
Para murid terpilih telah kembali berkumpul di akademi Jiang Nan, mereka telah berbekal pelatihan selama di dalam pagoda 9. Rata rata murid terpilih telah menembus ranah tingkat alam, karena sewaktu di dalam pagoda 9, mereka di tunjang dengan berbagai macam sumberdaya yang sangat berguna sekali di dalam pelatihan dan penerobosan ranah tingkatan.
Selain itu, maha guru Hyo jin yang merupakan guru besar dari pagoda 9 turun langsung untuk membimbing dan melatih murid terpilih, yang membuat murid terpilih dari tim akademi Jiang Nan sat ini begitu sangat di perhitungkan dalam kompetisi yang akan diadakan di kerajaan cahaya nirwana.
6 kereta kuda telah di persiapkan oleh kekaisaran Glory, dan beberapa prajurit pengawal kreta juga telah berkumpul di sana untuk mengawal para murid terpilih.
Putra mahkota kekaisaran Giok yang memimpin langsung keberangkatan para murid terpilih, di bantu oleh kepala akademi Jiang Nan menuju ke benua semesta biru dimana kerajaan cahaya nirwana berada.
Pangeran Huang Qin menghampiri Syin Yin yang tengah berteduh di bawah pohon dari sengatan matahari.
"Nona Syin Yin aku ingin kau satu kereta dengan ku, karena aku hanya seorang diri di dalam kereta kuda nanti," ucap pangeran Huang Qin.
"Maaf pangeran, aku ingin satu kereta bersama para murid terpilih lainnya di dalam perjalanan ini," tolak Syin Yin.
"Ini adalah perintah, dan aku memerintahkan kau untuk menemaniku," ucap pangeran Huang Qin kembali.
Syin Yin terdiam, dia merasa kesal dengan pangeran muda yang ada di hadapannya, tak seharusnya dia memakai kekuasaannya sebagai putra mahkota untuk memaksanya ikut kedalam kereta kuda miliknya.
Syin Yin mencerna keadaan yang ada, dan berfikir keras agar dirinya tak berdua saja dengan pangeran di dalam kereta kuda nantinya, karena untuk menolak keinginan sang pangeran pastinya akan menimbulkan masalah bagi dirinya dan juga klannya, karena Syin Yin tau karakter pangeran Huang Qin yang mempunyai sifat tak ingin di tentang perintahnya.
"Baik aku akan ikut dalam kereta kuda mu pangeran, asalkan ada satu murid wanita yang ikut menemaniku di sana," jawab Syin Yin.
Kali ini giliran pangeran Huang Qin yang terdiam, di dalam pikirannya saat ini dia berfikir jika ada orang lain di dalam kereta selain dirinya dan Syin Yin, mustahil baginya untuk melakukan pendekatan secara langsung dengan wanita muda yang telah membuatnya jatuh hati.
Dan untuk menolak keinginan Syin Yin sang pangeran tak bisa melakukannya, karena hal itu akan membuat wanita pujaan hatinya itu akan membencinya.
Pangeran Huang Qin segera berfikir keras bagai mana dia dapat berdua bersama Syin Yin di satu kereta yang sama. Akhirnya sang pangeran menemukan titik terang untuk mengakali permintaan Syin Yin.
__ADS_1
"Tak masalah jika ada seorang murid wanita lain yang ikut di dalam keretaku, karena aku bisa berkerjasama dengannya untuk masalah permintaan Syin Yin. Dan perjalan panjang dan melelahkan menuju benua semesta biru, akan memberikan kesempatan padaku untuk memenangkan hati Syin Yin," batin pangeran Huang Qin.
Tak lama kemudian, sang pangeran menjawab permintaan Syin Yin.
"Jika itu yang kau inginkan, maka aku akan menyetujuinya. Aku akan mengajak Huangshin untuk menemanimu," ucap pangeran Huang Qin sambil berjalan meninggalkan tempat itu.
Syin Yin tertegun mendengar nama wanita yang di sebutkan pangeran Huang Qin, karena selama mengenal Huangshin tak sekalipun Syin Yin pernah bertegur sapa dengannya.
"Mengapa putri kepala akademi Jiang Nan yang menemaniku, bukannya wanita itu teramat angkuh dan sombong, ini akan menjadi perjalan terburuk dan tersulit bagiku, jika harus memilih lebih baik aku bersama pangeran Huang Qin di dalam kereta, daripada mengikut sertakan Huangshin yang pastinya akan membuat ku muak dengannya," ucap Syin Yin.
Tak lama kemudian, Syin Yin pun pergi meninggalkan tempat itu karena seorang murid junior akademi Jiang Nan, telah memanggilnya untuk menaiki kereta kuda yang sebentar lagi akan berangkat menuju ke kerajaan cahaya nirwana.
Benar saja apa yang ada di dalam fikiran Syin Yin, baru saja dia masuk kedalam kereta kuda sang pangeran, Syin Yin telah di sambut perkataan yang tak mengenakkan hati dari seorang wanita muda yang bernama Huangshin.
"Jadi ini wanita yang telah membuatmu jatuh hati kak Huang Qin, ternyata seleramu sangat rendahan sekali, sampah seperti dia tak pantas bersanding denganmu, dari kasta saja kau dan dia sangatlah tak sepadan, lebih baik kau tinggalkan dia karena masih banyak wanita cantik dan sederajat yang bisa kau jadikan permaisuri di kekaisaran Glory di masa depan," ucap Huangshin dengan memperlihatkan wajah tak senang kepada Syin Yin.
"Aku tak meminta siapapun untuk suka padaku, dan aku bukanlah sampah seperti yang kau katakan, dan jika dimasa depan aku menjadi seorang ratu di kekaisaran Glory maka kau orang pertama yang akan ku jebloskan kedalam penjara," ucap Syin Yin dengan menahan amarahnya.
"Kau...!!!" pekik Huangshin sambil menunjuk kearah muka Syin Yin.
Melihat kedua wanita yang ada di dalam keretanya berseteru, bukannya melerai pangeran Huang Qin malah tersenyum karena Syin Yin telah masuk kedalam rencana sang pangeran.
Flash back
"Adik, di dalam perjalan menuju benua semesta biru aku ingin berdua bersama Syin Yin di dalam kereta kuda, dan aku ingin kau membantuku dalam mewujudkannya.
Saat ini Syin Yin menginginkan satu syarat agar dia mau satu kereta denganku, yaitu meminta seorang wanita untuk menemaninya didalam kereta kudaku," ucap pangeran Huang Qin.
__ADS_1
"Itu masalah gampang, aku akan membuat Syin Yin tak kerasan bersamaku, jadi kak Huang Qin tenang saja urusan ini biar aku yang tangani," jawab Huangshin.
*****
Di dalam kereta kuda perseteruan terus berlanjut hingga membuat Syin Yin berkata.
"Pangeran, aku ingin kau mengusir dia dari dalam kereta kuda ini," ucap Syin Yin sambil menunjuk kearah muka Huangshin.
Dengan refleks Huangshin menepis tangan Syin Yin yang menunjuk kearahnya sambil berkata "Siapa kau sehingga berani menyuruh pangeran Huang Qin mengusirku!?, aku ingatkan kepadamu Syin Yin, kaisar Huang Xu dan ayahku adalah saudara, berarti aku dan pangeran Huang Qin juga saudara, kau mau apa sekarang!!" teriak Huangshin.
Melihat sandiwara yang di lakukan Huangshin seperti benar benar terjadi, membuat pangeran Huang Qin tertawa di dalam hati. "Kau pantas menjadi adikku Huangshin, kau mampu meyakinkan Syin Yin agar mengusir mu dari dalam kereta kuda ini, dan dengan bantuan darimu ini, aku akan dapat berdua dengan Syin Yin di dalam perjalanan menuju ke benua semesta biru," batin pangeran Huang Qin.
"Pangeran, aku ingin wanita ini keluar dari dalam kereta," ucap Syin Yin untuk kedua kalinya.
Agar terlihat sebagai seorang pahlawan di mata Syin Yin karena memihak nya, pangeran Huang Qin segera menyuruh Huangshin untuk meninggalkan kereta kudanya.
"Pangeran kenapa kau memihak dia dari pada aku yang merupakan anggota keluarga kekaisaran?" tanya Huangshin dengan bibir bergetar menahan amarah.
"Aku tak melihat kau sebagai anggota keluarga kekaisaran, sifat mu yang arogan dan selalu meremehkan orang, membuatmu tak layak menjadi anggota keluarga ke kaisaran.
Sekarang aku minta padamu agar pergi dari sini, atau aku sendiri yang akan menyeret mu keluar dari kereta kudaku ini," ucap Huang Qin.
"Aku akan melaporkan semua ini kepada paman kaisar, karena kau lebih memihak dia dari pada keluargamu sendiri," jerit Huangshin sambil berlalu pergi dari kereta kuda itu.
Kini tinggallah Huang Qin dan Syin Yin di dalam kereta kuda, dan dengan perlahan Huang Qin memulai percakapan saat kereta kuda yang dia tempatinya mulai berjalan.
"Maafkan atas perlakuan Huangshin padamu nona Syin Yin, aku tak menyangka jika akan terjadi hal seperti ini," ucap Huang Qin.
__ADS_1
"Tak masalah bagiku pangeran, memang tak sepantasnya aku yang bukanlah siapa siapa berdua denganmu di dalam kereta," jawab Syin Yin dengan masih meredam amarahnya.