Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Ku beri nama Zaiya


__ADS_3

Hari telah beranjak sore, kekuatan semesta telah berhasil dikuasai oleh Thien Yu hingga keberadaan sang cahaya suci dapat diketahui kedatangannya, tak seperti hari hari sebelumnya yang mana kedatangan sang cahaya suci begitu sangat misterius dan tak bisa diketahui kapan dia menampakkan diri di hadapan Thien Yu.


"Kau telah menguasai kekuatan semesta, dan sekarang ini aku tak bisa lagi menganggap remeh dirimu. Thien Yu setelah kau keluar dari alam ini aku minta padamu agar menjaga Nirwana dan seluruh alam lainnya, agar keseimbangan alam bisa tetap terjaga di bawah naungan mu sebagai seorang Kaisar langit penguasa seluruh alam," ucap cahaya suci yang kini berada di dekat Thien yu.


"Aku pasti menjaga seluruh alam dari semua marabahaya yang mengganggu keseimbangannya, cahaya suci aku berterima kasih kepadamu karena telah membimbingku selam ini untuk mendapatkan kekuatan semesta, dan atas apa yang telah kau berikan kepadaku maka aku akan memberikan penghormatanku kepadamu sebelum aku meninggalkan alam Zaiya ini," ucap Thien Yu sambil mengembalikan badan dan memberi hormat kepada cahaya suci yang kini ada di hadapannya.


"Ha..ha..ha.., kau telah membuatku terharu dengan sikap mu ini, dan aku begitu tersanjung dengan pemberian hormat dari mu, sedari itu aku akan memperlihatkan wujud asliku yang sebenarnya yang tak pernah diketahui oleh para dewa di Nirwana yang ada sekarang ini," ucap cahaya suci yang kini berbentuk seekor naga emas dengan mahkota di atas kepalanya.


Inilah wujudku sebenarnya anak muda, dengan wujud naga emas yang kumiliki ini maka aku akan terus abadi.


Thien Yu, bawalah hadiah mu yang telah kau dapatkan setelah mengalahkan sepasang burung merak langit, dan setelah hari ini kita tak akan pernah berjumpa lagi, jadi ingatlah pesanku untuk yang terakhir kalinya, jagalah keseimbangan semua alam karena semua itu merupakan tanggung jawab mu sebagai kaisar langit," ucap cahaya suci.


Cahaya suci yang kini berwujud Naga emas seketika itu mengudara, dan meliuk-liuk sesaat di angkasa dan tak lama kemudian Naga emas itu pun menghilang dari pandangan mata Thien Yu.


"Trimakasih sekali lagi ku ucapkan kepadamu sang cahaya suci," ucap Thien Yu sambil masih menatap ke angkasa.


Tiba tiba Thien Yu di kejutkan dengan suara yang memanggil namanya dengan panggilan ayah, suara itu berasal dari burung merak langit panca warna yang kini menukik kearahnya.


"Ayah aku merindukanmu," ucap merak langit panca warna dan tiba di hadapan Thien Yu.


"Tunggu, mengapa kau memanggilku dengan sebutan ayah?" tanya Thien Yu.


"Cahaya suci mengatakan padaku jika kau adalah ayahku, karena kau yang telah menemukanku.


Saat ini aku tak mempunyai siapa siapa yang ku kenal, dan aku ingin kau menjadikanku seorang putra dengan wujud asliku berupa burung merak langit.


Kumohon jadikanlah aku putramu, dan di masa depan aku akan menjadi seorang anak yang patuh terhadap orang tua, seperti halnya kepatuhan ku terhadapmu yang telah ku anggap seperti ayahku sendiri.

__ADS_1


Sedari itu buatkanlah nama untukku agar di masa depan orang-orang bisa mengenalku dengan nama yang kau buatkan itu," ucap burung merak langit panca warna.


"Mungkin kita telah berjodoh, dan mulai sekarang aku akan memanggilmu zaiya karena kau berasal dari alam Zaiya, dan mulai sekarang kau adalah putraku dari seorang Kaisar langit penguasa seluruh alam," ucap Thien Yu.


Burung merak langit panca warna begitu sangat bersukacita, karena nama yang kini melekat di dirinya adalah nama yang di berikan oleh seorang pemuda yang telah dianggapnya sebagai ayah.


"Zaiya ada baiknya kita kembali ke Nirwana karena Nirwana saat ini begitu membutuhkan ku," ucap Thien Yu.


"Baik ayah, sekarang naiklah ke punggungku karena aku akan membawamu menuju ke Alam Nirwana," ucap Zaiya.


Mendengar perkataan Zaiya, Thien Yu segera meloncat keatas punggung burung merak langit, dan Tak lama kemudian burung itu pun mengepakkan sayapnya dan perlahan-lahan mulai terbang mengangkasa.


Tak lama kemudian burung merak langit bersama Thien Yu menghilang, dan tiba di wilayah alam nirwana dalam waktu singkat.


"Zaiya apakah kau bisa kembali lagi ke alam Zaiya?" tanya Thien Yu.


Aku bisa membawa ayah kembali ke alam Zaiya kapan pun ayah mau, dan bahkan membawa Ayah ke alam Dewa iblis kuno sekalipun jika ayah memintaku untuk membawa ayah kesana," jawab burung merak langit.


Thien Yu terdiam dan tak menyangka Jika dia mempunyai seorang putra yang memiliki kemampuan besar seperti itu, apalagi saat ini dia membutuhkan kekuatan besar dalam menghadapi Dewa iblis kuno yang berada di alam dunia.


"Aku tak ingin kau membawaku ke sana, Zaiya ayo kita menemui ke enam ibumu yang ada di istana langit," ucap Thien Thien Yu.


Burung merak langit terbang cepat menembus udara dan tiba di depan depan istana langit dalam sekejap mata. Pasukan langit yang tadinya bersiap untuk menyerang burung merak langit yang secara tiba-tiba muncul dan tanpa ijin mendarat di depan istana langit, tiba tiba mengurungkan niatnya karena melihat pemuda yang berada di atas punggung burung raksasa itu, merupakan Thien yu sang kaisar langit.


Lonceng pun dipukul sebanyak 7 kali, yang menandakan jika kaisar langit telah berada di istana langit.


Para Dewa dan Dewi berbondong bondong menuju ke istana langit untuk melihat sang kaisar yang telah datang kembali ke Nirwana.

__ADS_1


Burung merak panca warna kini berubah wujud menjadi seorang anak kecil berusia sekitar 4 tahun, tingkahnya yang lucu memberikan daya tarik bagi Dewa dan Dewi yang telah berada di sana.


"Ayah dimanakah ke enam ibuku?" tanya Zaiya.


"Sebentar lagi ke enam ibumu pasti akan kesini menemui kita," jawab Thien Yu.


Tak berselang lama, Dewa suci dan dewa agung muncul di hadapan Thien Yu.


"Selamat yang mulia atas keberhasilanmu kembali ke nirwana," ucap Dewa suci.


Thien Yu tersenyum sambil berkata. "Aku telah menjadi kuat seperti yang kalian inginkan, dan aku ingin kita bersama sama menjadikan Nirwana dan seluruh alam yang ada menjadi damai dan tentram," jawab Thien Yu.


Dewa agung yang hanya diam tiba tiba dikejutkan dengan suara Zaiya yang menghardiknya.


"Pak tua, untuk apa kau ingin mencari tau tingkat kekuatan ayahku, apakah kau ingin berlaku buruk pada ayahku?" tanya Zaiya dengan kilatan cahaya emas di matanya.


"Hentikan Zaiya kau jangan berlaku kasar terhadap Dewa Agung, dia adalah paman mu yang merupakan Dewa terhormat di Nirwana, aku ingin kau menghormatinya seperti aku menghormatinya," ucap Thien Yu.


Zaiya seketika itu tersenyum lucu, kemudian mengangkat kedua tangannya minta digendong oleh dewa agung.


Semua Dewa dan Dewi yang berada di tempat itu, semua tertawa melihat aksi lucu Zaiya yang menggemaskan, apalagi baru kali ini ada seorang anak yang meminta dewa agung untuk menggendongnya.


Walupun merasa risih, akhirnya dewa agung mengangkat tubuh Zaiya ke dalam gendongan nya, dan entah mengapa tiba tiba saja dewa agung merasakan perasaan bahagia, yang sulit dilukiskan saat menggendong Zaiya.


"Siapakah anak ini, walupun masih kanak kanak, tapi Melihat kilatan emas di matanya menandakan jika tingkat kekuatan yang ada padanya begitu sangat luar biasa, dan belum tentu aku bisa mengalahkannya di dalam sebuah pertarungan," batin dewa suci.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2