Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Kesal


__ADS_3

Nien Chu kembali kepenginapan, dan mendapati ayahnya telah berada di dalam penginapan yang selama ini ditempatinya.


"Ayah sudah kembali?" tanya Nien Chu dan mendekat kearah sang ayah.


"Ayah sudah pulang," jawab sang ayah sambil mengembangkan senyumnya.


"Saudagar Tang telah memberikan tempat tinggal kepada kita dan kita sudah bisa meninggalinya besok, disamping itu saudagar Tang juga sudah mendaftarkan mu dalam kompetisi 4 keluarga besar yang dalam waktu dekat ini akan diselenggarakan.


Putraku, saudagar Tang merupakan orang yang baik dan peduli pada kita, dan aku ingin saat pertarungan itu kau dapat memberikan hasil yang terbaik, agar saudagar Tang tak tak sia-sia memberikan kesempatan itu kepadamu, dan tidak memberikan kesempatan itu kepada beberapa pemuda yang masih ada ikatan hubungan keluarga dengan keluarga Tang," ucap Nien bao.


"Mengapa saudagar Tang tau jika aku ingin sekali ikut dalam turnamen yang akan diselenggarakan di kota Wutang ini ayah?" tanya Nien Chu.


"Aku telah menceritakan semua yang telah terjadi terhadap kita, dan bagaimana keluarga Nien mengusir kita sehingga saudagar Tang begitu prihatin akan hal itu.


Dengan kepercayaan akan dirimu saudagar Tang lantas mendaftarkan mu sebagai perwakilan keluarga tang yang akan bertanding dalam kompetisi yang diadakan 4 keluarga besar," jawab Nien bao.


"Aku akan melakukan yang terbaik dalam kompetisi itu Ayah, dan aku akan semaksimal mungkin untuk memenangkan setiap pertarungan ku," ucap Nien Chu.


"Kau memanglah seorang pemuda harapan syah di masa depan, yang pastinya kau akan membanggakan ayahmu ini," ucap Nien bao.


Ke esokan harinya, setelah selesai mengemasi semua barang-barangnya, Nien bao mengajak putranya Nien Chu untuk pergi kerumah barunya yang diberikan saudagar Tang, dan rumah itu masih berada di dalam lingkungan wilayah keluarga besar saudagar Tang.


Nien bao yang saat ini merupakan tangan kanan sekaligus orang kepercayaan saudagar Tang, di undang khusus oleh saudagar Tang untuk makan malam bersama keluarganya.


Dan malam itu Nien bao mengajak Nien Chu untuk ikut makan malam dengan keluarga Tang. Sebenarnya Nien Chu tak ingin ikut dalam acara makan malam itu, akan tetapi desakan sang ayah agar dia ikut bersamanya membuatnya tak bisa menghindar maupun mengelak, dan pada akhirnya dia pun ikut pergi ke ruang utama keluarga Tang.


Di meja makan, saudagar Tang telah duduk bersama istri, dan kedua anaknya yang bernama Tang Hao dan Tang Yin.


Kedua putra dan putri saudagar Tang masih seumuran dengan Nien Chu, sehingga saudagar Tang lantas memperkenalkan kedua putra dan putrinya itu kepada Nien Chu.

__ADS_1


Acara makan malam diselingi canda tawa dari keluarga Tang dan Nien bao, yang membuat suasana di meja makan menjadi semarak.


Setelah tak ada pembicaraan yang terjadi setelah kedua putra putri saudagar Tang duluan pergi meninggalkan ruangan itu, saudagar Tang lantas berkata kepada Nien Chu.


"Putraku Tang Hao akan pergi berlatih bersama seorang guru yang telah kupercayai, untuk dapat mengasah tingkat kekuatan yang dimilikinya, dan menjadikannya cultivator tangguh di masa depan, sehingga dia dapat meneruskan usaha yang selama ini aku besarkan.


Setelah kepergian Tang Hao mengikuti guru yang telah ku percaya itu, Tang Yin putriku akan sendiri dan tak ada yang menjaganya selagi dia berpergian keluar rumah, aku ingin kau menjaga putriku selagi di luar rumah dan melindunginya jika terjadi masalah.


Nien Chu selama ini Tang Hao lah yang menjaga adiknya saat di luar rumah, karena karakter Tang Yin yang keras dan tak mau mengalah, Aku begitu sangat mematikannya karena sang kakak telah tak bersamanya.


Nien Chu aku akan membayarmu untuk melindungi putriku, dan kuharap kau mau menerima tugas dari ku ini" ucap saudagar Tang Hao.


Sesaat Nien Chu melirik sang ayah yang berada dekatnya, dan Nien bao tahu arti lirikan putranya itu yang berarti Nien Chu menginginkan persetujuan darinya dengan permintaan saudagar Tang kepada putranya.


Nien bao seketika itu menganggukkan kepalanya pelan, yang berarti jika Nien bao menyetujui permintaan saudagar Tang.


Melihat sang ayah mengiyakan perkataan saudagar Tang, hal itu membuat Nien Chu lantas berkata.


"Bagus..., Aku suka pemuda sepertimu, Nien bao kau sungguh sangat beruntung memiliki putra yang bisa diandalkan seperti ini," ucap saudagar Tang.


Pada akhirnya pembicaraan di meja makan pun berakhir, dan Nien bao beserta Nien Chu kembali ke rumah yang telah diberikan saudagar Tang padanya.


Keesokan paginya, Nien Chu pergi menemui Tang Yin.


"Nona muda aku ditugaskan ayahmu untuk menjaga nona muda, berarti mulai hari ini aku akan berada di dekat nona muda," ucap Nien Chu.


"Apa? bagaimana bisa hari hariku akan bersamamu pemuda dekil dan bau, aku akan meminta kepada ayahku untuk menjauhkanmu dariku," ucap Tang Yin dengan bahasa tubuh yang begitu merendahkan Nien Chu.


Mendengar hinaan itu darah Nien Chu mendidih dan membuat tubuhnya bergetar menahan amarah. "Jika bukan kebaikan dari ayahmu yang membuat keluargaku berhutang budi kepada keluarga saudagar Tang, takkan mungkin aku mau berada di dekatmu nona, dan ingat satu hal nona muda walaupun aku orang kecil tapi hinaan darimu itu tak akan ingin ku dengar untuk kedua kalinya, karena hanya orang yang tak mempunyai hati dan perasaan yang bisa berkata seperti itu," ucap Nien Chu.

__ADS_1


Tang Yin tersentak mendengar perkataan Nien Chu yang seperti menentangnya, dan dengan sekali teriakan yang keluar dari mulutnya untuk menghajar Nien Chu, maka puluhan penjaga yang ada di tempat itu langsung menyerang ke arah Nien Chu.


Nien Chu yang tak ingin terjadi apa-apa padanya, dengan cepat melakukan perlawanan hingga pertarungan pun terjadi.


Saudagar Tang dan Nien bao yang melihat pertarungan itu dari kejauhan hanya diam di tempatnya, mereka berdua ingin menyaksikan sendiri kemampuan Nien Chu dalam bertarung.


Setelah melihat kemampuan yang di tunjukkan Nien Chu, saudagar Tang semakin yakin jika Nien Chu mampu bersaing dengan para peserta dalam turnamen beladiri yang akan diadakan.


Di dalam pertarungan itu, Nien Chu yang tak mengetahui keberadaan ayahnya dan saudagar Tang, langsung mengeluarkan teknik yang di latihnya selama ini yaitu langkah bayangan.


Nien Chu tiba tiba menghilang dari pandangan mata, dan tau tau para penjaga yang menyerangnya seketika itu roboh dan tak dapat bangkit lagi.


Flash back


Nien Chu mengunakan langkah bayangan hingga pergerakannya begitu ringan dan cepat, dengan mengalirkan kekuatan yang di pusatkan dikedua tinjunya, Nien Chu menghajar puluhan penjaga hingga dalam waktu sekejap puluhan penjaga telah terkapar di tanah.


*****


"Apa tehnik yang di gunakan putramu itu Nien bao, hingga mataku sangat sulit melihat pergerakannya?" tanya saudagar Tang.


"Aku juga tak mengetahui teknik itu karena selama ini putraku telah berguru kepadamu seorang kultivator kuat, hingga membuatnya bisa seperti ini," jawab Nien bao.


Saudagar Tang menganggukkan kepalanya perlahan, dan mengerti perkataan dari Nien bao.


"Kita pergi dari sini, biarkan mereka berdua yang menyelesaikan masalahnya, sekaligus ajang bagi mereka dalam mendekatkan diri satu sama lain," ucap saudagar Tang sambil berlalu dari tempat itu yang diikuti oleh Nien bao di belakang nya.


"Nona muda kau jangan sekali-kali berbuat seperti itu, dengan menyuruh para penjaga menghajarku, Apa kau tega melihat para penjaga terluka akibat perbuatanmu ini?" tanya Nien Chu.


Tang Yin terdiam, dia tak menyangka jika pemuda yang ada di hadapan itu begitu tangguh dalam menghadapi puluhan penjaga yang disuruh untuk menghajar Nien Chu. Agar menghilangkan rasa malu dengan kekalahan para penjaganya, Tang Yin lantas berkata.

__ADS_1


"Aku ingin kepasar, dan kau boleh mengikutiku dari belakang dan ingat jaga jarak agar orang-orang tak mengetahui jika aku berjalan dengan mu," ucap Tang Yin sambil berjalan pergi meninggalkan Nien Chu.


"Apa..!?, dengan mudahnya masalah ini diselesaikan dengan cara seperti ini, dasar wanita angkuh dan sombong suatu hari nanti aku akan membalasmu dan memberikan pelajaran bagaimana cara menghargai seseorang," batin Nien Chu dengan rasa kesal di hatinya.


__ADS_2