
Di dalam guild serikat dagang, ke empat petinggi serikat dagang berkumpul di dalam suatu ruangan.
"Nien Chu, saat ini serikat dagang telah tumbuh besar dengan kemajuan yang sangat pesat, serikat dagang juga telah berada di mana-mana termasuk di ke 5 kekaisaran yang ada.
Aku ingin mengembalikan rencana emas kepemilikan dari 35% saham serikat dagang kepadamu, dan aku tak ingin kau menolaknya karena serikat dagang terbentuk semua itu atas sumbangsih mu yang besar," ucap pangeran ke 3 sambil memberikan lencana emas kepemilikan 35% saham serikat dagang kepada Nien Chu.
Nien Chu tak menolak lencana emas pemberian dari pangeran ketiga, karena dia tak ingin mengecewakan sang pangeran yang masih berharap jika Nien Chu masih menjadi bagian dari serikat dagang.
"Trimakasih atas lencana emas yang kau berikan ini pangeran, dan kedepannya aku yakin serikat dagang akan tumbuh semakin besar di kelima kekaisaran yang ada," jawab Nien Chu.
"Sekarang apa rencana mu Nien Chu?" tanya pangeran ke 3.
"Aku akan pergi dari wilayah kekaisaran cahaya naga, untuk menjadi kuat di wilayah Utara tepatnya di kekaisaran mutiara hidup.
Aku akan mencoba melatih diriku untuk belajar mengenai pengobatan atau biasa disebut alkemis, Aku dengar di sana akan ada penerimaan murid di istana Akademi Bulan suci, dan aku berkeinginan belajar pengobatan dan cara meracik pil obat di sana," jawab Nien Chu.(Istana Akademi bulan suci merupakan tempat untuk melatih para Alkemis muda, agar mempunyai kemampuan dalam meracik pil untuk berbagai macam kebutuhan, baik untuk pengobatan maupun untuk menambah tingkat kekuatan, dan akademi ini didirikan langsung oleh kaisar Xio yungai).
"Aku juga akan ikut kesana kak Nien Chu, dari dulu aku begitu senang dengan teknik pengobatan dan pembuatan pil obat," timpal putri Yuan Hua tiba tiba.
"Putri, untuk dapat berada di istana Akademi bulan suci, seorang kultilator harus mempunyai dasar dalam meracik dan membuat pil, jika tak mempunyai dasar seperti apa yang kukatakan maka percuma saja mendaftar ke istana Akademi bulan suci, ada tes khusus untuk membuktikan Jika seorang kultivator yang ingin belajar di sana telah mempunyai dasar meracik dan membuat pil," ucap Nien Chu.
"Huan' er bukankah selama ini kau tak mempunyai bakat dalam meracik dan pembuatan pil, bagaimana kau bisa mendaftar di sana Jika dasar itu kau tak miliki?" tanya pangeran ke 3.
Putri Yuan Hua terdiam, memang pada dasarnya putri Yuan Hua tak suka akan pengobatan, akan tetapi rasa ingin dekat dengan Nien Chu membuat putri Yuan Hua berkata seperti itu.
"Bagaimana jika aku ikut dengan mu untuk mendaftar di istana akademi bulan suci, aku sangat suka sekali dengan bidang alkemis," ucap putri Zeng Yi.
Kali ini pangeran ke 3 yang tak memperbolehkan jika adik perempuan satu-satunya itu ikut Nien Chu pergi ke wilayah Utara, karena pangeran ke 3 sangat khwatir akan keselamatan putri Zeng Yi, selain banyaknya perampok yang berkeliaran di perbatasan antara kekaisaran, perjalanan ke sana pun sangat jauh dan Pangeran ketiga tak ingin jika adik yang sedari kecil telah dimanjakan oleh ayah, ibu dan kakak-kakaknya, sampai sakit di perjalanan.
__ADS_1
"Adik Kau boleh ke sana untuk belajar teknik pengobatan yang memang sangat kau sukai, tapi tidak dengan Nien Chu.
Biarlah aku yang mengantarkanmu ke sana agar ayah dan ibu tak merasa cemas terhadapmu," ucap pangeran ke 3.
Walaupun berat hati putri Zeng Yi akhirnya mengiyakan perkataan Pangeran ketiga, untuk tak pergi ke Utara bersama Nien Chu.
Malam itu perbincangan terus terjadi di antara mereka berempat, dengan ide, dan kecerdasan serta wawasan Nien Chu dalam mengembangkan serikat dagang, membuat Putri Zeng Yi semakin lama semakin menaruh hati terhadap Nien Chu, dan itu terlihat jelas oleh putri Yuan Hua.
Setelah tak ada lagi yang di perbincangkan dalam pertemuan itu, maka mereka semua akhirnya pergi ke kamar masing masing untuk beristirahat.
Putri Yuan Hua yang merasa tersaingi oleh putri Zeng Yi, akhirnya memutuskan untuk menemui putri Zeng Yi di kamarnya.
"Apakah Aku bisa berbicara denganmu sebentar?" tanya putri Yuan Hua.
"Tentu bisa kak, apa yang ingin kau bicarakan denganku?" ucap putri Zeng Yi balik bertanya.
"Mengapa kau tanyakan hal itu kak?" ucap putri Zeng Yi balik bertanya.
"Adik, aku telah lama menyukai Nien Chu, dan aku tak ingin jika persaudaraan diantara kita akan rusak karena adanya seorang pemuda yang sama-sama kita sukai.
Aku ingin ngin kau berbesar hati untuk tak mengejar Nien Chu, karena aku sangat berharap jika pemuda itu yang akan menjadi pasangan hidupku di masa depan," jawab putri Yuan Hua.
Putri Zeng Yi terdiam, dia tak menyangka sama sekali jika putri Yuan Hua juga menyukai Nien Chu hingga diapun berkata.
"Kak Yuan Hua, aku juga tak menginginka permasalahan ini membuat hubungan persaudaraan kita hancur, belum tentu Nien Chu menyukai salah satu diantara kita, lebih baik waktu yang akan menentukan takdir kita berdua siapa yang ingin di pilihnya," ucap putri Zeng Yi.
"Ku rasa kau benar, belum tentu Nien Chu menyukai salah satu diantara kita, mungkin waktu yang akan menjawab siapa yang akan di pilih oleh Nien Chu untuk menjadi pasangan hidupnya kelak. Adik maafkan aku, aku telah berprasangka buruk terhadap mu," ucap putri Yuan Hua.
__ADS_1
Tak lama kedua Putri itu pun saling berpelukan satu dengan yang lainnya, hingga pada akhirnya putri Yuan Hua pergi dari ruangan kamar putri Zeng Yi.
Sebelum matahari menyingsing dari ufuk timur, Nien Chu pergi ketempat pangeran ke 3 yang berada di dalam guild serikat dagang untuk berpamitan.
Sengaja hal itu di lakukan Nien Chu untuk menghindari ke 3 putri yang saat ini masih tertidur lelap.
"Nien Chu ini adalah surat dengan tanda stempel dari kekaisaran cahaya naga, agar kau dapat mudah masuk ke gerbang kota kekaisaran.
Dan ini adalah hasil pembagian keuntungan dari serikat dagang selama tiga tahun belakangan ini, dan semua pembagian atas hak mu telah berada dalam cincin penyimpanan ini, ambillah," ucap pangeran ke 3.
"Terima kasih atas semua bantuan mu pangeran, dan maafkan semua yang telah kulakukan di kediaman putra mahkota waktu itu," ucap Nien Chu.
"Aku yang seharusnya meminta maaf padamu atas semua kejadian itu, dan kau tak usah memikirkannya lagi karena aku dapat memilah mana yang benar dan mana yang salah.
Nien Chu Kau adalah sahabat ku dan selamanya akan menjadi sahabatku, kau jangan sungkan untuk meminta bantuan kepadaku Jika ada masalah yang terjadi di kekaisaran mutiara hidup di kemudian hari," ucap pangeran ke 3.
"Trimakasih pangeran," jawab Nien Chu sambil menggenggam tinju memberi hormat.
Pangeran ke 3 lantas memegang kedua bahu Nien Chu, dan tak lama kemudian merekapun saling berpelukan.
Pagi itu akhirnya Nien Chu pergi meninggalkan serikat dagang, dengan tatapan mata pangeran ke 3.
"Semoga kita masih dapat bertemu kembali sahabat ku, karena aku meyakini jika suatu hari kelak kau akan menjadi seorang kultivator yang tanpa tanding di benua ini," ucap pangeran ke 3.
Setelah Nien Chu menghilang dari pandangan matanya, pangeran ke 3 akhirnya kembali ke kamarnya.
Bersambung.
__ADS_1