
Hyun Zi begitu sangat bersedih, dia merasa jika ayahnya sudah tak menyayanginya, dan hanya menyayangi kakaknya Hyun Micha.
Sang ibu pun tak pernah datang untuk mencari tau bagaimana keadaannya sekarang ini, disaat saat hukuman bagi dirinya akan berlangsung.
Tangis Hyun Zi akhirnya pecah saat melihat penatua Hyun Joong datang untuk menjenguknya.
"Kakek...., mengapa keluargaku tak datang untuk menjengukku, bukan kah besok merupakan hari di mana aku akan diasingkan di tempat antah berantah.
Kakek, aku ingin menanyakan satu hal padamu, apakah ayah serta ibuku bukan merupakan orang tua kandung ku?" tanya Hyun Zi.
"Mengapa kau tanyakan hal itu?" ucap penatua Hyun Joong balik bertanya.
"Aku merasakan perbedaan diantara aku dan kakakku mengenai kasih sayang kedua orang tua ku, ayah dan ibu lebih menyayangi kak Hyun Micha ketimbang aku dan itu terlihat sangat nyata di setiap waktu," jawab Hyun Zi.
"Mungkin sudah saatnya kau mengetahui kebenaran yang ada, sebenarnya kau bukan anak kandung dari putraku Hyun Xi zu dan istrinya.
Kau adalah seorang anak dari bangsawan kekaisaran yang di rampok. Ayah kandung dan ibumu telah lama mati dan aku sendirilah yang menemukanmu waktu kau baru berumur 3 tahun.
Karena tak ingin kau mati sia sia, aku yang saat itu masih menjabat sebagai ketua sekte surgawi, memutuskan untuk memelihara mu lewat putra ku dan istrinya.
Zi'er walaupun kau tak memiliki ikatan darah dari keluarga ku, akan tetapi kau telah ku anggap sebagai cucu perempuanku sendiri, aku menyayangimu melebih Hyun Micha karena kakakmu itu telah mendapatkan kasih sayang yang berlebih dari kedua orang tuanya.
Saat ini aku tak dapat membebaskan mu dari hukuman, karena semua aturan dan keputusan sekte surgawi di pegang mutlak oleh putra ku sebagai ketua sekte.
Walaupun aku tak bisa membantumu lepas dari hukuman, tetapi aku masih bisa untuk memberikan bekal kepadamu di saat pengasingan mu itu, ini adalah kacang dewa yang terbuat dari berbagai macam sumber daya, walaupun hanya sekecil beras tapi jika kau memakannya satu butir, maka kau akan merasa kenyang sehari semalam.
Bawalah kacang dewa ini sebagai bekal mu jika kau merasa kesulitan untuk mencari makan di pengasingan mu itu," ucap penatua Hyun Joong sambil memberikan wadah yang berisi ribuan kacang Dewa.
"Trimakasih kakek, aku begitu sangat bersyukur mempunyai kakek yang begitu menyayangi ku serta penuh perhatian padaku, sekali lagi aku ucapkan terima kasih," ucap Hyun Zi.
"Kau bersabarlah, di saat pengasingan mu nanti carilah jalan keluar untuk menuju kembali ke alam dunia, ikutilah kata hatimu dan tak usah berputus asa, pelan-pelanlah kau untuk mempelajari pola kembali ke tempat ini.
Zi'er, ini adalah pedang tetes embun, pedang yang merupakan warisan dari istriku yang telah tiada, pedang ini ku berikan kepadamu beserta kitab kuno yang merupakan teknik pedang legendaris penguasaan angin. Berlatihlah dengan giat disana karena metode-metode yang berada dalam kitab kuno ini, dapat membuat mu menembus tingkat ranah suci dan pastinya kau akan menyamai tingkat kekuatan yang dimiliki kakakmu saat ini.
Dan satu lagi, aku akan memberikan mu artefak pelindung yang merupakan barang kesayanganku. Artefak pelindung ini dapat membuatmu aman jika kau berada di dalam gelembung artefak yang telah kau aktifkan.
Di dalam gelembung artefak langit ini kau juga dapat merasa nyaman di dalamnya, karena artefak langit ini dapat menstabilkan suhu udara jika kau berada di dalam sana.
"Terimakasih kakek atas semua pemberianmu ini," ucap Hyun Zi sambil memeluk sang kakek.
*****
Keesokan harinya, telah berkumpul para petinggi dan anggota sekte surgawi dihalaman depan sekte, untuk melihat kepergian Hyun Zi dalam menjalani hukumannya.
ketua sekte membuka gerbang yang menghubungkannya dengan alam tak berpenghuni , yang akan dimasuki oleh Hyun Zi dalam menjalani pengasingannya.
"Ayah, ibu, kakak, aku pergi...." ucap Hyun Zi.
Tak ada suara yang keluar dari mulut mereka bertiga, semua itu karena rasa malu yang diberikan Hyun Zi kepada keluarga besar Hyun, hingga membuat mereka bertiga memilih bungkam dan hanya penatua Hyun Joong yang datang dan memberikan semangat pada Hyun Zi.
"Aku yakin suatu hari nanti kau pasti akan kembali," ucap penatua Hyun Joong.
"Trimakasih kakek" jawab Hyun Zi.
Rasa sedih yang di rasakan Hyun Zi memantapkan langkahnya menuju ke pengasingannya. "Aku pasti akan kembali lagi, dan saat itu kalian akan tetap menjadi keluargaku," batin Hyun Zi kemudian masuk kedalam gerbng portal dan menghilang.
Sementara itu Nien Chu telah sampai di depan gerbang istana Akademi bulan suci, bangunan-bangunan megah terpampang di hadapan Nien Chu dengan pagar yang menjulang tinggi mengelilingi bangunan-bangunan tersebut.
"Sungguh megah istana akademi ini, dan kurasa para guru guru yang mengajar di dalam akademi ini merupakan para kultivator kuat yang dimiliki kekaisaran mutiara hidup," batin Nien Chu.
"Kau!, apakah kau ingin ikut dalam penyeleksian murid?" tanya salah seorang murid senior yang datang menghampiri Nien Chu.
"Benar, aku datang untuk ikut dalam penyeleksian murid baru," jawab Nien Chu.
"Jika begitu, ikut aku" ucap murid senior itu.
Nien Chu mengikuti murid senior di belakangnya, dan sampailah mereka ketempat dimana banyak peserta yang akan mendaftar sebagai murid baru di istana akademi bulan suci.
"Banyak sekali peserta yang ingin belajar Alkemis di istana akademi bulan suci, dan itu!, bukan kah itu Wang tianyang dan adiknya Wang ze, ternyata mereka berdua juga ikut dalam pemilihan menjadi murid baru di akademi ini," batin Nien Chu.
Di tempat lain, Wang ze yang melihat adanya Nien Chu di tempat itu, langsung membisikkan sesuatu di telinga kakaknya. "Kakak, orang yang kita buru ternyata juga ikut dalam pemilihan murid di sini," bisiknya.
"Aku telah mengetahui keberadaannya sebelum kau mengatakannya kepadaku, biarkan saja dulu tak mungkin kita memberi pelajaran dia ditempat ini," jawab Wang tianyang.
"Baiklah kak, aku akan menunggu sampai ada kesempatan untuk membinasakannya," ucap Wang ze.
Di podium utama, telah berdiri seorang laki-laki tua berjubah putih dengan seluruh rambut di tubuhnya telah memutih semua.
"Selamat datang di istana Akademi bulan suci, perkenalkan namaku Yuan Haiking, aku merupakan kepala akademi istana bulan suci.
Aku sengaja mencari bakat-bakat hebat dari seluruh kekaisaran besar yang ada, agar nantinya dapat menjadi seorang Alkemis hebat di masa depan.
Ada 3 kriteria yang di uji untuk menjadi murid di istana akademi bulan suci, yang pertama seorang murid telah memiliki ranah tingkat kekuatan di atas ranah jiwa, yang kedua memang telah memiliki bakat seorang alkemis, yang ketiga memiliki kemampuan dalam menguasai teknik dasar pemurnian pil, dan juga dapat mengatur suhu api jika melakukan pemurnian pil, jika kalian telah memiliki bakat itu maka kalian semua bisa berkompetisi untuk menjadi murid baru di akademi istana bulan suci," ucap ketua Yuan hiking dengan disambut tepuk tangan dari peserta yang akan mengikuti penyeleksian murid baru.
Seorang guru besar tiba tiba saja muncul di hadapan semua peserta, dan guru besar itu berkata. "Aku adalah guru Tao Bao yang merupakan pelatih ranah tingkat kekuatan, aku akan menguji ranah kekuatan kalian semua, dan aku ingin yang disebutkan namanya maju kedepan untuk mengalirkan energi murninya ke dalam menara giok ini sebagai pembuktian," ucap tetua Tao Bao sambil menunjuk ke arah menara besar yang berada di dekatnya.
"Jika menara giok itu berwarna merah maka dia telah berada pada ranah tingkat roh, dan bisa mengikuti ujian murid baru selanjutnya.
Jika berwarna kuning maka dia berada di ranah Alam dan tentunya bisa mengikuti ujian murid baru selanjutnya.
Jika berwarna emas dia berada di ranah emperor, dan warna putih berarti dia telah menembus ranah suci dan sudah di pastikan jika pemilik tingkat kekuatan di ranah suci merupakan para jenius yang berhak mengikuti ujian selanjutnya.
Sekarang aku akan menyebutkan nama nama yang sudah mendaftar dengan acak, dan akan menguji ranah tingkatan yang mereka miliki.
Wang ze dan Wang tianyang, majulah kalian berdua dan uji sampai di mana ranah tingkat kekuatan kalian berdua" ucap tetua Tao Bao.
Wang ze dan Wang tianyang langsung naik ke podium, mereka berdua langsung berhadapan dengan menara giok yang ada di hadapannya.
Tanpa ragu mereka berdua mendekatkan telapak tangan kanannya di permukaan pilar, kemudian mengalirkan energi murni mereka masing masing.
Cahaya berwarna kuning keluar dari dalam pilar giok tempat keberadaan Wang ze, dan cahaya putih keluar dari dalam pilar giok tempat keberadaan Wang tianyang.
Semua guru besar yang menyaksikan kejadian itu begitu takjub dengan Wang tianyang, dengan umur yang semuda itu dia telah berhasil menembus ranah tingkat suci, yang belum tentu dapat dilakukan oleh para pemuda dan pemudi sebayanya.
"Pantas saja dia dapat mengalahkanku dengan mudah, karena Wang tianyang telah berada di tingkat ranah suci," batin Nien Chu.
__ADS_1
Tiba tiba suara inti api surgawi yang berada di dalam Dantian Nien Chu berkata. "Kau jangan berkecil hati, kemampuan para kultivator muda di kekaisaran mutiara hidup memang begitu tinggi dibandingkan dengan kekaisaran lain di alam ini, semua itu karena kekaisaran cahaya hidup mempunyai banyak kultivator kuat di bidang Alkemis, yang mempermudah para kultivator muda mendapatkan sumberdaya yang berguna bagi peningkatan ranah tingkatan, akan tetapi hal itu juga bisa menjadi momok bagi mereka semua, karena di saat seorang kultivator menemukan lawan di level yang sama, mereka pasti akan menemukan kesulitan dalam pertarungannya itu, karena semua itu di sebabkan perbedaan kwalitas antara meningkatkan kekuatan dengan berbagai macam sumberdaya, dan meningkatkan kekuatan dengan cara alami," ucap api inti surgawi.
Nien Chu kini menyadari jika semua kultivator muda di kekaisaran cahaya hidup dapat meningkatkan kekuatan dengan cepat, semua itu karena mereka telah mengkonsumsi berbagai macam sumberdaya dalam meningkatkan kekuatan, sehingga mereka mampu menembus tingkat kekuatan yang tidak biasa.
Tiba tiba saja suara tetua Tao Bao memanggil nama Nien Chu dan putri Giok, untuk menguji ranah tingkatan mereka berdua di atas podium.
Nien Chu naik ke atas podium di susul putri giok di belakangnya, kemudian mereka berdua sama sama melakukan pengujian di pilar giok.
"Nien Chu kau jangan menggunakan seluruh kekuatanmu dalam pengujian di pilar giok, usahakan kau hanya berada di ranah roh semua itu demi kebaikanmu," ucap api inti surgawi tiba tiba.
"Mengapa guru" tanya Nien Chu.
Kekuatanmu saat ini telah berada di tingkat ranah Alam, akan tetapi dengan adanya Dantian ganda di tubuhmu membuat kekuatanmu bertambah 2 kali lipat, maka cahaya yang akan keluar dari dalam pilar giok akan berwarna emas jika kau mengalirkan seluruh energi murni mu kedalam pilar giok ini, yang berarti kau telah menembus ranah Emperor.
Saat perburuan harta karun kaisar terdahulu di paviliun langit, kau akan dalam masalah karena para kultivator ranah suci akan menargetkan para kultivator ranah emperor untuk di musnahkan, agar mengurangi para murid yang akan mencari harta karun di dalam perburuan itu.
Jika kau terlihat masih diranah roh, maka mereka akan menyepelekan mu dan tak begitu takut kau akan mendapatkan harta karun yang ditargetkan, sehingga kau dapat leluasa untuk mencari harta Karun di sana," jawab inti api surgawi.
"Baik guru, aku akan mengikuti saran mu," ucap Nien Chu.
Tak lama kemudian pilar yang di aliri energi murni di hadapan Nien Chu, kini mengeluarkan warna merah yang berarti Nien Chu saat ini berada di tingkat ranah roh.
Tetua Tao Bao mengumumkan hasil dari pengujian diatas podium.
"Nien Chu berada di ranah tingkat roh dan putri giok berada di ranah suci, mereka berdua layak lolos ke sesi selanjutnya," ucap tetua Tao Bao.
Nien Chu turun dari podium dan berjalan keluar dari kerumunan para peserta yang belum mengikuti tes, untuk sekedar mencari udara segar disana. sementara itu di atas podium kembali para peserta lain di uji ranah tingkatannya.
Hasil akhir pengujian ranah tingkatan di umumkan, terdapat 60 peserta dari seluruh kekaisaran yang berhasil lolos.
Kali ini para peserta yang lolos diperbolehkan untuk tinggal sementara di istana akademi bulan suci, untuk melanjutkan ujian tes yang akan terjadi esok hari yaitu memurnikan pil dengan mengontrol suhu api.
60 peserta tinggal di kamar kamar yang telah disediakan, dengan kwalitas kamar yang cukup mewah dan elegan sehingga membuat para peserta nyaman tinggal di dalamnya.
Malam itu Nien Chu tak bisa tidur, dia memilih untuk pergi keluar kamar yang terdapat taman di sana.
"Kak Nien Chu!!" suara seorang wanita yang memanggil namanya.
Nien Chu memalingkan mukanya ke arah sumber suara, dan mendapati seorang wanita yang berjalan kearahnya.
"Putri Zeng Yi, kau juga disini!?" sapa Nien Chu.
"Ia kak, aku lolos saat tes pengujian ranah tingkatan, aku berhasil menembus ranah tingkat roh sama sepertimu," ucap putri Zeng Yi dengan tersenyum manis.
"Baguslah, aku senang mendengarnya. Putri bagaimana kesiapan mu dalam ujian yang akan di lakukan besok?" tanya Nien Chu.
"Kak Nien Chu, sedari kecil aku telah menyukai bidang Alkemis sehingga aku banyak belajar kepada para Alkemis di kekaisaran cahaya naga, dan untuk menghadapi ujian besok bagiku tak ada masalah. Bagaimana dengan mu sendiri?" ucap putri Zeng Yi balik bertanya.
"Besok merupakan hari pengujian terakhir untuk dapat lolos menjadi murid baru di istana Akademi bulan suci, dan semoga saja keberuntungan berada di pihakku esok hari," jawab Nien Chu merendah.
"Apa? kak Nien Chu hanya mengandalkan keberuntungan dalam ujian besok?
"Iya..." jawab Nien Chu singkat.
Terdengar ******* panjang yang keluar dari mulut putri Zeng Yi, saat mendengar jawaban Nien Chu.
"Semoga saja keberuntungan berada di pihak mu kak. Oh iya..., kak Zeng Wu menitip salam padamu, saat ini dia berada di cabang serikat dagang yang berada di kekaisaran ini, dan kak Zeng Wu akan balik kembali ke wilayah ke kaisaran cahaya naga setelah aku dapat lolos menjadi murid di akademi ini," ucap putri Zeng Yi.
"Jika pangeran ke 3 masih di sini, aku akan menemui nya besok," ucap Nien Chu.
Perbincangan mereka berdua terus berlanjut, namun tiba tiba suara wanita menghentikan perbincangan antara putri Zeng Yi dan Nien Chu.
"Aku tak menyangka jika adikku sebodoh itu dengan mencintaimu dan membelamu mati matian saat di sekte surgawi Nien Chu, kau di sini sangat mesra dengan seorang wanita muda nan cantik, sementara adikku tengah menjalani hukuman yang diberikan sekte yaitu diasingkan di suatu tempat yang tanpa penghuni, itu semua karena kau...!!" bentak Hyun Micha.
"Apa maksudmu nona Hyun Micha?" tanya Nien Chu.
"Ha..ha..ha.., kau jangan berpura-pura bodoh Nien Chu, dengan sengaja tak mengetahui apa yang dialami oleh adikku Hyun Zi akibat mengajakmu ke sekte Surgawi," jawab Hyun Micha.
"Aku tak tau dengan apa yang dialami oleh Hyun Zi," ucap Nien Chu dengan wajah serius.
"Aku jelaskan kepadamu, aturan sekte dilarang seorang wanita muda membawa pemuda ke dalam sekte Surgawi jika dia bukanlah calon suami ataupun kerabat dekat. Jika melanggar maka wanita itu harus siap di hukum dengan diasingkan di suatu tempat tanpa penghuni selama 5 tahun, dan sepengetahuanku jika ada seorang wanita dihukum dengan cara diasingkan, maka wanita tersebut akan menghilang dan tak akan pernah terdengar kabarnya lagi," ucap Hyun Micha menjelaskan.
Nien chu terdiam, dia teringat akan perkataan ketua sekte surgawi yang mengatakan jika penatua Hyun Joong telah menjodohkannya dengan Hyun Xi, akan tetapi saat itu Nien Chu menolak perjodohan itu.
"Baru aku menyadari mengapa ketua Hyun Xi zu begitu murka saat aku menolak putrinya, ternyata penyebabnya adalah adanya hukuman kepada Hyun Zi jika aku menolak perjodohan itu," batin Nien Chu.
Putri Zeng Yi merasa kebingungan dengan percakapan Nien Chu dan wanita yang baru di kenalnya, sehingga diapun menanyakan hal itu kepada Nien Chu.
"Apa yang sebenarnya terjadi kak, jika sekte surgawi berani bertindak macam macam kepadamu maka aku akan melaporkannya kepada kak Zeng Wu, agar sekte itu di hilangkan dari kekaisaran mutiara hidup," ucap putri Zeng Yi yang sengaja mengeraskan suaranya agar di dengar oleh wanita yang baru datang itu.
Hyun Micha tersulut emosinya dengan perkataan wanita muda yang bersama dengan Nien Chu, yang ingin menghilangkan sekte surgawi dari kekaisaran mutiara hidup.
Pedang terhunus diarahkan kepada Putri Zeng Yi, sambil berkata. "Siapa kau sehingga berani menghilangkan sekte surgawi dari kekaisaran ini!!" bentak Hyun Micha.
"Kau dengar baik baik, aku adalah putri kaisar Zeng Gong dari kekaisaran cahaya naga yang merupakan kekaisaran terbesar kedua setelah kekaisaran pheonix, dan sangat mudah bagiku untuk melenyapkan sekte Surgawi jika kau berani berlaku arogan kepadaku," ucap putri Zeng Yi.
"Oh.., ternyata ada Putri manja yang mengikuti penyeleksian murid baru di istana Akademi bulan suci, baik untuk saat ini aku mengalah karena kau memiliki kuasa," jawab Hyun Micha dengan pergi meninggalkan tempat itu.
Di dalam kamarnya, Hyun Micha menahan amarah atas apa yang telah di lakukan putri kaisar cahaya naga padanya, dan dia berjanji dalam hati akan membunuh putri itu saat perburuan harta karun kaisar terdahulu berlangsung.
"Aku ingin kau lolos dalam ujian yang akan di lakukan besok, agar aku dapat membunuhmu di paviliun langit," batin Hyun Micha dengan meremas tinju nya sendiri.
Sepeninggalan Hyun Micha, Nien Chu mengajak putri Zeng Yi untuk beristirahat karena hari sudah larut malam.
"Putri lebih baik kita beristirahat karena hari sudah larut malam," ucap Nien Chu.
"Tapi kak aku ingin mendengar penjelasanmu tentang wanita tadi, dan ku harap kau mau menjelaskannya kepadaku," jawab putri Zeng Yi.
"Putri, untuk saat ini aku belum bisa menjelaskannya kepadamu karena hari sudah larut malam, aku ingin mempersiapkan diri dalam menghadapi ujian esok hari, dan kuharap kau mau memakluminya," ucap Nien Chu.
"Baiklah kak, selamat beristirahat," jawab putri Zeng Yi.
Setelah kepergian Nien Chu, putri Zeng Yi duduk di taman seorang diri sabil memikirkan wanita bernama Hyun Zi yang tengah dihukum dan diasingkan di suatu tempat oleh sekte surgawi.
"Sepertinya kak Nien Chu merasa bersalah sekali atas kejadian yang menimpa Hyun Zi, dan aku melihat dengan jelas sekali perubahan di wajahnya itu, aku yakin jika kak Nien Chu saat ini tengah memikirkan wanita itu," batin putri Zeng Yi dengan rasa cemburu di wajahnya.
__ADS_1
"Ah.., untuk apa aku memikirkan kak Nien Chu dengan wanita yang bernama Hyun Zi itu, aku dan kak Nien Chu selama ini tak ada hubungan apa-apa selain rekan kerja di dalam serikat dagang, tapi entah mengapa hatiku tak terima jika kak Nien Chu bersama Hyun Zi, ada apa ini?, lebih baik aku beristirahat mungkin perasaan yang datang padaku ini di karenakan aku kurang beristirahat," batin Zeng Yi dan langsung pergi menuju ke kamarnya.
Di dalam kamar Nien Chu merasa bersalah karena hukuman yang diterima Hyun Zi semua itu karena dirinya. "Aku akan pergi mencari mu setelah aku berhasil mendapatkan salah satu peninggalan Kaisar mutiara hidup terdahulu, di dalam perburuan harta karun yang akan diadakan istana Akademi bulan suci bagi murid baru yang lolos ujian esok hari," batin Nien Chu kemudian merebahkan dirinya di pembaringan dan terlelap.
Keesokan harinya, 60 murid baru tengah berada di dalam suatu aula besar, di dalam sebuah ruangan besar itu mereka dihadapkan dengan sebuah tungku, dan berbagai macam sumber daya yang telah ditakar sebelumnya oleh panitia penyelenggara.
Tetua Tao Bao berdiri di tengah-tengah mereka semua, yang didampingi oleh beberapa petinggi akademi yang akan memantau jalannya ujian hari itu, agar tak terjadi kecurangan saat ujian berlangsung.
"Yang ada di hadapan kalian semua merupakan tungku pemurnian, kalian semua akan membuat pil penyembuh luka sayat dari bahan-bahan yang berada di dekat tungku pemurnian.
Paling tidak kalian dapat membuat sebuah pil penyembuh luka sayat dengan tingkat kemurnian level 1 agar kalian bisa lolos menjadi murid baru di akademi ini, dan jika dari kalian semua dapat membuat pil dengan tingkat kemurnian level 2, maka aku akan menghadiahkan sebuah lencana Alkemis tingkat 1 kepada kalian yang berhasil melakukannya," ucap tetua Tao Bao yang disambut tepuk tangan meriah oleh para peserta ujian hari itu.
"Karena kalian semua telah siap menghadapi ujian pemurnian pil hari ini, maka kunyatakan ujian ini dimulai dan waktu pembuatan pil akan berlangsung selama 1 jam dari sekarang," ucap tetua Zi Zhi yang merupakan wakil ketua 2.
Mendengar jika ujian hari itu telah dimulai maka seluruh peserta yang ada di dalam ruangan besar itu, mulai melakukan aktivitas dalam pemurnian pil obat.
Awal awal tak ada kendala bagi para peserta dalam melakukan pemurnian dengan menggunakan api dan diatur dengan suhu tertentu, akan tetapi setelah semua bahan telah masuk ke dalam tungku pemurnian dan setengah jam telah berlalu, beberapa dari para peserta mulai gelisah karena pemurnian yang mereka lakukan mulai terkendala masalah. Dari pengaturan suhu yang terlalu panas hingga menyebabkan tungku bergejolak, dan ada pula yang ragu untuk melakukan pemurnian hingga pengaturan suhu menjadi rendah, yang membuat bahan obat yang dimurnikan tak mengalami perubahan besar, sehingga membuat mereka menjadi kalut dan membakar tungku dengan suhu tinggi yang berlebihan, dan pada akhirnya semua sumber daya yang ada di dalam tungku menjadi gosong dan hancur.
Satu persatu peserta mulai berguguran akibat sumber daya yang mereka murnikan hangus dan tak bermanfaat lagi, ada pula yang membuat tungku menjadi retak akibat tingginya suhu api yang mereka lakukan.
Kini tersisa 40 peserta yang masih melakukan pemurnian pil, dan salah satunya adalah Nien Chu.
Waktu yang tersisa tinggal 20 menit lagi, tiba-tiba dua orang berdiri karena telah berhasil melakukan pemurnian pil, dia adalah Pangeran Erlang Wang, dari kekaisaran binatang buas, dan seorang anak muda bernama Ming lie dari sekte ming yang berpusat di wilayah kekaisaran Pheonix.
Kedua anak muda itu menyerahkan hasil pemurnian pil yang telah dilakukannya, kepada tim penguji tingkat kemurnian pil.
Tetua Tao Bao dan tetua Zi Zhi begitu kagum dengan pencapaian yang dilakukan oleh kedua anak muda itu, karena mereka berdua telah dapat membuat pil penyembuh luka sayat, dengan tingkat pemurnian level 3.
Tak lama kemudian satu persatu peserta ujian telah berhasil melakukan pemurnian pil, dan salah satunya adalah Putri Zeng Yi.
Sementara itu Nien Chu masih terus melakukan pemurnian pil dengan beberapa orang peserta yang tersisa, hingga 50 menit berlalu Nien Chu masih belum juga berhasil melakukan pemurnian pil.
Putri Zeng Yi begitu sangat gelisah melihat hal itu, dia sangat berharap jika Nien Chu dapat melakukan pemurnian pil seperti dirinya, dan dapat lolos menjadi murid baru di istana Akademi bulan suci.
"Ayo kak Nien Chu Kau pasti bisa melakukan pemurnian itu," ucap putri Zeng Yi sambil melihat ke arah jam pasir yang semakin lama semakin berkurang.
Kini tersisa Nien Chu yang masih melakukan pemurnian pil, dan waktu yang tersisa hanya tinggal 5 menit lagi.
"Guru, bantu aku!!" batin Nien Chu.
"Nien Chu tambahkan panas api agar suhu di dalam tungku menjadi lebih panas lagi, dan kau jangan sampai mengurangi panas api karena keberhasilan dalam pembuatan pil itu tergantung panas api yang kau buat itu," jawab inti api surgawi.
Dan tak lama kemudian tungku pemurnian itu pun meledak, hingga asap hitam keluar dari dalam tungku seiring habisnya waktu yang tersisa dalam melakukan ujian hari itu.
Nien Chu menarik nafas dalam-dalam melihat asap hitam yang keluar dari dalam tungku pemurnian miliknya, sementara itu ketua Tao Bao dan tetua Zi Zhi hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat hasil pemurnian yang dilakukan oleh Nien Chu.
Nien Chu mengeluarkan 6 buah pil dari dalam tungku ke atas wadah yang memang telah dipersiapkan oleh panitia pelaksana sebelumnya, dan membawakan pil berwarna hitam dan tak menarik itu ke arah para tetua yang menguji tingkat keberhasilan pemurnian pil.
Putri Zeng Yi hanya terdiam saat melihat Nien Chu membawa pil gosong itu ke arah para tetua yang menguji tingkat pemurnian pil.
"Bersabarlah kak Nien Chu, mungkin hari ini kau gagal, tapi aku yakin jika kegagalanmu hari ini akan menjadi keberhasilanmu di masa yang akan datang," batin putri Zeng Yi.
Sementara itu ke-23 peserta yang berhasil membuat pil penyembuh luka sayat, tertawa terbahak-bahak melihat Nien Chu membawa pil gosong ke arah para tetua penguji tingkat kemurnian pil, bagi mereka apa yang dilakukan Nien Chu itu merupakan hal konyol, dan lawakan di akhir ujian pemurnian pil hari itu.
"Tetua ini adalah hasil pemurnian pil yang kulakukan, dan aku ingin tertua memeriksanya," ucap Nien Chu.
"Kami tak usah memeriksanya, karena pil yang kau bawa ini gosong semua dan tak mempunyai manfaat sama sekali," jawab salah seorang tetua penguji kemurnian pil.
"Tapi tetua, bukankah lebih adil bagi ku jika anda memeriksa pil yang kubuat ini," ucap Nien Chu.
Melihat perdebatan yang ada, tetua Tao Bao dan tetua Zi Zhi datang menghampiri para tetua penguji kemurnian pil sambil berkata. "Aku ingin kalian memeriksa pil yang telah dibuat anak muda itu, agar dia puas dengan hasil pemurniannya," ucapnya.
Dua orang tetua penguji kemurnian pil, mengikuti apa yang dikatakan tetua Tao Bao dengan mengambil salah satu pil berwarna hitam dari wadah Nien Chu, kemudian menguji tingkat kemurniannya dengan menyalurkan energi murni ke dalam pil tersebut.
Tetua penguji kemurnian pil begitu sangat terkejut dengan pil yang diujinya, warna hitam dari pil tersebut bukanlah gosong melainkan sebuah kerak berwarna hitam yang membungkus pil tersebut.
Setelah kerak tersebut retak dan menghilang akibat pengujian yang dilakukan para tetua pengujian kemurnian pil, maka tampaklah sebuah pil berwarna putih cerah dengan serat di permukaannya yang menandakan jika pil tersebut merupakan pil berkualitas tinggi.
Tetua penguji meraih pil tersebut dan menelitinya lebih dalam lagi, maka nampak olehnya jika pil tersebut merupakan pil berkualitas level 7.
Para tetua tak menyangka jika ada seorang anak muda yang mampu melakukan hal itu, yang mampu memurnikan sebuah pil dengan tingkat kemurnian level 7 yang dirinya pun belum tentu dapat melakukannya.
Tetua penguji itupun menghampiri tetua Tao Bao dan tetua Zi Zhi, sebagai penanggung jawab ujian pemurnian pil yang dilaksanakan.
"Tetua, anak muda itu mampu membuat pil dengan tingkat kemurnian level 7, yang hanya dapat di lakukan oleh super jenius Alkemis di usia muda," bisik tetua penguji kemurnian pil.
"Apa aku tak salah dengar? dan apakah kau telah memeriksa pil tersebut dengan seteliti mungkin?" tanya tetua Tao Bao.
"Kami tim penguji telah memeriksanya berkali-kali dan hasilnya tetap sama, pil yang dibuat anak muda itu memang pil kemurnian level 7," jawab tetua penguji kemurnian pil.
"Berita keberhasilan anak muda itu dalam membuat pil kemurnian level 7 jangan sampai bocor, karena dia pasti akan diburu oleh para Alkemis hebat yang ada di alam ini, untuk di jadikan muridnya.
Aku akan menemui ketua Yuan hiking untuk membahas masalah ini. Tetua Zi Zhi aku ingin kau mengumumkan jika anak muda itu lulus dalam ujian pemurnian pil, dan umumkan pula jika 25 murid yang telah berhasil melakukan pemurnian pil, telah menjadi murid baru istana akademi bulan suci," ucap tetua Tao Bao.
"Baik tetua, aku akan mengumumkan seperti apa yang kau katakan," jawab tetua Zi Zhi.
Setelah kepergian tetua Tao Bao untuk menemui ketua Yuan hiking, tetua Zi Zhi mengambil alih kedudukannya sebagai penanggung jawab ujian pemurnian pil.
Ketua Zi Zhi berdiri ditengah tengah para peserta ujian dan berkata. "Nien Chu kau lolos dalam ujian pemurnian pil, dan bagi para peserta ujian yang telah berhasil dalam ujian kali ini, maka mulai hari ini kalian adalah murid baru di istana akademi bulan suci, dan bagi para peserta yang belum berhasil dalam ujian kali ini, bisa mendaftarkan diri tahun depan untuk mengikuti ujian penerimaan murid baru di istana akademi bulan suci," ucap tetua Zi Zhi.
"Tetua..!! ini merupakan kecurangan bagi kami, Nien Chu membuat pil yang tak bermanfaat karena pil yang dibuatnya gosong, tapi mengapa dia bisa lolos dari ujian pemurnian pil? jika dia memakai uang untuk melakukan kecurangan maka kami pun bisa melakukannya, kami di sini bukanlah orang biasa melainkan putra dan putri orang yang berada, jadi kami pun bisa melakukan seperti apa yang dilakukan oleh Nien Chu!" ucap salah satu peserta yang sangat kecewa dengan hasil ujian pemurnian pil.
"Lancang!!, berani sekali kau berkata seperti itu terhadap istana Akademi bulan suci, kami di sini telah memeriksa pil yang dibuat oleh Nien Chu, dan hasilnya pun cukup memuaskan bagi kami para penguji, maka dia layak kami loloskan," ucap tetua penguji kemurnian pil.
"Kami telah memutuskan hasil ujian kali ini, dan semua itu tak dapat diganggu gugat lagi," timpal tetua Zi Zhi.
Mendengar perkataan tetua Zi Zhi, para murid yang tak lolos ujian pemurnian pil pergi dari ruangan besar itu dengan menahan rasa kekecewaan, mereka semua tak menyangka jika ujian yang mereka lakukan telah diisi kecurangan oleh seorang pemuda yang bernama Nien Chu.
Putri Zeng Yi berlari kecil kearah Nien Chu dan berkata. "Kak Nien Chu selamat ya karena kau telah berhasil memurnikan pil dan menjadi murid di istana akademi bulan suci," ucapnya.
"Trimakasih putri, aku juga mengucapkan selamat karena keberhasilanmu membuat pil dan menjadi murid di istana akademi bulan suci, jawab Nien Chu.
Kita berdua telah berhasil dalam ujian kali ini, dan di luar sana kakakku Pangeran ke-3 pasti telah menunggu kabar gembira tentang keberhasilan kita dalam ujian pemurnian pil ini," ucap putri Zeng Yi sambil menggandeng tangan Nien Chu untuk keluar dari ruangan besar itu.
Bersambung
__ADS_1