chu tak akan sanggup untuk terus melakukan penggabungan itu, coba kau lihat wajahnya kini semakin terkikis dan tulang tulang di wajahnya pun saat ini mulai terlihat."
"Zaiya ..., kau harus secepatnya menghentikan semua ini, aku mohon padamu karena hanya kau yang mampu untuk menghentikannya," ucap Zhurui.
__ADS_1
"Kita tak bisa menghentikannya, saat ini penggabungan itu memiliki kekuatan setara dengan kekuatan para dewa, jika kita mendekati Nien Chu maka sama saja kita mengantarkan nyawa."
"Hanya Nien Chu yang dapat menghentikan penggabungan itu, jika dia ingin terus menggabungkan dua teratai itu maka kita tak bisa berbuat apa apa untuk menghentikannya," jawab Zaiya yang juga begitu sangat mengkhwatirkan Nien Chu.
Tiba tiba debu tebal berterbangan di udara, dan terlihat banyak sekali binatang roh kuat yang tengah mengurung keberadaan Nien Chu.
"Kita harus melindungi Nien Chu, jika tidak binatang binatang itu akan melukainya," ucap Anchen dengan penekanan di perkataannya.
"Kau tak usah khwatirkan hal itu, tak akan ada binatang roh yang akan mampu mendekatinya, kecuali binatang binatang roh itu akan mengantarkan nyawanya," ucap Zaiya yang membuat Anchen sedikit lega.
Nien Chu yang semakin terpuruk karena sebagian besar daging di tubuhnya telah menghilang, tetap melanjutkan penggabungan kedua kekuatan besar itu.
Kini Nien Chu teringat akan semua kenangan masa lalunya yang di tindas karena lemah, juga teringat akan ayahnya yang mati tanpa dia bisa berbuat apa apa, semua karena keterbatasan kekuatan yang di milikinya.
Nien Chu teringat akan ibu dewi yang mengatakan jika dirinya akan mengetahui semua masa lalunya, termasuk siapa ayah kandung dan seluruh keluarga besarnya, hal itu membuat semangat baru bagi Nien Chu untuk terus dapat bertahan dalam menggabungkan dua kekuatan besar yang dilakukannya saat ini.
Dan tiba tiba saja pasir hidup yang telah menyatu dengan tubuh Nien Chu bergejolak karena semangat di tubuh Nien Chu yang membara, sehingga pasir hidup itu menutup semua luka di tubuh Nien Chu dan mengembalikan semua luka luka itu menjadi utuh seperti sedia kala.
Terlihat pancaran cahaya 7 warna keluar dari dalam bunga Teratai, dari penggabungan dua kekuatan besar yang tercipta yang di lakukan oleh Nien Chu.
Gelombang kejut dari penggabungan itu membuat seluruh binatang roh yang mengepung Nien Chu dari segala arah, terpental jauh ke belakang dan tak bangkit lagi.
Zaiya pun sangat terkejut melihat gelombang kejut yang tercipta, yang mampu meretakkan segel pelindung yang di buatnya, sehingga membuat Zaiya begitu sangat bangga pada sang adik.
Nien Chu kemudian bangkit berdiri dan merasakan esensi kekuatan besar di dalam bunga teratai yang berada di dalam genggaman tangannya, yang membuatnya sangat bangga dengan hasil pencapaiannya.
"Aku telah berhasil menggabungkan dua kekuatan besar ini, hingga tercipta teratai yang memancarkan cahaya 7 warna. Mulai saat ini aku akan menamai bunga teratai ini dengan nama Teratai langit 7 warna," ucap Nien Chu.
Nien Chu kemudian menyimpan kembali teratai langit tujuh warna, dan menghampiri ketiga sahabatnya.
"Selamat Nien Chu, saat ini kau telah mencapai kekuatan ranah dewa tak terbatas, dan kau saat ini merupakan salah satu kultivator terkuat di alam dunia," ucap Zaiya.
__ADS_1
"Kau membuat kami semua cemas Nien Chu, dan sekarang semua penderitaan dan rasa sakit yang kau alami saat penggabungan itu, telah berubah menjadi kejayaan bagimu," timpal Anchen.
"Selamat Nien Chu, atas keberhasilanmu ini," ucap Zhurui.
"Trimakasih, jika tanpa dukungan dari kalian, aku pasti tak akan bisa seperti ini," jawab Nien Chu.
Nien Chu tiba-tiba saja merasakan adanya angin halus yang menuju ke tempatnya berada, dan dengan menapakkan tangannya Nien Chu dapat menahan angin halus tersebut, yang merupakan sebuah serangan sihir yang di lakukan oleh wanita cantik penghuni pulau.
Ledakan energi pun terjadi, namun tak membuat Nien Chu sama sekali bergeming dari tempatnya berada.
Kini di hadapan Nien Chu telah berdiri seorang wanita cantik, yang merupakan penyihir yang menguasai seluruh pulau ujung tak bertepi.
Wanita itu mengambang di udara, dan menatap tajam kearah Nien Chu.
"Kalian merupakan tamu disini, tapi tindakan kalian sama sekali tak memiliki sopan santun berada di wilayah kekuasaanku!!"
"Apa tujuan kalian datang ketempat ini?" tanya penyihir cantik itu.
"Sebelumnya aku mewakili teman-teman ku untuk minta maaf atas kerusakan yang terjadi di pulau ini, dan jika kau bertanya apa tujuan kami datang ke tempat ini maka aku akan mengatakannya."
"Kami menginginkan teratai nirwana yang ada di pulau ini, dan setelah itu kami akan pergi dari pulau ini," jawab Nien Chu.
"Pulau ini walaupun memiliki banyak sumber energi yang dibutuhkan oleh para kultivator, tapi tak memiliki teratai nirwana seperti yang kau katakan."
"Jika kalian semua menginginkan sumber energi di pulau ini maka ambillah sepuasnya, setelah itu aku ingin kalian semua pergi dari pulau ini," ucap penyihir cantik itu.
"Sudah kukatakan padamu, sebelum aku mendapatkan teratai Nirwana dari pulau ini, maka aku tak akan meninggalkan pulau ini, dan bila perlu aku akan menghancurkan semua penghuni yang ada di pulau ini sampai aku mendapatkan bunga teratai Nirwana yang ku inginkan," jawab Nien Chu.
"Ha...ha ..ha ..., aku takkan takut dengan ancamanmu karena aku merupakan tuan rumah di sini. Jika kau ingin melakukan pertempuran dengan ku, maka aku akan mewujudkannya," jawab penyihir cantik dengan tatapan penuh amarah kepada Nien Chu.
Sang penyihir kemudian membaca mantra, dan tak lama kemudian muncullah 5 ekor kera salju, dengan darah dewa binatang buas yang telah aktif di tubuh mereka semua.
__ADS_1
Bersambung