Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Masuk ke kota kekaisaran


__ADS_3

Pagi hari di wilayah kekaisaran kota, di menara terang Ming lie yang merupakan titisan raja iblis tampak geram, akibat matinya salah satu jendral nya yang berada di kekaisaran cahaya naga.


Tampak 10 ketua menara penyembahan bersujud, dan 4 jendral iblis berlutut satu kaki sambil menangkupkan kedua tangan memberi hormat, kini berada di hadapan sang raja iblis.


"Jelaskan kepadaku bagaimana bisa salah satu jendral ku mati di sana?" tanya raja iblis meminta penjelasan dari seluruh bawahannya yang berada di dalam ruangan itu.


Jendral Yikzi yang merupakan jendral terkuat yang dimiliki raja iblis, segera menengadahkan wajahnya dan menatap tajam kearah raja iblis.


"Yang mulia..., aku mendengar jika ada seorang pemuda yang memiliki kemampuan kuat yang telah membunuhnya, dia memiliki 2 binatang roh kuno yang tingkat kekuatannya setara dengan 4 jendral iblis."


"Pemuda itu memiliki pedang berwarna hitam yang sangat kuat, yang mengeluarkan aura naga hitam saat di gunakan," jawab jendral iblis Yikzi.


Raja iblis Ming lie terdiam sesaat, kemudian berdiri dari singgasana nya.


"Anak keturunan kaisar langit kini telah menunjukkan dirinya, pedang hitam itu telah banyak membunuh para iblis di masa lalu, dan sudah saatnya aku harus bertindak dengan membunuhnya, agar tak ada halangan bagiku untuk menguasai dunia ini," batin raja iblis.


"Katakan padaku, perkembangan apa yang kau ketahui mengenai keadaan kota kekaisaran Phoenix saat ini?" tanya raja iblis kembali.


"Saat ini di kekaisaran kota akan diadakan turnamen besar yang meliputi 5 kekaisaran besar yang ada di dunia ini, dan dalam waktu dekat ini akan berkumpul para kultivator kuat di kekaisaran kota," jawab jendral iblis Yikzi.


"Aku ingin mengetahui kendala besar apa yang akan kita hadapi jika kita mengikuti turnamen besar itu, karena aku menginginkan kemenangan ada di pihak ras iblis, untuk memperlihatkan kepada dunia betapa besar kekuatan yang kita miliki saat ini," ucap raja iblis.


"Untuk mengikuti turnamen besar itu, aku akan menempatkan petarung kuat yang di miliki ras iblis lewat kekaisaran binatang buas."


"Kendala kita saat ini merupakan hal besar yang harus kita perhitungkan, aku mendengar jika saat ini jendral Jatayu dan jendral Gong Lang serta penasehat Biyao telah kembali dari pertapaannya, dan sekarang telah berada di istana pheonix," jawab jendral Yikzi.


Raja iblis menengadahkan kepalanya keatas, dia sangat tau betul petinggi istana Pheonix yang di sebutkan namanya oleh jendral Yikzi.


"Aku tak menyangka jika ke 3 tokoh kuat yang di miliki istana pheonix di masa lalu, masih hidup hingga sekarang ini."

__ADS_1


"Aku tak mungkin dapat mengalahkan mereka bertiga jika mereka bersatu, hanya ada satu cara untuk dapat menghancurkan istana pheonix, yaitu dengan menyerap kekuatan Dewa iblis kuno yang telah menghilang."


"Aku akan menunda penyerang istana pheonix, sebelum aku dapat menyerap kekuatan Dewa iblis kuno yang menyebar di dunia ini, dalam waktu 5 tahun aku akan melakukan ritual pertapaan untuk dapat memiliki kekuatan Dewa iblis kuno yang aku inginkan," batin raja iblis.


"Aku ingin tak ada pergerakan apapun di kekaisaran ini selama aku menyerap kekuatan Dewa iblis kuno, karena aku tak ingin adanya pergesekan yang membuat masalah besar bagi ras kita. Aku hanya memperbolehkan kalian mengikuti turnamen besar itu, lewat kekaisaran binatang buas."


"Sekarang aku menginginkan kalian semua menyebar untuk mencari tau ke keberadaan pemuda yang memiliki pedang hitam itu, sehingga setelah aku membangkitkan kekuatan Dewa iblis kuno di dalam tubuhku, aku bisa melenyapkan nya sekaligus menyerang istana pheonix," ucap raja iblis.


"Kami semua akan mengikuti perintah yang mulia raja iblis, dan semoga raja iblis berumur panjang," ucap semua yang berada di dalam ruangan pertemuan itu.


Raja iblis kemudian pergi meninggalkan ruangan pertemuan, menuju ke suatu tempat yang terdapat kekuatan energi dari 6 kristal berwarna merah darah yang memancarkan energi yang sangat kuat.


"Dari sekarang aku harus mulai menyerap kekuatan dewa iblis kuno yang menyebar keseluruh penjuru dunia ini, dan mengumpulkannya menjadi satu dengan bantuan ke 6 kristal iblis, sehingga aku dapat menyerap energi murni dewa iblis kuno," batin raja iblis.


Raja iblis duduk bersila di sebuah altar, tak lama kemudian energi kristal iblis mulai bertambah kuat dan seketika itu merasuk kedalam tubuh raja iblis.


Sementara itu di tempat lain, Nien Chu, An Yue dan Tency tengah melakukan penyamaran, dan saat ini tengah bersama berapa orang penduduk desa melakukan perjalan menuju kota kekaisaran.


Keanehan itu segera sirna saat rombongan mereka telah tiba di gerbang kota, dan melihat banyak sekali orang orang yang ingin masuk kedalam kota ke kaisaran.


"Sepertinya turnamen besar antar kekaisaran akan segera di laksanakan di kota kekaisaran Phoenix, karena terlihat banyaknya bendera dari setiap kekaisaran yang masuk kedalam kota kekaisaran," ucap paman Yohan.


"Kau benar paman, sepertinya memang akan terjadi turnamen besar di kota kekaisaran pheonix," jawab Nien Chu.


Kereta kuda yang ditempati oleh Nien Chu di cegat oleh penjaga gerbang kota.


"Tunjukkan tanda pengenal kalian...!" ucap salah seorang prajurit penjaga gerbang.


Paman Yohan segera memberikan lencana pengenal dari semua orang orang yang berada di dalam kereta, kepada prajurit penjaga gerbang.

__ADS_1


Sesaat prajurit penjaga gerbang mengamati lencana tersebut, kemudian diapun berkata. "Apa tujuan kalian masuk kedalam kota kekaisaran?" tanya perajurit penjaga.


"Kami akan menjual inti siluman," jawab Nien Chu sambil menunjuk kan inti siluman yang berada di sebuah wadah.


Sesaat prajurit penjaga gerbang memperhatikan inti siluman itu, lantas diapun berkata.


"Pergilah...!!" ucap prajurit penjaga gerbang, menyuruh Nien Chu dan rombongannya masuk ke dalam kota kekaisaran.


Setelah masuk kedalam kota kekaisaran, Nien Chu lantas memisahkan diri dari rombongan paman Yohan.


"Paman Yohan, kebersamaan kita mungkin sampai di sini, aku akan pergi bersama An Yue dan Tency untuk mencari sebuah penginapan," ucap Nien Chu.


"Baiklah tuan muda .., berhati hatilah di kota ini, dan selamat jalan," jawab paman Yohan.


Mereka semua akhirnya berpisah. Nien Chu mengajak An Yue dan Tency untuk mencari rumah makan di tengah kota, yang padat dengan penduduk kota di hari itu.


"Tak ada satupun meja di rumah makan itu yang terlihat kosong," batin Nien Chu.


Tiba tiba seorang anak muda menghampiri Nien Chu dan berkata.


"Tuan muda..., masih ada beberapa meja yang kosong di lantai 2, jika tuan muda mau, saya akan mempersiapkan meja untuk tuan muda," ucap anak muda itu.


"Jika masih ada meja yang kosong, kami akan makan di sana," jawab Nien Chu.


Setelah mendapatkan meja yang kosong, akhirnya Nien Chu dan kedua teman wanitanya pergi kelantai 2 rumah makan itu.


Di lantai 2 memang masih terlihat beberapa meja yang kosong, sehingga Nien Chu mempertanyakan hal itu kepada pelayan rumah makan tentang hal itu.


"Harga makanan di lantai dua tak seperti di lantai dasar, jika makan di lantai dasar seharga 10 koin emas, maka di lantai 2 bisa 100 koin emas," ucap pelayan rumah makan sambil menaruh pesanan diatas meja.

__ADS_1


"Jika perbedaannya 10 kali lipat, tak mungkin aku mau makan di lantai 2 ini," batin Nien Chu.


Bersambung


__ADS_2