
Thien Yu menyadari jika konflik antara dua kubu sudah tak dapat terhindarkan, lambat laun perang tentunya akan terjadi dan Thien Yu tak mau di pusingkan akan hal itu, yang ada di dalam pikiran Thien Yu saat ini yaitu bagai mana cara membebaskan putri Sora ri dari sekapan kastil iblis darah.
"Untuk sementara aku akan mengikuti permainan ini sampai aku mendapatkan lokasi tempat di mana kastil iblis darah berada, dan disaat aku mengetahui lokasinya maka akan ku pastikan kastil tersebut akan hancur di tanganku," batin Thien Yu.
Thien Yu di ajak tetua Sanghao memasuki sebuah bangunan yang terkesan tentram, indah dan nyaman, di sanalah tempat keberadaan pemimpin dataran langit yaitu pangeran Langtian berada.
Selain pangeran Langtian, disana terdapat juga seorang wanita cantik adik pangeran Langtian yang bernama putri Langyun, mereka berdua yang mengurus pemerintahan di dataran tinggi langit.
Dari ras kedua pemimpin daratan langit tersebut, mereka berdua merupakan ras murni para peri, yang memang sudah di gariskan dari kedua orang tua mereka yang juga merupakan seorang peri.
Pangeran Langtian walaupun terlihat masih remaja, namun cara berpikir dan ke kepemimpinannya begitu sangat dewasa dan berwibawa.
"Pangeran aku membawa seorang tamu ketempat ini, dan tamu kita ini juga mempunyai masalah dengan para penghuni dataran awan," ucap tetua Sanghao.
Pangeran Langtian mencerna keadaan yang ada, dan memperhatikan Thien Yu. "Dia masih remaja usiaku tapi aku melihat aura kepemimpinan berada di dirinya, pasti pemuda ini mempunyai sesuatu yang kuat yang bisa diandalkannya karena berani mengusik kastil iblis darah, dan tak mungkin jika paman Sanghao membawa pemuda ini menemuiku jika tak mempunyai sesuatu yang berarti pada dirinya. Aku harus menyambut pemuda ini dengan baik," batin pangeran Langtian.
"Selamat datang di dataran langit, namaku Langtian," ucap sang pangeran memperkenalkan diri.
"Trimakasih Karena aku telah disambut dengan baik di tempat ini pangeran, namaku Thien Yu," ucap Thien Yu memperkenalkan diri.
Setelah itu perbincangan pun terjadi di antara mereka bertiga hingga larut malam.
Malam hari Thien Yu tak bisa tidur, dia memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar tempat kediamannya. Dan pada saat berada di dekat pohon Orgy Thien Yu merasakan adanya daya tarik yang sangat kuat, yang membuat langkahnya perlahan mendekati pohon tersebut.
Thien Yu kini berada di bawah alam sadarnya, dia bertemu dengan roh pohon Orgy.
__ADS_1
Saat memandang kearah roh pohon Orgy, tiba tiba saja pohon itu berbicara pada Thien Yu yang membuat Thien Yu sangat terkejut hingga mundur beberapa meter kebelakang.
"Anak muda selamat datang ke dataran langit, dalam waktu dekat dataran langit akan di serang oleh dataran awan, dan aku berharap kau mau membantu melindungi daratan langit ini," ucap roh pohon Orgy.
"Apa keuntungan yang akan kudapatkan dari ini semua?" tanya Thien Yu.
"Thien Yu, aku akan membantumu membebaskan putri Sora ri yang kini berada di dalam tahanan kastil darah, dan aku juga akan memberikan kau kekuatan murni dari kehidupanku yang sudah berabad abad lamanya agar kau bisa menembus ranah tingkat penempaan tubuh surgawi puncak, bagaimana Thien Yu apakah kau menerima tawaranku?" tanya pohon Orgy.
"Jika apa yang kau katakan benar adanya, maka aku akan melindungi dataran langit dan membantu dataran langit untuk menghancurkan kekuasaan kastil iblis darah," jawab Thien Yu.
"Ha..ha..ha.., baiklah Thien Yu, ini adalah mutiara kehidupanku yang berabad abad lamanya, dan aku akan memberikannya padamu. Aku juga akan menyegel putri Sora ri agar tak ada yang bisa menyentuhnya di penjara kastil iblis darah, hanya itu yang bisa aku lakukan sebelum aku pergi untuk selama-lamanya," ucap pohon Orgy.
Tak lama kemudian cahaya hijau terang seketika itu masuk kedalam tubuh Thien Yu, dan seketika itu juga Thien Yu melakukan penerobosan ke ranah tingkat penempaan tubuh surgawi puncak.
"Aku akan akan melindungi daratan langit ini, trimakasih atas energi murni yang kau berikan padaku," ucap Thien Yu saat melihat roh pohon Orgy telah menghilang.
Flash back
Thien Yu berjalan di sekitar pohon Orgy yang membuat putri Langyun yang tengah berada di dekat pohon Orgy bersama beberapa peri wanita lainnya, mencurigai keberadaan Thien Yu di tempat itu.
Setelah Thien Yu duduk bersila di dekat pohon Orgy membuat putri langyun dan beberapa peri wanita, segera menangkap Thien Yu dan mengikatnya dengan rantai besi.
*****
"Cepat katakan mengapa kau berada di dekat pohon Orgy? dan apa yang telah kau lakukan pada pohon Orgy hingga membuat nya mengering dan ranting serta daun pohonnya berguguran, cepat kau katakan jika tidak anak panah ini akan membunuhmu!!" bentak putri Langyun.
__ADS_1
"Apakah aku harus menjawab pertanyaan mu nona?, seharusnya jika kalian mempunyai ikatan batin dengan pohon Orgy, kalian bisa menanyakan padannya tentang hal ini," jawab Thien Yu.
"Jika kau memang tak ingin menjawab pertanyaanku, maka aku akan melenyapkanmu!" ucap putri Langyun dengan melepaskan anak panah yang ada di dalam genggaman tangannya.
Anak panah itu melesat cepat menuju kerah Thien Yu, sebelum anak panah itu menembus tubuh Thien Yu terlihat sesosok bayangan berkelebat cepat menangkap anak panah yang di lepaskan oleh putri Langyun.
Putri Langyun begitu marah melihat ada yang menangkap anak panahnya, akan tetapi dia tak bisa berkata apa apa saat melihat orang yang menangkap anak panahnya adalah pangeran Langtian, kakak kandungnya sendiri.
"Kakak mengapa kau melindungi pemuda itu, dia itu telah berbuat jahat dengan menyerap energi pohon Orgy sehingga pohon Orgy mengering dan mati," ucap putri Langyun.
Pangeran Langtian tak memperdulikan perkataan adiknya, dengan mengerakkan tangannya kearah Thien Yu, maka rantai yang mengikat tubuh Thien Yu pun hancur dan berserakan di tanah.
"Maafkan adikku, dia tak mengetahui jika kau adalah tamu kehormatan di dataran langit ini," ucap pangeran Langtian.
"Tak masalah pangeran" jawab Thien Yu.
"Jika begitu ikutlah denganku, aku ingin membicarakan sesuatu hal dengan mu," ucap pangeran Langtian.
Thien Yu menganggukkan kepalanya kemudian mengikuti pangeran Langtian dari belakang.
"Adikku aku akan menemuimu nanti," ucap pangeran Langtian kepada putri Langyun.
Putri Langyun tak menghiraukan perkataan pangeran Langtian, saat ini sorot matanya tertuju pada Thien Yu, dia begitu kesal kepada pemuda yang bersama dengan kakaknya, apa lagi di saat putri Langyun melihat senyuman Thien Yu yang seperti mengejek, membuat sang putri bertambah kesal pada Thien Yu.
"Siapa sebenarnya pemuda itu aku tak pernah melihatnya di dataran langit, dan mengapa kak Langtian begitu melindunginya," batin putri Langyun dalam hati.
__ADS_1
Bersambung