
Dalam pertarungan 2 lawan satu, terlihat jendral Gong Lang semakin lama semakin terdesak oleh gempuran dari kedua jendral utama kekaisaran Glory.
"Menyerahlah jendral Gong Lang..!! aku akan berbelas kasih dengan membiarkanmu tetap hidup asalkan kau menghancurkan Dantianmu sendiri!!" ucap jendral Shang Yang.
Apa yang di katakan jendral Shang Yang membuat gelak tawa jendral Gobil, karena dia tau jika ranah tingkatan seorang kultivator telah hancur, maka anggap saja kultivator itu telah mati.
"Jangan bermimpi kalian!!" ucap jendral Gong Lang dengan merubah dirinya menjadi seekor naga emas yang merupakan bentuk aslinya, dan menyerang kedua jendral dari kekaisaran Glory dengan tembakan bola bola api yang keluar dari mulutnya, hingga membuat pertarungan sengit kembali terjadi.
Thien Yu yang mulai tersadar dan menatap tajam kearah peri Lilia yang ingin mengatakan sesuatu padanya.
"Apa yang ingin kau katakan padaku peri?" tanya Thien Yu.
"Tuan muda, sebenarnya bayangan merah darah yang menyerangmu adalah sahabat sejati dan orang paling berjasa di kehidupan ayah mu.
Dia adalah Biyao, orang yang telah menyelamatkanmu dari kematian sewaktu kau masih bayi merah.
Dengan kekalahannya melawan kaisar Huang Xu membuatnya harus tersegel di dalam tehnik kuat yang dimiliki jendral Shang Yang. Hal itu membuat Biyao sekarang ini dalam pengaruh tehnik terlarang dari jendral Shang Yang," ucap peri Lilia.
"Apa yang harus kulakukan untuk menyelamatkan paman Biyao?" tanya Thien Yu.
"Hanya dengan kematian jendral Shang Yang bisa membuat Biyao terbebas dari kutukan tehnik terlarang yang di milik jendral Shang Yang," jawab peri Lilia mengakhiri ceritanya. (Ingin tau siapa Biyao, baca novel saya berjudul pendekar mata langit).
Mendengar perkataan peri Lilia membuat Thien Yu semakin bertambah geram, dia merasakan bagai mana penderitaan Biyao selam berada di tangan jendral Shang Yang.
"Aku harus menyelamatkan paman Biyao dengan membunuh jendral Shang Yang, walaupun nanti nya akan ada peperangan antara kekaisaran Glory dan kekaisaran phoenix setelah kematiannya," batin Thien Yu.
Sesaat Thien Yu mencari tau keberadaan Biyao di dalam tubuhnya, dan betapa terkejutnya Thien Yu saat melihat Biyao tengah bertarung melawan Gonggo di dalam alam batinnya.
"Bagus, Gonggo tengah menyibukkan paman Biyao dengan sebuah pertarungan, dan dengan ini aku bisa mengeluarkan kekuatan teratai ilahi dalam menghancurkan jendral Shang Yang, tanpa harus khwatir dengan keberadaan Biyao di dalam tubuhku," batin Thien Yu.
Setelah kepergian peri Lilia Thien Yu segera melesat kearah pertarungan antara jendral Gong Lang dan kedua jendral kekaisaran Glory yang menjadi lawan tarungnya.
__ADS_1
Hadirnya Thien Yu di tempat itu membuat jendral Shang Yang menjadi sangat terkejut, apa lagi melihat seperti tak terjadi apa pun dengan diri Thien Yu, hal itu membuat jendral Shang Yang memaki dirinya sendiri.
"Betapa bodohnya aku, andai saja waktu itu aku tak membiarkan nya pergi, mungkin saat ini dia masih terluka parah atau mati di tanganku.
Mengapa aku tak menghabisinya waktu itu, malah aku asyik bertarung dengan jendral Gong Lang. Tapi tak masalah bagiku aku masih bisa untuk melenyapkannya," batin sang jendral Shang Yang.
"Jendral Gong Lang aku ingin kau menghadapi jendral Gobil kembali, biar aku yang akan menghadapi jendral Shang Yang," ucap Thien Yu.
"Tidak pangeran, aku tak ingin kau terluka untuk kedua kali dalam menghadapinya," jawab jendral Gong Lang.
"Ini perintah jendral," ucap Thien Yu singkat.
Jendral Gong Lang tak bisa berbuat apa apa, perkataan Thien Yu seperti sebuah perintah yang harus di laksanakan nya. Rasa khwatir akan terjadi apa apa pada Thien Yu membuat Gong Lang berusaha untuk tak menjauh dalam bertarung dari Thien Yu.
Thien Yu menyadari jika jendral Gong Lang begitu mengkhwatirkan dirinya, yang membuat Thien Yu membiarkan jendral Gong Lang ikut bertarung dengannya.
"Jendral Shang Yang hari ini adalah hari kematian mu, semoga para leluhurku di kekaisaran giok terdahulu bisa menerima kematianmu dengan suka cita," ucap Thien Yu.
Setelah berkata seperti itu jendral Shang Yang segera menghantamkan tinju tangan kanannya kearah Thien Yu, sambil berteriak lantang "Meteor penghancur jiwa!!" teriaknya.
Dari tinju jendral Shang Yang keluar bola api yang meluncur deras kearah Thien Yu.
Dengan cepat Thien Yu mengibaskan tangan kirinya, maka tiga inti api segera menyambut datangnya serangan bola api meteor dari jendral Shang Yang.
Ledakan pun terjadi akibat benturan energi tersebut, yang membuat jendral Shang Yang terseret beberapa meter kebelakang, tapi tidak seperti yang di alami Thien Yu.
Dengan hukum udara yang di milikinya, dia bisa menyeimbangkan udara dan bisa membuatnya tetap kokoh berdiri di tempatnya.
Apa yang di lihatnya pada diri Thien Yu, membuat jendral Gong Lang yang tengah bertarung melawan jendral Gobil, dapat bernapas dengan lega kembali.
Thien Yu yang telah sedari tadi mempersiapkan teratai ilahi di tangan kanannya, seketika itu menatap tajam kearah jendral Shang Yang.
__ADS_1
"Aku ingin melihat apakah kau mampu menahan kekuatan teratai ilahi ku jika terkena tubuhmu dalam jarak dekat, aku ingin melihat apakah tubuhmu yang kebal terhadap apapun tak akan goyah dengan teratai ilahi ku ini," gumam Thien Yu.
Thien Yu segera mengaktifkan mata langitnya, agar tehnik ruang dan waktu yang di milikinya dapat bertambah kuat tiga kali lipat dari sebelumnya.
Setelah dirasa cukup, Thien Yu langsung melesat cepat menggunakan tehnik ruang dan waktu, menuju kearah jendral Shang Yang.
Jendral Shang Yang begitu sangat terkejut saat melihat Thien Yu telah menghilang dari pandangan matanya, dan tanpa bisa di deteksi sedikit pun keberadaannya.
Di sisi lain, keterkejutan jendral Shang Yang semakin menjadi jadi saat Thien Yu tau tau sudah berada dekat dengannya, dan memberikan serangan sebuah bunga teratai kaca yang menghantam telak tubuhnya.
"Ackh...!!"
Hanya itu suara yang keluar dari mulut jendral Shang Yang, sebelum tubuhnya hancur menjadi debu dan menghilang di tiup angin.
Jendral Gobil seakan tak percaya saat melihat jendral Shang Yang telah mati di tangan anak muda kemarin sore, dengan cepat diapun melarikan diri meninggalkan tempat itu, tapi naas bagi jendral Gobil karena sebuah teratai kaca yang kembali dikeluarkan oleh Thien Yu melesat dengan kecepatan cahaya kearahnya.
Pekikan tertahan keluar dari mulut jendral Gobil sebelum tubuhnya menghilang untuk selama lamanya.
Setelah kematian jendral Gobil, Thien Yu menyuruh seluruh pasukan terbang dan darat yang di miliki kekaisaran pheonix, untuk membunuh seluruh pasukan tempur yang di miliki kekaisaran Glory yang berada di tempat itu.
Mendengar perintah dari pangeran phoenix, membuat seluruh pasukan tempur yang di milikinya bergerak, dan menyerang pasukan tempur kekaisaran Glory tanpa tersisa.
Maka musnahlah seluruh pasukan tempur yang di miliki kekaisaran Glory dalam sekejap, tanpa ada satupun yang dibiarkan hidup termasuk serigala terbang yang bersamanya.
Tiba tiba Thien Yu di kejutkan dengan sesosok bayangan merah darah yang keluar dari dalam tubuhnya, dengan tubuh yang tak berdaya terjerembab di tanah.
Jendral Gong Lang yang menyaksikan hal itu dengan reflek mengayunkan tombak naganya kearah sosok bayangan merah darah yang sebelumnya telah melukai Thien Yu.
Thien Yu buru buru menghentikan serangan jendral Gong Lang dengan menangkis serangannya.
Bersambung.
__ADS_1
Minta dukungannya kk