
Ke tujuh murid terpilih sangat terkejut dengan perubahan alam, dengan terlihatnya awan tebal menghitam menyelimuti kawasan tempat keberadaan raja gorila berada. Hal itu membuat para murid terpilih menebak nebak apa yang tengah terjadi disana, hanya AXA Xin yang tetap tenang melihat kearah gumpalan awan tebal itu.
"Thien Yu kau merupakan kultivator muda yang hebat dan tangguh, aku yakin kau pasti akan sanggup mengalahkan raja gorila itu," gumam AXA Xin.
Tiba tiba saja Cen Li, Qing Chu serta ke 4 murid terpilih lainnya datang menghampiri AXA Xin, hingga membuat lamunannya buyar seketika.
Qing Chu dan Cen Li langsung memberondong AXA Xin dengan berbagai macam pertanyaan.
"AXA, kemana perginya tetua Yun Leng dan Thien Yu?" tanya Qing Chu.
AXA Xin memilih diam, dia tak ingin berkata apa apa mengenai keberadaan Thien Yu dan tetua Yun Leng. Melihat tak ada jawaban dari AXA Xin Cen Li pun berkata "Kak AXa jangan jangan tetua Yun Leng dan Thien Yu pergi ketempat raja gorila berada, dan aku ingin kak AXA jujur akan hal itu," ucapnya.
AXA Xin tetap diam, karena di bingung harus berkata apa mengenai keberadaan tetua Yun Leng dan Thien Yu. Di dalam pikirannya saat ini, jika dia jujur maka semua murid terpilih akan menuju kesana untuk membantu, dan hal itu akan membuat Thien Yu nantinya akan menyalahkannya.
Dengan diamnya AXA Xin membuat Qing chu dan Cen Li yakin jika Thien Yu dan tetua Yun Leng tengah bertarung dengan raja gorila, yang membuat awan hitam pekat berkumpul disana.
"Jika kau tak ingin menjawab pertanyaan ku kak AXA, maka jangan salahkan kami jika kami semua akan pergi kesana untuk membantu tetua Yun Leng dan Thien Yu," ancam Cen Li.
Ke 6 murid terpilih melangkahkan kaki untuk menuju ke tempat raja gorila berada. Namun baru beberapa langkah berjalan, tiba tiba suara AXA Xin berkata.
"Thien Yu dan tetua Yun Leng memang berada di sana untuk menyelamatkan pangeran Liushen, aku yang ditugaskan untuk menjaga kalian semua dan tak mengizinkan jika kalian semua pergi ke sana.
Jika sampai besok pagi tak ada kabar dari Thien Yu ataupun ketua Yun Leng maka kita semua akan melanjutkan perjalanan menuju ke kerajaan cahaya Nirwana," ucap AXA Xin.
Semua murid terpilih membalikkan badan menghadap kembali ke arah AXA Xin, mereka tak menyangka jika AXA Xin yang merupakan jenius sekte pasir es dapat berkata seperti itu, dia bagaikan tak mempunyai rasa solidaritas terhadap sesama murid terpilih, karena membiarkan Thien Yu dan tetua Yun Leng berjuang untuk menyelamatkan pangeran Liushen.
"Kami tak akan pergi ke kerajaan cahaya Nirwana tanpa adanya Thien Yu dan tetua Yun Leng, jika kau ingin pergi ke kerajaan cahaya Nirwana maka kau pergilah sendiri, sekarang ini kami berenam akan pergi membantu Thien Yu dan ketua Yun Leng dalam menghadapi raja gorila raksasa," ucap Qing Chu.
__ADS_1
"Percuma kalian semua pergi kesana untuk membantu, karena raja gorila itu merupakan binatang roh yang telah menembus ranah tingkat legenda surgawi, yang belum tentu tetua Yun Leng sanggup untuk mengatasinya, malahan dengan kehadiran kalian semua di sana akan membuat konsentrasi tetua Yun Leng akan terpecah, dan hal itu sama sekali tak kuinginkan," ucap AXA Xin.
"Apa pun perkataan Kak AXA aku tak perduli, setidaknya kami tidak dicap sebagai seorang pengecut yang tega melihat Thien Yu berjuang sendiri membantu tetua Yun Leng, dalam menghadapi raja gorila dan kawanannya," jawab Cen Li sambil membalikkan badan dan kembali melangkah menuju ketempat raja gorila berada.
"Jika ada yang ingin melangkahkan kakinya kesana, maka aku takkan sungkan untuk melakukan tindakan tegas pada kalian semua," ancam AXA Xin.
"Ha..ha..ha.., Aku ingin melihat apakah kau betul-betul dengan perkataan mu itu AXA Xin? yang ingin menghabisi kami semua!!" tanya Cen Li dengan penekanan dalam perkataannya.
Tak lama kemudian Cen Li segera melesat pergi meninggalkan tempat itu tanpa memperdulikan ancaman dari AXA Xin, dengan disusul oleh 5 orang murid terpilih yang ada di belakangnya, sementara AXA Xin hanya dapat memandangi mereka semua tanpa bisa melakukan apa apa.
"Apa kah aku harus membohongi hati nurani ku sendiri? mereka semua benar, tak selayaknya aku menahan mereka semua, maafkan aku kawan kawan ini semua bukanlah keinginanku melainkan tugas yang berikan Thien Yu padaku," gumam AXA Xin, kemudian diapun mengejar teman temannya.
Di tempat lain, tampak tetua Yun Leng juga tengah mengeluarkan kekutan ranah tingkat emperor puncaknya, dia siap menghadapi kemungkinan besar bertarung dengan raja gorila raksasa.
Thien Yu yang melihat akan terjadi pertarungan besar, segera berkata.
"Kekuatannya jauh melampaui mu thien Yu, biar aku yang melawannya," jawab tetua Yun Leng.
"Ayah angkat, aku memang kalah di ranah tingkat kekuatan, bukan berarti aku kalah dalam tehnik beladiri, kau lihat saja siapa yang akan menang antara putramu ini dan raja gorila itu," ucap Thien Yu sambil melangkah kerah raja gorila raksasa.
"Raja gorila kau merupakan binatang roh yang hebat dan kuat, aku ingin bertaruh untuk suatu kesepakatan," ucap Thien Yu sambil melepaskan semua kawanan gorila yang terkurung di dalam badai angin buatannya.
Melihat hal itu raja gorila berkata. "Apa yang ingin kau sepakati denganku anak muda?" tanya gorila raksasa itu.
"Aku ingin sebuah kesepakatan di mana jika kau mampu untuk mengalahkanku, maka aku akan menjadi pelayan mu seumur hidupku dan bahkan aku akan menjadi abdi setia bagi mu, tapi jika aku dapat mengalahkanmu, aku ingin kau menjadi pelindungku di dalam sebuah ikatan kontrak darah," jawab Thien Yu.
Sesaat sang gorila tak bisa menahan tawanya, diapun tertawa terbahak bahak karena dia melihat jika kekuatan dari Thien Yu yang masih berada di bawahnya. Kemudian diapun berkata "Aku setuju dengan kesepakatan itu, jika memang aku kalah maka aku siap melakukan kontrak darah dengan mu, dan jika aku yang menang maka darah dan daging tubuhmu yang merupakan campuran darah manusia dan dewa akan menjadi santapanku," ucap raja gorila.
__ADS_1
Setelah kesepakatan terjadi, Thien Yu dan raja gorila raksasa, kini saling berhadapan untuk memulai sebuah pertarungan.
Flash back
Saat melihat raja gorila raksasa mengeluarkan kekuatan ranah tingkat legenda surgawi yang dimilikinya, dan tetua Yun Leng yang juga telah mengeluarkan kekuatan diranah tingkat emperor yang di milikinya, Thien Yu berfikir keras agar pertarungan itu tak terjadi karena kekuatan tetua Yun Leng masih berada di bawah raja gorila raksasa.
Di saat Thien Yu berfikir keras, tiba tiba saja cincin pemberian ayahnya yang melekat di jari telunjuknya mengeluarkan cahaya terang.
Thien Yu segera mencerna keadaan yang ada, kemudian melepas rohnya untuk masuk kedalam cincin ruangnya. Disana Thien Yu melihat seorang wanita dengan sayap di punggungnya, wanita itu tampak sebesar capung yang ada di kehidupan nyata.
"Tuan muda, namaku Lilia, aku adalah roh peri yang mendiami cincin ruang tuan muda, dan aku tau kegelisahan hati yang tuan muda alami karena adanya ikatan kontrak darah antara tuan muda dan cincin ruang ini," ucap lilia.
"Mengapa kau memberikan isyarat jika aku harus ketempat ini?" tanya Thien Yu.
"Tuan muda, apa yang pernah ayah anda masukkan kedalam cincin ruang ini, semuanya aku yang menatanya, dan ada satu benda yang dapat menghadapi raja gorila itu, yaitu dengan menelan pil Dewa surgawi.
Pil itu mampu untuk menaikkan tingkat kekuatan tuan muda menjadi ranah tingkat penempaan tubuh surgawi, tapi kasiatnya hanya sementara saja, waktunya berkisar satu hari satu malam.
Dengan waktu yang sedemikian singkat itu, aku yakin tuan muda akan dapat mengalahkan raja gorila raksasa itu," jawab peri lilia.
Selepas perkataan peri Lilia, tiba tiba saja sebuah pil melayang dan mengambang di depan Thien Yu.
"Ambillah pil itu tuan muda, pergunakanlah untuk mengalahkan raja gorila raksasa," ucap Lilia.
"Trimakasih Lilia," ucap Thien Yu sambil meraih pil yang mengambang di hadapannya, kemudian roh Thien Yu kembali ketubuh kasarnya.
Bersambung.
__ADS_1
Bantu rate 5 bintang, like, komen dan vote, trimakasih.