
Diatas arena pertarungan, jendral Gonglang memanggil 2 orang petarung yang akan melakukan pertandingan berikutnya, yaitu Feng Yu dan Chu Tian.
Feng Yu naik keatas arena dengan di sambut sorak Sorai hangat para penonton. perlakuan para penonton kali ini sangat berbeda tak seperti sebelumnya, mereka semua antusias Feng Yu lah yang akan memenangkan pertarungan.
"Chu Tian menatap tajam kearah Feng Yu dan berkata "Akhirnya kita di pertemukan dalam pertarungan ini, dan dengan kekuatan yang ku miliki, maka hari ini aku akan memberikan pelajaran yang setimpal padamu," ucap Chu Tian.
"Jika kau dapat membanggakan dirimu dengan kekuatan yang kau miliki, maka akupun sama, aku juga mempunyai kekuatan yang dapat menghancurkan mu kapan pun aku mau," jawab Feng Yu dingin.
"Aku tau kau masih mencintai putri Yan Chi, tapi sangat disayangkan dia sekarang ini telah menjadi milikku, karena kami berdua telah terikat dalam suatu hubungan pertunangan yang sah," ucap Chu Tian.
"Chu Tian, hubungan yang tak pernah terjalin dengan dasar cinta, adalah hubungan semu yang tak akan pernah mendapatkan kebahagiaan, aku tanya kepadamu Chu Tian apakah Putri Yan Chi pernah sekali saja berucap kata cinta padamu? dan pernahkah kau merasakan hangatnya kecupan manis yang tulus dari Sang Putri? ingat Chu Tian Kau hanya memiliki ikatan pertunangan dengannya, tapi kau tak pernah mendapatkan cinta tulus darinya dan bagiku kau telah kalah dariku," ucap Feng Yu dengan senyum kemenangan di bibirnya.
Mendengar perkataan Feng Yu membuat Chu Tian murka, diapun menyerang Feng Yu mengunakan pedang yang kini memburu keberadaan Feng Yu.
Feng Yu yang ingin secepatnya mengalahkan Chu Tian agar dapat melihat putri Yan Chi di balai pengobatan istana, langsung membalas serangan Chu Tian memakai tongkat emas yang ada di genggaman tangannya, hingga jual beli serangan pun terjadi di atas arena pertarungan.
Percikan bunga api terus terjadi saat kedua senjata saling beradu, Feng Yu seketika itu menggunakan kekuatan dari raja gorila emas, dengan membagi tubuhnya menjadi dua bagian replika tubuh yang sama.
Dengan adanya dua orang yang sama yang menyerangnya, membuat Chu Tian benar benar di sudutkan dengan serangan dari dua replika tubuh Feng Yu itu, tak ada sedikitpun kesempatan yang di berikan untuk dapat menghindar dari serangan serangan kedua orang yang menyerangnya, hingga pada satu kesempatan Feng Yu berhasil dengan telak menghantamkan tongkatnya ke tubuh Chu Tian, hingga membuat Chu Tian terhempas dengan keras ke atas lantai arena.
Terhempasnya Chu Tian keatas lantai arena, membuat sorak Sorai penonton menggema seantero penjuru tribun yang mengelilingi arena pertarungan.
__ADS_1
"Hanya itu kemampuanmu Chu Tian?, mana kekuatan yang kau bangga banggakan itu!!" ucap Feng Yu.
Chu Tian hanya tersenyum sambil menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya, kemudian diapun bangkit berdiri sambil berkata.
"Aku tak menyangka sampah sepertimu bisa menjatuhkan ku diatas arena ini, tapi itu belum seberapa karena aku belum menggunakan kekuatanku yang sebenarnya," ucap Chu Tian.
Chu Tian segera menggigit jempol tangan kanannya, kemudian meneteskan darahnya kesebuah gulungan yang merupakan tehnik terlarang yang berada di dalam genggaman tangannya saat ini, hingga membuat gulungan itu dengan sendirinya melayang di udara dan mengeluarkan cahaya merah menyala.
Tak lama kemudian, cahaya dari gulungan itu langsung menuju kearah Chu Tian, hingga cahaya yang tercipta terserap masuk kedalam tubuh Chu Tian.
Feng Yu seketika itu merasakan aura gelap yang sangat kuat di dalam arena, dengan cepat diapun memasang kewaspadaan tingkat tinggi, menggunakan kekuatan raja binatang Dewa serigala kabut.
Benar saja apa yang di rasakan Feng Yu, tiba tiba saja tubuh Chu Tian berubah menjadi monster kegelapan berwujud kelelawar raksasa.
Suara lengkingan ultrasonik sang kelelawar membuat Feng Yu kesulitan konsentrasi, hingga serangan cepat berupa Sambaran dari kuku dan sayap kelelawar raksasa hampir saja membuat Feng Yu terluka.
"Hampir saja," gumam Feng Yu.
Melihat serangan mematikan dari kelelawar raksasa yang mengarah kembali kepadanya, membuat Feng Yu menggabungkan kekuatan raja gorila emas raksasa dan kekuatan raja Dewa serigala kabut, hingga membuat Feng Yu dapat menandingi kecepatan kelelawar raksasa jelmaan Chu Tian yang menyerangnya, dan pada satu kesempatan Feng Yu berhasil memberikan satu pukulan tongkat telak ketubuh sang kelelawar, akibatnya tubuh kelelawar raksasa kembali terhempas dengan keras di atas arena pertarungan.
Feng Yu tak memberikan kesempatan kepada kelelawar raksasa untuk bangkit berdiri, diapun kembali menghantamkan tongkat emas kearahnya.
__ADS_1
Dengan gelombang ultrasonik yang di milikinya, kelelawar raksasa dapat merasakan serangan kuat yang menuju ke padanya, hal itu membuat sang kelelawar bergulingan dengan cepat di atas arena pertarungan, kemudian menghentakkan tubuhnya keatas dengan kuat, sehingga sang kelelawar kembali pada posisinya yang melayang di udara.
Di udara sang kelelawar tiba tiba saja mengeluarkan aura asap hitam yang sangat pekat dari tubuhnya, sehingga memenuhi area di dalam arena pertarungan Yan terjadi.
Tak lama kemudian sang kelelawar menggunakan kekuatan gelombang ultrasonik dari mulutnya, hingga membuat ledakan beruntun di dalam arena pertarungan, ledakan ledakan yang terjadi itu membuat porak poranda lantai arena hingga rusak parah di berbagai tempat.
Feng Yu melindungi tubuhnya dari serangan gelombang ultrasonik dari sang kelelawar, dengan kekuatan raja Dewa serigala kabut sehingga dia terbebas dari serangan ultrasonik milik kelelawar raksasa.
"Sudah cukup kau menunjukkan kekuatanmu karena bagiku kekuatan yang kau tunjukkan padaku itu hanyalah mainan belaka," ucap Feng Yu.
Feng Yu melakukan gerakan gerakan yang pernah di pelajari dari dalam batinnya, hingga membuat Feng Yu berubah menjadi sesosok serigala putih bersih, dengan sebuah tanda aksara langit kecil di tengah tengah kepalanya.
Perubahan bentuk pada Feng Yu membuat para penonton terkesima, adanya tanda langit di kepalanya membuat mereka semua takjub, dan mengakui Feng Yu sebagai salah seorang kultivator terkuat yang di miliki istana pheonix.
Jendral Jatayu dan jendral Gonglang yang merupakan binatang surgawi langit, segera berdiri dan saling berpandangan satu dengan yang lainnya.
"Itu tanda raja binatang Dewa langit, secepatnya kita harus menghentikan pertarungan ini jika tidak akan ada hal buruk yang menimpa Chu Tian," ucap jendral Jatayu.
"Kita tunggu saja apa yang akan terjadi, karena kita belum mengetahui pemenangnya, jika kita menghentikan pertarungan sebelum waktunya, maka akan banyak cibiran yang akan kita dapatkan, ada baiknya kita tunggu saja pertarungan selesai," jawab jendral Gonglang.
Pada akhirnya pertarungan di dalam arena terus berlanjut, asap hitam pekat yang tadinya memenuhi arena pertarungan, kini berubah menjadi kabut putih yang sangat tebal, kabut putih itu berasal dari kekuatan raja Dewa binatang langit.
__ADS_1
Bersambung