
Thien Yu begitu sangat kesulitan menghadapi sosok manusia roh yang bertarung dengannya, karena dia memiliki kecepatan dan kekuatan ranah tingkatan yang pastinya sangatlah tinggi.
Tak ada pilihan bagi Thien Yu, diapun mengeluarkan pedang penguasa malam dari dalam alam batinnya hingga membuat ruangan itu di penuhi aura dingin yang menusuk tulang, semua itu akibat aura yang terpancar dari dalam pedang hitam pekat di dalam genggaman tangannya.
Sosok manusia roh seketika terdiam, keterkejutannya melebihi apapun, aura yang keluar dari pedang itu begitu sangat di kenalnya.
"Hentikan...!! ada hubungan apa kau dengan Raja Naga Giok?" ucap sosok manusia roh itu.
"Untuk apa kau tanyakan itu!, lebih baik kita lanjutkan pertarungan ini!!" jawab Thien Yu. Diam diam Thien Yu memikirkan perkataan sosok manusia roh yang mengenal gurunya Naga Giok.
"Bagai mana bisa dia mengenal guru ku dan mengetahui jika pedang ini merupakan tulang dari raja naga giok?" batin Thien
"Aku tak akan bertarung lagi jika kau tak tak mau menjawab pertanyaanku!!," ucap sosok manusia roh yang menyimpan kembali pedangnya.
"Mengapa dia menanyakan hal itu terus menerus, dan mengapa dia tau jika aku mempunyai kedekatan dengan Naga Giok?" batin thien Yu kembali.
Dengan kesal Thien Yu pun menjawab pertanyaan sosok manusia roh. "Naga Giok adalah ayah angkat, sekaligus guruku!!," jawab Thien Yu.
"Apa...!!?"
Hanya kata itu yang keluar dari mulut sosok manusia roh, dia tak menyangka jika anak muda yang ada di hadapannya merupakan putra angkat dati sang Raja Naga Giok.
"Kita hentikan pertarungan ini, karena aku sudah tak ingin bertarung lagi dengan mu, jika di perkenankan aku ingin berbicara dengan mu. Namaku Lu ying dan aku merupakan seorang pengikut Naga Giok sewaktu aku masih di nirwana.
Mendengar perkataan Lu ying membuat Thien Yu mengernyitkan dahinya, dia tak menyangka jika sosok manusia roh yang ada di depannya merupakan pengikut gurunya, Thien Yu berpikir sejenak dan mencerna keadaan yang ada. "Aku rasa aku bisa memanfaatkan keadaan ini untuk melepaskan ratu Meyling dari belenggu nya," batin Thien Yu.
"Baik jika kau ingin bernegosiasi denganku, tapi ingat aku tak akan memaafkanmu jika kau melakukan hal licik padaku," ucap Thien Yu.
"Sekarang katakan apa yang ingin kau bicarakan," ucap Thien Yu.
"Aku ingin kau mengatakan di mana keberadaan Naga Giok sekarang? tanya Lu ying.
"Ayah angkatku telah menghilang dan memberikan seluruh kekuatannya padaku," jawab Thien Yu sambil melepaskan pakaiannya, maka tampak terlihat oleh Lu ying sebuah simbol Naga Giok di bahu Thien Yu yang mana simbol itu hanya dapat di buat oleh sang Naga Giok saja.
__ADS_1
Melihat simbol itu Lu ying segera menggenggam tinju dan membungkukkan badan memberi hormat.
"Maaf kan saya tuan Muda, saya tak mengetahui jika tuan muda merupakan titisan sang Naga, maka hari ini aku berjanji akan menjadi pelindung tuan muda," ucap Lu ying.
"Bagaimana aku bisa percaya denganmu, sementara kita baru saja bertemu!" jawab Thien Yu.
"Aku merupakan abdi yang setia bagi sang Naga, karena aku telah bersumpah akan selalu mengabdi padanya. Jika tuan muda masih kurang percaya padaku maka tuan muda boleh melakukan kontrak darah dengan ku," jawab Thien Yu.
"Baik, aku akan melakukan kontrak darah dengan mu," ucap Thien Yu, dan dengan cepat Thien Yu melukai telapak tangan kirinya kemudian meneteskan darahnya itu ke kening Lu ying, namun tiba tiba saja tubuh Lu Ying terhempas kebelakang dan merasakan kesakitan yang sangat luar biasa di seluruh tubuhnya.
Teriakannya menggema di dalam ruangan itu, dan tampak terlihat cairan lendir berwarna hitam kebiruan secara perlahan terus keluar dari dalam tubuhnya.
Sesaat kemudian Lu ying mulai dapat menenangkan dirinya dan langsung bersujud di hadapan Thien Yu.
"Trimakasih tuan muda, karena kontrak darah yang kau berikan padaku membuat kutukan raja Naga Giok dapat terlepas dari tubuhku, dan jasad kasarku kini telah kembali padaku," ucap Lu Ying.
"Apa maksud mu?" tanya Thien Yu masih belum mengerti dengan permasalahan yang ada.
Dahulu kala aku pernah melakukan kesalahan fatal sehingga membuat Raja Naga Giok murka padaku, aku di usir dan dikutuk olehnya dengan racun yang berada di tubuhku, jasad kasarku di segel di suatu tempat hingga menyisakan roh yang yang penuh dengan racun menyakitkan.
Thien Yu terdiam dan memikirkan sesuatu di dalam benaknya.
"Mungkin saat aku bertemu dengan sang ratu Guru telah mendeteksi adanya Lu ying di dalam dantiannya, yang membuat guru menaruh penawar dari kutukan yang pernah di berikan kepada Lu ying ke dalam darahku," batin Thien Yu.
Setelah beberapa saat terdiam, Thien Yu menjawab perkataan Lu ying. "Aku rasa kejadian nya mungkin seperti yang kau perkirakan. Dengan kemampuan meditasi guru yang sangat tinggi dia pasti telah memperhitungkan itu semua. Untuk sekarang ini aku ingin kau melepaskan belenggu yang berada di dantian ratu Meyling," perintah Thien Yu.
"Baik tuan muda!!" ucap Lu ying singkat.
Lu ying kembali masuk kedalam dantian ratu Meyling kemudian melepaskan segel yang selama ini membelenggu dan membekukan kekuatan ratu Meyling.
Lu ying kembali kehadapan Thien Yu, dan berkata. "Tuan muda ijinkan aku untuk mengikutimu," ucap Lu ying.
"Aku tak bisa melarangmu untuk mengikutiku, tapi aku ingin tau mengapa kau bisa berada di dalam dantian sang ratu, dan menyegel dantiannya?" tanya Thien Yu.
__ADS_1
"Panjang ceritanya tuan muda, tapi aku akan menceritakan dengan singkat," jawab Lu ying.
"Semua itu terjadi karena rasa cinta pangeran danau hitam kepada putri Meyling yang merupakan putri seorang raja dari danau hijau yang tak bersambut.
Cinta sang pangeran bertepuk sebelah tangan karena dia ditolak oleh putri Meyling, dan sang putri lebih memilih raja kerajaan lumut yang telah mempunyai seorang putra dari pada sang pangeran.
Karena sakit hati oleh penolakan sang putri membuat kedua penguasa danau saling bermusuhan, dan untuk menghindari terjadinya perang antara klan ular akhirnya sang putri pergi melarikan diri ketempat ini.
Aku yang telah di tolong oleh raja ular danau hitam dari kutukan racun Naga Giok, setidaknya sang raja berhasil meringankan sakit yang ku derita, ditugaskan oleh nya untuk masuk ke dalam dantian sang putri untuk membekukan kekuatan dan menyegel aura hidupnya, hingga membuat putri yang cantik jelita berubah menjadi tua.
Sang raja berjanji setelah putri Meyling kembali ke pelukan putranya, maka raja ular danau hitam akan menghilangkan racun yang berada di tubuhku dengan cara menggunakan tehnik terlarang dari klan ularnya. Karena aku sudah tak tahan dengan rasa sakit yang ku derita membuatku meng iyakan keinginan sang raja ular danau hitam.
Tapi tak kusangka pangeran ular dan ayahnya telah bersekongkol untuk menghabisi seluruh kerajaan lumut, dengan mengirimkan laba laba iblis ungu yang kuat, rakus dan pemakan semua yang hidup dan berdarah.
Di dalam dantian ratu aku menyaksikan pembantaian di kerajaan lumut, termasuk meninggalnya sang raja lumut karna kalah melawan binatang roh laba laba iblis ungu.
Jika saat itu aku tak membekukan kekuatan sang ratu, maka dia dapat dengan mudah membunuh laba laba raksasa itu, mengingat tingkat kekuatan sang ratu saat ini telah berada pada ranah tingkat Emperor cahaya.
Karena kecerdasan sang ratu, dia mengumpulkan makhluk hidup di darat mampun di danau untuk diberikan kepada laba-laba iblis ungu setiap harinya, yang membuat sang laba-laba tak pernah menyerang lagi karena kebutuhan makannya telah dijamin.
Seperti itulah ceritanya mengapa aku bisa berada didalam dantian putri Meyling yang telah menjadi ratu di istana lumut" ucap Lu ying menceritakan.
"Aku mengerti sekarang duduk permasalahan yang terjadi dan aku tak mau ikut campur dengan hal itu, aku berjanji kepada sang ratu untuk menyembuhkannya dan saat ini janji ku telah ku penuhi sehingga aku bisa kembali ke alam dunia," ucap Thien Yu.
Thin Yu, melangkah ke arah Lu ying dan berkata. "Karena kita telah melakukan kontrak darah maka kau boleh tinggal di alam batinku yang telah di buat oleh Naga giok sebelumnya, kau juga bisa mengontrol apapun yang membahayakan ku dari dalam sana," ucap Thien Yu.
"Baik tuan muda aku berjanji tak akan ada yang berani melukaimu selama aku masih hidup, semua ini demi membalas budi Naga Giok selaku Ayah angkat tuan muda dan juga merupakan junjunganku, semoga dengan begini Raja Naga Giok dapat memaafkan semua kesalahanku di masa lalu," jawab Lu ying.
"Aku rasa Guru telah memaafkan mu, terbukti dengan hilangnya kutukannya yang ada padamu," ucap Thien Yu.
"Trimakasih, perkataan tuan muda sungguh sangat melegakan ku," ucap Lu ying sambil menggenggam tinju membungkukkan badan memberi hormat.
Tak lama kemudian Lu ying menghilang dari hadapan Thien Yu, dan masuk kedalam alam batinnya dengan menyisakan asap hitam tipis.
__ADS_1
Bersambung.
Hari ini 1 episode, tapi author buat panjang ceritanya.