
Nien Chu yang masih memikirkan putri Annchi, tiba tiba dikejutkan dengan ledakan dua kekuatan besar, yaitu kekuatan tubuh emas surgawi pada Anchen, dan penerobosan ranah tingkatan pada Zhurui.
Nien Chu sangat senang melihat kedua anggota dari kelompok pembasmi iblis yang di dirikan nya, telah mencapai hasil yang maksimal malam itu.
Zhurui begitu sangat terkejut melihat kehadiran Anchen dengan tubuh emasnya di tempatnya berada, diapun lantas menyerangnya karena dianggap sebagai ancaman bagi Nien Chu.
Pertarungan tangan kosong pun tak terhindarkan lagi, dimana saat ini Zhurui yang telah berada di ranah suci, mampu mengimbangi kecepatan serang yang di lakukan oleh Anchen.
Dari kejauhan Nien Chu menyaksikan pertarungan itu dengan seksama, sengaja nien Chu tak menghentikan jalannya pertarungan yang terjadi, semua itu karena Nien Chu ingin melihat perkembangan yang ada pada Zhurui, apakah dia sudah mampu untuk mengimbangi Anchen yang sudah berada di ranah suci sama seperti dirinya saat ini, dan ternyata Zhurui telah mampu untuk mengimbangi Anchen yang membuat Nien Chu sangat senang di buatnya.
Dan di saat mereka berdua ingin menggunakan kekuatan terkuat yang dimilikinya, Nien Chu dengan segera melesat ketengah tengah pertarungan.
Melihat Nien Chu berada di tengah tengah pertarungan, membuat kedua petarung menghentikan serangannya.
"Zhurui, Anchen, sudah cukup pertarungan yang kalian lakukan, Aku tak ingin adanya pertumpahan darah di antara kalian, karena kalian berdua merupakan anggota dari kelompok pembasmi iblis," ucap Nien Chu.
Zhurui semakin tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya dari mulut Nien Chu, jika Anchen yang selama ini telah memusuhi Nien Chu, kini berbelok arah 180 derajat dengan bergabung di dalam kelompok pembasmi iblis.
"Apakah benar yang kau katakan, jika Anchen telah bergabung dengan kita?" tanya Zhurui.
Nien Chu menatap Zhurui lekat lekat, dia tau jika sahabatnya itu takkan pernah percaya akan ha itu jikalau tak melihat pembuktiannya langsung.
Dengan semua pertimbangan yang ada Nien Chu pun lantas berkata. "Anchen, aku ingin kau menunjukkan simbol di lengan kananmu itu, agar Zhurui yakin terhadap keberadaanmu sebagai salalah satu anggota di dalam kelompok pembasmi iblis," ucap Nien Chu.
Mendengar perintah Nien Chu, Anchen segera menyingkap kain yang menutupi lengan kanannya, dan tampak di lengan kanan Anchen terdapat simbol Dewa yang berupa simbol mata hari.
Zhurui kini yakin jika Anchen merupakan salah satu bagian dari kelompok pembasmi iblis, diapun lantas berjalan kearahnya dan mengulurkan tangan kanannya sambil berkata.
"Apakah kau tak ingin menjadi saudara ku, hingga kau hanya menatap uluran tanganku kepadamu ini?" tanya Zhurui.
Mendengar perkataan Zhurui, tanpa ragu Anchen lantas menyambut uluran tangan Zhurui, dan tak lama kemudian mereka berdua pun saling berpelukan satu dengan yang lainnya.
__ADS_1
Keakraban mereka bertiga pun terjadi di malam itu, sambil memanggang hewan buruan mereka bertiga bercerita hingga canda dan tawa mengisi kesunyian malam di dalam hutan belantara itu.
*****
Pagi hari, matahari bersinar sangat cerah karena tak ada Awan gelap yang menutupi sinarnya, burung-burung pun berkicau riang dengan nyanyian alam yang sangat merdu dalam menyambut sang surya di pagi itu.
"Waktu yang tersisa untuk kita semakin sempit dalam mempersiapkan diri menghadapi turnamen beladiri yang akan di laksanakan di kekaisaran kota, sedari itu pagi ini kita akan pergi ke desa untuk menemui ketua desa, siapa tau ada beberapa saran darinya untuk kita semua," ucap Nien Chu.
"Nien Chu, hari ini juga aku akan membersihkan namamu dari desa, karena masalah yang terjadi di antara kita hanyalah kesalahpahaman belaka," ucap Anchen.
"Kurasa ketua desa pasti akan senang mendengar hal ini, karena kalian berdua bisa akur dan sanggup mengikuti turnamen beladiri yang akan di adakan.
Nien Chu, ada baiknya kau meminta penangguhan hukuman bagi Anchu, paling tidak meringankan hukuman yang di jatuhkan oleh pengadilan desa terhadap nya, karena dalam hal ini Anchu tak sepenuhnya bersalah, semua itu hanyalah rasa kepeduliannya terhadap Desa pesisir pantai yang tak ingin jika adanya manusia di dalam desa," timpal Zhurui.
"Aku pasti akan melakukan seperti apa yang kau katakan, paling tidak ketua Desa akan mempertimbangkan kembali masalah itu," ucap Nien Chu.
Setelah tak ada lagi yang diperbincangkan maka mereka bertiga akhirnya pergi meninggalkan hutan, menuju ke tempat kediaman ketua desa.
Kehadiran Anchen bersama Nien Chu dan Zhurui di dalam desa begitu sangat mengejutkan penduduk desa, mereka menjadi bertanya-tanya mengapa Anchen yang telah dilukai oleh Nien Chu, malah sekarang begitu akrab dengannya.
Ketua desa datang di hadapan ketiga pemuda itu, lantas memberikan selamat kepada Anchen yang telah berhasil sembuh dari luka dalam yang dideritanya, sehingga Anchen dapat berpartisipasi kembali dalam turnamen yang akan diadakan.
"Selamat Anchen karena kau telah memiliki Merindian baru sehingga kau dapat berkultivasi kembali, dan juga dapat mewakili Desa ini dalam turnamen beladiri yang akan diadakan di kekaisaran kota," ucap ketua desa.
"Benar ketua, saat ini aku telah sembuh dan lebih kuat dari sebelumnya, semua itu karena Nien Chu yang telah memberi kehidupan baru bagiku setelah keterpurukan yang selama ini kurasakan, dan aku ingin seluruh warga desa dapat menerima Nien Chu kembali, karena permasalahan yang terjadi semua itu hanyalah kesalahpahaman belaka," jawab Anchen.
"Apakah benar yang kau katakan jika kau telah sembuh dari kerusakan merindian di dalam tubuhmu?" tanya tetua Ancaw secara tiba tiba kepada Anchen.
"Benar ayah, saat ini merindianku merupakan pemberian dari Nien Chu, dan tingkat kekuatan yang kumiliki sekarang telah berada di ranah suci puncak yang selangkah lagi akan menembus ranah tingkat dewa," jawab Anchen.
Karena rasa penasaran dengan apa yang dikatakan putranya, tetua Ancaw seketika itu langsung ingin menguji kekuatan Anchen dengan menyerang ke arahnya.
__ADS_1
Anchen yang mengetahui jika ayahnya tengah memujinya, lantas menyambut serangan itu dengan kekuatan ranah suci puncak yang dimilikinya.
Benturan Kedua telapak tangan di udara menimbulkan gelombang energi yang sangat besar, baik Anchen maupun tetua Ancaw sama-sama terseret sejauh puluhan meter ke belakang akibat benturan kedua energi yang tercipta.
Tetua Ancaw yang belum sembuh total dari luka dalam yang dideritanya, pada akhirnya memuntahkan darah segar dari mulutnya.
Walaupun sang tetua merasakan sesak di dadanya akibat benturan kedua energi yang terjadi, hal itu tak mengurangi keinginannya untuk pergi ke kearah Anchen untuk memberikan selamat padanya.
Anchen langsung menyongsong tubuh ayahnya yang sedikit goyah, dengan memapah tubuhnya.
"Selamat putraku kau sekarang telah pulih dan lebih kuat dari sebelumnya, Aku sangat senang melihatmu seperti ini dapat tersenyum seperti dulu lagi," ucap tetua Ancaw.
"Ayah setelah kejadian itu aku merasa putus asa dan hampir mengakhiri hidupku sendiri, untung saja Nien Chu dapat membuat merindian baru bagiku sehingga aku mendapatkan kehidupan baruku.
Ayah walaupun Nien Chu dan Zhurui merupakan ras manusia, akan tetapi sifat yang ditujukannya begitu mulia, aku yang berkali-kali telah menyinggung nya sama sekali tak memberikan dendam di hatinya, malahan dia mundurkan tangannya untuk menyembuhkanku.
Ayah mulai saat ini kami bertiga telah mengangkat sebagai saudara, dan jika ada yang ingin mempersulit maupun melukai mereka berdua, maka aku akan menjadi ujung tombak untuk menghancurkannya," jawab Anchen.
Melihat keseriusan di wajah putranya, tetua Ancaw menyuruh Anchen untuk membawanya kehadapan Nien Chu dan Zhurui.
Setelah di hadapan Nien Chu, tetua Ancaw meminta maaf sambil membungkukkan badan memberi hormat, dan berterima kasih kepadanya atas semua yang telah dilakukan Nien Chu kepada putranya.
"Apa yang anda lakukan tetua, aku tak bisa menerima penghormatan dari anda, karena aku yang lebih muda yang pantas melakukan penghormatan kepada anda.
Atas semua masalah yang pernah terjadi sudah ku anggap tuntas dan kita takkan pernah saling bermusuhan lagi," ucap Nien Chu kemudian menahan tetua Ancaw untuk tak memberikan hormat kepadanya.
"Nien Chu tak salah putraku mengatakan Jika hati mu begitu mulia, Karena aku telah melihatnya sendiri jika kau benar-benar berhati mulia.
Untuk sekarang dan selamanya, walaupun kau merupakan ras manusia, kami para penduduk desa akan menerimamu sebagai bagian dari kami, dan Kau berhak berada di desa ini," ucap tetua Ancaw dengan senyuman di wajahnya.
"Terimakasih tetua," jawab Nien Chu sambil menggenggam tinju memberi hormat yang diikuti Zhurui di belakangnya.
__ADS_1
Ketua Desa pada akhirnya merasa senang dengan hubungan yang telah membaik antara desanya dan Nien Chu, dan hari itu juga ketua Desa mengumumkan jika Nien Chu telah menjadi bagian dari desanya, sehingga acara besar besaran akhirnya dipersiapkan untuk menyambut kebahagiaan itu.
Bersambung.