
Nien Chu mengeluarkan tehnik jari matahari untuk pertama kalinya di dalam turnamen yang diselenggarakan, dengan menggunakan salah satu teknik terkuat yang dimilikinya itu Nien Chu lantas menyerang puluhan cermin yang berterbangan di udara.
Wucian yang berada diatas podium utama, mengernyitkan dahinya dan mengingat ingat di mana dia pernah melihat teknik yang digunakan pemuda dari pesisir pantai itu.
"Bukankah itu merupakan teknik dari pemuda yang pernah menyelamatkan putri Annchi saat berada di reruntuhan hutan binatang iblis, dan tehnik itu yang pernah dipakai melawan ku sewaktu aku bertarung dengan pemuda yang bernama Nien Chu di istana akademi bulan suci!, dan bagai mana mungkin pemuda dari pesisir pantai bisa menggunakan teknik sekuat itu,?" batin Wucian bertanya tanya.
"Ini sangat aneh, bagai mana bisa terjadi kemiripan nama antara Nien Chu dari pesisir pantai, dengan Nien Chu dari istana bulan suci? aku tak bisa memprediksi apa yang sebenarnya telah terjadi, sehingga pemuda dari pesisir pantai dapat menggunakan teknik sekuat itu" batin Wucian.
Wucian segera berdiri dari duduknya dan menatap tajam ke dalam arena pertarungan, seakan ingin memastikan wajah dari pemuda pesisir pantai yang dicurigainya sebagai Nien Chu dari istana bulan suci yang menyamar.
"Aku akan menyelidiki siapa sebenarnya pemuda itu, dan bagaimana bisa terjadi kemiripan seperti ini," batin Wucian sambil meremas tinjunya sendiri.
Di arena pertarungan, kedua belas jarum emas milik Nien Chu kini terpecah menjadi ratusan jumlahnya, dan mampu melewati ilusi cermin hingga dapat menghancurkan seluruh cermin yang berterbangan di udara.
An Yue begitu sangat terkejut melihat jika Nien Chu dapat mematahkan serangan dari cermin ilusi yang dibuatnya. diapun akhirnya menggunakan kekuatan pamungkasnya, yaitu tehnik cermin salju abadi.
Nien Chu kini dihadapkan dengan sebuah cermin besar, sehingga dia seperti berada di alam antah berantah karena seluruh daerah di sekitar tempat itu kini diselimuti oleh salju.
Tak ada lagi suara penonton yang didengarnya, hanya ada suara angin yang bertiup kencang hingga mengibarkan pakaian yang dikenakannya.
Dari dalam cermin tiba tiba muncul seorang pemuda yang sama persis dengan Nien Chu, sehingga membuat Nien sangat terkejut dan mundur beberapa langkah kebelakang.
"Mengapa yang keluar dari dalam cermin itu adalah diriku sendiri, dimana keberadaan An Yue?" batin Nien Chu bertanya tanya.
Nien Chu mencoba mencerna keadaan yang ada, dan membuat hatinya tetap tenang menghadapi situasi yang di hadapinya saat ini.
"Aku akan mencoba menyerangnya," batin Nien Chu.
Nien Chu kemudian menyerang sosok pemuda yang menyerupai dirinya, dan pada akhirnya pertarungan diantara merekapun terjadi hingga beberapa menit berlalu.
"Mengapa sosok yang mirip denganku ini dapat menggunakan tehnik tangan kosong seperti yang kumiliki, sehingga membuatku seperti melawan diriku sendiri," gumam Nien Chu.
__ADS_1
Nien Chu segera mengeluarkan inti api surgawi ditangan kanannya, untuk menghancurkan sosok pemuda yang mirip dengannya itu.
Tak di sangka sangka oleh Nien Chu, pemuda itu juga mampu mengeluarkan inti api surgawi di tangan kirinya seperti yang dilakukannya saat ini, apa yang dilihatnya itu membuat Nien Chu sangat terkejut setengah mati, dia tak menyangka jika muda yang ada di hadapannya itu mampu mengeluarkan inti api surgawi, dan kini pemuda itu tiba tiba menyerang kearah Nien Chu dengan menggunakan inti api surgawi yang ada padanya.
Ledakan terjadi saat kedua inti api tersebut saling beradu di udara, hingga membuat Nien Chu terpelanting dengan keras ke permukaan tanah.
"Sangat aneh, mengapa sosok itu bisa menggunakan kekuatan inti api surgawi dengan ranah Dewa di dalamnya, kurasa ada sesuatu yang memicu hal ini terjadi, dan An Yue lah pelaku munculnya sosok pemuda yang seperti diriku sendiri," batin Nien Chu kemudian kembali bangkit berdiri.
Sosok yang menyerupai dirinya kini menyerang ke arah Nien Chu kembali, dengan menggunakan pedang es di tangan kanannya dan kekuatan inti api surgawi di tangan kirinya.
Nien Chu berusaha mengelak dan berpikir bagaimana cara dia bisa mengetahui keberadaan An Yue yang merupakan dalang terciptanya sosok pemuda yang menyerupai dirinya, yang mampu untuk meniru semua teknik dan kekuatan yang digunakannya.
Setelah berpikir dan mencerna keadaan yang ada, Nien Chu pada akhirnya menggunakan kekuatan dari amukan api misterius, untuk mencairkan seluruh salju yang berada di atas arena, karena Nien Chu yakin jika salju salju itu ada kaitannya dengan cermin yang mampu mengeluarkan sosok pemuda seperti dirinya.
Teratai api seketika itu berada di telapak tangan Nien Chu, yang kini telah berputar sangat kencang sehingga menimbulkan aura kuat yang menggetarkan area di sekitar tempat itu.
Lagi lagi sosok yang menyerupai dirinya mampu melakukan hal yang sama, yaitu menciptakan teratai api seperti yang dilakukannya saat ini.
Teratai api yang telah dilepaskan Nien Chu, dengan cepat mencairkan semua salju yang berada di atas arena, sehingga sayup-sayup Nien Chu dapat mendengar kembali suara suara teriakan para penonton di luar arena pertarungan.
Pemuda yang mirip dengan Nien Chu tak tinggal diam, dia pun melesat cepat ke arah Nien Chu dan melemparkan teratai api ke arahnya.
Nien Chu yang melihat jika sosok yang menyerupai dirinya itu telah menggunakan teknik amukan api misterius kearahnya, dengan segera memasang perisai pelindung dari kedua simbol Dewa yang telah diaktifkannya.
Ledakan energi pun terjadi, yang membuat kekuatan amukan api misterius yang di lepaskan oleh sosok pemuda mirip Nien Chu, menghantam telak tubuh Nien Chu yang telah di terpasang armor sisik naga.
Kekuatan ranah dewa yang digabungkan dengan kekuatan amukan api misterius, berhasil membuat Nien Chu terhempas ke dalam lantai arena pertarungan, hingga arena pertarungan jebol sedalam 3 Meter.
Nien Chu merasakan jika dadanya begitu terasa sesak akibat menahan serangan teratai api, dan tubuh nya seperti remuk hingga diapun agak kesulitan untuk bangkit berdiri.
Walaupun Nien Chu sangat kesulitan untuk bangkit berdiri, akan tetapi dengan kegigihannya pada akhirnya Nien Chu dapat kembali berada di atas arena pertarungan walaupun dengan kedua kakinya yang mulai goyah.
__ADS_1
Mencairnya seluruh salju membuat pemuda yang menyerupai dirinya pun menghilang bersama cermin besar yang ada di hadapannya.
Tampak An Yue telah tergeletak diatas Arena pertarungan, dengan wajah yang menatap langit biru di siang itu. Kekuatan api misterius telah melukai tubuhnya hingga diapun tak berdaya.
Ketua Yao Yao tak menyangka jika muridnya yang telah menguasai teknik cermin salju abadi, dapat kalah dengan seorang pemuda dari pesisir pantai.
"Bagaimana mungkin An Yue kalah bertarung, sementara tehnik yang digunakannya itu dahulu pernah menjuarai turnamen ini, dan membawa nama lembah salju ke puncak kejayaan di dataran langit.
Ketua Yao Yao menghembuskan nafasnya dengan keras, untuk melepaskan kekesalan yang ada di dadanya.
Sementara itu Nien Chu yang melihat jika An Yue terluka parah, segera melesat kearahnya dan memeriksa keadaan sang wanita dengan mendeteksi denyut nadinya.
"Celaka energi tubuhnya tak beraturan sehingga membuat dantian kini dalam masalah. Aku tak boleh membiarkan An Yue kehilangan kultivasinya dengan hancurnya Dantian yang ada pada tubuhnya, Karena An Yue merupakan salah satu pemilik simbol Dewa," batin Nien Chu.
"Cepat telan pil ini, jika tidak Dantianmu pasti akan rusak parah dan kau tak akan pernah dapat berkultivasi lagi," ucap Nien Chu.
"Untuk apa kau menolongku?" tanya An Yue.
"Aku tak ingin menjelaskan apa apa disini karena kondisi tubuhmu saat ini begitu sangat mengkhawatirkan, dan aku tak ingin terjadi apa apa dengan dantianmu hingga aku akan merasakan penyesalan seumur hidupku," jawab Nien Chu.
An Chu tetap saja tak ingin menelan pil pemberian dari Nien Chu, karena dia tak ingin menanggung hutang budi di masa depan.
Nien Chu yang tak ingin terjadi apa-apa pada An Yue, segera menotok tubuhnya dan memasukkan sebuah pil berwarna merah kedalam mulut An Yue, kemudian diapun menyalurkan sisa-sisa energi yang di milikinya, ketubuh An Yue agar pil obat pemberiannya dapat segera tercerna.
Dari atas podium utama tampak mata indah seorang wanita terus memperhatikan apa yang terjadi di atas arena, dan tiba tiba saja meja yang berada di dekatnya hancur oleh pukulan telapak tangan sang wanita.
"Annchi....!!, apa yang telah kau lakukan mengapa kau menghancurkan meja itu!!" bentak sang permaisuri.
Annchi seketika itu tersadar dengan hal bodoh yang dilakukannya, diapun lantas berkata. "Maafkan aku ibu, aku begitu kesal dengan apa yang di lakukan Nien Chu kepada An Yue, yang bagiku pertolongannya merupakan sebuah penghinaan bagi kelompok elf lembah salju.
Bersambung
__ADS_1