
Tengah malam mereka sampai kedepan gerbang kota ke kaisaran phoenix, tampak gerbang kota tersebut berdiri megah dan di jaga ketat oleh para prajurit berseragam lengkap.
Thien Yu mengajak Syin Yin turun dari atas batu bara giok, dan baru beberapa langkah Syin Yin berjalan pekikan keras pun keluar dari mulutnya. hal itu membuat Thien Yu panik.
"Ada apa Yin'er?" tanya Thien Yu khawatir.
Tampak Syin Yin tak bisa menjawab pertanyaan Thien Yu, dia hanya diam dan tak bisa berkata apa apa. Namun setelah di desak oleh Thien Yu akhirnya Syin Yin pun berkata.
"Kak Thien Yu bagian Mis V ku sakit dan perih saat melangkah," jawab Syin Yin jujur.
Syin Yin tak mampu menatap wajah Thien Yu saat mengatakan apa yang di deritanya, dia sangat malu akan hal itu, terlihat dengan perubahan wajahnya yang merona merah.
Thien Yu sangat terkejut mendengar jawaban dari Syin Yin, dia membayangkan lagi bagai mana dia dan Syin Yin melakukan mantap mantap hingga berkali kali, dan tentunya hal itu Yan menjadi penyebab mengapa Mis V Syin Yin sampai menjadi sakit.
"Maafkan aku Yin'er, mungkin aku terlalu bersemangat dan memaksakan diri melakukan kegiatan itu berulang ulang dengan mu, hingga di bagian itu ada yang sobek dan terluka," ucap Thien Yu.
"Jelas saja ada yang sobek kak Thien, rudal balistik milikmu itu begitu sangat besar dan menakutkan, sangat diluar dugaan ku sebelumnya," batin Syin Yin sambil menggigit bibir bawahnya dan menghayalkan kembali bagai mana dirinya pertama kali melihat rudal balistik Thien Yu di depan matanya.
Hayalan Syin Yin pudar saat mendengar sura Thien Yu yang memanggil namanya.
"Yin'er naiklah kebelakang ku, aku akan membawamu menuju ke istana pheonix bersamaku," ucap Thien Yu yang sudah siap dengan posisinya yang membelakangi Syin Yin.
Syin Yin pun naik ke gendongan belakang Thien Yu, dan tak lama kemudian Thien Yu mulai berjalan kearah gerbang kota yang masih terlihat cukup jauh dari tempatnya berada.
Sepanjang perjalanan Thien Yu sama sekali dia tak mendengar sura Syin Yin, diapun berinisiatif untuk menggodanya agar bisa terdengar lagi suara cerianya.
"Yin er.." ucap Thien Yu.
__ADS_1
"Ada apa kak Thien?" jawab Syin Yin.
"Kau tak usah pikirkan lagi adik kecilku, lama kelamaan kau nanti akan terbiasa juga dengannya," ucap Thien Yu kembali.
Sesaat Syin Yin mencerna perkataan Thien Yu, dan pada akhirnya dia mengerti akan maksud pemuda yang tengah menggendongnya itu.
"Kak Thien Yu ..!!" pekik Syin Yin sambil memberikan pukulan dan cubitan ringan di tubuh Thien Yu, yang membuat Thien Yu meringis kesakitan di buatnya. Dan pada akhirnya mereka berdua pun tiba di gerbang kota kekaisaran pheonix.
"Berhenti!!, tujukan identitas kalian," ucap salah seorang penjaga gerbang.
Thien Yu segera memberikan surat dan stempel resmi dari jendral Jatayu, yang di berikan kepadanya saat berangkat dari klan Wutang.
Sesaat surat itu di teliti oleh penjaga gerbang, kemudian surat itu di berikan kepada perwira prajurit yang ada di tempat itu.
Melihat surat resmi itu, perwira prajurit segera berlari kearah Thien Yu, kemudian memberi hormat padanya. Melihat pimpinan prajurit memberikan hormat, maka seluruh perajurit penjaga gerbang segera memberi hormat pada Thien Yu.
"Baik pangeran," jawab sang perwira.
Maka bergegaslah perwira prajurit itu mencari sebuah kereta kuda terbaik bagi Thien Yu, Tak berselang lama, kereta kuda pun tiba di tempat itu.
Dari jauh terlihat sesosok prajurit memakai seragam lengkap, memacu kudanya dengan cepat kearah gerbang kota. Dia adalah jendral gong Lang yang merupakan sahabat dan pengikut Yan Lan sewaktu masih hidup.
Dia sengaja datang menjemput Thien Yu karena adanya kabar dari jendral Jatayu lewat kontrak darah mereka berdua.
"Pangeran...!!, akhirnya kau datang juga kesini, aku telah lama menunggu putra kaisar Yan Lan tiba di negri ini, ha..ha..ha..!!" ucap jendela gong Lang dengan tawa khasnya.
Diapun melangkah ke arah Thien Yu dan langsung memeluknya dengan hangat. "Ibumu pasti akan sangat bahagia melihatmu berada di sini, aku tak membayangkan betapa bahagianya dia saat melihat putranya telah tumbuh besar seperti ini.
__ADS_1
Thien Yu, ajaklah nona cantik itu keatas kereta kuda, aku sendiri yang akan membawamu ke istana untuk menemui ibu mu," ucap Gong Lang kembali.
Thien Yu menganggukkan kepalanya, kemudian menggandeng tangan Syin Yin untuk naik keatas kereta kuda. Tak lama kemudian jendral Gong Lang ikut naik sebagai kusir kereta, dan dengan sekali hentakan tali kekang kuda maka kereta kuda berjalan menuju ke istana pheonix.
Perwira prajurit begitu sangat bersuka cita mengetahui jika putra kaisar Yan Lan yang telah hilang, kini telah kembali pulang ke istana pheonix. Diapun menatap kepergian kereta itu dengan senyum yang mengembang di bibirnya.
Sementara itu, jauh di kekaisaran Glory tampak roh Shang mu telah berada di sana, tepatnya dia muncul saat pangeran Huang Qin dan ayahnya jendral Shang Yang tengah berbincang bincang santai di suatu ruangan.
Melihat kehadiran putranya yang telah menjadi roh, jendral Shang Yang bangkit berdiri dan berteriak histeris. "Putraku..!! siapa yang telah membunuhmu!!" pekiknya.
"Ayah..!!, balaskan dendam ku pada Shang mu dan Syin Yin, mereka berdua lah yang telah membunuhku," jawab Shang mu.
Pangeran Huang Qin sangat terkejut dengan laporan Shang mu, dia tak menduga jika Syin Yin ikut dalam pembunuhan sahabatnya itu.
"Shang mu, coba kau ceritakan apa yang sebenarnya terjadi, mengapa Syin Yin ikut dalam pembunuhan mu?" tanya pangeran Huang Qin.
"Pangeran, ternyata wanita yang kau cintai punya hubungan khusus dengan Thien Yu, aku pernah memergoki mereka berdua tengah mantap mantap di kamar Syin Yin.
Karena peristiwa itu mereka berdua merencanakan pembunuhan ku, karena Syin Yin takut jika aku mengadukan apa yang kulihat kepada pangeran sehingga klan Wutang bisa dalam masalah," jawab Shang mu singkat.
"Kurang ajar, selama ini aku telah di bohongi oleh Syin Yin!!, jendral, malam ini juga aku ingin klan Wutang rata dengan tanah siapapun yang melawan bunuh!!" perintah pangeran Huang Qin.
"Baik pangeran aku akan memusnahkan klan Wutang dari ke kaisaran Glory, dan aku akan mencari kedua orang yang telah membunuh putraku, aku sendiri yang akan membalaskan dendam ini!!" jawab jendral utama kekaisaran Glory itu.
Jendral Shang Yang sangat bersedih melihat roh putranya semakin lama semakin memudar dan hilang tanpa bekas. Diapun memanggil seluruh pimpinan prajurit untuk segera menggempur klan Wutang malam itu juga.
Melihat kepergian jendral Shang yang, pangeran Huang Qin memejamkan matanya menahan amarah, dia begitu sakit hati dengan perlakuan Syin Yin padanya yang tega menolak cinta tulus darinya dan lebih memilih Thien Yu.
__ADS_1
"Thien Yu tunggulah di saat pertarungan 3 tahun yang sebentar lagi akan terlaksana, aku akan melenyapkanmu dari dunia ini," gumam pangeran Huang Qin.