
"Kau sungguh beruntung Thien Yu karena berhasil selamat dari serangan kedua pangeran, tapi keberuntunganmu itu tak akan berjalan lama karena aku sendiri yang akan melenyapkan mu," ucap Dayu haitang.
Dengan mengumpulkan seluruh kekuatannya, Dayu haitang ketika itu menyerang ke arah Thien Yu dengan Sambaran api dari tinju dan tendangan yang di lancarkannya.
Melihat Dayu haitang telah menyerang ke arah Thien Yu, membuat kedua pangeran juga ikut menyerang kearah Thien Yu dengan seluruh kemampuan mereka berdua hingga pertarungan pun kembali terjadi.
Dengan perisai perang yang berada di tubuhnya membuat pergerakan Thien Yu semakin bertambah cepat dan tangguh, hingga membuat ketiga lawan tarungnya menjadi kelabakan dibuatnya.
Kekuatan ilahi kini di pergunakan oleh Thien Yu dalam menghadapi Dayu haitang dan kedua pangeran, hingga pada satu kesempatan Thien Yu berhasil melesakkan tendangan putar yang langsung menghantam telak di kepala Dayu haitang, yang membuat putra dewa api itu terpental jauh kebelakang dan tak sadarkan diri.
Kedua pangeran yang melihat hal itu semakin bertambah murka, mereka pun mengeluarkan kekuatan pamungkas mereka kembali, untuk mengalahkan Thien Yu.
Thien Yu yang telah merasakan kekuatan burung vermilion dan naga emas, seketika itu mengeluarkan teratai ilahi untuk menahan serangan kuat dari kedua pangeran tersebut.
Kedua kekuatan binatang kuno para Dewa kini beradu dengan bunga teratai ilahi yang di lepaskan Thien Yu.
Alhasil kembali kedua kekuatan energi berbenturan di udara yang membuat kedua pangeran terpental dan tak bangkit lagi.
__ADS_1
Setelah kedua pangeran kalah pada pertarungan itu, maka tabir alam dari formasi yang diciptakannya pun hancur.
Tubuh Dayu haitang dan ke dua pangeran tergeletak di halaman akademi, dengan kondisi yang tak sadarkan diri.
Para murid yang melihat hal itu begitu sangat terkejut karena mereka mengetahui jika Dayu haitang merupakan jenius akademi, dan kedua pangeran istana langit merupakan murid dari dewa suci dan Dewa agung, tapi mengapa hari ini mereka melihat keadaan ketiganya begitu sangat mengenaskan tergeletak tak sadarkan diri di halaman akademi.
"Cepat bawa mereka ke balai pengobatan," teriak salah seorang murid senior akademi kepada para murid yang ada.
Para murid seketika itu membawa ketiga nya ke balai pengobatan akademi, sementara murid senior pergi menemui kepala akademi nirwana.
Kepala akademi segera tanggap, diapun kemudian pergi ke balai pengobatan akademi untuk melihat keadaan ketiga murid yang tengah tak sadarkan diri itu.
"Celaka keadaan mereka kini terluka parah, dan aku merasakan jika di tubuh ketiganya terdapat aura kekuatan Ilahi yang masih tersisa sehingga aku yakin pelakunya pasti Thien Yu.
Hal ini harus dirahasiakan karena jika kaisar langit dan dewa api tau, maka akan terjadi pertempuran antara calon jenderal tertinggi langit dengan kedua petinggi istana langit tersebut.
Aku harus segera menghubungi Dewa agung dan Dewa suci, mereka berdua harus tahu keadaan Dayu haitang dan kedua pangeran, karena hanya mereka berdua yang mampu untuk menyembuhkan ketiga murid yang terluka ini," batin kepala akademi.
__ADS_1
Di dalam ruangan khususnya, kepala akademi mencoba untuk menghubungi Dewa agung dan Dewa suci dengan bermeditasi, dan pada akhirnya dia pun mampu untuk berkomunikasi jarak jauh dengan kedua Dewa tertinggi nirwana tersebut.
Setelah mendengar laporan dari kepala akademi Nirwana, Dewa suci dan Dewa agung akhirnya datang ke balai pengobatan Akademi.
Apa yang dilaporkan oleh kepala akademi memang terbukti, di tubuh ketiga murid tersebut masih tersisa aura Ilahi milik Thien Yu di sana.
"Ternyata Thien Yu berada di Nirwana dan masalah ini jangan sampai Kaisar langit mengetahuinya, aku sendiri yang akan menanyakan kepada Thien Yu mengapa ada pertarungan di antara mereka, dan kau kepala akademi aku memerintahkan agar seluruh murid yang telah mengetahui tentang hal ini agar menyimpan rahasia ini rapat rapat," ucap Dewa agung.
"Baik Dewa agung, aku akan menyuruh seluruh murid akademi
Setelah kedatangan Dewa suci dan Dewa agung ke balai pengobatan akademi, hal itu membuat kepala akademi menjadi lega, karena mereka yang turun langsung mengobati ketiga murid.
Dewa agung mendatangi Thien Yu dan menanyakan mengapa bisa terjadi pertarungan yang membuat ke 2 pangeran istana langit dan seorang putra penasehat istana langit sampai terluka parah.
"Dewa agung kita mengurangi rasa hormat kepada anda, jika hal itu kau tanyakan padaku maka akan percuma saja, mereka bertiga pasti mempunyai alibi yang lain yang dapat menjatuhkan ku di mata para dewa di nirwana, Jika anda ingin mengetahuinya dengan pasti maka tanyakanlah kepada ketiga orang yang telah bertarung denganku itu," jawab Thien Yu.
"Aku tau sifat ke dua muridku itu, dia tak akan melakukan hal hal yang merugikan dirimu jika dia tak di hasut, aku akan kepada mereka berdua setelah luka lukanya sembuh," ucap dewa agung.
__ADS_1
Bersambung