
Nien Chu memperkenalkan Fang yie pada kedua sahabatnya, dan saat Nien Chu menjabat tangan Fang yie maka saat itu Nien Chu merasakan jika wanita yang ada di hadapannya ini merupakan salah satu wanita yang memiliki simbol Dewa.
Nien Chu terdiam sesaat, dan memikirkan cara bagaimana dia dapat mengajak wanita yang ada di hadapannya untuk masuk kedalam kelompok pembasmi iblis yang di dirikan nya.
"Nien Chu..., sepertinya ada sesuatu yang sedang kau pikirkan?" tanya Fang yie.
Nien Chu sejenak mencerna perkataan dari Fang yie, dan tak lama diapun berkata dalam hati.
"Sepertinya belum saatnya aku membicarakan mengenai simbol Dewa di tubuh Fang yie, karena aku merasakan adanya kejanggalan dalam pertarungan Arran kali ini," batinnya.
Nien Chu kemudian menatap kearah Fang yie dan berkata.
"Pemuda yang tengah bertarung itu merupakan sahabatku yang bernama Arran, Fang yie dapatkah kau menjelaskan kepadaku mengapa pertarungan ini bisa terjadi?" tanya Nien Chu.
"Ada baiknya kita menjauh dari tempat ini, karena saat ini keadaan di kekaisaran telah mengalami banyak masalah yang terjadi akibat ambisi putra mahkota yang ingin menguasai istana," ucap Fang yie.
Nien Chu menganggukkan kepalanya, kemudian mengajak Anchen dan Zhurui untuk pergi dari tempat itu.
Di pinggiran hutan kota kekaisaran, Fang yie menceritakan semua yang telah terjadi di kekaisaran kepada Nien Chu.
Saat ini gejolak di dalam pemerintahan kekaisaran cahaya naga semakin menjadi-jadi, setelah sang kaisar mengalami sakit yang tak di ketahui penyebabnya sampai saat ini, isu yang santer terdengar saat ini putra mahkota telah mengambil alih kekuasaan, dan para petinggi kekaisaran yang masih setia pada kaisar, perlahan lahan mulai di sisihkan dengan dalih pemberontakan yang berujung mereka semua di penjarakan di sel bawah tanah yang dingin.''
"Kultivator yang bertarung dengan Arran saat ini merupakan kultivator suruhan dari putra mahkota, untuk membuat pusat pemerintahan serikat dagang menjadi kacau dan tak di percaya lagi oleh seluruh kota dan pengunjung dari luar kota,"
"Putra mahkota sengaja melakukan hal itu untuk melenyapkan orang-orang penting di dalam serikat dagang, dengan menghancurkan orang-orang kuat di dalamnya, dan stelah itu dengan mudah putra mahkota akan menguasai serikat dagang." ucap Fang yie.
"Bagaimana dengan pangeran ke 3, mengapa dia tak bertindak setelah mengetahui apa yang telah dilakukan putra mahkota kepada serikat dagang?" tanya Nien Chu.
__ADS_1
"Saat ini pangeran ke 3 juga mengalami hal yang sama seperti yang dialami oleh kaisar, mendapatkan sakit yang membuatnya seperti orang yang kehilangan ingatan dan sampai saat ini tak diketahui penyebab sakitnya itu, apalagi untuk menyembuhkannya," jawab Fang yie.
Nien Chu meremas tinjunya, dia sangat yakin jika sakitnya Kaisar Zeng Hong dan Pangeran ketiga, semua itu telah direncanakan agar putra mahkota dapat dengan bebas menguasai kekaisaran cahaya naga.
"Fang yie..., aku akan menemui pangeran ketiga apakah kau dapat membantu ku?" tanya Nien Chu.
"Saat ini Pangeran ketiga tak ada di istana, setelah sakit yang membuatnya tak berdaya, seorang wanita yang dikatakan merupakan kekasih sang pangeran, telah membawanya ke gunung Wongku tempat keberadaan guru sang pangeran," jawab Fang yie.
"Aku harus segera ke gunung Wongku agar dapat menyembuhkan pangeran ke 3, karena hanya dia satu-satunya yang dapat membuat masalah di kekaisaran cahaya naga kembali seperti sedia kala."
"Akan tetapi saat ini aku merasakan kekhawatiran yang besar terhadap Arran yang tengah bertarung, karena lawan tarungnya saat ini memiliki kekuatan di ranah tingkat dewa tak terbatas, yang berada jauh di atas Arran yang baru memasuki ranah tingkat dewa, dan tentunya kultivator suruhan dari putra mahkota itu bukanlah tandingan bagi Arran," batin Nien Chu.
"Aku akan ke gunung Wongku untuk bertemu dengan Pangeran ketiga, tapi sebelumnya aku akan menyelamatkan Arran terlebih dahulu," ucap Nien Chu.
"Nien Chu .., kau tak usah khawatir dengan keselamatan Arran, karena putri Yuan Hua pasti tak akan tinggal diam melihat kekasihnya terluka, saat ini yang perlu kau pikirkan lagi untuk pergi ke gunung Wongku karena di sana terdapat kultivator kuat yang melindungi pangeran ke 3 dari apapun yang mencoba mengisiknya, seperti orang-orang yang mengaku sebagai teman, kerabat dekat maupun saudara sang pangeran sendiri."
"Semua kultivator kuat suruhan putra mahkota yang mengaku ngaku sebagai orang yang dekat dengan pangeran, sampai saat ini tak ada kabar beritanya setelah pergi ke gunung Wongku," ucap Fang yie.
"Aku tak akan mengatakan keberadaan kalian bertiga kepada siapa pun juga, dan aku sarankan jika kau ingin pergi ke gunung Wongku, berangkatlah di siang hari karena di malam hari banyak terdapat binatang roh kuat yang berkeliaran di dalam gunung Wongku saat malam tiba," jawab Fang yie.
"Satu hal lagi, saat ini utusan dari putra mahkota kini telah pergi untuk menjemput putri Zeng Yi yang berada di istana Akademi bulan suci, dan aku yakin karena ambisi putra mahkota untuk menjadi Kaisar akan membuat putri Zeng Yi dalam bahaya, semua bisa dilihat dari matinya pangeran Zeng Nong secara tiba tiba di istana yang tentunya kematiannya itu merupakan perbuatan dari putra mahkota," ucap Fang yie.
"Trimakasih atas informasi yang telah kau berikan kepadaku, aku akan menyelesaikan semua masalah ini termasuk utusan yang akan menjemput putri Zeng Yi."
"Fang yie..., aku akan menemuimu kembali setelah kepulangan ku dari gunung Wongku," ucap Nien Chu dan dijawab dengan anggukan kepala oleh Fang yie.
Setelah berpisah, Nien Chu dan kedua sahabatnya langsung menuju ke gunung Wongku, dengan petunjuk keberadaan gunung tersebut dari Fang yie setelah mereka berpisah.
__ADS_1
Di kaki gunung, Nien Chu menyuruh kedua sahabatnya untuk menuju ke istana akademi bulan suci, untuk mencegah putri Zeng Yi agar tak kembali pulang ke istana cahaya naga sebelum kemelut di kekaisaran kembali normal seperti sedia kala.
"Ini adalah kristal es yang dahulu pernah diberikan putri Zeng Yi padaku sebagai hadiah, tunjukkan kristal es ini padanya maka sang putri akan tau jika kalian berdua merupakan sahabat, yang memang di suruh olehku untuk untuk mencegahnya datang ke istana cahaya naga," baik saudara Nien Chu, kami berdua akan ke istana bulan suci sesuai perintah mu," jawab Zhurui.
"Trimakasih dan berhati hatilah kalian dalam perjalanan," ucap Nien Chu.
Tak lama kemudian Virgion keluar dari dalam tubuh Nien Chu, dengan membungkukkan badan memberi hormat pada Nien Chu.
"Virgion..., aku ingin kau membawa Zhurui dan Anchen menuju ke Akademi bulan suci, bantu mereka berdua untuk melaksanakan tugas yang kuberikan," ucap Nien Chu.
"Baik tuan muda" jawab Virgion.
Tak lama kemudian, Virgion merubah dirinya menjadi burung raksasa berbadan singa.
Melihat hal itu, Zhurui dan Anchen segera naik ke punggung Virgion.
"Saudara Nien Chu..., kami pergi dulu..," ucap Anchen.
"Berhati hatilah .." jawab Nien Chu.
Tak lama kemudian Virgion mengepakkan sayapnya dan mengudara, setelah itu Virgion melesat pergi meninggalkan tempat itu.
Nien Chu terus memandangi kepergian kedua sahabatnya dari kejauhan, hingga hilang dari penglihatannya.
Bersambung.
Sudah cukup perdebatan yang ada di kolom komentar, memang author mempunyai kekurangan dalam menulis, dan dalam hal ini saya pribadi meminta maaf dengan berusaha untuk memperbaiki lagi penulisan di novel ini.
__ADS_1
Beberapa hari ini author hanya menulis satu episode, semua itu karena permasalahan di dalam komentar yang membuat perdebatan di antara pembaca, yang jujur membuat author semakin merasa bersalah, hingga di dalam penulisan novel ini author tak bisa fokus.
Sekali lagi Author meminta maaf kepada sahabat pembaca semua karena masalah ini, dan pantang bagi Author untuk Hiatus dalam penulisan sebuah novel.