
Kepala desa menatap kedua orang itu dengan tatapan penuh kebencian, apalagi saat melihat tuan muda Yo kang yang telah menjadi penyebab kematian putrinya, membuatnya semakin ingin mematahkan seluruh tulang tulang yang ada di tubuhnya.
"Sekarang kalian tak akan bisa lari lagi karena kehidupan kalian berdua kini berada di tangan kami," ucap Han Huang.
"Ha..ha..ha.., kita belum bertarung dan belum mengetahui siapa yang akan menjadi pemenang diantara kita, aku akan perlihatkan kepada kalian siapa yang akan mati di tempat ini," jawab sang penasehat.
Tak lama kemudian penasehat menggigit jari tangannya untuk melakukan ritual sesaat, dan tak lama kemudian pusaran hitam terbentuk di atas langit yang mengeluarkan naga bersayap dari dalamnya.
Kepala desa dan Han Huang begitu sangat terkejut saat melihat semua naga kini menuju kearahnya.
Melihat hal itu mereka berdua langsung memasang kewaspadaan, dan siap untuk bertarung dengan para naga yang menuju ke arahnya.
Nien Chu yang tengah bersama Yeiyi, begitu sangat terkejut merasakan adanya pusaran jauh dari tempatnya berada, merasakan hal itu Nien Chu kemudian menggunakan kekuatan menembus dimensi dan pada akhirnya tiba di tempat keberadaan kepala desa dan Han Huang.
Amarah Nien Chu seketika itu meluap saat melihat keadaan Han Huan dan kepala desa begitu sangat menyedihkan, tubuh mereka dipenuhi dengan luka koyakan yang cukup dalam.
Melihat hal itu Nien Chu langsung mengeluarkan pedang penguasa malam, dan dengan menggunakan teknik langkah bayangan, Nien Chu melakukan pembantaian kepada para naga yang berterbangan di udara, hingga pada akhirnya Nien Chu berhadapan dengan Naga terakhir yang memancarkan kilauan cahaya dari sisiknya.
Di tempat lain pertarungan antara Han Huang dan penasehat menara berlangsung sengit, walaupun Han Huang tengah terluka tapi dia masih mampu melakukan perlawanan sengit.
Beda halnya dengan tuan muda Yo kang, dia lebih memilih untuk melarikan diri dari tempat itu dari pada bertarung dengan kepala desa.
Kepala desa yang tak ingin pembunuh putrinya dapat pergi dari tempat itu, dengan cepat dia pun melakukan pengejaran.
Sementara itu Nien Chu yang tengah berhadapan dengan raja naga bersayap, langsung menyerangnya dengan ganas sehingga pertarungan pun terjadi di antara mereka berdua.
Semburan api dan tembakan bola api saat ini tengah memburu keberadaan Nien Chu, namun serangan-serangan yang dilakukan oleh raja naga bersayap hanya dapat mengenai ruang yang kosong.
Nien Chu kembali melesat secepat ke arah naga bersayap dengan menebaskan pedang penguasa malam ke arahnya, namun sayang serangan Nien Chu dapat dipatahkan dengan kibasan ekor sang naga, yang membuat sang naga dapat lolos dari serangan Nien Chu.
Nien Chu terus meningkat serangannya yang membuatnya tiba-tiba saja menghilang dari tempatnya berada, dan tanpa disangka sangka oleh Sang Naga Nien Chu telah berada di dekatnya dan menusukkan pedang penguasa malam ke tubuhnya.
Seketika itu juga Aura kuat di dalam pedang penguasa malam menghantam seluruh Merindian Sang Naga, yang membuat Raja Naga bersayap tak dapat menggerakkan sayapnya, sehingga meluncur deras ke bawah dan hantam tanah dengan keras.
Naga bersayap tak mampu mengepakkan sayapnya lagi, sehingga dia hanya dapat berdiri dengan memakai kedua sayapnya untuk menahan tubuhnya agar tak ambruk ke tanah.
__ADS_1
Nien Chu kembali ingin melakukan tebasan ke arah tubuh Sang Naga, namun tiba-tiba saja naga itu berkata.
"Jangan bunuh aku..., aku akan menjadikan mu tuaku Jika kau tak membunuhku," ucap sang naga.
"Nien Chu menghentikan pergerakannya, dia menatap ke arah sang naga kemudian berkata. "Baiklah..., jika kau ingin menjadi pengikutku maka kau harus melakukan kontrak darah dengan ku," ucap Nien Chu.
"Jika hanya itu yang tuan inginkan agar tak membunuhku maka aku akan melakukan kontrak darah itu," ucap sang naga.
Tentu saja, Nien Chu merasa senang mendengarnya, dengan meneteskan darahnya di atas kepala sang naga maka kontak darah itu pun terjadi.
Karena sang naga telah menjadi pengikutnya, Nien Chu kemudian memberikan pil teratai Nirwana kepada sang naga, untuk menyembuhkan luka menganga di tubuh sang naga agar kembali seperti sedia kala.
"Tuanku.., kau bisa kapanpun untuk memanggilku jika kau membutuhkan aku, dan seluruh pasukan naga terbang akan datang kepadamu," ucap sang naga.
"Suatu hari nanti aku pasti akan membutuhkan bantuan mu, pada saat itu aku ingin kau datang kepadaku," jawab Nien Chu.
"Aku pasti akan datang kapanpun dan di manapun jika tuan memanggilku," ucap sang naga.
"Raja naga..., Aku ingin kau membawa penasehat tak berguna itu pergi dari hadapanku, binasakanlah karena dia sudah tak berguna lagi berada di alam cahaya rembulan ini," ucap Nien Chu.
"Baik tuan ku, titahmu akan ku laksanakan," ucap raja naga.
Teriakan sang penasehat begitu sangat memilukan saat cakar cakar Sang Naga mulai mengoyak tubuhnya hingga tak terbentuk lagi, setelah itu tubuh penasehat akhirnya masuk ke dalam mulut Sang Naga.
Raja naga bersayap terus melesat masuk ke dalam pusaran gelap, dan pada akhirnya pusaran itu pun menghilang seiring menghilangnya Sang Naga.
Nien Chu kemudian memberikan pil teratai Nirwana kepada Han Huang, setelah itu Nien Chu menyalurkan energi murninya ke tubuh Han Huang.
Secara perlahan darah yang keluar dari luka koyakan di tubuh Han Huang menguap, dan tak lama kemudian luka luka itu tertutup kembali.
"Terimakasih karena tuan telah memulihkan luka-luka di tubuhku, tuan aku ingin kita mencari kepala desa yang tengah mengejar Yo kang karena aku takut terjadi hal yang tak diinginkan kepadanya, karena Yo kang sangat licik, dan waktu menghilangnya putri Xiang'er Yo kang yang telah menculiknya, dan dia hampir saja memperkosa tuan putri," ucap Han Huang.
Perkataan Han Huang membuat tubuh Nien Chu bergetar menahan amarah, karena Yo kang berani mengusik istrinya.
Nien Chu kemudian meraih tangan Han Huang, kemudian mereka berdua menghilang dari tempat itu.
__ADS_1
Di tepi sungai, kepala desa tak mampu untuk mengimbangi bertarung melawan Yo kang, karena saat ini tubuhnya tengah terluka parah akibat sebelumnya telah bertarung dengan para naga bersayap.
Kepala desa terkapar di tanah, dengan tubuh yang berlumuran darah. Saat Yo kang ingin menusukkan pedangnya kearah kepala desa, Nien Chu telah berdiri menghadang, dan menangkap pedang Yo kang dengan tangan kanannya.
Yo kang menarik kembali pedangnya dari tangan Nien Chu, tapi sayang padang itu kini telah meleleh hingga Yo kang melepaskan pedang nya.
Tatapan dingin Nien Chu membuat Yo kang mundur beberapa langkah ke belakang.
"Lepaskan aku...., aku akan memberikan kalian banyak kristal energi di dalam cincin ruangku ini," ucap Yo kang.
"Ha..ha..ha.., kau anggap semua bisa di selesaikan dengan benda berharga Yo kang? kau terlalu arogan dengan mencoba menodai istriku, untuk itu kau harus mempertanggungjawabkan Apa yang telah kau lakukan!!" jawab Nien Chu.
Setelah berkata seperti itu, keempatnya kemudian menghilang dari tempat itu, dan muncul kembali tepat di depan rumah kepala desa yang berada di desa awan berkabut.
Putri Xiang'er begitu sangat terkejut melihat suaminya yang saat ini telah membawa Yo kang bersamanya.
Putri Xiang'er begitu murka melihat pemuda yang hampir saja menodainya, amarahnya seketika itu meledak saat mengingat apa yang telah di lakukan Yo kang padanya.
Tiba tiba Nien Chu berkata. "Kau tau apa yang harus kau lakukan padanya," ucap Nien Chu.
Putri Xiang'er kemudian mengambil pedang yang berada di genggaman tangan Han Huang, dan melangkah menuju ke arah Yo kang.
"Kau suka mempermainkan para wanita, hingga membuat Putri kepala desa mati akibat ulahmu, dan untuk itu kau harus membayarnya".
Setelah berkata seperti itu pedang di tangan Putri Xiang'er berkelebat dengan cepat, dan melukai tubuh tuan muda Yo kang.
Pekik kesakitan terdengar dari mulut Yo kang, dia pun memohon dan mengiba agar dirinya tak di bunuh.
"Tolong jangan bunuh aku, aku rela menjadi budak kalian semua, tolong putri ampuni aku," ucap Yo kang.
"Coba kau ingat kembali bagaimana saat itu aku meminta belas kasihan agar kau tak menodaiku, tapi apa yang kau lakukan, kau malah tertawa seperti aku tak punya harga diri di matamu, kau tak bisa di maafkan lagi!!".
Setelah berkata seperti itu pedang yang berada di tangan Sang Putri kembali berkelebat cepat, saat ini pedang itu telah menebas putus leher Yo kang hingga kepalanya menggelinding di tanah.
Putri Xiang'er kemudian melepaskan pedangnya dan berlari ke arah Nien Chu untuk memeluknya.
__ADS_1
Nien Chu kemudian membalas pelukan hangat sang istri sambil berkata "Dia pantas menerima itu semua".
Bersambung