Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Kisah


__ADS_3

Kepala desa mendatangi Nien Chu dan berkata. "Aku ingin kau tinggal sementara waktu di Desa ini, sampai aku dapat memulihkan luka dalam yang ku derita akibat imbas pertarunganmu dengan Anchen, karena ada hal penting yang ingin ku tanyakan kepadamu sehingga aku bisa menceritakan masa lalu pemilik teratai kaca ilahi," ucap ketua desa kemudian pergi meninggalkan Nien Chu.


Siansan yang mendengar jika ketua desa memperbolehkan Nien Chu untuk tinggal beberapa waktu di desanya, begitu sangat senang. Dia pun lalu menghampiri Nien Chu dan membawa kedua pemuda yang saat ini telah menjadi temannya itu ke rumahnya.


"Nien Chu, Zhurui, inilah rumahku yang selalu memberikan kedamaian jika aku berada di sini.


Beristirahatlah, aku akan memanggangkan beberapa ikan untuk kalian berdua," ucap Siansan lalu pergi meninggalkan tempat itu.


Di dalam kamar terjadi percakapan antara Nien Chu dan Zhurui.


"Zhurui..., kita akan tinggal beberapa hari di tempat ini sebelum kita melanjutkan perjalanan ke kota kekaisaran, untuk mencari informasi tentang keberadaan teratai Nirwana.


Aku sangat penasaran dengan perkataan ketua desa, yang ingin menceritakan masa lalu pemilik teratai ilahi sebelumnya," ucap Nien Chu.


"Nien Chu.., aku akan mengikuti apa yang menjadi ke inginanmu, karena aku yakin ketua desa mengetahui sesuatu hal penting di masa lalu dan menyangkut dirimu," jawab Zhurui.


Perbincangan terus berlangsung sampai pada akhirnya Siansan masuk ke dalam kamar, sambil membawakan berbagai macam ikan panggang di atas nampan yang di bawanya.


"Silahkan Nien Chu, Zhurui, hanya ini yang bisa ku sajikan kepada kalian berdua," ucap Siansan.


"Siansan ini sudah lebih dari cukup, lebih baik sekarang kita makan makanan ini sebelum hidangan ini menjadi dingin," ucap Nien Chu.


Merekapun memakan ikan panggang itu dengan lahap, diselingi dengan canda dan tawa hingga menimbulkan keakraban di antara mereka bertiga.


Sudah 3 hari lamanya Nien Chu berada di desa itu, dan Anchen sama sekali tak pernah mengusik keberadaan Nien Chu dan Zhurui di desa itu, semua itu karena adanya larangan dari ketua desa untuk membuat Nien Chu dan Zhurui tak kerasan di dalam desa.


Nien Chu membuka matanya setelah melakukan kultivasi, saat ini kondisinya telah pulih seperti sedia kala setelah pertarungannya melawan Anchen.


"Nien Chu kepala desa tengah menunggumu di kediamannya," ucap Siansan yang telah lama menunggu Nien Chu selesai berkultivasi.


"Antar aku kesana," jawab Nien Chu.


Di luar rumah, Zhurui datang menghampiri Nien Chu dan berkata. "Nien Chu Lebih baik aku menunggumu di sini, karena aku akan melakukan kultivasi," ucap Zhurui.


"Baiklah jika kau ingin berada di sini," jawab Nien Chu.


Zhurui sengaja tak ikut ke tempat kediaman ketua desa, karena Zhurui tak enak hati jika dirinya mendengar cerita masa lalu yang ada hubungannya dengan Nien Chu, Zhurui menginginkan jika cerita masa lalu itu hanya didengar oleh Nien Chu saja, sehingga dia pun memutuskan untuk tetap tinggal di rumah Siansan.

__ADS_1


Setibanya di kediaman ketua desa, Nien Chu disambut hangat oleh sang ketua desa.


Siansan yang tak ingin mengganggu pembicaraan antara keduanya, memilih pergi dari kediaman ketua desa.


"Bagaimana Nien Chu, apakah kau kerasan tinggal di desa ini?" tanya ketua desa berbasa basi.


"Desa ini sangat nyaman dan aku sangat kerasan tinggal di desa ini," jawab Nien Chu.


"Nien Chu, Aku ingin kau jujur padaku karena kejujuranmu akan membuat pembicaraan kita menjadi ada tujuannya," ucap ketua desa.


"Maksud anda ketua, aku belum memahaminya," jawab Nien Chu.


"Aku tau kau bukan dari golongan ras elf?, karena pemilik dari teratai kaca ilahi sebelumnya merupakan kesatria dari golongan manusia.


Jika kau menjawab jujur pertanyaanku ini, maka keyakinanku tentang dirimu yang merupakan turunan dari kesatria itu akan terbukti," ucap ketua desa.


Nien Chu terdiam, tak mungkin dia membongkar siapa dirinya di hadapan ketua desa, akan tetapi rasa penasaran mengenai masa lalu pemilik teratai kaca ilahi membuatnya harus jujur kepada ketua desa.


"Ketua desa, aku ingin kau berjanji kepadaku untuk merahasiakan identitasku ini, karena ada tujuan yang harus kulakukan sehingga aku melakukan hal ini," ucap Nien Chu.


Nien Chu segera melepaskan kalung pemberian dari kepala akademi bulan suci dari lehernya, dan memperlihatkan sosok aslinya di hadapan ketua desa.


Seorang pemuda tiba-tiba masuk ke dalam ruangan itu dengan membawa wadah berisi sari buah dan beberapa cemilan kecil. Karena terkejut melihat sosok Nien Chu yang merupakan seorang manusia, membuat nampan yang ada di tangannya pun terjatuh sehingga makanan dan minuman yang dibawanya berhamburan di lantai ruangan.


Melihat hal itu, Nien Chu segera memakai kembali kalung yang dilepaskannya, hingga dirinya kembali berwujud seorang elf.


"Anchu apa yang kau lakukan, mengapa kau masuk keruangan ini tanpa seizin dariku!!" ucap ketua desa dengan penekanan di dalam perkataan nya.


"Maafkan aku guru, aku ke sini hanya mengantarkan minuman dan cemilan kecil, aku tak bermaksud untuk mengganggu kalian berdua," jawab Anchu.


"Ingat Anchu, apa yang kau lihat hari ini jangan sampai menyebar dari mulutmu, dan jika itu kau lakukan itu maka hari itu juga kau bukan lagi muridku!" ancam ketua desa.


"Baik guru, aku akan mendengarkan perkataanmu," jawab Anchu.


"Pergilah..., Aku tak ingin kau berada dalam ruangan ini," ucap ketua desa.


Mendengar perintah dari ketua desa, Anchu akhirnya pergi meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


"Nien Chu maafkan atas kecelakaan kecil ini, dan aku yakinkan kepadamu jika apa yang telah dilihat Anchu darimu, takkan menyebar ke mana-mana karena aku tahu karakter muridki itu," ucap ketua desa.


"Aku percaya padamu ketua desa, jika kau bisa meredam apa yang telah dilihat oleh Anchu," ucap Nien Chu.


"Nien Chu, aku akan menceritakan hal penting kepadamu...


Di suatu masa tepatnya 10.000 tahun yang lalu, seorang anak manusia mempunyai kekuatan melebihi kekuatan yang dimiliki oleh para dewa terkuat, hingga dia mampu mengalahkan Dewa iblis kuno yang begitu sangat menakutkan bagi peradaban manusia dan keberadaan nirwana.


Dia bernama Thien Yu yang juga merupakan saudara angkat dari raja para elf, Langtian, sekaligus suami dari putri Langyun yang merupakan adik dari raja Langtian.


Teratai kaca ilahi merupakan salah satu kekuatan terkuat yang dimiliki oleh Nien Chu, dan kekuatan itu hanya bisa dimiliki oleh keturunannya saja, sehingga aku berasumsi jika kau merupakan keturunan dari kesatria hebat itu, karena leluhurku pernah mengatakan jika pemilik salah satu kekuatan besar yang ada pada kesatria tersebut, akan terlihat dari keturunannya di masa depan.


Nien Chu, cerita yang ku sampaikan kepadamu ini merupakan cerita turun temurun dari leluhurku, yang dahulunya merupakan pejuang yang ikut serta dalam menghancurkan Dewa iblis kuno.


Dari penyampaian kisah yang terus diceritakan turun-temurun itu, mengatakan jika raja iblis dan pengikut Dewa iblis kuno akan bangkit di suatu masa, dan saat itu ke Angkara murka dan kehancuran dunia pun akan terjadi kembali.


Dengan melihatmu sebagai garis keturunan kesatria hebat itu, membuat harapan besar bagi generasi manusia dan ras elf, untuk tetap dapat bertahan hidup di alam dunia ini," ucap ketua desa.


"Nien Chu apa yang menjadi tujuanmu datang ke wilayah kekaisaran dataran langit ini?" tanya ketua desa kembali.


"Aku ingin mencari teratai nirwana, yang menurut guru ku teratai nirwana saat ini berada di wilayah kekaisaran dataran langit," jawab Nien Chu.


"Gurumu benar Nien Chu, saat ini teratai Nirwana memang berada di kisaran ini, dan aku pun mengetahui di mana tempat teratai Nirwana bersemayam," ucap ketua desa.


"Dapatkah ketua mengatakan kepadaku di mana keberadaan teratai nirwana itu," ucap Nien Chu.


"Aku akan mengatakannya kepadamu asalkan kau mau mengikuti 1 permintaan dari ku," ucap ketua desa.


"Katakanlah apa permintaanmu itu," jawab Nien Chu.


"Aku ingin kau mengikuti turnamen beladiri di kota kekaisaran, yang meliputi ras elf mata hijau yang hidup di dalam hutan dan pegunungan, ras elf bermata jingga yang hidup di gurun pasir, ras elf bermata biru yang hidup di kekaisaran kota, ras elf bermata putih yang hidup di gurun salju dan ras elf baru mata kuning yang hidup di pesisir pantai dan lautan.


Jika kau dapat memenangkan turnamen itu, maka aku akan mengatakan kepadamu letak keberadaan teratai nirwana," jawab ketua desa.


"Aku akan mengikuti turnamen itu dan memenangkannya, asalkan ketua dapat menepati janji untuk memberikan keterangan mengenai letak keberadaan teratai nirwana itu kepadaku," ucap Nien Chu.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2