
Nien Chu terdiam dan menatap kearah diagram yang berada di tangannya, dan tiba tiba saja diagram itu mengeluarkan cahaya terang yang membuat Nien Chu sangat terkejut.
"Tok...tok...tok...," suara pintu di ketuk dari luar.
Nien Chu buru buru menyembunyikan diagram yang berada padanya, kemudian melangkah ke arah pintu untuk membukanya.
"Zhurui masuklah," ucap Nien Chu saat melihat sahabatnya tengah berdiri di depan pintu.
Zhurui lalu masuk ke kamar Nien Chu, kemudian duduk disebuah kursi begitupun dengan Nien Chu, yang melakukan hal yang sama.
"Apa yang dikatakan kepala akademi kepadamu?" tanya Zhurui.
"Kepala akademi hanya menanyakan bagaimana aku mendapatkan kekuatan yang kumiliki sekarang ini," jawab Nien Chu.
Nien Chu teringat akan diagram yang bercahaya setelah kedatangan Zhurui ke kamarnya, sehingga Nien Chu sangat penasaran dengan pemuda yang ada di dekatnya itu.
"Mengapa kau menatapku seperti itu Nien Chu?" tanya Zhurui yang sangat risih di tatap sedemikian rupa oleh Nien Chu.
"Kita adalah sahabat, aku ingin menanyakan sesuatu hal padamu dan kau harus jujur menjawabnya," ucap Nien Chu dengan keseriusan di wajahnya.
Keseriusan Nien Chu membuat Zhurui merasa heran, tak biasanya Nien Chu seserius itu padanya.
"Katakanlah apa yang ingin kau katakan pada ku," jawab Zhurui.
"Zhurui aku ingin tahu apakah di lengan kananmu terdapat sebuah simbol, yang telah berada di sana sejak kau masih kecil?" tanya Nien Chu.
Zhurui terdiam sejenak, karena pertanyaan Nien Chu membuatnya semakin bertanya tanya.
"Apakah simbol seperti ini yang kau maksud!!" jawab Zhurui sambil menyibakkan kain yang menutupi lengan kanannya.
"Benar itu yang ku cari darimu, seorang kultivator yang memiliki simbol di lengan kanannya. Tak kusangka yang memiliki simbol itu ternyata sahabatku sendiri," ucap Nien Chu sambil menepuk pundak zhurui.
Nien Chu tersenyum melihat simbol petir yang ada di lengan kanan Zhurui, dan ingin segera merebut sahabatnya itu ke dalam kelompok yang akan dibuatnya.
__ADS_1
Tak lama kemudian Nien Chu menceritakan semua yang diketahuinya mengenai akan bangkitnya raja iblis, dan pengikut dewa iblis kuno, sehingga dunia yang telah damai ini akan terusik oleh kehadirannya.
Zhurui yang tadinya hanya diam, kini angkat bicara.
"Sebenarnya aku tak mempercayainya, akan tetapi karena kau yang mengatakan hal itu maka aku akan mempercayainya," ucap Zhurui.
Zhurui lantas meneteskan darahnya ke atas diagram hingga diagram itu aktif, dan menghilangkan sinar keberadaan simbol yang dimiliki oleh Zhurui.
"Kau telah di akui oleh diagram ini sebagai anggota kelompok pembasmi iblis yang kubentuk, dan aku ingin kau membantuku untuk menemukan 8 kultivator lagi yang memiliki simbol dewa di tubuhnya," ucap Nien Chu.
"Aku akan membantumu dalam misi itu, Nien Chu apakah tujuanmu sekarang ini?" tanya Zhurui.
"Aku akan pergi ke dataran langit untuk mencari bunga teratai Nirwana di sana, dan setelah aku mendapatkan bunga teratai Nirwana maka aku akan mencari ke-8 pemilik simbol Dewa di tubuhnya," ucap Nien Chu.
"Bukan kah manusia tak diperkenankan masuk ke dalam kekaisaran daratan langit, karena di sana hanya dihuni oleh para elf," ucap Zhurui.
"Kau benar, aku telah mempersiapkan semuanya untuk masuk ke dalam kekaisaran dataran langit. Dengan menggunakan kalung yang berada di tanganku ini maka aku akan menjadi seperti bangsa peri, dan tak akan ada satupun elf disana yang akan mencurigai ku selama kalung itu masih melekat di tubuh," ucap Nien Chu.
"Dapatkah aku ikut menemanimu untuk mencari teratai Nirwana?" tanya Zhurui.
Setelah meminta ijin kepada kepala akademi, Nien Chu pada akhirnya berangkat bersama Zhurui menuju wilayah kekaisaran dataran langit.
Perjalanan menuju ke wilayah kekaisaran dataran langit, memerlukan waktu setengah bulan perjalanan menggunakan kuda, itupun jika tak ada halangan di perjalanan.
Kini mereka berdua telah sampai pada pesisir pantai, tepatnya di pelabuhan untuk mencari kapal yang akan menyeberangkan mereka berdua ke wilayah dataran langit.
"Paman, di manakah kapal yang akan menuju ke wilayah dataran langit?" tanya Nien Chu.
Sesaat laki laki tua yang tengah mengurus tali kapal menghentikan kegiatannya, dan menatap ke arah dua pemuda yang ada di hadapannya.
"Anak muda, tak pernah ada seorang pun yang meminta untuk menyeberang ke daratan langit, karena manusia tak di hargai di sana sehingga para pedagang dan lain sebagainya tak pernah menginjakkan kakinya ke sana, yang membuat pelabuhan dataran langit sama sekali tak terjamah tangan manusia," jawab lelaki tua itu.
"Paman, jika kami menyewa kapal anda untuk mengantarkan kami ke sana, maka kami siap membayar dengan harga yang mahal," ucap Nien Chu kembali.
__ADS_1
"Cari saja kapal yang lain karena aku tak ingin mempertaruhkan keselamatanku, demi mengantarkan kalian ke sana hanya dengan beberapa ratus koin emas," jawab laki laki tua itu.
"Katakanlah berapa koin emas yang anda inginkan agar kami bisa pergi ke sana," ucap Zhurui yang mulai angkat bicara.
"Sudah kukatakan kepada kalian jika aku tak ingin mengantarkan kalian ke sana, tapi jika kalian ingin menunggu maka dalam 3 hari akan ada kapal yang akan membawa kalian ke sana, kapal itu memang khusus untuk mengantarkan orang-orang seperti kalian ke tempat-tempat yang sangat berbahaya," ucap lelaki tua itu.
"Baiklah paman, kami berdua akan menunggu di pelabuhan ini sampai kapal itu datang," ucap Zhurui.
"Jika begitu aku akan menghubungi kalian nanti jika kapal itu telah datang, untuk tempat tinggal selama menunggu kalian bisa menyewa sebuah penginapan di ujung sana," ucap lelaki tua itu sambil menunjuk ke arah bangunan yang tak jauh dari mereka.
Kedua pemuda itu melangkahkan kakinya menuju ke penginapan, dan ternyata keadaan penginapan begitu ramai dengan pengunjung, yang terdiri dari para pedagang dan berbagai kultivator bermacam tingkatan.
"Zhurui, pesanlah makanan sekalian kamar untuk kita tempati menginap," ucap Nien Chu
"Baiklah, aku akan memesannya," jawab Zhurui kemudian pergi meninggalkan Nien Chu.
Pandangan Nien Chu kali ini tengah tertuju pada sosok tua yang tengah duduk di sudut ruangan, karena aura yang keluar dari tubuhnya begitu sangat kuat dan pekat.
"Siapa laki laki tua itu, sepertinya orang-orang yang berada di dalam ruangan ini begitu menaruh hormat kepadanya, aku tak boleh memperlihatkan jika aku terus memperhatikan laki-laki tua itu, agar tak terjadi selisih paham dengannya," batin Nien Chu.
Tiba tiba Nien Chu dikejutkan dengan panggilan laki-laki tua yang berada di sudut ruangan, yang sedari tadi diperhatikan nyam
"Anak muda, Aku ingin kau menemani ku minum anggur disini, karena sudah tak ada lagi orang yang ingin minum bersamaku," ucap lelaki tua yang ada di hadapan Nien Chu, sambil meneguk anggur yang ada di genggaman tangannya.
Nien Chu menerima ajakan laki laki tua itu lantas menuangkan anggur di gelasnya sendiri, kemudian meneguknya.
Setelah itu percakapan pun terjadi di antara mereka berdua, dan pada akhirnya Nien Chu tau jika laki-laki tua itu merupakan komandan prajurit, yang menjaga pelabuhan kekaisaran cahaya hidup.
"Pantas saja tingkat kekuatannya telah berada pada ranah suci, ternyata dia merupakan seorang komandan prajurit yang menjaga tempat ini," batin Nien Chu.
Dari jauh Zhurui memperhatikan Nien Chu dan komandan prajurit, karena tak ingin mengganggu mereka berdua, Zhurui pada akhirnya pergi ke dalam ruang penginapan yang telah disewanya untuk beristirahat.
Setelah beberapa saat minum anggur dengan komandan prajurit itu, Nien Chu pada akhirnya izin untuk pergi beristirahat karena rasa lelah akibat perjalanan jauh yang ditempuhnya.
__ADS_1
Bersambung