
Masih diatas permukaan laut biru Thien Yu dan raja Zhedon terlibat pembicaraan.
"Pangeran Thien Yu permasalahan ini mungkin telah menyinggung hatimu, tapi kami kerajaan buana biru pantang untuk mundur jika sudah sekali berperang.
Tapi saat ini sangat berbeda, walaupun kami menang jumlah tapi kalian menang kekuatan, tak mungkin pasukan ku dapat mengalahkan kultivator kuat di belakangmu.
Agar tak ada korban banyak di pihak ku aku ingin bertarung dengan mu, dalam sebuah pertarungan," ucap raja Zhedon.
"Kau bercanda raja Zhedon, aku tak sebodoh itu!. Dalam perundingan ini aku sangat di rugikan dan lebih banyak menguntungkan mu. Jika pertempuran ini terus berlanjut, tentu aku akan memenangkan pertempuran dan dapat menghancurkan kerajaanmu dengan mudah, adanya perundingan ini hanya membuang buang waktuku saja lebih baik kita lanjutkan pertempuran ini!!" ucap Thien Yu dengan penekanan di perkataannya.
"Pangeran tentu kau akan mendapatkan keuntungan dengan kemenangan yang akan kau dapatkan jika mampu mengalahkan aku. Jika kau menang maka aku akan memberikan pusaka kerajaan kami yaitu mutiara naga air, sekaligus kami kerajaan dasar laut Buana Biru akan tunduk dan patuh pada perintahmu pangeran," ucap raja Zhedon yang berharap pangeran Thien Yu akan menerima tantangannya, dan dengan demikian raja Zhedon akan mudah membunuh pangeran pheonix dalam pertarungan itu.
"Aku ingin tau apa yang kau inginkan jika aku kalah dalam pertarungan itu?" tanya Thien Yu.
"Aku ingin seluruh kultivator yang ada di belakangmu saat ini akan menjadi pengikutku," jawab raja Zhedon.
"Ha..ha..ha..! kau sangat licik raja Zhedon tapi aku senang dengan kelicikan mu itu. Aku akan menyetujui bertarung dengan mu asalkan kau, pangeran Atlas dan seluruh jendral kerajaanmu akan melakukan kontrak darah denganku jika aku mengalahkanmu, bagai mana raja Zhedon apa kau bisa menyanggupinya?" tantang Thien Yu.
Sesaat raja Zhedon terdiam, dia tak menyangka jika Thien Yu akan melibatkannya dalam perjanjian kontrak darah. Jika Thien Yu sampai memenangkan pertarungan dan kontrak darah dilakukan Thien Yu padanya, maka di masa depan kerajaannya akan takluk di bawah perintah Thien Yu, dan raja Zhedon tak dapat berbuat apa apa pada keadaan itu karena kontrak darah yang di lakukannya merupakan harga mati.
Tapi di hati raja Zhedon berkeyakinan dengan kekuatan dan kultivasinya selama ini, dia pasti dapat mengalahkan Thien Yu dengan mudah, apalagi dia berada di area kekuasaan kerajaannya sendiri yang membuat raja Zhedon menyetujui permintaan Thien Yu.
"Aku menyetujui dengan persyaratan mu itu, jika aku kalah kau boleh melakukan kontrak darah padaku," jawab raja Zhedon.
Thien Yu tersenyum dengan kesanggupan raja Zhedon, akan tetapi berbanding terbalik dengan jendral jatayu dan Biyao.
__ADS_1
Mereka berdua sangat mengkhwatirkan pangeran pheonix, jika sampai terjadi apa apa dengannya hal itu akan membuat ratu Yan Ling murka, dan mereka berdualah yang harus di salahkan dalam hal itu.
Dengan pertimbangan yang ada, jendral jatayu dan biyao segera menghampiri Thien Yu, akan tetapi langkah mereka berdua di cegat oleh lu ying dan Yeiyi.
"Jendral, aku tak ingin kau mengganggu tuan mudaku, biarkan dia menghadapi raja Zhedon untuk menumbuhkan rasa percaya dirinya menghadapi kultivator kuat yang sepadan dengannya," ucap Lu ying.
"Saudaraku satu tuan muda, aku tak ingin terjadi apa apa dengannya karena Thien Yu merupakan putra mahkota di kekaisaran pheonix, jika terjadi sesuatu pada nya maka kami berdua yang akan di salahkan dalam hal ini, jadi aku minta dengan sangat batalkan pertarungan ini," ucap Biyao.
"Ha..ha..ha..." terdengar tawa merdu dari mulut Yieyi mendengar kekhawatiran para petinggi istana pheonix terhadap Thien Yu.
"Apa maksud anda dengan tertawa seperti itu nona," ucap jendral Jatayu yang mulai merasa gusar dengan menahan amarahnya.
"Sabar saudara tua, kita ini sama sama pengikut pangeran Thien Yu, mungkin cara kami yang salah dalam pengucapan hingga kalian berdua tersinggung.
Pangeran Thien Yu tak selemah yang kalian kira, jika selemah yang ada dalam pikiran kalian tak mungkin kami semua mengikutinya.
Jadi kuharap saudara tua tak usah khwatir lagi, kita lihat kejutan apa yang akan di berikan pangeran Thien Yu pada raja Zhedon yang katanya memiliki kekuatan setingkat Dewa," jawab Yeiyi menjelaskan.
Walau pun masih ragu akan pertarungan yang akan terjadi, kedua petinggi kekaisaran phoenix agak sedikit lega dengan pertarungan yang akan terjadi.
Di kejauhan Thien Yu dan raja Zhedon saling berhadapan dengan tubuh yang masing masing mengeluarkan aura kuat.
Cahaya biru laut yang berada di tubuh raja Zhedon terlihat semakin pekat, dan tak lama kemudian raja Zhedon pun berkata.
"Hari ini aku akan memperlihatkan kepadamu bagaimana kekuatanku yang sebenarnya," ucap raja Zhedon dan langsung menyerang Thien Yu dengan tongkat trisula yang berada di tangannya.
__ADS_1
Thien Yu tak tinggal diam, pedang penguasa malam pun berkelebat dengan sangat cepat, menangkis dan sesekali melakukan tebasan serta tusukkan mematikan kearah raja Zhedon.
Gemuruh air laut semakin bergejolak, suara yang di timbulkannya begitu sangat menakutkan.
Tiba tiba 2 pusaran angin terlihat di bawah Thien Yu, yang membuat Thien Yu segera menggunakan tehnik hukum angin dalam menghadapinya.
Dia pusaran di bawah air seketika membentuk 2 pusaran angin topan yang langsung menyedot tubuh Thien Yu masuk kedalamnya.
Melihat dua pusaran angin topan yang mengarah kepadanya, Thien Yu hanya tersenyum.
"Bukan cuma kau yang mampu menggunakan tehnik angin raja Zhedon, aku juga mampu menggunakannya dan akan kutunjukkan bagai mana hukum angin itu sebenarnya," gumam Thien Yu.
Thien Yu menggerakkan kedua tangannya lembut dengan telapak tangan kanan yang mengarah kedepan, maka kedua angin topan yang tadinya mengarah dan menyedot tubuhnya masuk kedalam pusaran angin, kini balik menyerang kearah raja Zhedon yang membuat raja Zhedon sangat terkejut.
"Apa yang sebenarnya telah terjadi!!?, bukan kah aku yang telah membuat pusaran angin topan itu, bagai mana mungkin pemuda itu yang mengendalikannya," batin raja Zhedon.
Dengan amarahnya raja Zhedon segera menghancurkan pusaran angin topan yang di buatnya, dan langsung merubah tehnik serangannya.
Air laut seketika membentuk ombak yang sangat besar dan langsung menuju kearah Thien Yu. Tiba tiba saja ombak itu membentuk sebuah tangan raksasa dan mengarah cepat kearah Thien Yu berada.
Melihat hal itu, Thien Yu tak bergeming sedikitpun dari tempatnya berada, dengan kekuatan ilahi hukum air Thien Yu mengibaskan tangan kanannya maka tangan raksasa dari air laut itu tiba tiba saja membeku, dan hancur menjadi serpihan serpihan es.
Raja zhedon begitu sangat frustasi di buatnya, diapun mengerahkan seluruh kemampuannya dan menciptakan energi besar pada tombak trisula yang berada di dalam genggaman tangan kanannya.
Bersambung.
__ADS_1
Trimakasih buat sahabatku Adi 1 Hartadi yang kembali memberikan banyak koin, semoga di lancarkan rezekinya, amin. 🤲